CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cbc851a018e0d5684371b5f/pacarku-hidup-kembali

PACARKU HIDUP KEMBALI (Romance, Ecchi, Horror, Comedy)


Permisi Gan/Sis pembaca setia cerita cinta Hayati dan Asnawi, dalam trit baru ini ane mau cerita lanjutan petualangan Hayati setelah berpisah sama Asnawi.
Spoiler for Sinopsis:


KARAKTER


Spoiler for Karakter Utama:

Spoiler for Mahluk Gaib dan Bangsa Siluman:

Spoiler for Karakter Pendukung:



Quote:


Soundtrack cerita biar kayak film-film ANIME....emoticon-Embarrassmentemoticon-Embarrassment

Spoiler for Opening Song:


 
BAGIAN 1
ALAM BAKA
part 1



Malam itu setelah petarungan besar antara Bendoro dan Hayati, keadaan tampak sangat memilukan. Asnawi dan Hayati saling berpelukan dalam waktu lama, tubuh Hayati yang masih mengeluarkan darah tidak menjadi batu sandungan buat dirinya untuk memeluk Hayati.

Hayati menangis tersedu sedu dalam pelukan Asnawi. akhirnya setelah sekian lama, dia bisa bersatu dengan Asnawi tanpa harus mengalami berbagai gangguan. Bendoro yang selama ini muncul di kehidupannya, telah lenyap begitu saja. Memang Bendoro mempunyai tujuan yang baik demi membela kamu arwah penasaran yang diperbudak oleh bangsa siluman bangsawan, namun dia telah merenggut kebahagiaan Hayati dengan memaksanya untuk ikut berjuang. Bagi diri Hayati, Asnawi berperan sebagai pahlawan besar dalam kahidupannya sebagai arwah penasaran. Dimulai dengan pertemuan pertamanya yang sangat menyeramkan sampai mereka menjadi satu seperti sekarang ini. Banyak lika liku kehidupan cinta diantara mereka berdua ditengah jurang perbedaan yang menganga.

Hayati merasa sangat bahagia kala itu, hatinya merasa sangat tenang dan jiwanya berbunga bunga. Tubuhnya mulai menghangat seperti manusia hidup. Detak jantungnya mulai terasa dan aliran darahnya mulai menggelora. Tiba tiba seberkas cahaya berwana keemasan muncul dari langit dan menerpa tubuh Hayati yang masih beperlukan dengan Asnawi. Hayati langsung kaget dengan cahaya itu dan melapaskan pelukannya dengan Asnawi.

“mas...sinar ini?”

“maksudnya apa Hayati?”

“hatiku sekarang tenang banget dan jiwaku juga terasa hangat...jangan jangan ini tanda tanda...”

“maksudnya arwah kamu udah nggak penasaran lagi?”

“iya mas ku...huft..huft..mas.....mas..........gimana ini?”

“Hayati....kamu jangan tinggalin aku... kita udah berjanji mau hidup bersama”

“aku juga sama mas aku...hiks ...hiks...aku nggak mau pisah sama kamu mas”

Tubuh Hayati menjadi sangat hangat dan perlahan mulai memudar. Panggilan dari alam baka mulai menggema, Hayati mau tidak mau harus pergi kesana dan meninggalkan Asnawi di dunia ini. Asnawi semakin erat memeluk Hayati. Dia histeris dan tidak mau melepas Hayati.

“Hayati....tolong tetap disini, jangan pergi dulu ke alam baka..hiks..hiks”

“maafin aku mas, aku juga nggak bisa berkehendak....ini udah takdir...udah seharusnya aku berada di alam sana”

“HAYATIIIIII...........TOLONG HAYATI....TETEP JADI ARWAH PENASARAN....JANGAN TINGGALIN AKU”

“mas.....kayanya aku udah nggak bisa....aku udah pasrah akan keadaan sekarang..mas...denger aku mas...”

Hayati berusaha menegakkan kepala Asnawi yang tertunduk. Tampak mata Asnawi yang merah karena menangis dan wajahnya yang basah terkena air mata. Hayati berusaha tegar dan menguatkan Asnawi yang tengah jatuh dan larut dalam kesedihan. Hayati harus menyampaikan pesan yang bisa dijadikan bekal hidup Asnawi ditengah waktu yang samakin sempit. Lama kelamaan tubuh Hayati semakin memudar, dia harus berpacu dengan waktu.

“mas....maafin aku yah...mas...aku pengen kamu janji...aku pengen kamu berjanji sebelum aku pergi selamanya ke alam baka”

“nggak mau....kamu harus tetep disini Hayati..”

“mas...ku sayang...tolong aku yah mas.....mas harus ngerelain kepergianku yah...dan aku pengen mas berjanji”

Asnawi terdiam beberapa saat. Dia tampak berusaha untuk ikhlas untuk melepas Hayati pergi ke alam baka. Dia mulai mengatur napasnya dan menghentikan tangisannya.

“hiks...hiks....hiks..............iya aku berjanji”

“aku pengen kamu berjanji untuk menyayangi Cascade sabagaimana kamu menyayangi ku...aku pengen kamu melanjutkan hidupmu bersama dia....aku pengen kamu balikan lagi sama dia.....janji mas!”

“aku janji Hayati.........aku akan melaksanakan janji janjimu Hayati”

“makasih banget mas ku sayang...sekarang aku bisa pergi dengan tenang”

“iya Hayati sayang...aku sayang banget sama kamu...aku cinta banget sama kamu...aku nggak akan ngelupain kamu..Hayati...hatiku udah milik kamu....aku nggak akan ngasihin sama orang lain”

“mas....hiks..hiks....kamu harus tetap sehat yah mas, kamu harus rajin mandi, makan makanan sehat, nggak boleh ngerokok dan rajin olahraga mas....mas.....kayanya waktuku udah tiba...peluk aku mas”

Asnawi kembeli berpelukan dengan erat disertai tangisan yang luar biasa yang membuat suasan semakin menyedihkan.

“mas...walaupun di dunia ini kita nggak bisa bersatu...semoga di akhirat kelak kita akan ketemu lagi dan hidup bersama selamanya”

“iya Hayati..aku janji...aku akan selalu mendoakan mu dan akan melakukan semua yang kamu perintahin ka aku.....Hayati aku akan menemuimu di akhirat nanti...tunggu aku disana yah sayang....capet atau lambat aku juga akan menyusulmu ke alam sana....terima kasih Pacar Kuntilanak Ku tersayang...kamu udah mewarnai hidupku yang menyedihkan ini....”

Hayati pun akhirnya menghilang dari pelukan Asnawi. dan cahaya keemasan yang berasal dari langit pun juga ikut menghilang. Kejadian itu sama persis seperti yang Asnawi saksikan ketika 6 kuntilanak anak buah Wewe Gombel yang juga pergi ke alam baka. Asnawi kembali menangis dan berteriak teriak menyebut nama Hayati. Dia seakan akan tidak sanggup ditinggal Hayati dalam keadaan seperti itu.

Hayati terbang di dalam sebuah pusaran energi dalam tuangan yang tak terbatas. Dia melayang tanpa arah yang jelas, Hayati mencoba untuk berbalik arah melawan arus tarikan gaya,akan tetap usahanya itu gagal. Hayati menangis selama berada dalam pusaran itu. Dalam hatinya dia terus berkeluh kesah dengan keadaan yang dialaminya.

“Oh Tuhan....kenapa Engkau melakukan ini kepadaku?.....aku cuma ingin hidup bahagia bersama kekasihku....kenapa Tuhan??” gerutu Hayati dalam tangisannya.

Tiba tiba seberkas cahaya putih kecil mulai muncul diujung pusaran. Hayati langsung melihat kearah cahaya itu, dia tampak mengernyitkan dahinya. “Mungkin itu adalah pintu alam baka” gumam Hayati dalam hati. Lama-lama cahaya putih itu semakin membesar dan mendekati Hayati. Jantungnya semakin berdebar kencang ketika dia mendekatinya dan akhirnya dia masuk kedalam cahaya putih itu.

Tiba-tiba Hayati berbaring diatas tanah yang tandus. Dia menghela napas dengan kencang dan berusaha membuka matanya pelan-pelan. Hayati mulai berdiri dan melihat keadaan disekitarnya. Ternyata tempat itu adalah sebuah padang tandus yang sangat luas dan memiliki kontur permukaan tanah yang datar. Hayati tampak sangat kebingungan dengan tempat itu. Dia kemudian berjalan untuk mencari tahu tempat yang baru didatanginya itu. Padang tandus itu dipenuhi oleh kabut dan bersuhu panas, seperti suasana Kota Bandung di siang hari.

Hayati berjalan lurus kedepan untuk mengetahui tempat itu. Dia tidak bisa melihat jauh karena terhalang oleh kabut, jarak pandangnya sangat terbatas. Akhirnya dia menemukan sebuah pohon kering yang menjulang cukup tinggi. Hayati memiliki ide untuk memanjat pohon itu dengan tujuan dapat melihat keadaan di sekitarnya. Dia pun memanjat pohon itu dengan susah payah.

Wujud Hayati berubah menjadi seperti manusia, dia tidak bisa melayang dan terbang seperti biasanya, tampak tubuhnya juga memadat. Hayati masih memakai baju gaun putih kuntinya yang berlumuran darah akibat pertarungan dengan Bendoro. Ketika sampai di puncak pohon, Hayati mulai melihat lihat kondisi sekitar yang masih tertutup kabut.

Tak lama berselang, tiba-tiba angin kencang bertiup dan menyingkirkan kabut yang mengahalangi pandangannya. Hayati tampak menutup matanya ketika diterpa angin tersebut. Setelah angin itu hilang, Hayati kembali membuka matanya. Betapa kagetnya dia ketika melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia melihat orang-orang yang sangat banyak tampak antri untuk masuk ke dalam sebuah pintu besar yang berada di sebuah benteng yang sangat tinggi dan panjang di ujung cakrawala. Orang-orang yang kira kira berjumlah jutaan itu tampak bersabar dalam menunggu antrian masuk ke gerbang itu. Mereka tampak mengenakan kain kafan yang digunakan untuk menutup tubuh. Tergambar berbagai macam ekspresi yang tersirat di raut wajah mereka, ada ekspresi senyum bahagia, sedih, menangis dan penuh penyesalan.

................................................................

Spoiler for Closing Song:



profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 144 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Martincorp
BAGIAN 33
KOKI TERKENAL
part 1

Hayati kini bekerja bersama Tisha di Yayasan Putri Nurhayati yang berada di sebuah bangunan sederhana di bawah jalan tol. Yayasan ini memiliki lima lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Setiap minggu, praktek di yayasan ini selalu bergiliran di lima lokasi tersebut. Pada awalnya Tisha selalu kerja sendiri melayani pasien dari masayarakat miskin dan memberi mereka pengobata dengan gratis, tapi kini, Hayati ikut melayani pasien layaknya seorang dokter sungguhan. Berkat ilmu kedokteran yang ia miliki dan keterampilan yang mumpuni, Hayati dengan cepat menjadi terkenal dikalangan masyarakat. Bahkan ia mendapat julukan sebagai 'Jagal Sunat' karena keahliannya dalam mengkhitan orang, baik itu anak-anak atau orang dewasa.

Pada suatu hari, para penghuni rumah tengah duduk di ruang keluarga. Mereka tengah asyik berbincang membicarakan masalah sehari-hari para arwah gentayangan. Tampak Margono duduk diapit oleh Lenggayu dan Dolores yang sangat mencintainya, sedangkan Fathya tengah sibuk memotong kuku sambil duduk mengahadap ke jendela. Miramareu kala itu tidak berada di rumah karena diajak jalan-jalan oleh Rini dan keluarganya. Tak lama berselang Hayati membuka pintu depan rumah, kemudian masuk.

"Kamu dari mana aja Mal? Kok baru pulang sore-sore gini" sapa Dolores.

"Aku abis kerja, Nyonya... pasienku banyak banget" jawab hayati.

"Apaaaah!! Kamu kerja di hari minggu?" tanya Dolores.

"'Iya Nyonya, aku sekarang kerja di yayasan" jawab Hayati sambil duduk dihadapan mereka

"Maksudmu yayasan apa?" sambung Margono.

"Yayasan Putri Nurhayati Pak... yayasan itu punya bosku, Tisha... kita kerja berdua disana tiap hari minggu"

"Kamu kerja ngapain aja Mal?" lanjut Margono.

"Aku ngobatin banyak orang miskin Pak, tanpa dibayar sepeserpun" jawab Hayati.

Margono mendadak terhenyak mendengar jawaban hayati. Dia langsung berdiri sambil memandang hayati dengan tajam. Perlahan, ia melayang mendekati hayati, lalu kemudian memeluk erat hayati sambil menangis terharu. Hayati pun kaget dengan tingkah sang ayah.

"Bapak bangga sama kamu nak! Akhirnya kamu bisa memenuhi apa yang bapak inginkan"

"Maksud Bapak gimana?"

"Bapak dari dulu ingin menolong banyak orang miskin yang lagi sakit, makanya bapak nyekolahin kamu ke kedokteran buat tujuan itu Mal"

"Iya pak... aku juga bangga sama Bapak... Bapak punya hati mulia"

Suasana rumah pun menjadi dihiasi dengan haru biru para penghuninya. Dolores, Lenggayu dan Fathya ikut menitikan air mata ketika melihat momen mengharukan itu. Margono pun melepaskan pelukannya, matanya yang berlinang air mata menyiratkan suatu kebahagian yang sangat lama didambakannya.

"Bapak bahagia sekali Mal... aku bangga sama anak-anak ku yang udah kudidik dengan baik... Rini sekarang jadi pengacara handal dan kamu dokter yang membanggakan... walaupun Bapak gak menyaksikan kalian ketika hidup, tapi Bapak selalu melihat apa yang dialami kalia, khusunya Rini yang berjuang keras untuk mencapai cita-citanya... dia juga mengalai penderitaan yang luar biasa... tapi Bapak tidak bisa melakukan apa apa selain cuma melihat... begitu juga Ibumu... Bapak sangat merindukan dia kali ini"

"Bapaaaak... "

Tiba-tiba secercah cahaya terang muncul dari pernukaan langit-langit rumah.  Cahaya kuning itu menyinari tubuh Margono yang tengah memeluk Hayati.  Semua orang di ruangan itu terkejut dengan kemunculan cahaya itu. Margono kemudian tertegun sambil melihat pancaran sinar itu.

"Cahaya apa ini?" tanya Margono.

"Tidak mungkin!!  Cahaya itu keluar" sahut Lenggayu.

Hayati kemudian berdiri,  lalu memegangi pundak ayahnya. Sementara para istri Margono juga ikut berdiri dan manghampiri Margono yang tengah kebingungan.  Tampak raut sedih tersirat pada wajah mereka,  bahkan Dolores berlinang air mata.  Margono semakin bingung dengan tingkah aneh semua keluarganya.

"Bapak... Ini cahaya dari alam baka,  sudah waktunya bagi bapak untuk pergi kesana" jawab Hayati dengan mata berkaca kaca.

"Maksudmu,  Bapak udah gak gentayangan lagi?" balas Margono.

"Iya Pak,  Bapak udah gak jadi arwah penasaran lagi,  karena tujuan hidup Bapak udah terpenuhi" jelas Hayati.

"Jadi tujuan hidupku adalah liat kamu jadi dokter yang rela menolong orang-orang miskin tanpa dibayar... ya betul,  untuk itulah kenapa aku menyekolahkanmu ke kedokteran... tujuan hidupku yang sempat sirna ketika kamu menghilang Mal... aku senang kamu bisa memenuhinya" kata Margono yang terisak penuh haru.

Margono kemudian menoleh kearah para istrinya yang tengah menangis. Ia melihat Dolores,  Lenggayu dan Fathya yang kompak menundukkan kepalanya.  Suara isakan saling bersahutan seakan hal itu membuat suasana menjadi sedih.  Margono memeluk erat istrinya satu persatu sambil memberikan pesan terakhir. Dimulai dengan Dolores uang terlihat sangat sedih.

"Nyonya... makasih udah mencintaiku selama ini,  aku senang bisa hidup bersamamu baik dalam suka dan duka,  kamu selalu berada disampingku ketika aku takut menghadapi kenyaataan pahit kalo aku jadi setan gentayangan... kamu selalu memberiku semangat dan kasih sayang" ucap Margono.

"Ik juga cinta sama kamu Mas Margo... ik berterima kasih karenakamu udah bebasin ik yang terkurung di ruang bawah tanah... ik bahagia bisa jadi istri kamu" balas Dolores sambil memandang mata Margono.

"Kamu adalah pemilik rumah ini Nyonya,  sekarang kamu harus tetap menjaga rumah ini sampai kapanpun... dan sayangilah anak-anakku!!" pesan Margono.

"Baik Mas... ik akan menjaga rumah ini dan ik janji akan menyayangi Mala dan Rini" janji Dolores.

Setelah memeluk dan memberi pesan kepada Dolores,  Margono kemudian menghampiri Lenggayu.  Dia pun langsung memeluknya dengan penuh haru.  Lenggayu pun teriak histeris, dia terlihat paling sedih diantara semuanya.  Margono memandang wajahnya,  lalu mengusap air mata yang membasahi wajah Lenggayu dengan jarinya.

"Gayu... aku mencintaimu, sudahlah!! Janganlah kamu menangis" kata Margono.

"Aku gak mau kehilangan kamu Mas... aku sayang sama kamu" balas Lenggayu.

"Kalo kamu sayang sama aku,  kamu harus merelakanku pergi!  Semua ini udah takdir"

"Tapi aku..."

"Udah Gayu... sekarang tugasmu adalah menyayangi anak anakku, mereka adalah harta paling berharga buatku... aku titipkan semuanya padamu Gayu... lindungi terus mereka!  Sayangi mereka seperti kamu menyayangiku" pesan Margono.
"Baiklah Mas... aku janji sama kamu, aku akan melindungi Mala dan Rini" sahut Lenggayu.

"Terima kasih Gayu... " tukas Margino.
Terakhir,  ia menghampiri Fathya yang hanya tertunduk.  Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.  Margono kemudian memeluknya.

"Fathya... aku juga cinta sama kamu,  jaga dirimu baik-baik... walauoun kamu baru setahun tinggal disini,  tapi begitu banyak kenangan indah yang kamu ciptakan... jaga tubuh barumu itu ya! Dan tetaplah menjadi sahabat bagi Mala... dia butuh seorang teman" pesan Margono.

"Iya Mas... aku berjanji akan melakukan semua keinginanmu" balas Fathya.

"Oh iya... sampaikan juga kepada Miramareu yah!  Aku juga mencintainya sama seperti ke yang lain" tambah Margono.

"Baiklah Mas... akan kusampaikan" pungkas Fathya.

Margono kemudian berdiri ditengah pancaran sinar,  perlahan tubuhnya mulai memudar.  Ia lalu menoleh kepada Hayati yang berdiri disampingnya. 

"Akhirnya aku bisa kembali menemui ibumu Mal,  akan kuceritakan semua tentang kamu sama dia... ibumu adalah cinta sejatiku" pesan terakhir Margono untuk sang anak.

"Bapaaaaaak!!!" teriak Hayati.

Margono kemudian menghilang dari pandangan mata,  begitupun dengan cahaya yang seakan sirna ditelan kegelapan. Hayati langsung rubuh,  dia larut dalam kesedihan. Tangisannya menggema di senatero rumah. Para ibu tiri menghampirinya, mereka berusaha meraih kembali Hayati dari keterpurukan.

"Sudahlah Mala!! Kamu harus mengikhlaskan kepergian Bapakmu..." kata Lenggayu.

"Gayu bener Mal, kamu gak usah khawatir, kamu gak bakalan sendirian,  masih ada kita yang berjanji akan menyangi mu" tambah Dolores.

"Ayo berdirilah!! " ajak Fathya sambil menjulurkan tangannya.

Hayati kemudian meraih tangan Fathya,  lalu ketika berdiri,  semua ibu tiri memeluknya dengan erat.  Mereka semua berjanji akan selalu ada untuk Hayati.

Malampun tiba,  Hayati berbaring diatas ranjangnya sambil merenung.  Ia berusaha untuk tidak tenggelam dalam kesedihan,  ia membayangkan ayahnya bertemu kembali dengan ibunya di alam baka,  lalu dia menceritakan semua tentang dirinya kepada ibunya.

Tak lama,  tiba-tiba terdengar suara peralatan dapur yang terjatuh.  Hayati pun terkejut, ia langsung pergi ke dapur untuk mengecek nya.  Hayati melihat Fathya tengah memunguti bahan masakan yang diatas tercecer diatas lantai. Ia pun membantu Fathya memunguti bahan masakan itu.

"Kamu kenapa Fat?  Kok bisa tumpah begini? "

"Aku lagi belajar masak Mal,  tadi pas bawa panci ini,  aku kepeleset"

"Emang kamu belajar masak?  Tumben banget nih"

"Iya kan aku udah janibsama bapakkmu buat ngurus kamu,  jadi aku mau belajar masak buat nyediain makanan buat kamu yang rakus"

"Oalah!! Gitu toh... jangan bilang aku rakus dong!!  Malu ah"

"Ihhh!! Emang kamu beneran rakus kok dan pelit!! "

"Ya maafin aku Fat,  waktu itu kan aku beli nasi bungkusnya cuman dua,  jadi kurang,  lagian kan di rumah ini cuman aku yang makan makanan normal"

"Aku juga sekarang jadi normal lagi Mal!... semenjak aku merasuki tubuh ini,  aki jadi pengen makanan kayak orang,  bukan bangkai dan kotoran"

"Hmmm... kayaknya tubuh yang kami rasuki itu masih punya jiwa?"

"Aku gak tau Mal"

Akhirnya semua bahan masakan yang terserak berhasil diselamatkan,  Hayati kemudian mengangkat panci yang berada diatas lantai,  sedangkan Fathya mencuci bahan masakan itu sambi melihat kebuah smartphone yang ia simpan diatas meja dapur. Hayati terheran-heran dengan Fathya yang sedang menonton video di smartphonenya.

"Kamu kok malah nonton video Fat? "

"Aku belajar masaknya dari hape Mak,  dari Youtube"

"Wah... hebat!  Kamu belajar dari chef? "

"Iya Mal... aku lagi nonton video Chef Kartika... Dia sekarang lagi naek daun"

Hayati ikut melihat video yang ditonton Fathya.  Ia kaget ketika melihat sosok koki yang tengah memsaka dalam video itu. Dia sangat mengenali sosok itu.

"Bi Asih?"

"Apa kamu bilang?"

"Dia ini Bi Asih Fat...!"

"Kamu kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat... dia ini dulunya pembanti di rumah temenku"

"Ah masa sih? Pembantu kok bisa cantik banget? "

"Sumpah Fat!!! Dia ini pembantu di rumah temenku, dia ini lulusan sekolah memasak di Amerika dan Perancis, temenku itu orang super kaya, jadi dia mempekerjakan Bi Asih jadi pembanti di rumahnya"

"Astaga!! Kamu bener bener kenal sama chef Kartika? "

"Iya Fat, kenal banget malahan... Dia ini janda anak satu lho... terus umurnya sekarang sekitar 32 tahun"

"Waaw!! Kamu bener bener mengenalinya Mal, semua yang kamu sebuetin itu bener, aku pernah baca blog yang membahas dia, semuanya sama persis kaya cerita kamu barusan"

"Hahaha... kamu bisa aja ah Fat, tapi aku heran... kok dia bisa jadi artis yah? Jadi terkenal gitu"

"Dia emamg baru masuk tv Mal, ada sebulan mah...dia langsung viral karena makanan yang ia bikin enak-enak dan ditambah sama wajah dan penampilannya yang menarik"

Hayati pun terkagum kagum melihat Bi Asih beraksi dalam video masaknya. Ia jadi penadaran dengan kehidupan Bi Asih sekarang. Banyak timbul pertanyaan yang keluar dari otaknya mulai dari kenapa Bi Asih jadi celebrity chef? Apakah dia masih bekerka di rumah Cascade? Dan yang terakhir, apakah Asnawi masih berhubungan sama koki cantik ini? Hayati pun akhitnya ikut membantu Fathya memasak untuk makan malam waktu itu.
...

profile-picture
profile-picture
profile-picture
OkkyVanessaM dan 45 lainnya memberi reputasi
profile picture
kkaze22
kaskus geek
makasih updatenya do emoticon-Big Grin
profile picture
TS Martincorp
kaskus addict
@kkaze22 same same om, lagi pusing nih ane om, pengen jadi orang kaya tapi susah hahahahaha
profile picture
kkaze22
kaskus geek
@Martincorp banyak bersyukur om, lebih baik ngak kaya tapi bahagia dari pada kaya ngak bahagia emoticon-Big Grin
profile picture
TS Martincorp
kaskus addict
@kkaze22 pengen jadi novelis kayak di film knives out, hahahaha
profile picture
Akhirnya tidur nyenyak😁✌🏻
profile picture
thanks buat updatenya bray,
profile picture
BlackMX2010
kaskus addict
@Martincorp mantaapp gan apdetnyaemoticon-Big Kiss semoga dlm wkt dekat apdet lg emoticon-Blue Guy Peace
profile picture
tidhy010709
kaskus addict
Makasi om update nya emoticon-2 Jempol
profile picture
dayflying
kaskus holic
dahaga yang (belum) terpuaskan ....
profile picture
Setelah ribuan purnama,..🌈
profile picture
Alhamdulillah akhir nya selesai maraton mulai dari trit neng memeg sampe trit hayati, om martin memang luar biasa, moga om martin slalu diberi kelancaran dlm menulis trit...makasih
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 11 dari 11 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di