CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / The KASKUS Bar /
SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus) - Part 1
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56df41b992523320308b4568/scak-specialty-coffee-association-of-kaskus---part-1

SCAK (Specialty Coffee Association of Kaskus)

Quote:



Introduction


How To

Tips n Trick



Buying Guide


Quote:



Quote:


Quote:


:nyantai


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
masakwithismi dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh gembelngehe
Biasa minum teh, baru nyoba minum kopi. Kok saya ga bisa membedakan antara kopi yang satu dengan yang lain. Misalnya Kapal Api Special, Excelso Kalosi Toraja, Starbucks Espresso Roast. Rasanya sama saja, pahit. Ga ada aroma/taste unik yang keluar dan bisa dirasakan.

Peralatan brewing sudah punya Daiso Flat Bottom dan Hario V60.

Grinder belum punya. Rencana ambil Timemore C2.
Kettle juga belum punya gooseneck. Di marketplace ada yang jual dengan harga Rp 160.000 dan Rp 390.000 untuk yang ada termometernya, 1200ml. Itu apa bedanya, bisa selisih Rp 230.000?
profile-picture
orang sakit memberi reputasi
profile picture
riclord
kaskus addict
Sepertinya itu kopi bubuk semua ya gan? Lalu sepertinya pure robusta atau dark blend, makanya rasanya pahit.

Coba beli dulu timemorenya, lalu beli dua-tiga jenis biji kopi arabika, dengan medium roast. Coba baca2 karakter rasa dan notes di kemasan kopinya atau iklannya. Coba brew pake V60-nya. Kalo tekniknya benar, rasa-rasa unik pasti bisa terasa.

Untuk ketelnya, fasilitas termometer bagus juga sih, tapi tetep lebih penting gooseneck. Buat awal-awal beli yg paling murah aja. Kalo cocok dengan teknik manual brewing, nanti baru beli alat-alat yg mahal dan centil-centil, hihihi
profile picture
warnacemerlang
kaskus addict
@riclord iya, yang Starbucks dari beans, kata baristanya digrind no 6 mesinnya dia (Ditting) dari skala 1-9. Kapal Api Special katanya blend arabica+robusta. Excelso Kalosi Toraja jelas arabica, tapi yang sachet bubuk supaya bisa 1 minggu sekali bikin, ga perlu menghabiskan < 2 minggu.

Starbucks dark roast, Excelso medium-dark sepertinya, dan Kapal Api sepertinya sudah banyak yang tau ya. Suhu biasa pakai 90C, apa terlalu tinggi jadi pahit?

Karena fine jadi sampai 5:00 brewing time. Yang Starbucks sepertinya terlalu kasar jadi bloomingnya ga kena semua akhirnya malah air = 3x berat kopi, rekomennya kan 2x berat kopi. Karena ga punya gooseneck jadinya channeling lalu saya aduk dan jadi lama 3:40 brewing time.

Malah yang Excelso fine grind dibikin latte jadi enak, kopinya berasa tebal.

Setelah baca2 review malah jadi kepengen Aeropress karena keliatannya gampang dan bisa dibuat untuk latte/cappuccino/mocha.
profile picture
bh1nn3k4
Auto Banned
@riclord @warnacemerlang What? what the hell are you doing?

bray, loe tau kopi kapal api, nescafe, dll .. itu ngambil kopi darimana? itu kopi2 robusta yang dijemur di depan2 rumah, di jalan2 raya yagn ada di desa2 di lampung dan sumsel sana .. loe mau cupping kopi kayak gitu?

bisa saja sih, tapi kopi kayak gitu bukan untuk dinikmati citarasa kopinya tapi citarasa PAHITnya emoticon-Big Grin plus biasanya loe harus pakai gula atau susu supaya mengurangi rasa pahitnya.

dan loe tau gak kenapa kopi2 tersebut sangat pahit? emoticon-Big Grin karena kualitasnya jelek emoticon-Big Grin pertama, hampir pasti itu robusta. Kedua, robusta itu hampir pasti bukan specialty, tapi bulk ..itu salah satu komoditas kopi yang harganya paling bawah. Harga kopi robusta di tingkat petani bisa Rp 15 ribu sd 20 ribuan, sedangkan kopi arabica di tingkat petani bisa sampai di atas 70 ribuan per kg. Bisa loe bandingkan emoticon-Big Grin

nah karena kualitas jelek, satu2nya cara untuk bisa menikmatinya adalah dengan digoreng/diroasting menjadi sangat hitam emoticon-Big Grin snagat gosong emoticon-Big Grin sudah tidak ada lagi citarasa kopi yagn lain selain rasa pahit, karena (1) cita rasa kopi asalnya memang tidak bagus, standar robusat dan (2) pengolahan pasca panen yang tidak standar.

jadi bahan mentahnya (biji kopinya) saja sudah jelas kualitas jelek emoticon-Big Grin bagaimana loe mau berharap rasanya emoticon-Big Grin

apakah ada Arabica di dalamnya? bisa jadi .. kayak yagn namanya Torabica (Robusta + Arabica).. tapi loe tau arabica mereka ambil darimana? emoticon-Big Grin nih gw ceritain emoticon-Big Grin

dalam memproses kopi dari cherry menjadi beans, maka salah satu standarnya adalah melakuakn rimbang yaitu memasukkan cherry kopi yagn baru dipetik ke dalam bak yagn berisi air, tujuannya untuk memfilter kualitas. Kopi yang bagus akan tenggelam karena ada isinya/berat, sedangkan cherry/kopi dengan kualitas jelak akan mengambang karena tidak ada beratnya (kopong).. nah cherry2 kopi arabica yang mengambanng ini tetap diproses walaupun terpisah .. nah inilah yang dijual kepada pabrik2 kopi yang bilang bahwa kopinya campuran arabica emoticon-Big Grin

terakhir ..
hampir pasti loe beli kopi itu dalam keadaan bubuk emoticon-Big Grin (kecuali kalau loe beli excelso atau starbuck) .. kopi2 seperti kopi kapal api, dlsb itu semuanya bubuk. sayangnya kopi bubuk itu freshnessnya sudah tidak bisa dijaga lagi, kesegaran kopi akan menurun setalah kopi digiling (grinding) .. dan saat sampai ke tangan konsumen, hampir pasti kopi bubuk tersebut sudah basi (stale). sudah sulit mendapatkan citarasa yang baik.



Note khusus untuk Starbuck:
- kop2 starbucks itu terkenal bukan karena kopi hitamnya tapi kopi espresso based nya (jadi kopi dibuatkan espresso dan dicampur dengan coklat, gula, dll) .. kenapa? karena starbucks walaupun membeli kopi arabica (dan robusta) tapi dia beli arabica dalam jumlah banyak yagn tidak terlalu mementingkan kualitas .. makanya biasanya starbucks akan cenderung menggoreng kopinya (roasting) ke level dark roast, supaya apa? supaya cacat2 citarasa kopinya tertutup dan rasa pahit menjadi dominan. Kenapa starbucks pengen rasa pahit dominan? karena keunggulan mereka adalah espresso based, bukan kopi specialty yang bisa dinikmati pakai V60 dll ..


===========

saran gw, fokus grinder dan biji kopi arabica (atau fine robusta) yang dibeli dari roaster terpercaya.

tanpa perlu V60 atau gooseneck, tetap bisa buat kopi tubruk.

kalau bisa, coba arabica yagn ditanam di atas ketinggian 1.200 m dpl darimanapun asalnya kopi tersebut. dan roasternya pastikan bukan roaster abal2 .. kalau bisa ambil yang light roast atau medim roast .. jangna terlalu dark kalau untuk kopi hitam, biar citarasa yagn lain seperti acidity nya masih terasa.

fokus utama : grinder
gak harus electric grinder, bisa juga manual grinder
gw sekrang beli electric grinder tapi gw selalu beli yagn bekas, gak beli baru .. sayang duitnya.

untuk gooseneck kettle
beli gooseneck kalau loe udah beli grinder, tanpa gooseneck juga gak masalah kok
tapi kalau nanti loe harus beli gooseneck, gw saranin beli yagn electric yang ada temperaturnya
karena itu jauh lebih mudah, loe bisa langsung set ke suhu yagn loe inginkan ..
kalau yang ini gw dulu beli baru, tapi gw ambil merk cina yang haganaya lebih terjangkau tapi fungsinya tetap memuaskan dan bukan merk2 terkenal, dan sampai sekarang gw merasa puas ..
profile picture
warnacemerlang
kaskus addict
@riclord @bh1nn3k4 Iya, saya sudah tau informasi seperti Kapal Api, dan sejenisnya yang memakai trase biji yang sudah rusak, karena ga berani jual biji. Selalu bubuk.

Saya baru coba2 minum kopi belakangan, sebelumnya ga pernah, lebih suka teh. Dan setiap kali minum kopi instan, kopi bubuk, dan kopi sachet rasa macam2, saya ga suka. Masih lebih enak Teh Tong Tji.

Starbucks Espresso Roast yang saya beli dari biji, grind di tokonya. Baunya saya kurang suka, entah apakah memang aslinya seperti itu, atau karena sekarang pandemi, lalu bijinya sudah lama karena ga bisa impor. Saya coba pakai V60 tetap pahit karena dark roast. Saya pernah coba Starbucks Espresso Roast dibikin cafe au lait (50% brewed coffee + 50% milk), masih lebih enak versi Excelso Kalosi Toraja + milk, pakai V60. Tapi Starbucks juga ada jual biji medium roast (Colombia, Kenya, Guatemala), dan blonde roast, meskipun sekarang lagi kosong karena pandemi Covid19.

Untuk roaster terpercaya itu bagaimana cara mencarinya? Dari Google? Apakah ada tanda2 khusus untuk mengetahuinya? Tanamera & Anomali bagus?

Kalau Excelso beans itu specialty grade atau commercial grade? Soalnya ga ada tanggal roastingnya, tapi pakai expired date 12 bulan sepertinya, soalnya saya lihat produk yang baru masuk expirednya 7/21, tahun depan.

Grinder yang bagus mahal, saat ini yang saya tau, terbaik dan termurah Timemore C2, di atas Rp 700.000. Kalau grinder murah yang harga 150.000 apakah masih lebih baik dibanding beli biji lalu pakai grinder tokonya?
profile picture
riclord
kaskus addict
Cara yg paling mudah, buka aplikasi marketplace, lalu search "arabica" atau "arabika", nanti muncul puluhan ribu produk. Kamu urutkan berdasarkan penjualan/ulasan terbanyak. Nanti muncul roaster yg sudah cukup terkenal. Tinggal kamu baca-baca saja deskripsi produk dan reviewnya. Namun cocok/tdk cocok rasa seruputannya, semua tergantung tangan dan lidah kamu, bukan pada review orang.

Kalau kamu biasa ngopi di Anomali dan Tanamera dan cocok dengan seduhan V60-nya, beli saja beans dari sana. Yang penting, giling sendiri bijinya di rumah. Kalau kamu mampu beli starbucks kemasan, seharusnya kamu juga mampu beli grinder timemore
profile picture
yan91
kaskuser
Coba dateng ke Specialty Coffee minum di TKP Gan kalo suka di lanjut perjuangan nya cari dan bikin kopi enak dan beli aja kopi yg mereka seduh, kalo enggak cocok rasa SC, dilanjut eksperimen dengan rumpun kopi Beans S*Bak, Excel* dkk..
profile picture
Iniduri.
kaskus maniac
@riclord @bh1nn3k4 @warnacemerlang

Nah betul kata om2 diatas..
Kalo mo coba kopi segala macem rasa (bukan pahit doang) kalo ane biasanya ambil arabica yang light roast trs di brew via v60.. bbrpa kopi dimarket place malah bisa lebih murah dibanding yang dijual distarbuck exelso dkk.. trs bisa tau juga kapan diroastingnya bahkan ada yang jual roast from order.. makin fresh roastingnya makin keluar notes kopinya (cmiiw)..


Kalo ada bugdet untuk timermore ambil aja om tp biasanya sih mulai dari grinder sumba dan sejenisnya..

Kalo ane dulu sih nyicip kopi yang beli dipasar dan minta digiling sama mereka tp lama kelamaan beli grinder krna kita bisa ngatur grind sizenya.. krna setau ane grind size juga bisa mempengaruhi cupping notesnya (cmiiw lagi)
Ane juga kalo buat v60 ga pake goose neck kettle tp masih bisa nemu cupping notes biji kopinya hehe..

Good luck buat coffee exploringnya om..
Ane sih cuma sekali beli gourment coffee even yang masih beberntuk biji ya lebih baik langsung beli ke local roaster biasanya mereka lebih care sama penyajian kopinya hehe
profile picture
warnacemerlang
kaskus addict
@riclord @yan91 @Iniduri.

Wah saya beli yg 50gr Starbucks harga Rp 25rb, bukan kemasan utuh. Dilebihkan jadi 60gr, dia rekomendasi grind 6/9 grinder Ditting punya Starbucks. Dapat bonus segenggam biji Espresso Roast, soalnya katanya mau dibuang karena sudah dibuka kemasannya. Tapi saya lebih suka aroma Kalosi Toraja Excelso.

Beberapa gerai Starbucks bisa beli biji kopi eceran.

Oke thanks rekomendasi di marketplace. Kalau minum ke specialty coffee belum pernah, biasanya yg kopi susu populer seperti Starbucks Excelso Kenangan Fore, pas ada diskon haha. Jadi belum pernah tau rasa kopi arabica asli 100% baru dipanggang dan baru digrind, tanpa gula. Memang sudah manis ya?

Karena itu nanti kalau langsung beli Timemore lalu ga suka kopi jadinya ga kepake. Jadi sayang kan, masih nyoba2 ngopi, tapi katanya Latina Sumba ga konsisten dan cepat rusak (?), akhirnya ga keluar notes kopi yang ada di kemasannya.

Begitu juga gooseneck kettle yang fungsinya cuma untuk pour-over. Bikin teh yang aku suka ga perlu gooseneck. Seduhan kopi lain juga ga perlu gooseneck. Mungkin kalau ga kepake, goosenecknya bisa dipake buat nyiram tanaman bunga atau hidroponik yang sekarang sedang tren karena pandemi Covid19 haha.
profile picture
metalic1203
kaskus addict
@riclord @yan91 @Iniduri. @warnacemerlang

jgn asumsi manis gula ya bro,mbe ama kuda jadinya. beda

kalo takut ga cocok dan ga suka kopi, bener kata iyan
ente datengin aja sering sering kedai kopi yg jualan kopi spesialti
rasain kopi kek ape,kalo udah ga suka y udah jgn invest di alat kopi 😁
profile picture
bh1nn3k4
Auto Banned
@riclord @yan91 @Iniduri. @warnacemerlang

kalau untuk roaster, mungkin biar aman sih kayak anomali dlsb nya itu bisa dianggap cukup aman sih.

Tapi kalau mau lebih menikmati, coba sesekali ikut kelas2 kopi misalnya Seduh Manual, Roasting, atau apapun .. tujuannya apa? supaya mulai masuk ke komunitas2 kopi.

Nah dari sana bisa mungkin dapat link, mengnenai jenis beans, roastery, dlsb.

bisa sambilan cari roaster2 yang 'agak' independen, yang gak terlalu komersil .. tujuannya supaya bisa sharing mengenai citarasanya, karena kalau toko yang sudah sangat komersil kayak anomali .. kita gak akan bisa ngobrol langsung sama roasternya emoticon-Big Grin tapi kalau roaster yagn belum terlalu komersial, biasanya masih bisa ditanya2 .. jadi saat kita mencicipi kopi roastingan dia, kita bisa sharing, tanya2 dlsb.

dulu saya pernah ikut kelas kopi, dan salah satu pengajarnya Q-Grader sekaligus Roaster, nah orang2 kayak gini biasanya hanya orang2 tertentu yang tau, nah itulah gunanya ikut ke kelas2 kopi, selain bisa dapat banyak kenalan, kita juga bisa dapat hal2 yang kayak gini.

tapi ini sih terserah ke arah mana kita mau masuk ke dunia kopinya bray ..

----

btw, ngomong2 soal Excelso dan Starbuck, kalau menurutku sih memang excelso lebih enak ..

kalau grinder, gw awalnya punya manual grinder, tapi sekarang pake elektrik yang hario karena lbeih sering seduh pake V60.. yang hario ini gw beli bekas. kebetulan ada yagn jual cukup murah karena ybs. gak jadi buat kedai kopi emoticon-Big Grin makanya saran gw, fokus dulu satu2 .. kalau kata suhu2 kopi, untuk menikmati kopi maka 3 alat yang utama adalah: grinder, grinder dan grinder emoticon-Big Grin jadi maksud gw, fokus aja dulu sama grinder, alat2 lainnya bisa menyusul emoticon-Big Grin grinder2 bagus gak akan mengecewakan, dan kalau nanti kita mau jual lagi pun harganya gak jatuh2 amat emoticon-Big Grin

sedangkan untuk beans, coba cek beans nya argopuro di bawah ini .. kenapa gw sarankan argopuro? karena menurut gw mereka salah satu yang praktek2 perkbeunan kopinya sudah cukup baik, maksudnya kebun sudah dikelola dengna baik dan proses pasca panennya juga cukup baik ..

sumber biji kopi yagn baik, kalau diroasting hasilnya bisa maksimal; tapi kalau biji kopinya saja sudah kurang baik, ya mau seberapa jago juga roasternya gak akan bisa dinikmati emoticon-Big Grin



https://www.tokopedia.com/find/kopi-argopuro

profile picture
Iniduri.
kaskus maniac
@riclord @yan91 @warnacemerlang @bh1nn3k4

Hahaha betul kata agan.. klo mau nyari manis kek gula selama ini sih gw yang noob ini belom permah dapet taste manis seperti kopi + gula..
Lain misalnya kalo cuma noted manis kyk di after taste itu pernah dapet di arabica wamena, ato notes butterscotch pernah juga dapet..

Light roast itu setau gw kopinya ga terlalu pahit masih kerasa fruity tastenya juga kadang..
Semakin dark setau gw semakin tinggi kadar pahitnya..

Gw pribadi belum pernah kek kedai2 kopi speciality krna emang tempat ga memungkinkan.. mungkin ad didaerah gw tapi sampe skrg belum nemu.. bbrp toko kopi disini selain mainstream brand kek starbucks, coffee bean, dkk biasanya cuma jual espresso dan americano untuk varian black coffeenya.. sisanya ya dicampur2 hehe..

Mau juga sih ikut kelas coffee gitu tp disini harganya sampe skrg belom terlalu affordable buat gw hahah..
profile picture
yan91
kaskuser
@riclord @warnacemerlang @bh1nn3k4 @Iniduri.
Memang sweetness nya kopi kalo dibanding manis kopi 3in1 atau kopi susu kekinian pastinya beda, dulu saya malah yg paling newbie di rumah semua abang kakak bahkan emak ane udah kawakan 3in1, abang dan 2 kakak perempuan akhirnya ane tobatkan pindah ke aliran SC, emak tetap aliran 3in1 mau dipaksa ane takut kuwalat Gan... emoticon-Big Grin
profile picture
bh1nn3k4
Auto Banned
@riclord @warnacemerlang @Iniduri. @yan91 emak tetap aliran 3in1 mau dipaksa ane takut kuwalat Gan...

gw pernah ke salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di indonesia, ketemu sama salah satu pedagang perantara di sana. Pas lagi hujan, kemudian kami berteduh di dalam gudangnya dia emoticon-Big Grin

Pas liat2 gudangnya, ada biji kopi yang lagi di masukkan dalam karung, tapi karungnya ringaaaannn banget. terus gw tanya sama dia, itu yang dimasukkan ke karung apaan? dia bilang kopi arabica grade sampah emoticon-Big Grin .. <------------ artinya ini biji2 kopi yang kalau dirimbang (dimasukkan ke dalam bak air), maka akan mengambang karena gak ada beratnya/isinya kopong alias kopi arabica yagn jelek.

Itu dia lagi kumpulin beberapa karung, itulah pertama kali gw melihat kopi grade sampah dikumpulkan dan siap untuk dijual emoticon-Big Grin dan itu yang akan dijual ke parbrik2 kopi yagn memproduksi kopi robusta + arabica emoticon-Big Grin

dari situ gw ambil kesimpulan, petani2 di desa minum kopi berkualitas tinggi, tapi orang2 kota justru minum ampas2nya emoticon-Big Grin

pertanyaannya emoticon-Big Grin apakah loe tega membiarkan orangtua mu minum kopi hasil ampas? emoticon-Big Grin

menurut gw, cara paling sederhana adalah kasih minum kopi berkualitas baik arabica atau robusta, tapi pake susu emoticon-Big Grin contoh, kayak kopi sanger di aceh emoticon-Big Grin



itu espresso kopi arabica gayo dicampur pake susu kental manis .. hasilnya perpaduan kopi dengan rasa asam manis dan sedikit pahit emoticon-Big Grin

jika gak bisa buat espresso, bisa pake Vietnam drip emoticon-Big Grin

gw yakin pasti ortu loe suka emoticon-Big Grin
yang penting itu kan minum kopi berkualitas, gak masalah apakah harus dicampur pake susu atau tidak emoticon-Big Grin untuk orang2 awam, menurut gw sih pendekatan2 ini lebih manjur untuk mulai mengajak mereka tertarik ke kopi berkulaitas (gak perlu harus specialty).
profile picture
orang sakit
kaskus maniac
@bh1nn3k4 @riclord @warnacemerlang @Iniduri. @yan91 wow, terakhir gw ke aceh, mereka menyebutnya sanger espresso emoticon-Big Grin
profile picture
riclord
kaskus addict
[MENTION]orang sakit[/MENTION] @bh1nn3k4 @warnacemerlang @Iniduri. @yan91

Nah, saya berkesempatan nongkrong di beberapa kedai kopi di takengon, bireuen, sampai lhokseumawe, ada satu roaster/kedai yg racikan espressonya (sanger) saya cocok sekali. Sudah jadi favorit pribadi, tapi tidak saya bikin sanger, karena manisnya minta ampun, hahaha. Bijinya single origin gayo arabica yg hampir tiap hari mengawali pagi saya... srupuuttt

profile picture
orang sakit
kaskus maniac


Izin jawab tips dari newbie waktu ane kenalan sama kopi. Awal 2012 waktu di Banjarmasin ane juga sama kayak gitu gan, pengen ngopi yg bener2 dari biji. Dulu disana belum banyak kedai kopi, masketplace belum seramai sekarang. Pilihan hanya excelso aja. Gilingan? Gak punya, cuma punya blender aja. Nah dulu kebetulan Kapal Api ada bundling french press, ya udah alat pertama ane ya french press dan blender aja.

Eksperimen dimulai, nyoba2 ngopi kapal api dan excelso yg baru diblender. Koq rasanya beda ya, kapal api bitternya berasa, beda sama excelso. Disitulah ane kenalan sama robusta dan arabica, cari2 artikel tentang kopi koq seru.

Agak lama ngegiling pake blender, kebetulan 2013 pindah ke Jakarta dan setelah baca2 artikel diputuskan beli grinder kopi, grinder pertama ane merk Tiamo yg dulu harganya setengahnya hario. Terus ternyata dapat informasi dari suatu blog ada roaster gak jauh dari rumah, ya udah lah main kesana, dan ternyata banyak banget kopinya. Tokonya sih cuma jual kopi aja, boleh minta diseduh juga sih, tapi cuma tubruk. Setelah nyium2 aromanya, nyicip kopinya, cocok langsung bungkus 250gr. Dulu dia jual satu cup harga 15rb. Kopi 250gr 75rb rata2.

Mulai lah invest alat, mulai V60, Flat Bottom, Aeropress, gelas, kettle, grinder elektrik, scale, dll

Kopi pun gak cuma ambil di satu roaster aja, sudah mulai eksplorasi rasa dll.

Dari sharing ane di atas, kesimpulannya ialah
1. Alat yg paling penting buat investasi hobi ini adalah, Grinder. Beli grinder yg bagus, sesuaikan budget. Kadang ada harga grinder elektrik dan manual sama harganya, tapi jangan salah, kadang yg manual lebih bagus hasilnya.

Contoh juragan udah ngincer timemore, harga katakanlah 800rb sekian, tiba2 ada kawan yg gak ngerti kopi ikutan bantuin nyari grinder, ketemu tuh n600 abal2 harga 600rb. Dihasutlah ngapain lu beli yg manual kalo yg elektrik lebih murah. Cek dulu reviewnya bro, kebutuhan lu mau gimana jangka panjangnya. Elektrik grinder sih emang cepet buat ngegiling, tapi tau gak kenapa mahlkonig ek 43 yg harganya 40an juta itu ada yang beli? Kenapa gak beli grinder elektrik 600an aja? Gengsi? Bukan. Ada yg lebih mahal dari gengsi, utk industri F&B kayak gini konsistensi lebih mahal, makanya EK 43 kadang bertengker di cafe2 kopi yg serius.

Grinder manual? Pun seperti itu. Hasil gilingan Latina Sumba sama Timemore pasti beda dong, gililingan Timemore sama Comandate juga pastinya beda. Sesuaikan budget dan kebutuhan aja.

2. Perlu gak sih investasi di alat? Perlu minimal gooseneck kettle. Ini juga bervariasi ya harganya, ada yg seratus ribuan hingga jutaan. Padahal beda ujungnya aja, eits ngatur flow air itu ngaruh ke hasil loh, dan itu susah. Balik lagi, juragan mau ngopi buat sendiri atau ikut kompetisi. Ane ada dua kettle, satu kettle 100rban ane tinggal kantor, karena buat ngopi sendiri ukuran pun cuma 300ml, kebutuhan biar bisa nyeduh kopi dengan ngatur debit air yg keluar. Itu aja. Kettle yg lain di rumah ukuran lebih besar, karena buat ngopi rame2 juga.

Bikin kopi tubruk pake teko biasa? Bisa
Bikin kopi tubruk pake teko gooseneck? Bisa

Terus? Cek hasilnya. Cara ane bikin kopi tubruk, seduh kopi dengan cara tuangkan air pelan2 sampai bubuk kopi naik semua, sehingga panas air akan ketahan dan proses ekstraksi terjadi. Tunggu 4 menit, geser perlahan bubuk kopi hingga mereka turun dengan sendirinya. Lalu minum.

Bisa kah pake teko biasa? Debit air bisa diatur.

Itu sih saran ane, investasi 2 alat itu. Utk urusan kopi bisa nyoba roaster yg nawarin paket sample kopi. Misal sample 50gr. Kalo 5 bungkus kan 250gr, mungkin harga lebih mahal tapi kita akan nemu mana yg cocok dan kita bisa eksplorasi keragaman kopi itu.

Awal ane minum kopi gak pake gula cuma ngerti pahit aja, tapi kesini bisa bedain rasa notes yg ada di kopi. Ternyata kopi gak melulu masalah pahit. Coba kopi dengan proses pasca panen yg berbeda, roasting profile yg berbeda, grind size yg berbeda dll. Itu lah serunya, selamat menemukan keseruan di dunia kopi gan emoticon-shakehand:

Ane sekarang malah lagi eksplorasi teh. Walaupun metode seduhnya gak sebanyak kopi tapi kreasi teh mix and macthnya itu banyak banget.
profile picture
zeguym
kaskus maniac
@riclord @yan91 @warnacemerlang @bh1nn3k4 @Iniduri. Sampai sekarang masih bingung sama yg dikatakan manis di kopi ini. Udah coba macam2 kopi (walau masih dari 1 roaster), belum nemu kopi yg berasa manis. Atau mungkin asumsi rasa manis saya yang terlalu jauh ya hahaha. Cuma kalau sekarang sudah percaya kalau bilang kopi itu gak pahit. Dulu jg ngerasain kopi yg ada masam nya aja udah eneg, ternyata kalau di brew bener, rasa masam itu ya nikmat jg. walau masih belum bener2 brew yg bener, setidaknya bisa nikmatin kopi selain hanya rasa pahit nya. Kalau dulu suka cari robusta (dan emang kebanyakan robusta di roasting dark), yg pahit, sekarang malah mulai menghindar robusta. Dibuat espresso jg gak terlalu bisa nikmatin jg kalau robusta.
profile picture
yan91
kaskuser
@riclord @warnacemerlang @bh1nn3k4 @Iniduri. @zeguym
Imho di kopi SC rasa yg dominan asusmsi kita dapet beans bagus dari roasteri bagus dulu ya, kalo dibikin rada under ekstrasi itu sepet dan asem, normal manis (bukan manis gula putih/susu skm/cream 3in1), over ekstraksi agak bitter/pahit, dry.
Coba icip2 dari 3 rasa itu Gan, yg utama mindset manis janngan bayangin gula putih dll, pelan2 nanti setelah ketemu rasa manisnya kemungkinan justru bakal sensitive sama rasa manis kopi kekinian, S*back atau bahkan 3in1.
Saya juga lama kok Gan baru nemuin rasa "manis" nya, setelah itu baru dah Agan mungkin nemu rasa2 Buah, cokelat..dan lainnya...saya juga enggak sensitif banget sama rasa buah....kalo liat di IG sih ada yg cicipin 1 kopi tasting notesnya ngalahin banyaknya buah di toko buah... emoticon-Big Grin , kalo kita enggak punya perbendaharaan tasting notes sebanyak itu ya wajar2 aja kok Gan... ngopi buat kita rileks jangan malah jadi stress... lanjutttt Gan...
profile picture
warnacemerlang
kaskus addict
@riclord @bh1nn3k4 @Iniduri. @zeguym @yan91

Iya saya sudah menurunkan ekspektasi manis kopi, soalnya manis gula putih dan merah/coklat saja beda. Yang saya baca dari berbagai sumber, inti dari menghindari gula, tujuannya adalah supaya rasa asli kopi bisa keluar. Saya coba ke Tanamera/Anomali dulu, kalau kelas2 offline gitu interaksinya tinggi, resiko tinggi Covid19 untuk saat ini. Sedangkan online jelas ga bisa nyoba langsung. Tahun 2020 ini pameran makanan/minuman banyak yg batal, termasuk yg super besar seperti Interfood Expo. Jago2 masak, bakery, dan kopi ngumpul semua di sana.

Kira2 founder Kopi Kenangan, Fore Coffee, atau kopi kekinian lain itu juga bisa bikin kopi sendiri? Edward (founder Kenangan) pernah diwawancara Dahlan Iskan, dia baru pertama kali bisa minum kopi ketika kuliah di Amerika. Atau apakah jadi founder yang penting cuma jago ngomong dan cari pendanaan? Kalau Fore Coffee asalnya dari Otten yang jual mesin kopi ya.

Ternyata kopi yg saya beli di Starbucks sudah lama. Minggu kemarin barangnya biji Espresso Roast 250gr baru datang di Starbucks. Setelah tanya ke barista Starbucks, Espresso Roastnya mesti pake suhu 86C karena dark roast. Standarnya untuk medium roast 88C. Padahal di SCAA Amerika standar brewing 90C-96C (195F-205F), apa mungkin karena di sana suhu udara dingin?

Saya rasa semua orang yang suka ngopi, minimal harus punya satu manual grinder, buat dibawa ke mana2. Awalnya dulu mau yg Porlex, lalu ke toko ditawari 1ZPresso yg lebih dari Rp 1juta. Ga jadi beli, lalu tiba2 sebulan yg lalu ada Timemore upgrade jadi C2, dgn harga diatas Rp 700rb.

Apakah gooseneck kettle yang baik, ujungnya yang lebih runcing? Yang kalau kettlenya ditaruh di meja, bagian atas ujung hampir sejajar dengan meja? Atau bentuk goosenecknya yang berpengaruh? Soalnya kalau beli juga ga bisa coba dulu isi air tuang di tokonya.

Untuk orang awam dan biasa ngopi sachet, harga juga jadi pertimbangan lho. Bayangkan 20 cangkir kopi Kapal Api cuma Rp 9.000. Yang instan 50 cangkir kopi Nescafe cuma Rp 16.000. Excelso 10 cangkir Kalosi Toraja Rp 32.000. Kalau tiap hari ngopi x365 setahun jadi lumayan. Rp 160.000 vs Rp 115.000 vs Rp 1.150.000 setahun. Kalau teh bisa murah, Rp 4.000 bisa dipakai buat sebulan lebih. Eksplorasi teh by [mention]orang sakit[/mention] pakai macam2 sirup/santan/susu?
profile picture
@riclord @warnacemerlang @bh1nn3k4 gan ketel goosenecknya merk apa kalau boleh tau? Mau beli juga
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 20 dari 21 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di