CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Inilah Alasan Kenapa McDonald's Gak Punya Satu Pun Gerai di Bolivia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f33a75c88b3cb7c575dabd1/inilah-alasan-kenapa-mcdonalds-gak-punya-satu-pun-gerai-di-bolivia

Inilah Alasan Kenapa McDonald's Gak Punya Satu Pun Gerai di Bolivia



Apa yang ada dibenak Agan kalau mendengar sebuah negara bernama Bolivia?

Kalau ane sih akan selalu terngiang tentang ketenaran negara tersebut akan berbagai macam makanannya. Malahan, Bolivia seringkali dianggap sebagai sumber dari macam-macam makanan, diantaranya seperti cabe rawit, merica, buncis, dan masih banyak lagi.

Meskipun terkenal dengan berbagai macam makanannya, tapi ada fakta menarik dari Bolivia yang ada kaitannya juga dengan makanan, tapi kali ini makanan cepat saji Gan. Dan, asal kalian tahu aja nih, masyarakat Bolivia itu gak akrab loh dengan makanan cepat saji, lebih spesifik lagi dengan McDonald’s. Bahkan disana gak ada satu pun gerai McDonald’s loh Gan.



Padahal kalau ngomongin tentang McDonald’s, siapa sih yang gak tahu restoran penyedia makanan cepat saji tersebut. Apalagi di seluruh dunia tuh terdapat 36 ribu gerai McDonald’s yang tersedia di berbagai negara. Tapi kenapa gak ada di Bolivia ya?

Alasannya ternyata karena faktor kebijakan politik Gan. Jadi pemerintahan di Bolivia pada tahun 2000an mengusung kebijakan anti-asing, lebih khususnya lagi ya Barat. Dan, kebijakan tersebut masih terus konsisten dilaksanakan hingga Presiden Evo Morales memimpin Bolivia sejak terpilih pada 2006 lalu. Menurut Evo Morales, makanan cepat saji dari Barat itu banyak memberikan kerugian untuk manusia. Dia juga beranggapan kalau perusahaan multinasional makanan cepat saji punya upaya untuk mengendalikan produksi makanan dan mendominasi pasar global sesuai dengan kebiasaan dan makanan yang diterapkannya.



Padahal sebelum Evo Morales berkuasa, McDonald’s sempat eksis juga loh di Bolivia. Apalagi setelah kejadian krisis inflasi di Bolivia yang mencapai 11.000 persen pada tahun 1985. Karena inflasi yang mencengangkan tersebutlah, kala itu Presiden Victor Paz Estenssoro membuat sebuah kebijakan ekonomi yang mengundang kehadiran investor asing untuk menanamkan modalnya di Bolivia. Salah satunya ya McDonald’s yang pertama kali hadir di Bolivia pada tahun 1997.

Saat kebijakan ekonomi tersebut berlangsung, ekonomi Bolivia dalam rentang waktu 1985 hingga 1997 pun mengalami pertumbuhan hingga 4 persen. Dampak positif juga dirasakan oleh McDonald’s yang kala itu dalam dua tahun pertamanya di Bolivia sudah mempunyai 6 gerai.

McDonald’s sempat menjadi salah satu restoran makanan cepat saji favorit masyarakat Bolivia karena terdapat varian menu ala makanan lokal. Hal tersebut merupakan strategi dari McDonald’s untuk lebih menyesuaikan makanan yang disajikan dengan selera masyarakat lokal. Kalau di Indonesia biasanya makanan yang ditawarkan adalah nasi, lalu kalau di Norwegia adalah sandwich salmon, namun kalau di Bolivia yang disajikan adalah makanan bernama Ilajua yang merupakan pastel yang berisi sayuran.



Sayangnya, semua gerai McDonald’s di Bolivia tutup sejak tahun 2002 lalu karena mengalami kerugian akibat efek kebijakan politik. Dan, gak hanya McDonald’s saja, tahun 2012 lalu Coca-Cola juga peredarannya dilarang oleh presiden Evo Morales.


* * *
R E F E R E N S I
(CNBC)
* * *

Jangan lupa kasih Cendol dan Bintang 5 di thread ini ya Gan.
emoticon-Blue Guy Cendol (L)


profile-picture
profile-picture
profile-picture
agusn6778 dan 43 lainnya memberi reputasi
Bolivia bukannya bangsa barat juga ya gan? Kok anti barat?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
riansantoso4776 dan 2 lainnya memberi reputasi
profile picture
riansantoso4776
aktivis kaskus
Nggak juga, Gan. Bolivia itu 95 persen penduduknya Mestizo, atai campuran Eropa dan pribumi Amerika. Jadi di sana lebih banyak pribuminya daripada European descendant. Pres. Morales aja pribumi pertama yang jadi presiden Bolivia. Dan sekarang dia dikudeta.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di