CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Food & Travel / Outdoor Adventure & Nature Clubs /
5 Hal Tentang Pasar Bubrah Gunung Merapi - Pendakian Gunung Merapi Tahun 2014
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f252505facb95593432551f/5-hal-tentang-pasar-bubrah-gunung-merapi---pendakian-gunung-merapi-tahun-2014

5 Hal Tentang Pasar Bubrah Gunung Merapi - Pendakian Gunung Merapi Tahun 2014


Gunung Merapi Jawa Tengah?? Siapa sih yang ngga familiar dengan gunung ini? Gunung dengan letusan teraktif di Jawa Tengah bahkan terakhir kali meletus pada 21 Juni 2020.  

Mungkin bagi beberapa pendaki yang aktif melakukan pendakian sebelum tahun 2014 masih bisa menepakkan kaki di puncak Gunung Merapi, karena setelah 2014 batas aman pendakian hanya sampai di Pasar Bubrah. Dan berdasarkan update info BPPTKG saat ini 31 Juli 2020 Gunung Merapi masih dalam status Waspada (Level II).

Tour pendakian gunung di Jawa Tengah ngga afdol kalau belum ke Gunung Merapi haha, semoga kondisinya segera stabil sehingga agan dan aganwati bisa melakukan pendakian. 


Ane dimari bakal coba share pengalaman pendakian Gunung Merapi tahun 2014 khusunya seputar Pasar Bubrah, cekidootttt …….

1. Tidak ada mata air di pendakian Gunung Merapi via Selo

Jalur pendakian Gunung Merapi basecamp - shelter 1 - Pos 1 - Pos 2 - Pasar Bubrah - Puncak. Estimasi pendakian dari basecamp ke Puncak kurang lebih 6-8 jam tergantung stamina pendaki. 

Rencanakan pendakian dengan matang karena di jalur pendakian Gunung Merapi tidak ada  sumber mata air, maka pastikan membawa logistik termasuk air minum yang cukup. Tidak ada pedagang ataupun warung jadi jangan coba-coba melakukan pendakian nekat dengan tidak membawa logistik yang cukup.

2. Sangat tidak disarankan ngecamp di Pasar Bubrah

Pasar Bubrah, medan lapang tidak ada pohon ataupaun semak yang ada hanya pasir, kerikil, kerakal hingga bongkahan batu besar. Saat malam dingin banget dan saat siang panas banget. 


(foto dengan sebagian tim Ekepedisi 10 Gunung Mapeagi - Gunung Merapi September 2014)
Waktu itu, pendakian ane dan tim berencana tektok. Start pendakian dari basecamp habis isya sekitar pukul 21.00 WIB dan kami sampai di Pasar Bubrah sekitar pukul 01.30 WIB. Tak ada pilihan selain ngecamp di Pasar Bubrah, dengan modal tenda seadanya, jaket himpunan yang notabennya bukan jaket polar dan sleeping bag yang dibagi-bagi bisa dibayangkan dinginnya seperti apa? Wkwkw badan sampai berasa linu bahkan sesekali ane kudu push up atau apapun yang penting gerak biar ngga hipo. 

Berdasarkan pengalaman itu, ane sarankan bagi agan dan aganwati yang nanti suatu saat ingin melakukan pendakian dan merasa memiliki stamina yang cukup ane sarankan tektok dengan start mendaki dini hari start sekitar  jam 12.00 wib jadi sampai puncak pas sunrise dan tidak perlu merasakan dinginnya Pasar Bubrah.

3. Kesulitan mencari tempat buang air di Pasar Bubrah


(foto dengan sebagian tim Ekepedisi 10 Gunung Mapeagi - Gunung Merapi September 2014)
Tidak ada pohon ataupun semak-semak di Pasar Bubrah, jadi ketika pendakian siang hari agan akan kesulitan mencari tempat buat buang air. Selain itu, dilarang buang air sembarangan apalagi di batu batu yang gede karena kalau tidak hati-hati takutnya ada yang marah dan ngikutin agan sampai bawah bahkan sampai rumah hiiii serem. 

Jadi saran ane, bagi agan dan aganwati yang sudah sangat ingin buat air sampai tak tertahankan, pertama cari tempat menjauhi kerumuman yang kedua cari spot yang angel nya tidak terlihat dari atas (puncak/ trek menuju puncak) yang ketiga minta bantuan temen sejenis untuk nutupin pakai matras biar tak terlihat. 


4. Trek berpasir Pasar Bubrah-Puncak (Naik 1 langkah turun ½ langkah)

(teman pendakian wanita dari dulu hingga sekarang - Ekepedisi 10 Gunung Mapeagi - Gunung Merapi September 2014) 
Trek ini dipenuhi oleh pasir dan bebatuan. Jangan dianggap pasir dan bebatuannya stabil gan, sangat rapuh kalau bahasa geologi nya belum terkonsolidasi sehingga ketika agan mengkah 1 langkah akan otomatis terpesorot ½ langkah wkwkw. Karena ini trek berpasir pertama di sejarah pendakian ane jadi ane merasa langkah kaki ini agak sia-sia dan perjalanan yang harusnya tinggal sebentar lagi sampai puncak jadi berasa jauh banget wkwkw. Lagi-lagi karena ane naik dengan orang-orang yang sefrekuensi yang bikin nyaman banget dikondisi pendakian seperti apapun ya bawannya happy aja dan akhirnya sampai juga ke Puncak Merapi. Di puncak waktu itu ane lihat kawah nya tapi tidak melihat adanya lava disitu, kalau sekarang mungkin lava semua isinya hiii serem gan


(teman wanita dengan pendakian bersama terbanyak sampai saat ini - Ekepedisi 10 Gunung Mapeagi - Gunung Merapi September 2014) 

5. Pasar Bubrah Puncak, naik 1 jam turun 15 menit
Pendakian yang memerlukan waktu kurang lebih 1 jam plus stamina kudu kuat, sangat berbanding terbalik dengan waktu turun nya yang hanya 15 menit dengan metode perosotan dengan tumpuan kaki ya gan bukan pantat wwkwkwkw. Seru banget gan perosotan alami hahaha tapi tetep perhatikan trek ya gan, apalagi ketika ada orang dibawah agan ngeri efek perosotan nya mengakibatkan batu kerakal meluncur ke pendaki di bawah agan. Menurut ane cara ini cukup safety kok selama tidak berkabut dan trek kelihatan dengan jelas.  


(teman pendakian wanita dari dulu hingga sekarang - Ekepedisi 10 Gunung Mapeagi - Gunung Merapi September 2014) 

Sekian dan Salam #ManusiaMerdeka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bejosegerwaras dan 50 lainnya memberi reputasi
huhu keren sekalii pada bisa hiking niih maah.. belom pernah ane hiking niih
profile picture
TS eff13
kaskuser
Agendakan sekali dan agan akan ketagihan hehe
profile picture
sunshii32
kaskus addict
@eff13 siip gan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di