CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Lamaran Ditolak, Dosen ini Bikin Pacarnya Pendarahan Parah dan Tewas
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f2bbc3ddbf76460640e47cf/lamaran-ditolak-dosen-ini-bikin-pacarnya-pendarahan-parah-dan-tewas

Lamaran Ditolak, Dosen ini Bikin Pacarnya Pendarahan Parah dan Tewas


Quote:


-----------------------------
"Mengapa sampai harus dibunuh? Apakah dengan melakukan itu masalah jadi selesai?" Pertanyaan ini menarik kita renungkan. TS gak habis pikir kok bisa ya begitu sadisnya melukai orang yang pernah dia cintai hingga 4 tahun lamanya, mengalami pendarahan parah dan akhirnya meregang nyawa.

Ini adalah contoh nyata bila 'perasaan-emosi' terlalu mendominasi dan mengalahkan pikiran. Tidak bisa lagi berpikir sebelum bertindak. Jadinya terjadilah tindakan hina, merugikan orang lain dan juga diri sendiri.

TS juga pernah punya teman yang gampang emosian, dikit-dikit main pukul ke istrinya. Sampai istrinya pernah cerita ke TS kalau sudah tak kuat lagi mempertahankan rumah tangga. Selama ini dia kuat-kuatkan karena anak-anak. Karena kasihan TS pun mengajak ngobrol baik-baik si teman yang suka main kasar itu.

Eh malah TS yang diserang bogem mentah, dia menuduh macam-macam. Padahal niat TS hanyalah ingin membantu. Kasihan istri dan anak-anaknya.

Mungkin sebagai sudut pandang lain ya. TS kenal baik dengan teman yang emosian itu, dulu dia tidak seperti itu. Ya normal-normal sajalah. Mengapa dia berubah jadi sangat temprament bin mudah marah? Apa penyebabnya? TS mencoba berpikir lain.

Setelah melakukan penelusuran dan nekat berkomunikasi lagi dengan istrinya. TS juga ceritakan ke istrinya bahwa suaminya dulu tidak seperti sekarang. Usai cerita panjang lebar ketemulah yang terindakasi jadi penyebab. Jadi istrinya ini pernah berhubungan dengan lelaki lain (selingkuh).

Saat itu TS bingung, mau membela siapa. Si istri salah, jelas salah besar. Gak bisa membayangkan betapa sakitnya perasaan si teman TS saat tahu istrinya dinikmati laki-laki lain. Hmmmm, jujur TS pun bingung dengan situasi ini.

Maaf kalau bahasa dan bahasan Thread ini kurang rapi, dari kasus pembunuhan oleh pak dosen dan cerita rumah tangga teman TS di atas kita bisa petik pelajaran bahwa orang jahat tidak terbentuk dalam waktu instan. Pasti ada pemicu, penyebab dan latar belakang yang pahit di masa lalu. Biasanya dia dulu merupakan korban sakit fisik atau pun perasaan.

Tapi jangan dijadikan pembenaran untuk perbuatan buruk ya. Apapun yang terjadi di masa lalu, kalau sekarang berbuat buruk atau sampai pidana ya rasakanlah hukumannya. Maksud TS hanyalah ingin memberikan sudut pandang lain.

Dan yang terpenting bagi kita saat ini adalah pintar-pintarlah mengendalikan diri. Sebab kenyataan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ya memang beginilah hidup. Tuhan juga sudah bilang kalau manusia pasti akan mendapatkan ujian. Nah tapi kabar baiknya kita tidak akan pernah diuji Tuhan melebihi kemampuan kita.

semoga kita senantiasa bisa berpikir sebelum berucap, berpikir sebelum bertindak, dan berpikir sebelum memasukan sesuatu ke dalam hati.

Salam waras sentosa emoticon-Smilie Matur suwun emoticon-Smilie

profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinandya dan 47 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mataduniawi
"Mengapa sampai harus dibunuh? Apakah dengan melakukan itu masalah jadi selesai?" Pertanyaan ini menarik kita renungkan. TS gak habis pikir kok bisa ya begitu sadisnya melukai orang yang pernah dia cintai hingga 4 tahun lamanya, mengalami pendarahan parah dan akhirnya meregang nyawa.

Ini adalah contoh nyata bila 'perasaan-emosi' terlalu mendominasi dan mengalahkan pikiran. Tidak bisa lagi berpikir sebelum bertindak. Jadinya terjadilah tindakan hina, merugikan orang lain dan juga diri sendiri.


Menurut gw, jawaban dari pertanyaan ini mirip dgn filsafat hidup yg sering diceritakan oleh Kho Ping Hoo, yaitu sebenarnya yg pelaku cintai adalah dirinya sendiri, ketika dirinya tidak mendapatkan apa yg dia inginkan maka kebencian menguasai dirinya yg tidak mendapatkan apa yg dia mau.

Sama ketika orangtua atau org yg dicintai meninggal, kita tidak tau akan kemanakah setelah kehidupan berakhir, kalau sebelumnya sakit parah bukankan setelah meninggal terbebas dari semua itu, apa yg ditangisi sebenarnya adalah diri sendiri karena setelah org tsb meninggal, diri sendiri merasa kehilangan, merasa kesepian dan timbul rasa sedih dan menangis berhari-hari.

Atau ketika manusia berbuat baik misalnya memberi uang, apa yg mendorong dia melakukan itu bisa jadi karena dia ingin merasakan euphoria-nya setelah dia berbuat baik, yaitu merasa dirinya baik.

Apa kesamaan dari semua itu adalah kecintaan akan diri sendiri, aku, dan keakuannya.

--

Itulah yg sering digaungkan oleh Kho Ping Hoo dalam setiap karyanya, bahkan berulang2.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ach.titan dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh donal.duck.
profile picture
Quote:


Pernah denger juga nih dari ceramahnya Alm. KH. Zainudin Mz
profile picture
zeenthing
kaskus addict
masuk akal
profile picture
galenix
kaskus addict
terlepas dari isi trit ts, ane mau komentarin filosopi yg selalu dibawa2 oleh kho ping ho di buku nya (ane jg pembaca kho ping ho)..

menurut gw filosofi kho ping ho termasuk terlalu ekstrim, karena menghilangkan sifat lahir manusia sama sekali. Kho Ping Ho bener2 pengen menghilangkan sifat "aku", seakan akan sifat "aku" itu bener2 sebuah kejahatan.. Spektrum yg dia contohkan terlalu ekstrim. Bahkan mencontohkan rasa sedih kehilangan orang tercinta adalah sesuatu hal yg buruk (dan hal ini biasanya disertai dengan penjelasan super panjang mengenai pandangan dia). Padahal namanya manusia pasti punya emosi. Apa bedanya dg binatang atau bahkan benda mati kalau kita tidak diperbolehkan emosi yg manusiawi. Yang buruh bukanlah sifat "aku" tapi sifat berlebihan.

Yang penting bukan menghilangkan sifat "aku" tapi bagaimana menyeimbangkannya dengan kepentingan yang lain. Sudah kodratnya Manusia adalah makhluk sosial yg individualistis. Tidak bisa mencoret sifat sosial atau pun individu nya sama sekali. Harus ada middle ground, check & balance. Memang hal ini lebih sukit, tapi paling tidak bukan solusi praktis yg menghilangkan jatidiri manusia sama sekali.

Btw pandangan yg menihilkan sifat manusiawi bkn cm filosofi "aku" yg dibawa kho ping ho.
Pandangan yg menihilkan sifat manusiawi justru menurut gua lebih berbahaya karena menggiring pada ketidaktahuan akan sifat manusia yg sebenarnya, dan pandangan kyk gini banyak ditolak karena ngapain dengerin sebuah pandangan yg meremehkan dan menihilkan keberadaan diri?
profile picture
emiliaw
kaskus addict


Kl liat foto pelaku dan korban sih rasanya lebih ke korban udah dapet cowo yg lebih ok dan si dosen nya ga rela ....emoticon-Ngacir
profile picture
@emiliaw itu benar korbannya ? itu cakep jadi penasaran siapa namanya
EDIT : sudah tahu namanya
profile picture
galenix
kaskus addict
@emiliaw ini beneran foto korban n pelaku? kalau iya knp di umbar2? kan kasian keluarga n kerabat korban.. itu masuk ranah privasi..

kalau pelaku sih walau masuk ranah privasi jg tapi EGP
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 6 dari 6 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di