CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f1aff08facb954b6f37db61/bercanda

BERCANDA

Seringkali kita menganggap sesuatu yang terlihat sepele dan kecil itu jadi sebuah candaan. Seperti yang banyak terjadi akhir akhir ini dan mulai trend dengan istilah prank.
Tapi, alangkah baiknya kita tetap waspada ya dalam menanggapi candaan, tetap dalam koridor yang benar. Artinya hindari candaan yang mengandung mudharat bagi orang lain, apalagi candaan yang membahayakan nyawa seseorang, baiknya dihindari.

Saya jadi teringat saat SD dulu. Siswa laki laki seringkali iseng atau becandain si Eman, dia adalah salah satu teman sekelas kami. Eman memang anak spesial. Dulu, kami tak faham apa arti spesial, yang kami tahu si Eman itu aneh. Omongan nya yang tak bisa kami fahami, raut wajahnya terlihat aneh, kadang sering tertawa sendiri, dan bentuk kepalanya yang lebih besar dari badan nya sendiri. Membuat kami senang mengolok ketidaksempurnaan Eman.

Si Eman seringkali kami isengin, pada saat main petak umpet misalnya, dia selalu jadi yang cariin kita. Tak pernah kita kasih kesempatan dia main, tapi Eman tak pernah marah. Eman juga sering kita bully, suruh ambilin ini itu, suruh nyapu kelas, ambil kapur dan lain - lain. Lagi - lagi Eman tak pernah menolak. Kadang terlintas rasa iba, jika lihat Eman berjalan sempoyongan menahan kepalanya yang terlihat semakin membesar. Tapi kami tak pernah berhenti jahilin si Eman.

Sampai suatu hari, saat kami tengah asyik memetik buah rambutan milik pak Sugeng, beliau adalah salah satu guru kami yang tinggal di belakang sekolah. Rumahnya dikelilingi macam - macam pepohonan. Ada jambu air, rambutan, dan jambu. Kami dibebaskan untuk mengambil buah buahan disana.

Si Eman yang duduk dibawah pohon karena tak bisa manjat, hanya bisa menengadahkan tangan berharap kami menjatuhkan buah rambutan untuknya. Sedang kami yang asyik makan sambil nangkring di batang, sesekali melempari Eman dengan biji atau kulit rambutan. Eman hanya tertawa, sambil tepuk tangan. Melihat kelucuan Eman kamipun makin berniat menjahili Eman, atas saran si Ruslan kami sepakat untuk menjatuhkan ulat bulu ketangan Eman.

Pluk, sambil cekikikan si Rudi melempar ulat bulu itu kebawah, tepat jatuh ditangan si Eman. Kami yang masih asyik menikmati buah rambutan tiba tiba dikagetkan dengan suara teriakan Eman. Tak biasanya Eman histeris, menjerit lalu jatuh pingsan. Kamipun segera turun dan memastikan apa yang terjadi pada Eman.

Saat turun dari pohon, lihat Eman yang sudah tergeletak, badannya kejang, dan mulutnya berbusa. Kaget bercampur takut dan panik kamipun berteriak dan meminta bantuan. Pa Sugeng yang mendengar teriakan kami segera menghampiri, kulihat pak Sugeng membopong Eman dan membawanya ke Puskesmas terdekat.

Tak tahu apa yang terjadi pada Eman. Saya hanya ingat beberapa saat kemudian orang tua Eman datang ke Puskesmas lalu mereka bicara banyak dengan pak Mantri disana, iya karena di Puskesmas ini hanya ada satu orang mantri dan dua asisten pencatat serta suster perawat. Kulihat ibunya Eman berteriak histeris, tangisnya pecah. Tubuh Eman yang terbaring diatas kasur Puskesmas itu tak bergeming. Ibunya memeluk Eman dan berupaya membangunkan, tapi tak ada respon. Eman meninggal terkena pnemonia hanya kalimat itu yang saya catat. Dan saya baru tahu artinya 15 tahun kemudian. Rasa takut pada ulat bulu membuat Eman terkena alergi luar biasa, menimbulkan sesak nafas dan aakhirnya nyawa Eman tak tertolong.

Kami, yang amat merasa bersalah pada Eman hanya bisa menangis ketakutan. Walau orang tua Eman tak menyalahkan kami, tapi rasa bersalah kami tak pernah hilang sampai hari ini. Di depan pusara Eman kami hanya bisa menaburkan bunga dan berharap dia memaafkan kenakalan kami, sungguh kami benar - benar menyesal.

~Mari kita Stop Bulliying dimanapun berada ~

De
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gaunkwibowo dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh deandrawira
bukan isapan jempol belaka
profile picture
TS deandrawira
kaskuser
Terima kasih gan
profile picture
adescreamo
kaskus addict
sama sama bre
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di