CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Foto Jenazah Covid-19 Disebarkan, Anji: Saya Tak Percaya Semengerikan Itu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f14f95397751319b01912f4/foto-jenazah-covid-19-disebarkan-anji-saya-tak-percaya-semengerikan-itu

Foto Jenazah Covid-19 Disebarkan, Anji: Saya Tak Percaya Semengerikan Itu



JAKARTA, HALUAN.CO - Sebuah foto jenazah pasien Covid-19 yang diambil oleh seorang fotoghrafer Tanah Air, menjadi viral di sosial media.

Mengapa ini penting: Musisi Anji mengeluarkan pendapat mengenai foto tersebut hingga menuai pro dan kontra. Anji menilai ada kejanggalan dalam foto hingga menyebut Covid-19 tidak semengerikan yang selama ini digaungkan.

Konteks:

• Foto jenazah Covid-19 itu merupakan karya dari fotografer Joshua Irwandi yang diunggah di akun Instagram @joshirwandi. Terlihat dalam foto, jenazah terbungkus plastik di sebuah ruangan rumah sakit. Kondisi ruangan tertata rapi, lengkap dengan televisi yang berada di depan jenazah.

• Anji merasa heran mengapa foto tersebut dengan cepat dibagikan oleh akun-akun berfollowers banyak.

Apa katanya: "Sebagai orang yang familiar dengan dunia digital, buat saya ini sangat tertata. Seperti ada KOL (Key Opinion Leader) lalu banyak akun berpengaruh menyebarkannya. Polanya mirip. Anak Agency atau influencer/buzzer pasti mengerti," tulis Anji dalam akun Instagram @duniamanji pada Sabtu (18/7/2020).

Pertanyakan izin fotografer: Anji juga mempertanyakan masalah perizinan sang fotografer yang dibolehkan melakukan pemotretan pada jenazah Covid-19. Sementara pihak keluarga sendiri dilarang untuk bertemu dengan jenazah Covid-19. Anji menilainya sebagai hal yang aneh.

"Dalam kasus kematian (yang katanya) korban cvd, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," tambah Anji.



Covid-19 tidak mengerikan:

• Anji menegaskan bahwa Covid-19 tidak semengerikan yang digaungkan di pemberitaan. Pelantun lagu "Dia" tersebut meyakini bahwa hancurnya hidup rakyat kecil karena adanya pandemi Covid-19.

• Di sisi lain, sang fotografer Joshua Irwandi ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dan pembaca aware bahwa Covid-19 benar adanya.



Berita Politik, Hukum dan Ekonomi Lainnya:
1. Pewarta Foto Indonesia Kecam Pernyataan Anji Terkait Covid-19
2. Aksi Remaja di Singapura Sebarkan Virus Korona dan Berujung Pidana
3. Tujuh Anak Buah Menkes Terawan Mundur
4. DPR Sebut Ada RS yang Sengaja Bikin Orang Dinyatakan Positif Korona
5. Angka Kematian Covid-19: Versi Pemerintah Tidak Sesuai Standar WHO
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jangkrikgirl32 dan 35 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh vumlo
yah , kematian masal juga g terjadi di indonesia ,
berarti tidak se mematikan itu kan ?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
aloha.duarr dan 10 lainnya memberi reputasi
profile picture
nganggur
kaskus addict
Kalau covid dibiarkan, bisa jadi kematian massal, dan saat itu udah gak ada gunanya menyesal..apa kurang berita2 di LN?
profile picture
@nganggur
lah memang sekarang ketat ?
profile picture
PDP dan ODP yang meninggal ga dilaporkan seperti rekomendasi WHO gan
profile picture
bayuep
kaskus addict
@dumpsys kata siapa.disini banyak yg odp matek sudah dianggap positif covid


orang sakit db negatif covid terus diperiksa dokter, dokter itu mati positif covid, nah si orang db itu mati juga tanpa dites dianggap positif covid jg
profile picture
@bayuep di sini itu dimana Gan, ane sih pakai data ini https://laporcovid19.org/publik/

> yg odp matek sudah dianggap positif covid

ini menrut yang ane tahu sudah benar sih. sudah ODP/PDP harus diitung juga meninggalnya related dengan covid19
profile picture
nganggur
kaskus addict
@ksatriabajaputi point nya, ada yg menyepelekan covid kan...lalu covid di Indonesia juga jumlahnya gak gede2 amat, lalu kan gw komen apa harus nunggu jumlahnya banyak kematian massal lalu menyesal karena menyepelekan covid?

profile picture
nganggur
kaskus addict
@bayuep @dumpsys Data di web itu ga lengkap, banyak no data coba cek aja, dan ga bisa mewakili kondisi skrg, kalau data hanya berdasar laporan, bisa double data krn blm verified, juga klo yg lapor petugas kesehatan, web ini apa sudah rilis resmi dari pemerintah? apa ada kewajiban seluruh petugas medis yg tau wajib lapor disini?
Ini hanya bentukan organisasi, mungkin non profit..blm bisa mewakili data resmi
profile picture
@nganggur @bayuep masalahnya pemerintah ga buka semua datanya secara lengkap, jadinya butuh orang2 seperti di laporcovid yang melakukan kompilasi pada setiap website gugus tugas masing-masing provinsi
profile picture
ekliptika
kaskus geek
Kenapa tanyain pemerintah sih, yang perlu ditanyain itu bill gates. Kenapa virus ini solusinya jaga jarak, terus apa apa meski pake internet.
profile picture
gue setuju sama anji, faktanya sekarang pembatasan pergerakan juga ga efektif. di Garut pusat belanja rame, ada kematian masal? NO...!!! di Bekasi pernah juga salah satu pusat perbelanjaan rame padahal zona merah, ada kematian masal? NO...!!! di bandara SOETA pernah juga desek-desekan pas masih di waktu pandemi, setelah itu ada kematian masal? NO...!!! di Jakarta pernah desak2an antri bus TransJakarta, setelah itu ada kematian masal? NO...!!! di stasiun kereta Bogor kemaren banyak banget desak-desakan juga, setelah itu ada kematian masal? NO...!!!
profile picture
paraniod
kaskus addict
Covid suspect ratusan lockdown,covid suspect ribuan new normal,
Indonesia menerapkan herd immunity 😟
profile picture
areszzjay
kaskus geek
Ngeremehin covid ntar korban positif sampe 2 jutaan kyk Amrik baru pd nyesel emoticon-Leh Uga
profile picture
nganggur
kaskus addict
@daramdamdan kematian massal? NO..saat itu, tapi setelah dari mall, dari bandara, setelah naek transjakarta, MRT...pulang, jadi carrier, yg positif keluarganya saat imunnya turun, dan yg rawan yg ada komplikasi sebelumnya, disitulah kemarin angka positif terus meningkat

Cara berpikirnya mas bro ini kayak orang2 itali dan spanyol, pemuda2 nya nganggap remeh, dan mereka tetep berkerumun, pergi ke mall, ngumpul2, dll akhirnya keluarga mereka2 sendiri yg jadi korban, tiba2 terjadi ledakan suspek dan korban meninggal dominan diatas 50tahun..lalu menyesal, lihat mereka skrg, berguna gak nyeselnya?

Seperti itukah yang di inginkan??
Pembatasan ga efektif, karena penduduknya yang ngeyelan, gak aware, meremehkan, mana bisa pemerintah mengerahkan aparat sampai level gang2 di perkotaan dan pedesaan 24jam
Kecuali dari pemerintah pusat melarang tegas dan diberikan sanksi, seperti dalam aturan karantina wilayah. Masalahnya kita tidak mengambil opsi karantina wilayah secara tegas apalagi lockdown, kita PSBB dan akan menuju ke new normal, atau apalah istilahnya skrg
profile picture
kiukong
kaskus addict
massal ? ente cek dulu korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pasti nanti terkejoed emoticon-Big Grin
profile picture
@nganggur nah itu dia kita setuju penduduknya pada ngeyel kan, sekarang udah pada ngumpul kan? pada banyak yang meremehkan, iya kan? tapi itu udah pada ngeyel yang positif nambah banyak, tapi belum ada kematian masal kan? mayat bergelimpangan di jalanan seperti yang digemborkan di awal covid-19 ga ada. di Italia banyak korban meninggal di atas 50 tahun kenapa? karena yang harusnya dirawat justru dibiarkan, rumah sakit lebih memprioritaskan merawat pasien di bawah 50 tahun.
profile picture
nganggur
kaskus addict
@kiukong yah...napa dibandingin dengan korban kecelakaan, ga sekalian bandingin sama korban bom hirosima, sehari berapa itu, atau korban dbd di dunia, malaria, gigitan ular, ets...apakah harus nunggu banyak baru aware? sesimple itu pikiran kita?
profile picture
areszzjay
kaskus geek
@nganggur Dia bs ngeremehin gitu krn belom ada kenalannya yg kena gan
profile picture
theJizyah
Auto Banned
di jakarta saja .. ada penambahan sekitar 1.000 sd 2.000 kasus kematian dibandingkan dengan rata2 per bulan . . pada bulan Maret/April 2020.

gak ada kematian massal? emoticon-Big Grin
profile picture
kiukong
kaskus addict
@nganggur bukan simple tapi realistis gan kematian kan banyak faktornya dan yg rutinitas kan seperti angka kecelakaan lalu lintas dan covid ini persentase yg sembuhnya kan tinggi.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 20 dari 21 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di