CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Inilah Kisah Tablig Akbar 'Maut',Cluster Penyumbang Corona Terbesar di Malaysia &Indo
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0d333d28c991563122c9a5/inilah-kisah-tablig-akbar-mautcluster-penyumbang-corona-terbesar-di-malaysia-ampindo

Inilah Kisah Tablig Akbar 'Maut',Cluster Penyumbang Corona Terbesar di Malaysia &Indo


Simak kisah dari tabligh akbar di Masjid Sri Petailing Kuala Lumpur Malaysia yang menjadi cluster Covid-19 terbesar di sana /World of Buzz
Alza Ahdira 10 Juli 2020, 07:23 WIB


PIKIRAN RAKYAT - Meskipun saat ini kondisinya sudah dinilai aman, namun negara Malaysia pernah mendapatkan ancaman serius dari pandemi Covid-19.

Hal ini terjadi pada di negara tersebut pada akhir Februari hingga awal Maret 2020 kemarin.

Pada saat itu, Masjid Sri Petailing, Kuala Lumpur Malaysia mengadakan sebuah acara tablig akbar yang dihadiri oleh lebih dari 16 ribu jemaat muslim.

Baca Juga: Update Virus Corona di Dunia 10 Juli 2020, Lebih dari Setengah Juta Orang Tewas karena Covid-19

Tanpa disadari oleh berbagai pihak, acara ini kemudian menjadi mimpi buruk dari penyebaran pandemi Covid-19 yang ada di Malaysia.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari World Of Buzz, dari sekitar 16 ribu pengunjung yang datang ke Masjid tersebut, sekitar 14.500 orang diantaranya merupakan warga negara asing termasuk Indonesia.

Kabar buruk pertama dari tablig akbar ini mulai menyerang satu minggu setelah diadakannya acara dan ribuan peserta tabligh telah pulang ke negara masing-masing.

Dari sekitar 16 ribu pengunjung yang datang, tercatat ada sekitar 3.375 orang dinyatakan positif pandemi Covid-19.


Statistik dari cluster Covid-19 yang terjadi pada acara tablig akbar di Masjid Sri Petailing Kuala Lumpur Malaysia World of Buzz

Tiga ribu lebih pasien ini menyumbang total 38.9 persen seluruh jumlah kasus Covid-19 yang terjadi di Malaysia. Menjadikan tablig akbar di Masjid Sri Petailing Malaysia ini sebagai salah satu cluster paling mematikan disana.

Tercatat sekitar 87 orang harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU sementara 29 orang lainnya tidak bisa bernapas dengan normal tanpa bantuan alat pernapasan.

Baca Juga: Ketegangan dengan Tiongkok Memanas, India Pilih Dekati Rusia Meski AS Jelas-jelas Mendukungnya

Lebih buruknya lagi, ternyata cluster Covid-19 yang terjadi di sini juga mencatatkan sejumlah angka kematian.

Tercatat ada sekitar 34 kematian terjadi pada cluster acara tablig akbar ini. Angka tersebut hampir mencapai 30 persen dari seluruh jumlah kematian pandemi Covid-19 yang terjadi di Malaysia.

Kebanyakan kematian didominasi oleh para pria (30 orang) yang memiliki rentang umur berkisar 60-69 Tahun.

https://www.pikiran-rakyat.com/inter...ar-di-malaysia

Malon sialan, napa kaga dikarantina disana ribuan jemaah itu. Pantaslah nyebar ke seluruh negara asean dan timteng. Bandara malingsia pun baru ditutup sejak ada ratusan positip wn malon. Ratusan pulang ke indo mana bisa terdeteksi dan di trace lagi sejak akhir feb. Makanya orang depok kena berdansa di cafe jaksel dengan wna jepang yg domisili di malingsia..

#boikotMalon gak nih
emoticon-Ngakak (S)



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
areszzjay dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ikardus
tablig akbar & ijtima gowa kejadiannya di februari dan maret...

peningkatan drastis covid harian di indo justru juni ke juli.. dimana new normal diterapkan..
profile picture
bingsunyata
kaskus maniac
Perlu diingat rapid tes-nya, mulai diberlakukan pada banyak tempat pada bulan apa ? Pada selisih waktu itu, virusnya sudah menyebar tanpa terdeteksi.
profile picture
kampret.strez
kaskus addict
pertumbuhan kasus wabah itu eksponensial.

semakin banyak jumlah kasusnya, peningkatan hariannya ikut semakin tinggi juga
profile picture
hiu.samudera
aktivis kaskus
@bingsunyata sebenarnya sih ga ada hub dengan rapid test karena event-nya sudah lama... tapi terkait dengan pembatasan sosial yang sudah dilakukan di maret, dan masa penyembuhan virus yang butuh kurang dari 1 bulan dari mulai seseorang tertular..

artinya ketika orang2 yang sudah ikut kedua event itu dikandangin di maret... resiko penularan tidak besar... maksimal april atau mei mereka sudah sembuh..

apakah mayoritas orang2 tersebut bebas berkeliaran meski psbb? kalau dilihat yang paling banyak pesertanya dari jawa tengah.. jawa tengah sendiri kasus covidnya malah ga sebanyak DKI, jatim dan jabar..

profile picture
hiu.samudera
aktivis kaskus
@kampret.strez

teorinya begitu... tapi coba hubungkan antara event penularan di feb-maret... peningkatan kasus harian justru di akhir juni dan juli setelah new normal diterapkan... sebelumnya rate positif pun sebenarnya di mei sudah mulai turun... dan ini kan yang jadi justifikasi jkw buat nerapin new normal..


profile picture
bingsunyata
kaskus maniac
@hiu.samudera Khan bisa dibaca berita perkara ada yang marah-marah karena sholat disuruh di rumah saja. Begitu pula saat bulan puasa itu ...
Kemudian ..., jangan berasumsi bahwa begitu tertular kemudian langsung mengalami iinkubasi 14 hari dan setelahnya langsung menampakkan gejala.
Itu tidak harus seperti itu ...
Terkait daya immun tubuh seseorang, inkubasinya bisa bervariasi banget. Bisa saja kurang dari 14 hari, tapi bisa juga lebih dari itu. Jadi kalau mau dibayangkan keberadaan virus ini ditubuh manusia, persentasenya itu kayak ombak di lautan. Naik, turun ...
Sebutlah masa itu sebagai masa pasif, namun sekalipun si virus itu pasif bagi orang yang bersangkutan, dia masih bisa menular ke orang lain. Orangnya jadi carrier .., dan tentunya ketika pelonggaran dilakukan, ya semakin tambah mudah saja si carrier ini menularkan si virus ke orang lain, yang tidak menduga bahwa si orang yang bersangkutan adalah carrier.

Rapid test yang ada saat ini itu cenderung bisa mendeteksi bagi mereka yang sudah agak lama terpapar virus ini. Persentase si virus sudah cukup banyak di dalam tubuhnya. Sehingga mudah terdeteksi. Tapi akan lain halmya dengan yang baru saja ketularan (===> yang mana kemudian ... pada saat tersebut ... dinyatakan "lulus tes").
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 5 dari 5 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di