CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Rejeki Nomplok Saat Penyelenggaraan World Cup 2006
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f0b0311af7e9327f8635ff4/rejeki-nomplok-saat-penyelenggaraan-world-cup-2006

Rejeki Nomplok Saat Penyelenggaraan World Cup 2006



Sepak bola selalu identik dengan keseruan, mulai dari pertandingan sepak bola tingkat RT sampai sekelas piala dunia.

Kali ini saya mau bercerita tentang efek samping adanya pertandingan sepak bola. Efek samping kayak minum obat saja hehe..
Dikampung saya setiap ada piala dunia maka beberapa warung kopi akan membuat acara nobar (nonton bareng). Warung kopi yang awalnya biasa-biasa saja disulap bak kafe mewah. Dengan menyiapkan layar yang besar, menyediakan paket makanan dan minuman yang wajib dibeli, anda bisa nobar. Nobar pastinya lebih seru bukan? Tidak perlu kaget di dalam pertandingan-seperti ini terselip taruhan, mulai dari taruhan dengan nominal kecil sampai nominal besar. Asal jangan istri aja dipertaruhkan ya gan 😁

Sektor lain yang melejit jika ada pertandingan piala dunia adalah menjamurnya merchandise yang bertema piala dunia. Baju, topi, stiker, bandana dan aksesoris lainnya.



Saya juga pernah kebagian efek samping dari piala dunia. Hal ini benar-benar miracle buat saya yang sesungguhnya tidak mengerti dunia persepakbolaan.

Mungkin kita tidak asing lagi dengan yang namanya SMS premium dan kuis. Kebetulan saya bekerja sebagai Customer Service (CS) di sebuah perusahaan content provider yang menyelenggarakan kuis piala dunia 2006. Ini adalah kuis dengan tarif SMS premium, sekali jawab harganya Rp.2.000,- diluar PPN. Hadiah utama yang ditawarkan kala itu adalah menonton pertandingan final di Jerman. Akomodasi dan tiket masuk ditanggung penyelenggara. Masih ditambah dengan uang saku. Untuk juara 2 kebawah ada laptop, hp dan hadiah hiburan lainnya. Selain itu setiap Minggu juga dibagikan hadiah mingguan berupa merchandise, ada tas, kaos, topi dan beberapa aksesoris bertema bola.

Kuis piala dunia diikuti puluhan ribu customer. Mekanisme pemilihan pemenang adalah yang mempunyai nilai tertinggi, itu artinya kita harus menjawab sebanyak-banyaknya dan benar.

Selama penyelenggaraan piala dunia saya juga lebih sibuk dari biasanya karena komplen yang masuk juga lebih banyak. Ada sebuah kesan yang mendalam dengan seorang customer. Dia terbilang sering menelepon. Komplennya mulai dari soal kuis yang berulang, soal kuis yang datangnya lambat atau notifikasi lain yang tidak muncul. Dia juga sering menanyakan posisi dan perolehan nilainya. Wow...ternyata dia memang selalu bertengger di posisi satu atau dua dengan nilai tertinggi.

Suatu kali nomornya tercatat sebagai pemenang mingguan dengan hadiah sebuah tas. Seperti biasa saya menghubungi semua pemenang untuk proses pengiriman hadiahnya. Ketika saya menghubungi Si Bapak ini, dia berbaik hati untuk menyerahkan hadiah mingguan itu kepada saya. Karena syarat untuk pengambilan atau pengiriman hadiah harus mencantumkan copy Identitas, Si Bapak inipun mengirimkan copy KTP nya lewat fax.

Hingga seminggu sebelum final piala dunia, akhirnya diumumkan Si Bapak ini berhak ikut ke Jerman menonton langsung pertandingan final. Kala itu Italia melawan Prancis. Tugas saya hanya sampai menyampaikan pesan kepada Si Bapak bahwa dia menang hadiah utama. Untuk proses pengurusan dokumen, tiket dan lain-lainnya langsung diurus orang lain.

Sehari sebelum rombongan berangkat ke Jerman, Si Bapak menelpon saya. Dia berterima kasih karena selama penyelenggaraan kuis sering bertanya ini dan itu ke saya. Saya hanya bilang kalau itu adalah tugas saya. Saya juga menyampaikan selamat atas kemenangannya.

Di akhir pembicaraan,
"Mbak, nomor rekeningnya berapa?", tanyanya.
"Bapak bisa hubungi saya di nomor ini atau nomor hp 0812-***", jawab saya. Saya salah dengar kirain dia nanya nomer hp. Saya kasih nomer hp kantor untuk customer service.
"Maksud saya nomor account bank, Mbak", katanya menjelaskan.
Ya ampun betapa saya enggak nyambung. Jaka sembung naik ojek, enggak nyambung jek haha...

"Oh, maaf Pak. Tapi saya tidak hafal nomornya Pak", jawab saya sambil bertanya-tanya dan ragu.
"Nanti SMS ke nomor saya aja ya Mbak, tahukan? Nomor yang ikut kuis",katanya.
"Iya Pak", jawab saya.

Saya ragu untuk memberi nomer rekening, buat apa ya? Hari gini banyak sekali kejahatan. Isinya sih tidak seberapa. Tapi kalau yang tidak seberapa itu diambil, saya mau makan apa haha...

Setelah saya berusaha menyingkirkan pikiran negatif, sore sekitar jam 3 saya kirim nomer rekening saya lewat SMS. Dengan cepat dijawab OK.

Setelahnya tidak ada SMS apapun dari dia. Tepat pukul 5 sore saatnya pulang. Sebelum pulang saya diajak teman mampir ke ATM yang di sebrang kantor. Keluar dari bilik ATM teman saya bilang kalau dia tidak bisa transaksi bahkan cek saldo saja tidak bisa. Dia minta saya mencoba transaksi bisa atau tidak. Tanpa berpikir apa-apa saya coba cek saldo. Pas cek saldo saya kaget kok uang saya bertambah banyak haha...

Dengan perasaan yang masih campur aduk saya bilang, "Aku bisa kok, coba lagi deh. Mungkin tadi jaringannya error".
"Oh tunggu ya, aku coba lagi",katanya.

Sepanjang perjalanan pulang rasanya nano-nano banget. Saya tidak cerita ke teman saya karena saya belum pasti itu uang dari mana.

Sampai di rumah saya masih kepikiran itu uang darimana.
Setelah selesai mandi saya buka hp dan ada sms masuk yang kira-kira isinya begini "Mbak, saya sudah transfer ke rekening yang tadi 2jt. Trimakasih atas bantuannya".
Waw...waw...waw...ternyata saya kecipratan rejeki kuis piala dunia. Bagaimana saya tidak senang, jumlahnya lebih besar daripada gaji bulanan saya 😁😁

Setiap berbicara bola saya selalu mengenang kisah yang indah ini. Ternyata ada banyak sekali kisah yang ditorehkan dari penyelenggara sepak bola. Sepak bola bisa menjadi pemersatu bahkan jalan rejeki bagi orang. Jayalah sepak bola Indonesia.
Demikian kisah saya dan dunia sepakbola.

Terima kasih sudah membaca, silakan berikan cendol, rate, dan atau komentar Agan & Sis di kolom komentar.

Belajar Bersama Bisa dan terima kasih.






Ingin melihat tim Indonesia ikut serta dalam piala dunia, kapan ya?
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di