CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Punya Teman LGBT, Jauhi atau Maklumi?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5f02fd07c0cad75d9428761c/punya-teman-lgbt-jauhi-atau-maklumi

Punya Teman LGBT, Jauhi atau Maklumi?





Hallo Agan Sista, pada kesempatan kali ini ijinkan ane membahas sedikit kegundahan dilematis yang ane alami. Terkait LGBT, ane gak bilang bahwa ane punya teman LGBT, ane juga gak bilang bahwa ane gak punya. So, please anggap ini sebagai "Andai" dulu. Andaikita punya teman LGBT, Jauhi atau Maklumi?



LGBT merupakan singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. Sudah lebih dari 1 dekade isu ini mencuat ke permukaan dunia, menjadi salah satu yang diperjuangkan HAM nya. Bahwa LGBT itu adalah orientasi wajar (selera) bukan sebuah kelainan (penyakit).

Ane paham betul bahwa ane bukanlah ahli, bukan pula Tuhan yang berhak menentukan mana yang benar mana yang salah. Disini ane hanya beropini dan menyampaikan keresahan.

Namun, sebelum masuk ke opini ane, ane ingin menyampaikan kembali fatwa Majelis Ulama Indonesiapada 31 Desember 2014 lalu. Setidaknya ada tiga point pada fatwa tersebut yang dapat kita garisbawahi


1. Bahwa hubungan seksual hanya boleh dilakukan oleh suami istri, yakni pasangan laki-laki dan perempuan yang sah.

2. Orientasi sesama jenis (homoseksual) bukan merupakan fitrah, melainkan kelainan yang mesti disembuhkan.

3. Kelakuan pelampiasan ke sesama jenis hukumnya haram.


Kembali mengenai keresahan ane, seperti yang mungkin agan sista sering dengar, bahwa isunyabahwa homoseksualitas ini dapat menular dan ditularkan. Maksudnya, ketika kita dekat, bergaul dengan orang yang memiliki kecenderungan tersebut maka isunya besar kemungkinan orang yang sebelumnya tidak memiliki kecenderungan homoseksual, dapat menjadi homoseksual.

Isu ini sebetulnya telah dibantah melalui penelitian di Amerika Serikat yang berlangsung dari 1994 hingga 2002 yang menguak bahwa homoseksualitas tidak menyebar. Penelitian ini dimuat ke dalam jurnal Archives of Sexual Behavior.



Quote:


Meski demikian, banyak orang tetap beranggapan bahwa Homoseksual dapat menular, bahkan ane pun percaya akan hal ini. Ane percaya bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi seseorang, jika perbandingannya 1:1, mungkin kesempatan mempengaruhi/dipengaruhinya tergantung pada siapa yang dominan, bisa jadi imbang. Lantas bagaimana jika perbandingannya 7:3?


Jika boleh diibaratkan, ada 7 orang setuju bahwa bumi itu bulat! 3 lainnya menyatakan bahwa bumi itu datar. Bukankah sudah umum, bahwa pendapat yang banyak biasanya menjadi pendapat yang 'dibenarkan'? (jangan salfok ama pengibaratan ane ya gan, hehe).

Adapun pengibaratan yang lain, yang lebih berkesinambungan akan kasus "menular" ini (tapi jawab yang jujur ya gan).
A. Di dalam sebuah perusahaan terdapat 10 Karyawan,
B. Jam kerja kantor tersebut adalah jam 08:00 masuk, jam 17:00 pulang.
C. 10 Karyawan ini memegang posisi dan tanggungjawab yang sama, gajipun sama.

D. 7 Diantaranya datang jam 08:30 setiap hari
E. 3 Diantaranya datang jam 08:00 setiap hari

F. Tidak ada hukuman atas yang datang telat

Apakah agan yakin, bahwa 3 karyawan tersebut tidak akan sama sekali terpengaruhi?

Pengibaratan terakhir dari ane perkara ini,
A. Di dalam sebuah perusahaan terdapat 10 Karyawan,
B. Setiap karyawan diberikan makan siang gratis, pilihannya nasi rendang, atau nasi daging sambal.
C. Setiap karyawan hanya boleh ambil satu porsi setiap hari
D. 7 karyawan selalu mengambil nasi rendang, 3 lainnya selalu mengambil nasi daging sambal.

Kira-kira, apa yang terjadi?



kembali mengenai topik "Andai kita punya teman LGBT, Jauhi atau Maklumi?"
Well, ane berpikiran bahwa menjauhi bukanlah sebuah solusi, dan bukan pula sikap yang diharapkan dari seorang teman. Ketika teman mengalami hal ini, jelas mereka butuh dukungan (bukan dalam arti mendukung orientasi seksualnya) , butuh seseorang yang merangkulnya tanpa menghakimi dirinya. Ane yakin, bahwa sedikit banyak mereka tahu bahwa mereka dalam keadaan salah (tidak mengikuti suatu perilaku wajar). Namun apa pernah mereka memilih (secara sukarela) memiliki 'selera' yang demikian?

Sedangkan memaklumi menurut anetentu juga bukanlah sebuah solusi, ane percaya bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dan terjadi di bumi ini atas sebuah alasan. Diturunkannya Adam dan Hawa, diciptakannya perbedaan kelamin antara laki-laki dan perempuan, pejantan dan betina (untuk hewan).

Lantas apa yang kita (sebagai teman) harus perbuat jika ada teman kita dalam kondisi yang seperti ini?

Ane gak tau persisnya mesti ngapain, ane bukan psikolog, bukan pula dokter, bukanpula ustad.

Meski demikian, ane juga gak mau "terima aja", ane selalu kritik ketika melihat teman ane agak "melehoy" (agan tau melehoy/melambai) baik dari suaranya ataupun gerakannya, ane bakal bilang bahwa tingkahnya membuat ane geli dan tak nyaman. Penyampaian yang tepat dan jujur kepada orangnya langsung dan tidak didepan publik, membuat teman ane paham bahwa itu murni pendapat jujur ane tentang dia, tanpa ada niat sama sekali untuk menjatuhkan pribadinya (malah biasanya kesenangan dijawab jujur, makin sering tanya-tanya pendapat ane tentang hal-hal lain).

Ane juga tak henti meyakinkan bahwa dia itu mungkin aja bukan cinta, tapi mungkin kagum. Coba perhatiin juga perempuan-perempuan, siapa tahu suatu saat ketemu yang bikin kagum, bikin cinta?(sok iye sih emang ane kadang-kadang).

Dan terakhir, ane berusaha untuk mengajak dia berdoa, memikirkan perasaan orangtua. Dan kalau dia masih perduli dengan orangtua, cobalah sugesti diri sendiri bahwa aku ini laki-laki, seharusnya aku suka perempuan. Doktrin diri sendiri. Ane bakal ulangi tiga sikap ini setiap bertemu dia.

Opsinya hanya dua, dia yang kembali "normal" , atau dia yang memilih menjauhi ane karena gak tahan dengan ane yang segini bawel (karena peduli).

Itu menurut ane, kalo menurut agan sista gimana?

Referensi : Opini Pribadi

Gambar : Google

Kalau ada agan sista yang tersinggung hatinya akan thread ini (tanpa ane sengaja), ane mohon maaf.


Sungguh tidak bermaksud demikian, cepat membaik dan semoga dipertemukan dengan teman dan pasangan yang tepat.

emoticon-Keep Posting Gan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mutimumut11 dan 36 lainnya memberi reputasi
Selama gak resek ke diri kita atau circle kita. Ane sih biasa aja ya. Kebetulan memang ada temen yg Gay, tapi dia ngehormatin yang straight dan sukanya sama sesama Gay aja. Jadi ketika kita nongkrong bareng gak risih atau gimana sih.
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
profile picture
TS agungdar2494 
KASKUS Plus
yang penting emg gak ngeganggu dan menjerumuskan sih. tp kalo misal yg gay (amit2) kerabat sendiri, gmn gan?
profile picture
@agungdar2494 Ya itu hak orientasi masing-masing. Siapa kita yang berhak nentuin pandangan dan cara hidup orang lain. Except orangtuanya.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 2 dari 2 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di