CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bicara Mafia Migas, Ahok: Itu Oknum di Dalam
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ef8703eeaab2546b22cb9f9/bicara-mafia-migas-ahok-itu-oknum-di-dalam

Bicara Mafia Migas, Ahok: Itu Oknum di Dalam



Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok buka-bukaan soal caranya memberantas mafia migas di Indonesia. Ahok bicara sebetulnya mafia migas itu merupakan orang dalam.

Mereka melakukan perjanjian kontrak impor migas menjadi kontrak yang pendek tidak panjang. Hal ini menurutnya membebani neraca perdagangan. Padahal harusnya, sebagai konsumen besar Pertamina bisa memiliki harga tawar tinggi.

"Itu (mafia migas) kan cuma istilah, menurut saya itu oknum di dalam. Banyak sekali kontrak nggak dibuat jangka panjang. Padahal kan, sebagai konsumen besar bangsa Indonesia, seharusnya kita bargaining gitu," ujar Ahok dalam acara bincang-bincang bersama Andy. F Noya, dikutip Minggu (28/6/2020).

Menurut Ahok, harusnya Pertamina bisa menekan para importir untuk membuat kontrak jangka panjang dan harga murah. Selama ini, dia menilai Pertamina mengimpor migas dengan mahal dan menjual terlalu murah sehingga prinsip ekonomi tidak bisa berjalan.

"Saya bisa neken dong supplier pemasok saya bisa minta jangka panjang kontraknya, dan harga lebih murah. Kita selama ini beli yang mahal jual murah, nggak sesuai prinsip ekonomi, ini terbalik," ungkap Ahok.

Ahok menyebutkan bahwa kini dia meminta direksi Pertamina melakukan restrukturisasi perusahaan. Kini Pertamina membentuk subholding, dengan harapan semua orang bisa membeli saham Pertamina dan mengawasi kinerja perusahaan secara terbuka.

"Maka kita selesaikan restrukturisasi. Kita turunkan ke subholding kita harapkan rakyat, pegawai, Pertamina, bisa beli sahamnya kemudian kita pelototin," papar Ahok.

Menurutnya mengawasi Pertamina tidak mudah, apalagi perusahaan pelat merah ini memiliki anak dan cucu usaha hingga ratusan jumlahnya.

Ahok juga bercerita, ada cucu perusahaan yang sempat membuat dia sedikit kesal. Dari kisahnya, cucu perusahaan itu diminta menjelaskan soal investasi kilang namun dijawab tak perlu izin Ahok untuk hal tersebut.

"Ketika dipanggil cucu perusahaan jawabnya enteng aja. Kenapa invest sekian kilang berapa puluh juta dolar, jawabnya enteng aja, kami nggak perlu izin Komut kok," cerita Ahok.

"Untung gue udah lulus Mako, kalau belum udah gue timpuk itu," pungkasnya.


Ahok juga bicara soal alasannya mau menjadi Komut Pertamina, apa sih alasannya

Ahok menyebutkan dirinya mau menjadi komut demi membantu pemerintah untuk mengurangi defisit neraca berjalan Indonesia. Dia menyebut Pertamina memiliki pemasukan hingga sepertiga APBN, untuk itu harus diawasi dengan baik.

"Ya saya pikir untuk bantu kurangi defisit neraca berjalan kita, Pertamina ini revenuenya aja Rp 800 triliun, sepertiga APBN Indonesia. Jadi perusahaan Rp 800 triliun harus diawasi dengan baik, KPI-nya juga harus baik," sebut Ahok.

Ahok juga menyatakan indikator kinerja perusahaan (Key Performance Indicator/KPI) sering tidak diperhatikan selama ini di Pertamina. Dia mengatakan Pertamina pasti untung, namun kalau dibanding perusahaan dengan kapasitas yang sama dari luar negeri Pertamina masih kalah.

Petronas dari Malaysia misalnya, sudah bertengger di peringkat 150 pada perusahaan Fortune Global, sementara Pertamina cuma di posisi 175.

"KPI ini sering nggak diperhatikan, nggak ada kewajiban untung berapa, merem juga untung, persoalannya Petronas untung berapa, lu untung berapa. Kita masuk 175 Fortune Global, nah Petronas 150 bos. Kita harus bandingkan best practice yang setara dari negara lain," ungkap Ahok.

Kemudian Ahok juga mengatakan dia ingin menambahkan portofolio untuk dirinya sendiri. Dia menyebut Pertamina menjadi perusahaan paling besar yang pernah mempekerjakannya.

"Kedua buat portofolio saya kan, saya nggak pernah kerja di perusahaan begitu besar. Konglomerat terhebat juga nggak sebesar itu duitnya. Sekarang saya ditugasi jadi chairman untuk kontrol uang begitu banyak," papar Ahok.

https://m.detik.com/finance/energi/d...rom=wpm_nhl_17

Ahok memang luar biasa.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
putrateratai.7 dan 24 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh valkyr7
Hahahahaa.
Pertama, Udah dari dulu kali tau mafianya orang - orang dalem juga bukan dari era sekarang aja, tapi udah dari jaman dulu buaangeeet..
Masalahnya tindakannya apa? kok bentuk subholding? kan udah tau mafianya siapa, udah bungkus aja, ngapain repot2 bentuk subholding? malah nimbulin polemik baru.

Kedua, masalah Cucu perusahaan gak perlu lapor ke Ahok perihal Investasi. Bener itu, karena kewajiban dia secara entitas hanya kepada induknya karena laporan RKAP nya dikonsolodasi ke induknya selaku shareholder, nanti yang lapor ke pertamina yah induknya itu.
Gini, contohnya. Pertamina persero punya anak perusahaan namanya PGN Lalu PGN punya anak perusahaan namanya SAKA energy. SAKA Energy punya rencana investasi, otomatis mereka masukan Anggaran Belanja Investasi mereka pada RKAP nya mereka, yang nanti akan dikirimkan kepada PGN selaku pemilik sahamnya SAKA terkait persetujuan investasinya, udah porsi SAKA cuma sampai situ aja untuk laporannya. Lalu nanti yang melaporkan rencana investasinya ke Pertamina itu adalah PGN selaku induknya SAKA, adapun nanti kalaupun PGN mau menyertakan SAKA untuk ikut didalam pembahasan investasinya itu berbeda kasusnya. Apalagi untuk kasus PGN, PGN bukan 100% kepemilikan pertamina, PGN udah IPO, artinya ada pemegang saham lain yang juga bisa memberikan suara terkait investasi.
profile picture
nowbitool
kaskus maniac
Buset bener-bener ber cucu itu 1 perusahaan, banyak bener turunan...
profile picture
Maklum dia gede bacot doang
profile picture
hung guan
Auto Banned
@harunmasiku segede2nya bacot dia Simpang susun semanggi udah jadi segede bacotnya kadrun cuma bisa ngibul
profile picture
@nowbitool Udah sampe cicit kali bosque, liat aja daftar afiliasi Pertamina. hahaha, tapi jangan salah bos, pembentukan anak-anak perusahaan dan cucu itu sebenernya bagus asal memang peruntukannya jelas. Contoh, Pertamina untuk Kendaraan operasional (Mobil dinas) itu sewa kepada pihak ketiga, jadi untuk mensiasati itu pertamina membuat anak perusahaan yang Bisnis utamanya sewa kendaraan atau ada juga Rumah sakit pertamina yang tujuannya biar pekerja pertamina berobatnya ke Rumah sakit sendiri, tujuannya biar perputaran uang perusahaan gak kemana-mana sekaligus expand bisnisnya, dan ini terjadi bukan di BUMN saja, banyak juga perusahaan swasta yang membuat Anak2 perusahaan baru seperti Bakri Grup, Lippo Grup dll.
Jadi salah kalau ada yang menyalahkan Pertamina punya anak perusahaan yang gak sesuai dengan bisnis mereka, karena memang strategi bisnis seperti itu. Kita pun pasti akan melakukan hal yang sama kalo punya usaha sendiri.
Tapi itu idealnya, tapi terkadang prakteknya sendiri banyak kok Anak2 atau cucu2 perusahaan yang dibentuk cuma untuk menempatkan orang orang terntu diposisi CEO dan sebagainya. Udah rahasia umum, pembentukan satu entitas baru dikarenakan ada keluarga pejabat yang perlu diberi posisi.
profile picture
nowbitool
kaskus maniac
@stress.sarap KKN nya ini yg jelek sebenarnya, makanya kerjaan perusahaan negara laporannya sering rugi emoticon-Cape d.... Sialnya bukannya di tutup tapi di cover terus, klo perusahaan swasta laporan rugi itu anak cucu perusahaan pasti di tutup divisinya..
profile picture
@nowbitool Karena swasta jelas bosque, Pemegang sahamnya bener - bener pemilik uang jadi pasti mereka akan benar - benar secure akan duit mereka.
Lah BUMN ini yang gak jelas, pemegang sahamnya pemerintah karena sahamnya dari duit negara bukan duit pribadi si pejabat, yah mau rugi berapapun itu BUMN gak akan buat rugi mereka, jadi mereka nothing to lose ngurusnya.
Dan kita juga tau banyak pekerjaan2 BUMN yang sifatnya titipan pemerintah, BUMN jadi sapi perah pemerintah. Contoh sederhana, dulu ada program di pertamina namanya Jaringan gas, dimana di beberapa daerah di Indonesia RUmah rumah masyarakat sudah dialiri GAS melalui jaringan Pipa, dan itu Gratis biaya pemasangan dan juga harga gas sangat jauh dibawah LPG bayangkan cuma 20rb dalam untuk 1 bulan pemakaian. secara profit pertamina pasti rugi karena investasi pembangunan jalur pipa itu sangat besar, tetapi dari sisi lain ada program pemerintah yang harus dipenuhi, mau tidak mau pertamina harus menanggung kerugian tersebut.
Jadi kalau ada yang bicara BUMN rugi artinya salah urus yah gak bisa dibilang gitu juga, tergantung diliat darimana dulu. hahhahaa
profile picture
nowbitool
kaskus maniac
@stress.sarap klo gitu gak ngerjain sesuai amanat undang-undang...

Makanya dlu era Dahlan Iskan BUMN banyak yg di suruh IPO...

Klo di bilang rugi juga aneh, kan gak gratis pemakaian, masyarakat juga bayar 😔.

Yah balik lagi karena ada kepentingan duit juga...
profile picture
@nowbitool Gitu maksudnya bosque, kalau gw pribadi ya gak papa BUMN strategic itu rugi, karena memang tujuannya untuk ke masyarakat, kalau mau jadi pendapatan negara udah fokus dipajak yang ke swasta aja.
Masyarakat bayar aja masih rugi gimana gratis. hahahaaa.
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di