CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
10 Hari PSBB Transisi, Kasus Corona di Jakarta Pecahkan Rekor
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ee879ac8d9b175c7d105253/10-hari-psbb-transisi-kasus-corona-di-jakarta-pecahkan-rekor

10 Hari PSBB Transisi, Kasus Corona di Jakarta Pecahkan Rekor

Bisnis.com, JAKARTA - Era pembatasan sosial berskala besar masa transisi (PSBBT) DKI Jakartatelah memasuki hari ke-10. Tercatat beberapa kejadian menarik terkait statistik Covid-19terjadi pada masa ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mengingatkan bahwa infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19  belum berakhir.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa sewaktu-waktu menghentikan total segala aktivitas yang sudah diperbolehkan beroperasi, apabila tren Covid-19 kembali memburuk.

Berikut Bisnis rangkum beberapa parameter statistik dari laman Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 DKI Jakarta di corona.jakarta.go.id, sesuai standar pemerintah pusat dalam memantau pelonggaran PSBB suatu daerah:

Angka Reproduksi Efektif

Indikator wajib di ranah epidemiologi untuk menentukan apakah suatu daerah dinyatakan aman untuk beraktivitas dengan pembatasan minimal, yakni reproduction number (Rt).

Angka Rt merupakan tingkat orang yang tertular dari satu orang positif Covid-19. Sebagai contoh, apabila angka Rt = 2, berarti satu pasien berpotensi menulari rata-rata dua orang, Rt = 3 berarti satu pasien berpotensi menulari rata-rata tiga orang, dan seterusnya. Artinya, angka reproduksi efektif ideal berada di bawah 1.

Dalam laman www.thebonza.com milik perusahaan analisis big data Bonza Teknologi Indonesia, DKI Jakarta kini memiliki angka 0,99 per 15 Juni 2020.

Ketika memutuskan untuk menerapkan PSBBT, Anies mengungkap bahwa Rt DKI Jakarta pun berada di angka 0,99. Sementara selama PSBBT digelar, angka Rt Jakarta ini berturut-turut:

5 Juni 2020 = 1,00

6 Juni 2020 = 1,09

7 Juni 2020 = 1,17

8 Juni 2020 = 1,22

9 Juni 2020 = 1,24

10 Juni 2020 = 1,19

11 Juni 2020 = 1,12

12 Juni 2020 = 1,07

13 Juni 2020 = 1,01

14 Juni 2020 = 0,99

15 Juni 2020 = 0,99

Penambahan Kasus Harian

Pertambahan kasus setiap hari merupakan salah satu indikator epidemiologi lainnya di samping angka Rt.

Menariknya, laman corona.jakarta.go.id mencatat Jakarta justru memecahkan rekor kasus harian di era PSBBT, tepatnya Selasa (9/6/2020) dengan penambahan kasus harian mencapai 234 kasus.

Angka ini mengalahkan rekor DKI Jakarta sebelumnya yaitu 223 kasus yang tercatat ada pada 16 April 2020.

Selain itu, apabila dibandingkan PSBB sebelumnya, penambahan kasus selama PSBBT memang tampak meningkat karena didominasi angka di atas 100 kasus.

Berikut tren kasus harian Jakarta selama PSBBT:

5 Juni 2020 = 84 kasus

6 Juni 2020 = 102 kasus

7 Juni 2020 = 120 kasus

8 Juni 2020 = 91 kasus

9 Juni 2020 = 239 kasus

10 Juni 2020 = 147 kasus

11 Juni 2020 = 129 kasus

12 Juni 2020 = 76 kasus

13 Juni 2020 = 120 kasus

14 Juni 2020 = 115 kasus

15 Juni 2020 = 105 kasus

Namun demikian, Pemprov DKI Jakarta menjelaskan bahwa kenaikan ini terjadi karena semakin masifnya active case finding jajaran puskesmas di tempat umum dan daerah rawan.

Anies menekankan bahwa kebanyakan kenaikan kasus Covid-19 akibat suatu kegiatan tertentu pada 2 minggu sebelumnya.

Kapasitas Rumah Sakit

Menurut standar WHO, suatu daerah bisa mulai melakukan pelonggaran apabila tingkat okupansi rumah sakit (RS) telah berada di bawah 60 persen. Hal ini, karena sisa kapasitas RS di suatu daerah harus cukup pula untuk melayani pasien non-Covid-19.

Dalam laman corona.jakarta.go.id, memang tak terpampang langsung kapasitas RS. Namun, kita bisa melihat tren jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RS setiap harinya. Berikut perinciannya selama PSBBT:

5 Juni 2020 = 1.633 pasien

6 Juni 2020 = 1.635 pasien

7 Juni 2020 = 1.445 pasien

8 Juni 2020 = 1.448 pasien

9 Juni 2020 = 1.442 pasien

10 Juni 2020 = 1.427 pasien

11 Juni 2020 = 1.446 pasien

12 Juni 2020 = 1.424 pasien

13 Juni 2020 = 1.419 pasien

14 Juni 2020 = 1.368 pasien

15 Juni 2020 = 1.390 pasien

Kapasitas Tes

Jakarta terbilang telah memiliki kapasitas tes laboratorium yang cukup. Pasalnya, WHO menyaratkan jumlah tes per 1 juta penduduk bisa mencapai 3.500 jika hendak melakukan pelonggaran PSBB. Adapun, kapasitas Jakarta bisa mencapai sekitar 5.500 tes per 1 juta penduduk.

Sebagai perbandingan, negara tetangga Malaysia mencatatkan angka 14.304 tes per 1 juta penduduk, Thailand 4.099, Vietnam 2.828, dan Filipina 2.238. Selain itu, kapasitas tes di India sebanyak 1.744, sementara Brazil 3.462 tes per 1 juta penduduk

Berikut tren pembuktian tes untuk orang terduga Covid-19 baru dan spesimen yang dites di DKI Jakarta selama PSBBT:

5 Juni 2020 = 1.052 orang / 3.640 spesimen

6 Juni 2020 = 1.831 orang / 4.373 spesimen

7 Juni 2020 = 1.920 orang / 2.501 spesimen

8 Juni 2020 = 1.762 orang / 3.342 spesimen

9 Juni 2020 = 2.898 orang / 4.322 spesimen

10 Juni 2020 = 3.684 orang / 5.153 spesimen

11 Juni 2020 = 1.387 orang / 3.503 spesimen

12 Juni 2020 = 2.282 orang / 4.509 spesimen

13 Juni 2020 = 3.308 orang / 6.668 spesimen

14 Juni 2020 = 1.693 orang / 2.017 spesimen

https://m.bisnis.com/jakarta/read/20...pecahkan-rekor

Luar biasa pak anies
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 3 lainnya memberi reputasi
manajemen angka saja
di luar DKI test massive swab corona sudah gencar dari bulan puasa, makanya banyak cluster penyebaran ditemukan, satu desa satu kecamatan bisa di isolasi semua

sedangkan di DKI Jakarta baru2 ini saja test massive dilakukan
profile-picture
extreme78 memberi reputasi
profile picture
hiu.samudera
aktivis kaskus
https://www.merdeka.com/jakarta/pemp...-covid-19.html

https://nasional.kompas.com/read/202...endah?page=all

Dalam kesempatan yang sama, Yurianto mengakui bahwa rasio antara uji spesimen dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia masih rendah. Data Worldometer yang diakses pada Jumat (12/6/2020) mencatat, terdapat 1.752 tes dari setiap satu juta orang di Indonesia.

Yuri lalu membandingkannya dengan data di DKI Jakarta, yang menurut dia menunjukkan bahwa pemerintah telah menangani pandemi dengan baik. "Jika angka kita ini kita analogikan dengan apa yang telah dilakukan Pemerintah DKI, maka kita lihat per satu juta penduduk di DKI pemeriksaan sudah dilaksanakan sebanyak 17.954 orang," ujar dia.

====

Jumlah spesimen DKI aja hampir setengahnya nasional.. gimana bisa bilang daerah lain yang lebih massive..
profile picture
caliber
kaskus maniac
@hiu.samudera DKI hanya berfokus pada kontak erat PDP saja, sangat sedikit test massif di tempat2 keramaian. pasien sakit dgn commorbid tinggi baru di rapid test atau di swab test. ga ada upaya jemput bola secara random

baru mulai test massif bulan juni ini saja itupun baru di pasar2 tradisional saja untuk pedagang. ga percaya? tanya aja gugus tugas covid DKI
profile picture
hiu.samudera
aktivis kaskus
@caliber coba cek lagi berita maret dan april...test massive sudah pernah dilakukan seperti di mesjid dan asrama bethel petamburan karena ada yang terdetect.. Cuma kan cuma jadi olok olokan..

Bagi gw sih dengan banyaknya spesimen test DKI sudah menunjukkan massive nya pengecekan di dki.. Terlepas bagaiamana cara nya dilapangan.. Mungkin ada pertimbangan efektivitas..
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di