CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Mengenal tentang Antifa, Kelompok yang Disebut Teroris oleh Donald Trump
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ed5bcf088b3cb7ae0124303/mengenal-tentang-antifa-kelompok-yang-disebut-teroris-oleh-donald-trump

Mengenal tentang Antifa, Kelompok yang Disebut Teroris oleh Donald Trump


KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memasukkan kelompok Antifa (anti- fasis) ke dalam daftar kelompok teroris. Pernyataan itu keluar setelah demonstrasi besar meletus di AS memprotes kematian George Floyd terjadi di 30 kota. "Amerika Serikat akan memasukkan Antifa sebagai organisasi teroris," ujar presiden berusia 73 tahun itu dalam kicauannya di Twitter. 

Siapakah kelompok Antifa? 
Antifa merupakan payung dari pergerakan sayap kiri ekstrem tanpa ada kepemimpinan pasti. 
Kelompok itu menentang ideologi sayap kanan ekstrem, di mana mereka melawan neo-Nazi atau kelompok supremasi kulit putih dalam setiap aksinya. Dilansir dari The New York Times, Senin (1/6/2020), istilah " antifa" pertama kali digunakan pada 1946. Kata itu diambil dari frasa Jerman yang menandakan sikap oposisi terhadap Nazisme. Salah satu kelompok pertama di AS yang menggunakan nama itu adalah Rose City Antifa yang didirikan pada 2007 di Portland, Oregon. Kelompok itu memiliki banyak pengikut di media sosial dan sering kali membagikan artikel berita berisi identitas serta informasi pribadi tokoh-tokoh kanan. 
Usai Presiden Donald Trump terpilih sebagai presiden pada 2016, lebih banyak orang mulai bergabung dengan gerakan itu di AS. 

Siapa anggotanya? 
Sulit mengetahui berapa banyak orang yang mengklaim dirinya sebagai anggota Antifa. Para pengikutnya mengakui bahwa gerakan itu bersifat rahasia, tidak memiliki pemimpin resmi, dan diorganisir ke dalam sel-sel lokal yang otonom. Antifa disebut-sebut merupakan satu-satunya gerakan aktivis yang konsisten menentang kelompok sayap kanan dalam beberapa tahun terakhir.

Anggota Antifa berkampanye menentang tindakan yang mereka pandang otoriter, homofobik, rasial, atau xenofobik. Meski tidak berafiliasi dengan kelompok kiri lain, sejumlah anggotanya terkadang bekerja dengan jaringan aktivis lokal lain yang berkumpul di sekitar permasalahan yang sama, seperti gerakan Occupy atau Black Lives Matter. 


Tujuan 
Para pendukung Antifa umumnya berusaha menghentikan apa yang mereka lihat sebagai kelompok fasis, rasial, dan sayap kanan. Mereka beranggapan bahwa ide-ide tersebut mengarah pada penargetan kaum marginal, termasuk ras minoritas, perempuan, dan anggota komunitas LGBTQ. "Argumennya adalah bahwa militan anti-fasisme secara inheren membela diri mereka karena kekerasan yang didokumentasikan secara historis yang diajukan oleh kaum fasis," kata Mark Bray, seorang dosen sejarah di Dartmouth College dan penulis Antifa: The Anti-Fascist Handbook. Banyak anggota Antifa juga berpartisipasi dalam bentuk pengorganisasian masyarakat yang lebih damai, tetapi mereka percaya bahwa menggunakan kekerasan dapat dibenarkan. Sebab, mereka menganggap jika kelompok rasial atau fasis dibiarkan berorganisasi dengan bebas, maka akan menghasilkan kekerasan terhadap kaum marginal. 

Apa bedanya dari kelompok lain? Bray mengatakan, kelompok Antifa sering menggunakan taktik yang mirip dengan kelompok-kelompok anarkistis, seperti berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng. Dikutip dari BBC, taktik itu dikenal dengan "blok hitam" yang memungkinkan mereka untuk bergerak bersama sebagai satu kelompok anonim. Kelompok-kelompok itu juga memiliki ideologi yang tumpang tindih, karena sering mengkritik kapitalisme dan berupaya membongkar struktur otoritas, termasuk pasukan polisi.

Sumber : https://www.kompas.com/tren/read/202...d-trump?page=2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh KASKUS.HQ
Balasan post autumnfairy
Malah jadi kerjaanya dia yaa, jadi alat dia nih. malah dapat cuan tiap periode pemerintahan, mangkanya susah di bubarin emoticon-Ngakak (S)
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di