CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Female / Sista /
Bagaimana agar Orangtua Bisa Sabar Seperti Guru saat Bantu Anak Belajar?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ecea63468cc95702e1df852/bagaimana-agar-orangtua-bisa-sabar-seperti-guru-saat-bantu-anak-belajar

Bagaimana agar Orangtua Bisa Sabar Seperti Guru saat Bantu Anak Belajar?


Foto: www.istockphoto.com

Oke, mungkin tidak sesabar guru—tapi paling tidak memiliki 60% kadar kesabaran para pendidik hebat itu ketika mengajarkan anak belajar di rumah. Adakah caranya agar kita sebagai orangtua memiliki kesabaran ekstra terutama di periode home learning yang tidak ada yang tahu kapan berakhirnya ini?

“Sebaiknya orangtua mengatur ekspektasi dan fleksibilitas, karena saat ini kondisinya sedang tidak ideal, begitupun untuk proses belajar mengajar anak,” kata Erika Kamaria Yamin, M.Psi., Psikolog, C.Ht., CPS, seorang psikolog pendidikan di IDEplus Growing Centre, sebuah lembaga pengembangan karakter untuk anak dan remaja.

“Penting juga bagi orangtua untuk belajar menerima jika hasilnya tidak sempurna. Dengan bisa atur ekspektasi di awal, maka orangtua bisa lebih tenang dan tidak stres saat menjalankan tanggung jawab ini,” tambahnya.

Apa yang Hal Sebaiknya Diketahui Orangtua tentang Menjadi Guru di Rumah?



Foto: www.gettyimages.com


Erika membocorkan bahwa seorang anak bisa belajar banyak hal ketika di rumah, tidak hanya tugas sekolah, melalui beragam kegiatan.

“Perlu diingat bahwa ada tiga aspek belajar pada anak, yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun, kebanyakan tugas sekolah meng-cover bagian kognitif saja. Sementara, aspek afektif yang meliputi sikap, perilaku, minat, nilai, sosial dan emosional juga perlu dikembangkan,” bebernya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa ada hal penting yang terjadi ketika anak diajak untuk membantu pekerjaan di rumah. Atau saat diajarkan untuk belajar respek ketika orangtua sedang bekerja sendiri. Atau, saat diajarkan untuk mengurus diri sendiri, dan diberikan kesempatan melakukan hobinya, atau memberi sumbangan kepada pihak yang terdampak COVID-19.

Yakni, “Pada saat itu anak sedang belajar kemandirian, tanggung jawab, peduli, menghargai yang merupakan aspek pembelajaran afektif,” jelasnya.

Dan untuk tidak menjadikan proses pembelajaran itu menjadi sebuah beban, “Lakukan aktivitas tersebut dengan pola pikir fun, menyenangkan,” sarannya.

Soalnya, “kondisi pandemik menghadirkan beragam negatif. Takut, khawatir, cemas. Anak bosan di rumah, kangen dengan teman-teman dan guru. Jadi, jangan tambah lagi beban anak dengan banyak tuntutan. Buat suasana menjadi menyenangkan. Mudah atau sulit pelajarannya, berhasil atau gagal, yang penting sudah usaha, tetap jalankan dengan fun,” anjurnya.

Banyak Prioritas Saat Home Learning dan Bekerja dari Rumah—Bagaimana Mengurutkannya?



Foto: www.gettyimages.com


Ah, mungkin di periode seperti ini, kamu berharap memiliki puluhan kaki seperti ulat kaki seribu, delapan lengan seperti gurita, dan setangguh kecoa. Ada begitu banyak pekerjaan dan tanggung jawab, mana yang harus didahulukan?

“Disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing dan disepakati bersama dengan anggota keluarga lain di rumah,” jawab Erika.

Hal ini termasuk dalam seberapa terlibat kamu saat mendampingi anak belajar. “Tentunya, semakin dewasa anak, pendampingan yang dibutuhkan semakin minim,” ujarnya.

Mungkin trik ini bisa membantu, yakni dengan menyusun jadwal dan berbagi tugas. “Misalnya, tentang kapan saja ibu mendampingi anak belajar? Apakah ayah memungkinkan untuk juga mendampingi anak belajar? Apakah ada pekerjaan rumah yang anak dapat bantu lakukan? Hal ini sekalian untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab anak,” paparnya.

Intinya, sebisa mungkin lakukan rutinitas yang sudah disepakati. “Ini penting untuk membangun mood dan semangat belajar,” tambahnya. “Juga buat jadwal dan sediakan lokasi untuk anak belajar dan orangtua bekerja,” imbuhnya.

Adakah Trik untuk Belajar Bersabar dan Kreatif seperti Guru?



Foto: www.istockphoto.com


Jawaban atas pertanyaan ini, pastinya: dibutuhkan waktu untuk memiliki level kesabaran seperti para guru di sekolah.

Sebagai langkah pertama untuk memiliki kesabaran, seperti yang sudah disampaikan oleh Erika, adalah dengan memiliki ekspektasi yang masuk akal. Lalu, “jalin komunikasi dengan guru dan pihak sekolah. Dan cari referensi aktivitas di rumah dari berbagai sumber yang pilihannya ada banyak,” katanya mencontohkan IDEplus sebagai tempat yang menyediakan permainan edukatif untuk anak selama di rumah.

Namun, hei, kita hanyalah manusia biasa yang pasti merasa capek dan kesal. Jadi, apakah etis mengungkapkan rasa lelah kepada anak? Misalnya saat pekerjaan rumah anak tidak ada habisnya, sementara piring dan baju kotor menumpuk, dan kamu belum sempat mandi (untung sudah gosok gigi)?

“Sangat boleh,” tegasnya.

Jika kamu ingin tahu bagaimana cara melakukannya, Erika menyarankan untuk mengungkapkannya dengan asertif dan tidak melukai harga diri anak. Yakni, dengan gunakan i-message. Misalnya dengan mengatakan, “Mama/Papa merasa + (emosi yang dirasakan) + karena (penyebab muncul perasaan itu). Jadi, Mama/Papa harap + (perilaku yang diharapkan).”

Tidak hanya bisa menyampaikan perasaanmu dengan tepat, “cara ini juga bisa melatih dan mengembangkan rasa empati pada anak,” jelasnya.

Dan sejujurnya, kesabaran tidak hanya dibutuhkan saat mengajari anak di rumah. Sabar juga super dibutuhkan untuk agar tetap waras dan positif selama pandemik ini. Pasalnya, tidak ada yang tahu kapan masa ini akan berakhir dan semuanya kembali ke kondisi normal.

Nah, Jika kamu membutuhkan beberapa trik simpel, ini saran Erika.

√ Biasakan bersyukur. “Tulis hal-hal apa yang bisa disyukuri selama masa di rumah ini. Misalnya, jadi punya lebih banyak waktu dengan anak. Atau, kalau sibuk artinya masih ada pekerjaan yang bisa dilakukan,” jelasnya.

√ Enjoy the present moment.

√ Curhat kepada orang yang bisa dipercaya. Curhat dapat meringankan sampai dengan 50% beban yang dirasakan,” katanya.

√ Isi hari-hari dan pikiran dengan hal-hal yang positif.









Sumber : https://www.limone.id/cara-orangtua-...jar-di-rumah/
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 2 lainnya memberi reputasi
Setuju banget nih, dengan kita mendampingi anak belajar di rumah, kita bisa pula mengajarkan anak hal-hal penting untuk anak kita seperti melatih tanggungjawab, rasa empati / peduli dan menghargai orang lain.
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di