CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Sang Penghakim Dari Italia
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ec4f0a5e83c721bae4fcc36/sang-penghakim-dari-italia

Sang Penghakim Dari Italia

Pierluigi Collina (lahir di Bologna, Italia, 13 Februari 1960, umur 60 tahun) adalah seorang penasehat keuangan dan secara umum dianggap sebagai salah satu wasit sepak bola terbaik di dunia sebelum mengundurkan diri pada bulan Agustus 2005. Ia pernah terpilih sebagai Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS enam tahun berturut-turut dari tahun 1998 hingga 2003.
 


Collina masih terlibat dalam dunia sepak bola, sebagai konsultan yang tidak dibayar pada Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia, sebagai Ketua Wasit untuk Federasi Sepak Bola Ukraina sejak 2010 dan sebagai anggota Komite Wasit UEFA.



Karir

Collina kuliah di Universitas Bologna dan lulus dengan mengantongi gelar bidang ekonomi pada tahun 1984. Selama masa remajanya, dia bermain sebagai bek tengah untuk sebuah tim lokal, namun pada tahun 1977 dia menerima tawaran untuk menjadi wasit ketika kelihatan dirinya berbakat untuk melakukan pekerjaan ini.

Dalam kurun waktu tiga tahun dia berhasil mencapai jenjang tertinggi pertandingan regional, sementara pada waktu yang sama ia melaksanakan wajib militer. Pada tahun 1988, dia berkembang secara pesat, bahkan lebih pesat daripada lazimnya seorang wasit, sehingga ia dipromosikan ke divisi nasional tingkat tiga, Serie C1 dan Serie C2. Setelah tiga musim, dia dipromosikan untuk memimpin pertandingan Serie B dan Serie A.

Pada saat itu Collina menderita penyakit alopecia yang parah, sehingga semua rambut dan bulu di kepalanya rontok dan memberinya wajah yang khas dan nama julukan Kojak.

Pada tahun 1995, setelah dia mewasiti 43 pertandingan Serie A, namanya masuk dalam daftar wasit FIFA. Pada Olimpiade 1996, Collina mewasiti lima pertandingan, termasuk pertandingan final antara Nigeria dan Argentina. Dan pada tahun 1999 dia kembali dipercaya memimpin pertandingan final Liga Champions UEFA antara Bayern München dan Manchester United. Dia menyebut pertandingan ini sebagai pertandingan yang paling berkesan karena kontrasnya reaksi berbagai pihak, seperti sorak-sorai pendukung Manchester United di akhir pertandingan seperti raungan singa, kontras dengan mata sedih Lothar Matthäus saat melihat pialanya.



Pada tahun 2002, Collina mencapai puncak karirnya dengan memimpin pertandingan final Piala Dunia antara Brasil dan Jerman. Sebelum pertandingan, Irish Times mengutip ucapan Oliver Kahn, "Collina adalah seorang wasit kelas dunia, tidak ada keraguan mengenai hal itu, tetapi ia tidak membawa keberuntungan, iya kan?" Kahn merujuk pada dua pertandingan terkenal sebelumnya yang wasitnya adalah Collina dan melibatkan Kahn, yaitu Final Liga Champions UEFA 1999 yang telah disebutkan sebelumnya, yang dalam pertandingan itu Bayern kalah 2–1 serta kekalahan Jerman 5–1 dari Inggris pada September 2001. Keberuntungan Kahn tidak berubah dalam final itu dan timnya kalah 2–0.



Collina juga merupakan wasit pada pertandingan final Piala UEFA pada tahun 2004 antara Valencia dan Olympique Marseille. Kejuaraan Eropa 2004 adalah turnamen besar terakhirnya karena pada Februari 2005, dia mencapai batas usia pensiun.

Tahun 2004 adalah tahun terakhirnya sebagai wasit turnamen internasional karena usianya telah mencapai 45 tahun. Collina pensiun pada Agustus 2005. Federasi Sepak Bola Italia menaikkan usia pensiun wasit menjadi 46 untuk mengakomodasi Collina, sehingga dia bisa berkarya satu tahun lagi. Tapi, sebuah sengketa muncul antara federasi ini dan Collina pada awal musim 2005/2006 ketika Collina memutuskan untuk menandatangani sebuah persetujuan sponsor dengan Opel. Karena Opel juga merupakan sponsor A.C. Milan, maka persetujuan ini dianggap merupakan sebuah kasus kolusi besar dan Collina tidak diperbolehkan untuk mewasiti pertandingan top di Italia lagi. Di sisi lain, Collina menanggapinya dengan mengundurkan diri dan secara efektif pensiun sebagai seorang wasit.

Meski Collina secara umum dihubungkan dengan sepak bola, klub olahraga favoritnya adalah sebuah klub bola basket. Collina merupakan seorang pendukung berat Fortitudo Bologna, salah satu klub utama Eropa. Setelah mengundurkan diri dari profesi sebagai wasit, dia mengaku bahwa ia merupakan seorang pendukung S.S. Lazio.

Pada Desember 2006, ia ditunjuk sebagai konsultan Asosiasi Wasit Liga Italia. Collina membantu Ketua Wasit Liga Italia Cesare Gussoni.



Kehidupan Pribadi

Tahun 1988, Collina bertemu dengan Gianna, seseorang yang akan menjadi istrinya, di Versilia. Tidak lama setelah bertemu, mereka hidup bersama, lalu mereka pindah ke kota Viareggio. Setelah menikah, pasangan itu memperoleh dua orang putri. Tahun 2003, ia menerbitkan otobiografinya, Le Mie Regole del Gioco (Aturan-Aturan Pertandinganku). Setelah pensiun, ia berkonsentrasi pada bisnisnya sendiri sebagai penasihat keuangan.

Sejak Collina berperan sebagai wasit utama dalam pertandingan babak penyisihan Piala Dunia 2002 antara Jepang dan Turki, dia menjadi terkenal di Jepang dan muncul dalam iklan televisi untuk produk takoyaki beku. Collina juga sangat populer di Turki karena dalam pertandingan-pertandingan yang dipimpinnya, tidak ada tim sepak bola Turki, baik nasional maupun klub, mengalami kekalahan.



Prestasi

Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS: 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003

Gelar kehormatan : Doctor of Science (2004), dianugerahi oleh Universitas Hull untuk kontribusinya pada dunia olahraga.

Hall of Fame Sepak Bola Italia : 2011



Sumber : Wikipedia



profile-picture
profile-picture
profile-picture
notagoodman dan 42 lainnya memberi reputasi
seandainya colina yg jadi wasit korsel vs italy (tahun berapa yak lupa) .
profile-picture
profile-picture
margopati2 dan Isda555 memberi reputasi
profile picture
TS Isda555
kaskuser
2002 ganemoticon-Big Grin
profile picture
kacangpanda
kaskus addict
2002, pas Italy dikerjain habis2an sama wasit emoticon-Matabelo
profile picture
TS Isda555
kaskuser
@kacangpanda bukan hanya italynya gan tapi hampir seluruh dunia🤣
profile picture
kontholl
kaskus holic
Italia sama spanyol dikerjai habis2an waktu itu, dan sampe sekarang ane ga pernah suka sama timnas sepakbola korsel walaupun sama2 berasal dari asia emoticon-Najis
profile picture
TS Isda555
kaskuser
@kontholl tuan rumah gan pada saat itu, wasit merangkap bajak laut alias tutup sebelah mata🤣
profile picture
kontholl
kaskus holic
@Isda555 sejak piala dunia 2002 ane suka puas banget kalo liat korsel gugur, baik itu piala dunia ataupun piala asia emoticon-Najis
profile picture
margopati2
kaskus addict
sebel banget ma korsel , cuman Colina dari Italia, ngk mungkin jadi wasit nya
profile picture
yueda
kaskus addict
ane gak menyangka KorSel yg notabenenya negara Asia Timur yg menjunjung tinggi nilai-nilai kepatutan dan kedisplinan yg tinggi malah melakukan tindakan brengsek kaya gitu.


Baru pertama kali sepanjang sejarah Piala Dunia ada negara yg berani menyogok wasit demi kepopuleran negara mereka. Seharusnya bukan hanya wasitnya aja yg di banned seumur hidup, tapi timnas Korsel juga ..
profile picture
yaa nggak mungkin lah.. collina kan dari italia. dia bisa mimpin partai final atau partai klub di turnamen uefa sepanjang yang main bukan timnas italia atau klub italia
profile picture
ohinsana
kaskus holic
yah ga bisa lah wasit colina,kan asal dia dari italy.ada regulasinya wasit tidak boleh dari negara yg sama ato regoin yang sama pada pertandingan internasional.
profile picture
irmanblackcore
kaskus addict
waktu itu korsel pelstihnya Guus Hiddink kan ya?
karmanya malah kena pas di chelsea vs barca 2009 ucl final
profile picture
TS Isda555
kaskuser
@kontholl sampai segitu kesalnya ya gan? 😅 dan mereka melakukannya lagi pada piala dunia kemarin, korban kali ini adalah Jerman walaupun pada akhirnya keduanya sama2 tidak lolos,kali ini mereka melakukannya dengan fair gan, Jerman yg butuh kemenangan trs menyerang dan akhirnya malah kebobolan 2😓
profile picture
madjezzt
kaskus maniac
harusnya jimmy napitulu aja ya bre
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di