CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Panduan Berdebat dengan Orang 'Maaf' (Gobl*k)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8fec42facb9510655f6d79/panduan-berdebat-dengan-orang-maaf-goblk

Panduan Berdebat dengan Orang 'Maaf' (Gobl*k)



Halo gan, udah lama ga nge thread karna gue males. Gue nge-thread cuma sekedar nyampe-in apa yang ada dipikiran gue . Terserah mau baca atau kagak , gak masalah !

Dan gue ngetrit BUKAN untuk nyari uang kreator, ngemis cendol , bahkan ngemis rate ataupun nyari HT . Karena gue kemaren baru aja ketemu sama orang goblok di salah satu Sub forum di kaskus ini . Mungkin tu orang sekarang dah pensi ngaskus kali.. wkwkwk


Quote:


Oke langsung aja emoticon-Ngacir


Untuk agan-agan di luar sana, yang kebetulan terjebak berdebat dengan orang goblok belakangan ini. Nah, ini ada beberapa panduan yang bisa kamu coba.

Orang goblok memang cenderung bodoh, tapi dia tidak mengakui kebodohannya. Malah makin goblok... ya kan?

Hampir semua orang sepakat, berdebat dengan orang goblok itu adalah pekerjaan sia-sia. Kalah memalukan, menang nggak bisa jadi kebanggaan. Lah iya dong, apanya yang keren menang debat sama orang goblok? emoticon-Amazed


Namun, ada kalanya muncul situasi yang mengharuskan orang mau repot berdebat dengan orang goblok. Terutama untuk situasi di mana kegoblokan macam ini bisa mencelakakan orang lain. Ya seperti kasus corona terbaru, di mana masih aja muncul orang-orang yang menolak social distancing dengan embel-embel agama.

emoticon-DP

Mau berbusa-busa logika dan dalil agama yang dipaparkan, orang-orang ini masih aja ngeyel dengan kegoblokannya bahwa agama hadir udah jadi solusi tanpa perlu peduli lagi. Seolah menafikan bahwa banyak pula pemuka agama yang telah menyuruh umatnya untuk BERFIKIR juga.

Nah, untuk kamu-kamu di luar sana, yang kebetulan terjebak berdebat dengan orang model begini. Nih, ada beberapa panduan yang bisa diterapkan :


1. Tetep have fun


Baiklah, kita semua tahu, berdebat dengan orang goblok itu selalu berhasil menyentil emosi.emoticon-Betty (S)Terutama kalau orang goblok ini membicarakan hal di luar substansi plus malah mulai menyerang personal.

Contohnya, “Lah kamu aja ngomongnya kayak emak-emak di pasar gitu, mana bisa dipercaya, tolol?”

Itu adalah salah satu contoh bagaimana orang goblok bisa memantik rasa amarah dari lawan debatnya. Bukan demi mencecar pesan yang kamu sampaikan, tapi sedang “membunuh karakter si pembawa pesan”.

Tujuannya cuma satu, kamu jadi marah lantas ambyar udah argumentasimu. Di saat kamu terpancing emosi, di saat itulah kamu kalah.

Ya iya dong, sama orang goblok kok bisa-bisanya marah? Kamu goblok atau gimana?
emoticon-Bingung

Cara berpikir yang bisa membuatmu bertahan adalah tetap anggap itu sebagai permainan yang menyenangkan. Ingat, kamu sedang berhadapan dengan orang goblok, bukan sama calon mertua, jadi nggak perlu serius-serius amat.


Quote:


2. Tetap ofensif


Cara bertahan terbaik adalah selalu menyerang. Ini cukup ampuh dipraktikkan di segala lini kompetisi. Dari main bola, main dakon, main remi, sampai permainan debat dengan orang goblok.

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh kita ketika didebat orang goblok adalah kita sering terlena untuk mempertahankan argumentasi yang sudah disampaikan. Sehingga jadi sibuk menjawab satu demi satu pertanyaan-pertanyaan goblok.

Contohnya, saat bilang bahwa ada baiknya ibadah di rumah saja jangan di masjid dulu untuk daerah-daerah yang rawan corona, lalu orang goblok ini malah menyeru untuk tetap meramaikan masjid. Di saat bersamaan ada aja orang-orang goblok yang masih percaya seruan pembatasan ini adalah konspirasi agar umat Islam jauh dari masjid.

“Lah, kenapa masjid aja yang disuruh dikosongkan, tempat ibadah lain nggak disuruh ngosongin tuh? Mal dan pusat belanjaan masih ramai juga tuh?”


Tanpa mau peduli bahwa seruan ini datang dari Majelis Ulama Indonesia, lembaga yang emang khusus ngurusi umat Islam doang, bukan ngurusi umat non-muslim atau ngurusin pengunjung mal.

Nah, ketika kamu mendapati pertanyaan goblok kayak gitu, ada baiknya kamu jangan berada pada situasi defensif. Jangan sampai kamu ngejawab ala kadarnya. Dengan niat hati ingin mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan, plis, jangan.

Percaya aja, khusus untuk ngadepin orang model kayak begini, jangan pernah berniat memberi pencerahan. Soalnya orang begini bukan nyari pencerahan, mereka cuma orang cari keributan.


emoticon-linux2


Oleh karena itu, ada baiknya kamu ofensif. Mencari premis-premis orang ini. Bukan malah menunggu ditanya-tanya mulu. Misalnya, ketika kamu ditanya seperti contoh di atas tadi. Cara terbaik adalah jangan kamu jawab, tapi balik tanyain.


Misalnya kamu bisa tanya, “Kok tahu tempat ibadah lain nggak dikosongin? Ibadahnya nggak di masjid ya, Mas?”

Atau tanya kayak gini, “Kok sampeyan tahu mal dan pusat perbelanjaan masih ramai? Sampeyan masih doyan ke mal ya?”

Nah, di saat orang ini bakal sibuk menyiapkan jawaban, di situlah ketololan demi ketololan akan muncul dengan sendirinya. Kalau orang ini ngejawab, pakai lagi jawaban itu sebagai bahan untuk bertanya lagi.



3. Pakai jurus satire


Orang goblok selalu suka dianggap pandai.Sebab, ya mana ada sih orang yang mau dibilang goblok? Di alam bawah sadar orang ini pun selalu muncul perasaan jemawa, “Wah, saya ini pinter banget sebenarnya. Cuma saya nggak dapet kesempatan aja sih.”

Nah, oleh sebab itu, panduan berikutnya menghadapi orang goblok adalah dengan memujinya setinggi mungkin. Sanjung setiap premis-premis yang keluar dengan kekaguman tingkat tinggi. Plus jangan sampai mendebat dengan kalimat-kalimat sarkas.


Kayak contoh tadi misalnya, “Kok sampeyan tahu tempat ibadah yang lain nggak dikosongin? Sampeyan ibadahnya nggak di masjid atau bijimana?”

Jangan begitu. Itu contoh kalimat sarkas. Nah, sedangkan ini contoh kalimat satire yang bisa kamu pakai.


“Sampeyan memang betul-betul agen toleransi ya? Bahkan sampai tahu betul rumah ibadah lain nggak dikosongin. Benar-benar salut saya.”

Atau…

“Bahkan dalam situasi pandemi yang ngeri begini, sampeyan sempet-sempetnya survei ke mal dan pusat belanjaan untuk tahu di sana ramai atau nggak.”


Kalau sampai orang ini akhirnya malah merasa benar-benar tersanjung dengan kalimat-kalimat barusan, itu artinya kamu sedang berdebat dengan orang goblok level makrifat betulan. Dan tidak ada faedahnya lagi kamu ngotot berdebat kalau ketemu orang model begini.

“Berdebat dengan orang goblok itu seperti berkelahi dengan babi di kubangan lumpur. Kamunya makin capek, tapi babinya makin girang.”

Tapi lebih baik ngalah aja, daripada debat sama orang goblok .


Quote:





sekian

sumber - referensi - gambar
> opini pribadi
> mojok.co
> Google, mojok.co , dan kaskus image

KJ21 kw - 2020
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 128 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh kamujahat.21.
Quote:


Tapi dirimu gobloknya level makrifat, gak ada yang nandingin kegoblokan dirimuemoticon-Leh Uga
Diubah oleh anakjahanam721
profile picture
ortillo.reborn
kaskus addict
Kamu gobloknya seperti kedelai yang terlahir cacat mental terus kepalanya dihantam pake batu hingga makin idiot, tolol, dongok. emoticon-Tai
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di