CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Spiritual /
Firman Tuhan Harian
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8dfa06c8393a22c9094d81/firman-tuhan-harian

Firman Tuhan Harian

Juruselamat Telah Datang Kembali di Atas "Awan Putih" (Kutipan 1)


Selama ribuan tahun, manusia telah begitu rindu untuk dapat menyaksikan kedatangan sang Juruselamat. Manusia sangat rindu melihat Yesus sang Juruselamat di atas awan putih, saat Ia sendiri turun ke antara mereka yang selama ribuan tahun telah merindukan dan mendambakan-Nya. Manusia telah merindukan agar sang Juruselamat datang dan bersatu kembali dengan umat-Nya, yakni, agar Yesus sang Juruselamat datang kembali kepada orang-orang yang telah dipisahkan dari-Nya selama ribuan tahun. Manusia berharap Ia akan melakukan lagi pekerjaan penebusan yang dahulu dilakukan-Nya di antara orang Yahudi, akan berbelas kasihan dan mengasihi manusia, akan mengampuni dosa manusia, menanggung dosa manusia, dan bahkan menanggung segala pelanggaran manusia serta membebaskan manusia dari dosa. Mereka merindukan Yesus sang Juruselamat tetap sama seperti sebelumnya—Juruselamat yang dicintai, manis, dan dipuja, yang tak pernah murka terhadap manusia, dan tak pernah mencela manusia. Juruselamat ini mengampuni dan menanggung semua dosa manusia, dan bahkan mati di atas kayu salib bagi manusia sekali lagi. Semenjak Yesus pergi, murid-murid yang mengikuti-Nya, dan semua orang kudus yang diselamatkan berkat nama-Nya, terus merindukan-Nya dan menantikan-Nya dengan penuh harap. Semua orang yang diselamatkan oleh kasih karunia Yesus Kristus selama Zaman Kasih Karunia menanti-nantikan datangnya hari kesukaan di akhir zaman, saat Yesus sang Juruselamat datang di atas awan putih dan menampakkan diri di antara manusia. Tentu saja, ini juga keinginan semua orang yang menerima nama Yesus sang Juruselamat saat ini. Di seluruh alam semesta, semua orang yang mengenal keselamatan dari Yesus sang Juruselamat sangat mendambakan kedatangan Yesus Kristus yang tiba-tiba, untuk menggenapi firman-Nya ketika berada di bumi: "Aku akan datang dengan cara yang sama seperti Aku pergi." Manusia percaya bahwa setelah penyaliban dan kebangkitan, Yesus kembali ke surga di atas awan putih, lalu mengambil tempat-Nya di sebelah kanan Yang Mahatinggi. Manusia beranggapan bahwa dengan cara yang sama, Yesus akan turun, sekali lagi di atas awan putih (awan ini mengacu pada awan yang dinaiki Yesus waktu Ia kembali ke Surga), ke antara orang-orang yang sangat mendambakan-Nya selama ribuan tahun, dan bahwa Ia akan mengambil rupa orang Yahudi dan mengenakan pakaian mereka. Setelah menampakkan diri kepada manusia, Ia akan mengaruniakan makanan kepada mereka, dan membuat aliran-aliran air hidup menyembur bagi mereka, dan akan hidup di antara manusia, penuh kasih karunia dan kasih, hidup dan nyata. Demikian seterusnya. Namun, Yesus sang Juruselamat tidak melakukan hal ini; Ia melakukan hal yang bertentangan dengan pemahaman manusia. Ia tidak datang ke antara orang-orang yang mendambakan kedatangan-Nya kembali, dan tidak menampakkan diri kepada semua manusia sembari mengendarai awan putih. Ia sudah datang, tetapi manusia tidak mengenali-Nya, dan tetap mengabaikan -Nya. Manusia hanya menantikan-Nya tanpa tujuan, tanpa menyadari bahwa Ia telah turun di atas "awan putih" (awan yang adalah Roh-Nya, perkataan-Nya, dan seluruh watak-Nya, serta seluruh keberadaan-Nya), dan kini Ia berada di antara sekelompok pemenang yang akan dibentuk-Nya pada akhir zaman. Manusia tidak mengetahui hal ini: Walaupun Yesus, Juruselamat yang kudus itu, penuh kasih sayang dan mengasihi manusia, bagaimana mungkin Ia bekerja dalam "bait" yang didiami oleh roh-roh yang cemar dan najis? Meskipun manusia sedang menantikan kedatangan-Nya, bagaimana mungkin Ia menampakkan diri kepada orang-orang yang memakan daging orang yang tidak benar, meminum darah orang yang tidak benar, mengenakan pakaian orang yang tidak benar, yang percaya kepada-Nya, tetapi tidak mengenal-Nya, dan yang selalu menuntut-Nya? Manusia hanya mengetahui bahwa Yesus sang Juruselamat itu penuh kasih dan belas kasihan, dan Ia adalah korban penghapus dosa yang penuh penebusan. Akan tetapi, manusia tidak tahu bahwa Ia juga adalah Tuhan itu sendiri, yang sangat penuh dengan kebenaran, kemegahan, murka, dan penghakiman, memiliki otoritas serta penuh dengan kehormatan. Oleh karena itu, meskipun manusia sungguh-sungguh mendambakan dan menginginkan kedatangan kembali sang Penebus, dan meskipun Surga tergerak oleh doa-doa manusia, Yesus sang Juruselamat tidak menampakkan diri kepada mereka yang percaya kepada-Nya tetapi yang tidak mengenal-Nya.

dari "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"





profile-picture
profile-picture
profile-picture
hugomaran dan 12 lainnya memberi reputasi

Firman Tuhan Harian - Perintah-Perintah Zaman Baru (Kutipan 1)



Orang harus menunaikan sekian banyak tugas yang harus mereka laksanakan. Inilah yang harus orang-orang lakukan dan selesaikan. Biarkan Roh Kudus melakukan apa yang harus Roh Kudus lakukan; manusia tidak dapat ambil bagian di dalamnya. Manusia harus melakukan apa yang harus dilakukan manusia, yang tidak ada kaitannya dengan Roh Kudus. Tidak melakukan hal yang lain kecuali yang harus dilakukan manusia, dan harus melakukannya sebagai perintah, sama seperti melakukan hukum Taurat Perjanjian Lama. Meskipun saat ini bukan lagi Zaman Hukum Taurat, masih banyak firman sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan, dan firman itu tidak dapat dilakukan semata dengan bergantung pada jamahan Roh Kudus, namun harus dilakukan oleh manusia. Contohnya: Engkau sekalian tidak boleh menilai pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan yang nyata. Engkau sekalian tidak boleh menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Di hadapan Tuhan, engkau harus tahu diri dan tidak boleh bersikap kurang ajar. Berhati-hatilah dalam ucapan dan perkataanmu dan tindakan-tindakanmu haruslah mengikuti pengaturan orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian, Engkau sekalian harus menghormati kesaksian Tuhan. Engkau sekalian tidak boleh mengabaikan pekerjaan Tuhan dan firman yang keluar dari mulut-Nya. Engkau tidak boleh menirukan nada suara dan tujuan perkataan Tuhan. Secara lahiriah, engkau tidak boleh melakukan apa pun yang jelas-jelas menentang orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian. Hal inilah, dan banyak hal lain, yang harus dilakukan setiap orang. Di setiap zaman, Tuhan secara khusus menetapkan banyak aturan sejenis hukum Taurat yang harus dilakukan manusia. Melalui ini, Tuhan membatasi watak manusia dan mengetahui ketulusannya. Misalnya firman yang mengatakan "Hormatilah ayahmu dan ibumu" dari zaman Perjanjian Lama. Firman ini tidak berlaku di zaman sekarang; pada masa itu, firman ini semata berusaha membatasi watak lahiriah manusia, digunakan untuk memperlihatkan ketulusan iman manusia kepada Tuhan, dan sebagai tanda orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Walaupun sekarang ini adalah Zaman Kerajaan, masih banyak aturan yang harus manusia lakukan. Aturan masa lampau tidak diberlakukan; sebab pada zaman sekarang ada lebih banyak penerapan yang lebih sesuai untuk manusia lakukan, dan yang lebih penting. Penerapan-penerapan itu tidak melibatkan pekerjaan Roh Kudus dan harus dilakukan oleh manusia.

Di Zaman Kasih Karunia, banyak penerapan Zaman Hukum Taurat tidak lagi dilakukan karena hukum-hukum ini tidak efektif terutama bagi pekerjaan pada waktu itu. Setelah hukum-hukum ini dikesampingkan, banyak penerapan yang sesuai dengan zaman ini diberlakukan, dan yang menjadi berbagai aturan yang berlaku pada zaman sekarang. Ketika Tuhan zaman sekarang datang, aturan-aturan lama tidak lagi digunakan dan tidak lagi perlu dilakukan, sementara penerapan yang sesuai dengan pekerjaan saat ini diberlakukan. Pada zaman sekarang, penerapan-penerapan ini bukan merupakan aturan, namun bertujuan mencapai suatu dampak; semua itu cocok untuk hari ini—dan besok, siapa tahu, semua itu akan menjadi aturan. Ringkasnya, engkau harus melakukan apa yang menghasilkan buah bagi pekerjaan zaman sekarang. Jangan khawatirkan hari esok: Yang dilakukan hari ini adalah untuk hari ini. Mungkin besok akan ada penerapan yang lebih baik yang harus engkau lakukan—namun jangan terlalu pusingkan hal itu, lakukan saja apa yang harus dilakukan hari ini agar terhindar dari tindakan menentang Tuhan. Pada zaman sekarang, tidak ada yang lebih penting bagi manusia selain melakukan hal berikut ini: Janganlah engkau menipu atau menyembunyikan sesuatu dari Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau mengucapkan perkataan kotor atau congkak di hadapan Tuhan yang berdiri di hadapanmu. Janganlah engkau menipu Tuhan yang ada di hadapanmu dengan ucapan manis dan muluk untuk mendapatkan kepercayaan-Nya. Jangan pernah bertindak tidak hormat di hadapan Tuhan. Engkau harus mematuhi segala perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, tanpa melawan, menentang, atau memperdebatkan firman-Nya. Jangan pula menafsirkan sesuka hatimu firman yang keluar dari mulut Tuhan. Jagalah lidahmu demi menghindarkannya membuatmu menjadi mangsa rencana tipu daya orang fasik. Jagalah langkah kakimu demi menghindarkannya melanggar batas yang telah Tuhan tetapkan bagimu. Melanggar batas akan menyebabkan engkau berkata-kata sombong dan congkak dari sudut pandang Tuhan, yang membuat-Nya jijik terhadapmu. Jangan mengulangi perkataan yang keluar dari mulut Tuhan secara sembarangan dan ceroboh, agar engkau tidak diolok-olok orang lain dan dibodohi Iblis. Haruslah engkau menuruti semua pekerjaan Tuhan zaman sekarang. Bahkan seandainya engkau tidak memahaminya, jangan membuat penilaian atasnya; yang dapat engkau lakukan semata adalah mencari dan bersekutu dengan-Nya. Tiada seorang pun boleh melanggar batas wilayah kekuasaan Tuhan. Tidak ada yang dapat engkau lakukan kecuali melayani Tuhan zaman sekarang dari posisi sebagai manusia. Jangan ajari Tuhan zaman sekarang dari posisimu sebagai manusia—melakukan itu adalah kesesatan. Tidak seorang pun boleh berdiri di posisi orang yang tentangnya Tuhan memberi kesaksian; dalam perkataan, dalam tindakan, dan dalam pikiranmu yang terdalam, engkau harus berdiri di posisimu sebagai manusia. Hal ini harus dipatuhi dan merupakan tanggung jawab manusia, itu tidak dapat diubah oleh siapa pun, dan setiap ketidakpatuhan adalah pelanggaran terhadap ketetapan administratif. Hal ini harus dicamkan oleh semua orang.

Dikutip dari "Perintah-Perintah Zaman Baru"


Pelajari lebih lanjut: Kembalinya Tuhan Yesus——Kilat dari Timur——Keselamatan di Akhir Zaman
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di