CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e8c9632f4ae2f16f60e216d/ineffable---part-1

Ineffable




Suatu hari aku pernah ditanya, apakah itu lukisan?
Aku jawab bukan, itu nyata ada dan bisa kita saksikan kapan saja.
Kemudian aku ceritakan tentang tempat itu, dibilang surga.
Ya, mungkin seperti itulah mudahnya digambarkan, surga sebagai sesuatu yang tak terlukiskan, tidak terbayang sebelumnya dalam pikiran, tidak pernah terlihat sebelumnya oleh mata, dan tidak terdengar sebelumnya oleh telinga, namun kita percaya itu ada dan nyata.

Di antara dua gunung yang terlihat biru, di kelilingi sawah menghijau bertanamkan tanaman padi, jalan berliku menanjak melintasi dua gunung, dengan pohon kelapa atau pohon bambu di sekeliling persawahan, semakin membuat anggun pemandangan nan hijau menyejukkan.

Tak pernah habis membicarakan tentang keindahan alam, bahkan hanya syukur terucap setiap saat, nikmat tiada tara yang tidak akan pernah kita dustakan. sungguh, tak kan pernah bosan tak kan pernah jenuh dengan semua keindahan itu.

Bila ada kesempatan, bila ada waktu, bila ada kemauan, kan kuajak ke tempat itu. menikmati segar udara pegunungan, diiringi gemericik air sungai yang mengalir dari hulu di atas gunung. pada suatu tempat lain tampak dam buatan yang dibuat bersusun sehingga membentuk gugusan air terjun yang semakin membuat mata takjub memandang dan tak henti bersyukur dan selalu betah tidak ingin beranjak dari tempat itu.

Bila beruntung di antara sinar matahari yang mengenai butiran lembut air terjun dan membentuk pelangi kecil, semakin membuat tak ingin beranjak sampai senja tiba. Ditemani minuman hangat atau minuman air kelapa segar akan semakin membuat betah di sana, semilir angin pegunungan juga ikut mendukung yang terasa dengan dingin alami pegunungan.

Dengan sekian alasan itu, cukuplah akan membuat keinginan menjadikan tempat itu sebagai destinasi terakhir yang akan dituju. Karena siapapun akan setuju dan menginginkan hal yang sama.

Berbahagialah bagi yang sudah pernah di sana, dan di sini kita akan berbagi tentang keindahan-keindahan tempat-tempat seperti itu. Sungguh mendengat surga dunia saja sudah begitu indah rasanya, apalagi bila menempati dan tinggal di sana. Siapapun pasti hanya akan berkesan yang indah-indah saja.

Cukuplah ini sebagai pengalaman pribadi yang tertulis dan tempat berbagi segala tentang keindahan alam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
wedusui dan 34 lainnya memberi reputasi
33
Thread sudah digembok


SAAT-SAAT TERAKHIR..

Pernahkah kamu bertanya-tanya..

Di pangkuan siapakah nanti kamu akan menghembuskan nafas terakhirmu?

Pertanyaan yang ngeri ya?

Padahal seharusnya ini adalah pertanyaan yang paling manis.

Karena berbicara tentang siapa yang paling berhak menjadi sandaran kepala kita ketika ruh kita hendak berpisah dari jasad, adalah pembicaraan perihal cinta.

Si dia tempat kita bersandar terakhir haruslah orang yang mencintai kita dengan sungguh-sungguh.

Yang ketika kita menghadapi sakaratul maut, dia tau apa yang musti dia lakukan.

Bukan sekedar menangis, bukan sekedar merengek terisak sambil menyebut nama kita untuk jangan meninggalkannya.

Dia harus bisa mentalqin kita dengan kalimah thayibah;

LAA ILAAHA ILLALLAAH..

Mentalqin hamba yang sedang menghadapi perjuangan terakhirnya, butuh ilmu dan bimbingan.

Siapa tahu kekasihmu wafat dalam pelukmu.

Siapa tahu kekasihmu meregang nyawa ketika sedang berada dalam pangkuan atau dekapmu.

Sudah banyak kisah, ketika nafas seorang ayah tersengal-sengal menjemput ajalnya, anak-anaknya hanya bisa menangis, tak tahu harus bagaimana berbuat dan memperlakukan ayahnya.

Jutaan cerita ketika seorang istri tak lagi bisa berkata apa-apa, hanya menetes air mata sambil berbisik menitipkan buah hatinya agar dirawat dan dibesarkan ayahnya dengan kasih sayang..

Suaminya hanya bisa menatap iba, tak keluar sepatah kata pun sebagai pesan terakhir untuk diucapkan istrinya menjemput akhir hidupnya.

Sebuah wasiat indah, pengantar ruh menuju surga.

Dari manusia paling utama yang namanya senantiasa disebut-sebut dengan penuh kasih sayang di setiap keping zaman; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau berpesan,

“Talqinlah (diktelah/ tuntunlah) seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat:

‘Laa ilaaha illa Allah..” (Hadits Shahih Riwayat Muslim)

Sungguh, kalimat yang terakhir diucapkan seorang hamba ketika menjelang wafatnya haruslah kalimat yang paling bagus, paling indah, paling utama.

Dan tidak ada kalimat yang lebih indah daripada kalimat “Laa ilaaha illa Allaah..”

Karena, kalimat inilah yang menjadi sebab Allah memasukkan seseorang ke surga, ketika kalimat ini menjadi kata-kata terakhir yang keluar dari lisannya menjelang ajal.

Beliau bersabda,

“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah” maka dia akan masuk surga..”

(Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)

Lantas bagaimana cara mentalqin seorang hamba yang sedang hadapi ajalnya?

Apakah kita bacakan ayat-ayat dari Al Quran, bacakan tahlilan, atau berulang-ulang kita bisikkan kalimat “Laa ilaah illa Allaah..?”

Tidak.

Cukup sekali saja membisikkannya.

Perhatikan, apakah dia bisa menirukannya.

Jika sudah bisa menirukan, tahan lisan.

Jangan sampai dia berkata-kata lagi selain “Laa ilaah illa Allaah..”

Kalau dia mengigau lagi atau mengucapkan kata-kata, tunggu diamnya, bisikkan lagi “Laa ilaah illa Allaah” sampai kamu tau dia menirukannya.

Begitu seterusnya sampai ruhnya terlepas dari jasadnya, sehingga kata-kata terakhir yang keluar dari lisannya adalah, “Laa ilaah illa Allaah.."

Dan dia menjemput kemenangan meraih husnul khatimah..

Mudah-mudahan Allah karuniakan kepada kita semua husnul khatimah dan masuk surga semuanya..

Berkumpul dengan keluarga dan kekasih yang kita sayangi..

profile-picture
profile-picture
profile-picture
eni050885 dan 2 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di