CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Patuh itu... sulitkah??? πŸ€”
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e9f185988b3cb3c45308d9f/patuh-itu-sulitkah

Patuh itu... sulitkah??? πŸ€”

Tadi sore saat saya berkendara motor (dibonceng suami 😁), didepan saya ada dua motor yang melaju dengan pelan saling berdampingan. Cara mereka berkendara membuat kendaraan-kendaraan yang di belakangnya menjadi β€˜kagok’ dan β€˜bingung’ (apa bahasanya yang tepat yaa πŸ€”).

Dan setelah diperhatikan, ditela’ah dan diselidiki, ternyata kedua pengendara motor tersebut saling mengobrol satu sama lain, saking asyiknya tanpa memperhatikan kendaraan sekitar dan keselamatan mereka sendiri. Saya jadi berfikir, ada atau tidak yaa peraturan yang berisi tentang larangan untuk dua motor saling mengobrol πŸ€”.

Saya juga jadi termenung, merenung dan melamun karna kejadian-kejadian yang saya lihat sehari-hari juga sering bikin saya melongo, dimana saya perhatikan betapa orang-orang yang sadar untuk patuh pada peraturan itu begitu jarang ditemui (maaf kalau salah).

Yang saya lihat, untuk hal kecil saja seperti tidak membuang sampah sembarangan, atau tidak menyerobot lampu merah saat berkendara di jalan raya, masih saja banyak manusia-manusia yang tidak mengindahkan dan malah melanggar aturan yang ada dengan tanpa merasa bersalah (termasuk suami saya sendiri πŸ˜”).

Saya bukan hendak menyombongkan diri sebagai orang yang patuh peraturan, namun untuk hal-hal yang memang sudah menjadi aturan atau sudah jadi etika, sebisa mingkin saya ikuti.

Saya sering berkhayal andai seluruh warga di negeri tercinta ini menerapkan kepatuhan dalam kesehariannya. Kepatuhan disini juga terutama kepatuhan kepada Tuhan dan agama masing-masing. Dan yang saya maksud seluruh warga disini berarti semua orang dari mulai Presiden, para Menteri, wakil-wakil rakyat, para pejabat pemerintahan, para pengusaha, rakyat biasa apakah yang kaya ataupun miskin, para petani, para pedagang, buruh pabrik, warga asing yang tinggal maupun yang hanya sekedar singgah, para pelajar dan mahasiswa, anak-anak yang masih kecil, para ibu rumah tangga maupun para bapak rumah tangga, dan lain-lain...pokoknya seluruhnya...maaf yang ngga kesebut, mungkin Indonesia akan jauh lebih indah, jauh lebih teratur, jauh lebih makmur dari yang kita rasakan saat ini (walaupun keadaan sekarang juga tetap harus kita syukuri).

Saya juga jadi teringat kisah waktu saya masih SMP. Di sekolah saya ada suatu kondisi (lumayan sering terjadi) dimana air untuk musholla dan WC sekolah itu mati. Jadinya ketika guru atau siswa ada β€˜kepentingan’ untuk ke WC, otomatis terjadi β€˜huru-hara’ πŸ˜….

Maka untuk mengatasi hal tersebut, para wali kelas meminta siswa-siswinya membawa satu jirigen air di besok hari untuk mengisi bak musholla dan WC (atau minimal untuk mereka sendiri laah sehabis mereka β€˜berhajat’).

Besok harinya, sebagai siswi yang patuh, saya bela-belain nenteng jirigen dari rumah ke sekolahan yang jaraknya sekitar dua kilometer dan saya tempuh dengan berjalan kaki sekitar satu jam, karena saat itu mana boleh bawa kendaraan ke sekolah, lagipula saya memang ngga punya kendaraan, ojol juga belum ada.

Setibanya saya di sekolah, saya melongo, karna ternyata cuma saya sendiri yang bawa jirigen, terisi penuh air pula. Siswa-siswa yang lain mah cuek dan santai aja tidak peduli dengan permintaan wali kelas di hari kemarin.

Jujur, saat itu saya kecewa, nyesek di dada. Hanya saya saja yang menuangkan satu jirigen air ke dalam bak yang segitu besarnya. Padahal total keseluruhan kelas saat itu ada sekitar 30 kelas, dan tiap kelas rata-rata berisi minimal 40 siswa. Berarti jika saja semua penghuni sekolah (termasuk para guru) masing-masing membawa satu jirigen berisi lima liter air, bisa terkumpul setidaknya 6000 liter air. Wow.

Namun kenyataan berkata lain, jadinya saya jadi bertanya-tanya, apakah begitu sulitnya melakukan suatu kepatuhan, padahal ujung-ujungnya mah manfaatnya untuk kepentingan diri kita sendiri juga.

Tapi mungkin jalan fikiran orang memang berbeda satu dan yang lainya, karna itu adalah salah satu komposisi dari indahnya keragaman (jadi ngaco dah).

Sekian dulu tumpahan bersitan fikiran dari saya, maaf jika tulisannya gantung dan tidak berbobot, dan alur serta bahasanya berantakan.
πŸ€—πŸ€—πŸ€—
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sebelahblog dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh volcq
emng klo ngatur org yg pendidikannya rendah repot emoticon-Ngakak (S) apalagi dlm kelompok yg besar
profile-picture
volcq memberi reputasi
profile picture
TS volcq
kaskus holic
orang berpendidikan tinggi pun sama aja Gan kalo moralnya bobrok πŸ˜…πŸ˜…
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Lokadata β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di