CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Rapid Test yang Dibeli Pemerintah, Dokter Erlina: Ke Depannya Jangan Deh
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e7b11172637723c874c1702/rapid-test-yang-dibeli-pemerintah-dokter-erlina-ke-depannya-jangan-deh

Rapid Test yang Dibeli Pemerintah, Dokter Erlina: Ke Depannya Jangan Deh



Suara.com - Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan memberi saran kepada Fadjroel Rahman, Juru Bicara Presiden RI untuk tidak membeli lagi tes cepat atau rapid test virus corona baru (COVID-19) yang berbasis serologi.

Menurut dr. Erlina, alat itu hanya mendeteksi antibodi saja. Tidak akan efektif bagi orang yang tidak memiliki gejala COVID-19.

Hal ini disampaikannya dalam acara Indonesia Lawyers Club bertajuk "Corona: Simalakama Bangsa Kita" yang tayang pada Selasa (24/3/2020) malam.

Awalnya Fadjroel menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah membagikan beberapa alat pelindung diri (APD) serta masker dan rapid test kepada pemerintah DKI Jakarta.

"Kalau masker itu tadi dijanjikan oleh jubir BUMN, Arya Sinulingga akan ada 4 juta masker. Kalau untuk rapid test untuk DKI Jakarta kita serahkan 100 ribu. Jadi, ada tiga jenis yang kita serahkan untuk Jakarta, yaitu APD 40.000, kemudian rapid test 100 ribu," kata Fadjroel.

"Rapid test-nya sudah dibeli ya, Pak?" tanya dr. Erlina.

"Udah dibeli," jawab Fadjroel.

Menurut dr. Erlina rapid test berbasis serologi yang telah dibeli oleh pemerintah bukan untuk diagnosis. Namun alat itu dipakai untuk melihat antibodi.

"Rapid test yang serologi yang sudah dibeli itu bukan diagnosis. Karena saya dengar masyarakat panik. Semua pada pesen rapid test online. Bahkan saya denger ada suatu perumahan yang iuran mau beli rapid test," ungkap dr. Erlina.

Ia menjelaskan rapid test berbasis serologi tidak dipakai untuk diagnosis. Tapi untuk melihat apakah sudah ada antibodi dalam tubuh.

Erlina melanjutkan, "Nah, diingat lagi antibodi ini terbentuk kalau ada gejala. Kalau orang tidak bergejala diperiksa rapid test, negatif".

"Seolah-olah negatif. Itu kita sebut negatif palsu. Nanti masyarakat kadung bahagia bahwa dia negatif. Lalu bikin lagi keramaian, pesta, jalan-jalan padahal dalam masa inkubasi, nanti ketika bergejala menularkan kepada yang lain. Jadi tidak habis-habisnya ini," imbuhnya.

Dokter Spesialis Paru menyarankan pemerintah untuk tidak lagi membeli alat tersebut.

"Kalau saya boleh saran Pak Fadjroel, ini karena sudah kadung dibeli ke depannya jangan lagi deh," kata dr. Erlina.

"Saya enggak setuju bahwa tadi dikatakan seluruh masyarakat Indonesia akan diperiksa, enggak bisa hanya yang bergejala. Tapi kan harus dikonfirmasi lagi dengan PCR (Polymerase Chain Reaction--red )," tambahnya.

Menurut dr. Erlina, langkah yang diambil pemerintah dengan membeli rapid test berbasis serologi ini memakan waktu panjang dan boros biaya.

"Yang perlu diperbanyak adalah rapid test PCR. Itu yang murah banyak sekali sekarang. Dan itu bisa memeriksa sekali banyak. Bukan satu-satu," ujarnya.

Rapid test berbasis serologi, kata dr. Erlina, harus dikerjakan satu-satu meskipun hanya butuh waktu 15 menit.

"Kalau PCR rapid test ini keluar hasil satu jam dan hasil yang banyak," ucapnya.

Ia menambahkan, "Perbanyaklah rapid test tapi rapid test PCR. Bukan yang serologi. Saya dengar harganya Rp 300 juta mesinnya".

https://www.suara.com/news/2020/03/2...nya-jangan-deh

Yg milih Fanjul ini siapa juga??? emoticon-Cape d...

Salah pilih Gubernur
Banjir

Salah pilih Presiden dan Menkes
200 juta nyawa manusia jd kelinci percobaan emoticon-Blue Guy Bata (L)

Nyawa manusia jd ajang bisnis emoticon-Marah







#RipIndonesia emoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pein666 dan 33 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh adamyvon
Lahkan sdh dijelasin juga, yg negatif blm pasti negatif (ttp stay di rumah)

10 hari lagi dites.

Ini hanya untuk mempercepat mengetahui yg sdh kena sebanyak mungkin (mirip Korsel)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eriksa dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh hartantoshine
profile picture
jadi kalau tidak ada gejala walaupun sudah ada antibodi tetap negatif? tetap harus tunggu 10 hari gitu ya dok?
profile picture
pongko
kaskus addict
@caerbannogrbbt minmal 2 kali test,test kedua untuk memastikan kebenaran test pertama namun dengan asumsi ybs tetap menjalani isolasi mandiri selama 10 hari tsb. Bila hasil kedua tetap negatif, ybs tetap disarankan untuk tetap menjalani isolasi mandiri karena ada kemungkinan ybs akan terjangkit dari org lain yg sdh terjangkit.
profile picture
@caerbannogrbbt @pongko duit siapa goblok
Tes 2x
profile picture
pongko
kaskus addict
@caerbannogrbbt @adriandan BPJS lah .. goblok sekali ente ini
profile picture
@adriandan @hartantoshine
Heh yg ngomong duit sapa goblok? Gw tanya kan prosedurnya gimana? Malah ngerembet goblok²! Yg ditanya elu emang blok?
Gimana hartantoshine tes 2 kali itu goblok katanya?
profile picture
@adriandan
Ini ternak klonengan siapa ini lepas woi
Atau buzzer WFH ya? 😂😂😂
profile picture
@caerbannogrbbt ya emg test ampe dua kali mau pake duit siapa? Negara lagi engap ini aduhh pinter dikit woi
profile picture
@adriandan
makannya saya tanya kan?
siapa yg ngomong suruh kamu tes 2 kali?
di post saya ngomong begitu?
atau orang yg saya reply?
pinterr dikit lah
profile picture
@caerbannogrbbt salah lempar batu lo
Gw ngatain si bego @pongko
profile picture
@adriandan kalo gitu ngapain mention gw cb? 😑
profile picture
pongko
kaskus addict
@adriandan kena virus goblok permanen ente rupanya yah ...
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di