Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

singawallahAvatar border
TS
singawallah
AS Keluarkan Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, Apa Dampaknya?
LIPutan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang dan menganggap Indonesia sebagai negara maju. Selain Indonesia, sejumlah negara juga dikeluarkan dari daftar tersebut, seperti China, Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional Kadin Shinta W Kamdani mengatakan, kebijakan AS ini tentu akan berdampak bagi Indonesia, khususnya dalam hal perdagangan antara Indonesia dengan Negara Paman Sam tersebut.

"Kalau benar ini terjadi akan berpotensi berdampak pada, pertama, manfaat insentif Generalized System of Preferences (GPS) AS untuk produk ekspor Indonesia karena berdasarkan aturan internal AS terkait GSP, fasilitas GSP hanya diberikan kepada negara-negara yang mereka anggap sebagai LDC's dan negara berkembang," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (22/2/2020).

"Dengan adanya redesignation Indonesia sebagai negara maju oleh AS, secara logika Indonesia tidak lagi eligible sebagai penerima GSP apapun hasil akhir dr kedua review GSP yang sedang berlangsung terhadap Indonesia," lanjut dia.

Dampak selanjutnya, kata Shinta, Indonesia akan rentan terkena tuduhan subsidi dalam kegiatan perdagangan dengan AS. Hal ini tentu menjadi kurang menguntungkan bagi Indonesia.

"Kedua, semua produk ekspor Indonesia akan rentan terkena tuduhan subsidi perdagangan berdasarkan ketentuan subsidy and countervailing measures AS," ungkap dia.
Kinerja Perdagangan
(Foto:@Pelindo III)

Meski demikian, diharapkan keluarnya Indonesia dari daftar negara berkembang AS tidak sampai mengganggu kinerja perdagangan internasional Indonesia, khususnya dengan AS.

"Kalau keberlakuan status non-developing countrynya bisa terbatas pada CVD Act dan enggak spill over ke GSP maka enggak masalah. Cuma aja akan aneh dan karena AS jadi enggak konsisten dan double standard dengan kebijakannya sendiri kalau status Indonesia sebagai negara maju cuma berlaku di satu UU tapi enggak di UU yangg lain yang sama-sama mengatur perdagangan," jelas dia.


https://today.line.me/id/article/AS+...ernalBrowser=1

Itu berkat jokowi 2 periodeemoticon-Selamat emoticon-Angkat Beer

Presiden 2024 tinggal nerusin sajaemoticon-thumbsup

Semoga bukan junjungan kadrun yg menang,bisa ancur kayak jakartaemoticon-Ngakak

Bonus buat yg takut indonesia jadi negara maju:

https://www.kompasiana.com/rinto_simorangkir/5e50130c097f36690122f273/saat-politik-amerika-akui-indonesia-jadi-negara-maju

Sebuah pengakuan dari negara lain apalagi kalau sekelas Amerika menjadi berkah tersendiri bagi tanah air kita. Dimana seperti yang dilansir oleh kompas.com (21/2/2020) pengakuan tersebut dikeluarkan oleh lembaga perdagangan dunia yang berpusat di Amerika. Yakni USTR (US Trade Representive) atau Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat.

Pengakuan tersebut resmi keluar sejak 10 Februari lalu yang meminta WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) supaya mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang.

Tentu ada plus minus saat kita sudah diakui oleh negara sekelas Amerika menjadi sebuah negara maju. Dimana menyandang status sebagai negara maju merupakan status negara kelas atas sejajar dengan Jepang, negara-negara di Eropa dan tentunya Amerika.

Dan status ini-pun sebenarnya mengandung banyak resiko juga, khususnya buat industri perdagangan kita. Dimana hampir mirip-mirip dengan perang dagang yang digaungkan oleh Amerika kepada China.

Amerika yang merasa begitu dirugikan saat China statusnya masih menjadi negara berkembang dalam list-nya WTO. Tak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan Amerika dalam proses niaga antara Amerika dan China.

Dimana saat status negara berkembang didapatkan China maka pajak impor akan barang-barang yang didapatkan atau dibeli China dari Amerika tidak akan kena biaya pajak yang tinggi. Sementara Amerika harus keluar uang lebih banyak saat membeli barang-barang dari China karena status perbedaan itu.

Kemudian jika dibandingkan saat kita (Indonesia) mendapatkan status negara berkembang, pajak untuk biaya impor kita tidak setinggi saat mendapatkan status negara maju.

Hal tersebut terbukti dengan laporan BPS yang menyebutkan adanya surplus perdagangan kita khusus di Januari tahun ini saja kita dapatkan lebih dari USD 1 miliar. Jadi jika dikenakan tarif pajak yang tinggi maka nilai potensi keuntungan yang akan kita dapatkan diperkirakan bisa saja menurun drastis.

Meskipun demikian, barang-barang ekspor kita-pun ke Amerika-pun akan mendapatkan pajak yang tinggi juga yang harus dibayarkan oleh Amerika ke kita. Dengan status tersebut juga sekaligus penanda bahwa barang-barang ekspor kita akan menjadi barang ekspor berkualitas tinggi.


Jadi dengan status baru yang kita dapatkan itu, bagaimanakah kita menempatkan kebijakan-kebijakan selanjutnya? Kemudian apakah kita semakin untung atau justru malah semakin buntung dengan status sebagai negara maju?
Diubah oleh singawallah 22-02-2020 11:15
setiapmenit
sebelahblog
4iinch
4iinch dan 19 lainnya memberi reputasi
20
8.2K
113
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Tampilkan semua post
kudo212Avatar border
kudo212
#20
Gue kasih tau aja buat jasmek tolol yg ga paham ekonomi. Dan bangga dengan sebutan negara maju ini

Dampak ekonominya akan sangat terasa, semua skema perdagangan kita dengan us yg sebelumnya banyak ditolerir karena kita dianggap developed country bakalan berubah total.

Tidak akan ada lagi keringanan buat produk indo, dampaknya semua produk kita akan lebih mahal dipasaran us. Kalo itu yg terjadi, pasar us akan cari dari negara lain yg lebih murah. Ekspor kita turun, perusahaan banyak yg goyang akhirnya phk

Itu baru dari sisi ekspor, dari sisi impor juga akan mengalami kenaikan, smua barang yg kita impor dari us termasuk senjata dan lainnya akan naik secara signifikan karena jelas pajaknya untuk negara maju lebih tinggi daripada negara berkembang yg akhirnya defisit transaksi berjalan makin lebar, rupiah melemah dan bisa sampe inflasi tinggi

Dampak terparahnya justru bukan di perdagangan tp pada dana bantuan dari us ke indo. Selama ini indo menikmati dana bantuan dari us pada berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kebudayaan, keamanan dsb. Belum lagi pinjaman lunak dari bank" di us. Kalo ini hilang, bebannya akan sangat luar biasa bagi APBN karena dana" yg tadinya dicover oleh bantuan us harus ditanggung oleh negara. Ujung"nya pasti pemerintah naikin pajak buat nutup apbn atau nyari utangan

See, sebutan negara maju ga bikin indo jadi auto kaya, yg ada malah makin blangsak

bodoh klen kalo malah ngebanggain hal ini
PenggilaMudik
tulip.putih
raafirastania26
raafirastania26 dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Tutup