CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e43a14bb41d301e932b85c0/tiga

Tiga




Part 1


Bandung, 2009


    Apa kau pernah menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan percintaan?
Jika belum, maka lihatlah kisahnya, pasti kau tidak akan pernah mau mencobanya.

Seorang gadis dua puluh satu tahun yang hobinya menulis puisi. Sahabat-sahabatnya memanggil dirinya Bya.
Jujur, pasti tidak ada yang pernah mau menjadi orang ketiga termasuk Bya.
Cinta pertamanya sendiri memang bukan cinta yang bisa dibanggakan. Cinta dalam diam, cinta dalam rahasia. Hanya Bya sendiri yang tahu bagaimana rasanya.
Apa karena ini dia memutuskan untuk jadi orang ketiga di hubungan orang lain??? Entahlah...

💗

“Aku lagi berantem sama pacar aku!” Adu Lilac pada Bya suatu hari.

Lilac adalah teman dekat Bya sejak pertama masuk di Universitas hingga sekarang. Bya tahu siapa yang Lilac maksud. Seorang laki-laki yang sudah menjadi pacar Lilac sejak tiga tahun ini dan mereka berencana untuk menikah. Bya memang tidak terlalu mengenal siapa laki-laki itu. Dia hanya tahu dari setiap curhatan Lilac padanya. Karena terlalu seringnya mereka bertengkar, Bya jadi merasa greget sendiri.

“Udah putusin aja!” Saran Bya yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Lilac.
“Jangan dong By, aku kan sayang sama dia.”
“Kalau sayang kenapa isinya berantem melulu?”
“Gak tahu nih, apa karena kita rencana mau nikah ya?”

Entah apa yang dipikirkan Bya. Awalnya dia hanya ingin membantu sahabatnya itu. Dia merasa kasihan jika setiap hari sahabatnya itu terlihat murung karena bertengkar dengan pacarnya.


Malamnya...
Bya mencari tahu siapa pacar Lilac melalui facebooknya. Karena setahu Bya, Lilac mencantumkan sedang berpacaran dengan siapa di biodata akunnya tersebut. Namanya tertera Gera, entah nama asli atau palsu? Pikir Bya.
Bya pun langsung mengirimkan permintaan pertemanan pada akun laki-laki bernama Gera itu. Maksud dalam hati tetap sama, ingin membantu Lilac sahabatnya.
Permintaan pertemanan tak kunjung diterima, mungkin dia bukan maniak facebook pikir Bya. Karena kalau melihat isi berandanya pun, jarang sekali dia membuat status sendiri. Berandanya kebanyakan berisi status Lilac yang menandai akun Si Gera ini.
^Kalau aku jadi Gera, BT juga ya, Fbku jadi banyak sampahnya gini^ Ucap Bya dalam hati sambil senyum-senyum sendiri mengingat wajah kusut Lilac tadi siang.

Sepertinya ditunggu pun percuma. Akun bernama Gera itu sepertinya tidak sedang dalam keadaan Online. Jadi tidak perlu ditunggu terus. Bya pun beranjak tidur sambil tetap merasa merasa penasaran seperti apa Gera itu?


Keesokan harinya...
Seperti biasa Bya bergegas mandi dan shalat Subuh. Dia tidak mau hari ini telat lagi ikut ujian. Jadi dia bermaksud untuk datang ke kampus lebih pagi dari biasanya. Di tengah perjalanan menuju ke kampus dengan menaiki angkutan umum, Bya iseng membuka akun facebooknya. Dia ingin tahu apakah permintaan pertemanannya sudah diterima atau belum oleh pacar Lilac itu.
Ternyata belum, ya, belum diterima, tetapi ada pesan yang masuk.

°Kamu Abyatina ya, sahabatnya Lilac°

Bya sedikit kaget karena nama lengkapnya disebut. Dan ternyata pesan itu dari Gera.
^Kok malah kirim pesan sih?^tanya Bya dalam hati.
^Bales jangan ya?^Bya merasa bingung sendiri.

°Iya, Aku Abyatina, panggil aja Bya 😊, kamu Gera kan? Pacarnya Lilac?°

Akhirnya Bya memutuskan untuk membalas pesan itu. Balasan yang basa-basi menurutnya. Karena Dia kan memang sudah tahu siapa Gera, tapi kenapa harus tanya lagi?? Tiba-tiba Bya jadi merasa salah tingkah, hatinya menjadi sedikit tak karuan. Bukan karena merasa bersalah telah mengirim pesan pada pacar sahabatnya sendiri, tetapi karena....

°Kamu lagi mau ke kampus ya?°

Karena ini, Bya heran kok Gera bisa tahu dia sedang menuju kampus.

°Boleh Aku antar, Aku naik motor sedang berhenti di halte dekat kampus°

Ini alasan lainnya yang membuat Bya jadi tambah salah tingkah.

^Ini cowok kenapa ya?^ Batin Bya bingung.

Bya memang tidak membalas pesan itu, dia bingung harus menulis apa. Bya hanya memperhatikan keluar jendela karena sebentar lagi halte yang dimaksud akan Ia lewati. Untungnya saat melewati halte itu, angkutan yang dia naiki berjalan tidak terlalu cepat.

^Apa itu Gera ya?^

Bya melihat seorang laki-laki sedang duduk di halte bus yang dimaksud dalam pesan Gera tadi. Tanpa sadar ternyata Bya sudah turun dari angkutan yang dia naiki.

“Gera!” Sapa Bya memastikan bahwa laki-laki itu benar Gera pacar Lilac.
“Oh, hey, Abyatina ya?!”
“Bya!”
Mereka pun berjabatan tangan, berkenalan. Namun entahlah perasaan salah tingkah itu datang lagi.  Bya jadi tidak tahu harus bicara apa. Biasanya dia selalu cerewet sekali biarpun pada orang yang baru dikenal, tapi kali ini sungguh tidak ada ide kata-kata yang bisa Ia ucapkan.

“Ayo, Aku antar ke kampus!” Ajak Gera akhirnya membuyarkan lamunan Bya.
“Eh, emang Kamu gak kerja?”

Ya, Bya tahu kalau Gera sudah bekerja dari Lilac. Gera bekerja di salah satu penerbitan yang ada di kota ini.

“Aku kerja, tapi ini masih jam setengah tujuh, masih terlalu pagi.”
Bya ikut melihat layar handphonenya. Entahlah, dia merasa sangat kikuk. Dia hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan Gera.

“Lilac gimana?”

Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Bya. Ya, dia memang tiba-tiba teringat pada Lilac. Dia berpikir bukankah seharusnya lelaki ini mengantar Lilac bukan malah menawarkan diri untuk mengantarnya ke kampus.

“Memangnya hari ini Lilac kuliah?”
“Eh, memangnya ini hari apa?
“Hari Sabtu!”
“Oh iya, Lilac gak ada kuliah hari ini.”

Iya, benar juga. Lelaki ini mau mengantarkan Bya ke kampus karena tidak ada Lilac di sana. Obrolan mereka pun berlanjut hingga sampai ke kampus Bya. Bya seperti terhipnotis untuk mengikuti ajakan Gera mengantar dirinya sampai ke kampus. Buktinya tanpa terasa, mereka berdua sudah sampai di tempat parkir kampus.

“Aku sering perhatiin kamu, tapi baru sekarang berani ngobrol kayak gini, aku pikir kamu gak mau kenal sama aku!”
“Eh, kok mikirnya gitu?”

Karena kampus yang masih sepi dan ujian Bya yang pastinya belum dimulai, mereka memutuskan untuk duduk-duduk di kantin kampus Bya.

“Iya, tapi pas semalam kamu mengirim permintaan pertemanan di Facebook, ternyata aku salah, kamu mau kenal sama aku!”
Gera memasang senyum termanisnya, menurut Bya tentunya. Membuat Dia semakin salah tingkah.

“Hmm... Sebenarnya, aku Cuma ingin tahu aja siapa pacar Lilac?”
“Oh, berarti aku yang ke-GeEr-an!” Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, senyum manis di wajah Gera menghilang. Dan entah kenapa Bya menjadi merasa bersalah. Dia ingin mengkoreksi ucapannya, tapi apa, toh memang hanya itu niat dia.

“Aku kasihan sama Lilac.”
Bya mencoba mencari alasan lain agar Gera lebih yakin lagi.
“Memangnya dia kenapa?”
“Kalian sering berantem kan? Dan setiap kalian berantem, Lilac selalu merasa sedih.”
“Oh, soal itu...”
Jawaban singkat Gera membuat Bya mengerutkan dahi. Tapi sayang, dia harus menunda rasa penasarannya karena harus segera masuk ke dalam kelas.
“Lain waktu kita ngobrol lagi, terima kasih udah mengantar aku.” Bya mencoba tersenyun sewajar mungkin sambil meninggalkan Gera.


Tanpa diketahui oleh Bya, Gera sebenarnya berniat menunggu sampai Bya selesai kuliah. Karena sebenarnya hari ini, kerjanya libur.
Entah apa yang Gera pikirkan, sebenarnya bukan Bya saja yang merasa salah tingkah tetapi laki-laki bertumbuh tinggi dan berkulit sawo matang ini pun berlaku demikian.
Dia merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan selama dia berpacaran dengan Lilac, biarpun hubungan mereka sudah berjalan sangat lama.
Menurut Gera, Bya itu beda. Di mata laki-laki duapuluh lima tahun ini, dia melihat Bya bukanlah perempuan manja. Tentu saja dia tahu semua tentang Bya dari pacarnya, Lilac.
Gera memang tidak tahu persis perasaan apa yang sedang hadir saat ini, hanya saja rasa ingin mengenal Bya lebih jauh lagi yang membuatnya berani untuk melakukan hal seperti yang sedang ia lakukan saat ini.
Dua jam berlalu sejak Bya masuk kelas dan mengikuti ujian, akhirnya selesai juga.
Bya keluar dari kelas dan berniat menuju ke kantin karena tiba-tiba dia merrasa lapar, mungkin karena efek ujian yang menurutnya agak sulit.

Belum sampai ke tempat duduk yang dituju, Bya menghentikan langkahnya karena matanya yang mendapati Gera masih duduk di bangku yang sama saat tadi pagi mereka berbincang.
“Gera, kok masih ada d sini?”
“Eh, By, udah selesai ujiannya?”
“Udah, kamu gak kerja?”
“Hehe,sebenarnya hari sabtu itu kerjaku libur, daripada iseng gak tahu mau kemana, jadi ya aku tungguin kamu aja di sini,  gak apa-apa kan?”
“Hmm, gak apa-apa sih, emangnya gak ada janji sama Lilac? “
“Gak ada, kalau gak salah dia ada acara keluarga hari ini.”
“Ooh!”

Bya masih memandang wajah Gera dengan wajah bingung. Rasa laparnya tiba-tiba jadi hilang. Sekarang dia tidak tahu harus melakukan apa. Perasaannya semakin tak karuan.

“Setelah ini kamu ada kelas?”
“Gak, kenapa?”
“Aku lapar, hehe, mau ajak kamu makan, tapi gak di sini!”
“Dimana?”
“Hmm, terserah kamu!”

Bya tertawa, tawa pertamanya sejak tadi pagi. Tanpa sadar dia lakukan dan Gera pun jadi ikut tertawa menutupi ketertarikannya.
Mungkin memang Bya tidak secantik Lilac, tapi Bya memiliki definisi cantik yang lain menurutnya.

Mereka pun meluncur ke tempat makan favorit Bya.
Bya sendiri adalah anak kosan di Bandung ini, sedangkan seluruh keluarganya tinggal di Surabaya. Bya memilih melanjutkan kuliah di Bandung, selain karena memang sengaja mendaftar di salah satu universitas negeri di Bandung, tetapi juga karena Bya termasuk tipe anak yang senang bertualang. Dia bosan sedari kecil tinggal di Surabaya yang terkenal dengan udaranya yang panas itu.
Selama menempuh pendidikan S1 nya di fakultas sastra, gadis yang bernama lengkap Abyatina Nadhifah ini punya tempat makan langganan, selain karena harganya yang ramah di kantong, suasananya juga asyik untuk berlama-lama jika dia merasa bosan sendiri di kosan.

“Nah, kita makan di sini aja ya, enak kok makanannya, murah lagi.”

Bya menjelaskan pada Gera setibanya di tempat makan favoritnya. Gera pun tersenyum menanggapi penjelasan Bya. Baginya entah kenapa, dimana pun bukanlah masalah buatnya, karena yang terpenting baginya saat ini dia bisa mengenal lebih dekat gadis sedikit tomboy yang sedang sibuk memilih menu di depannya.

“Panas-panas gini, enak deh kalau makan baso, kamu mau?”

Bya mendapati Gera sedang melamun sambil menatap lekat dirinya.

“Hey!” Sambil Bya memukul pelan bahu Gera.
“Iya, kenapa?”

^Dia benar melamun^ Batin Bya.

“Mau makan apa? Kalau aku mau makan baso, kamu mau gak?”
“Iya, boleh! “
“Ngelamunin apa sich? Lilac ya?” Goda Bya sambil tertawa.

Yang digoda menggeleng kepala cepat. Karena dia memang tidak sedang memikirkan pacarnya itu.

“Terus ngelamunin apa?” Rasa ingin tahu Bya pun muncul, kali ini tanpa tawa menggoda.
“Aku lihat kamu waktu pertama kali antar Lilac kuliah.”

Gera membuka perbincangan lagi setelah beberapa saat diam karena asyik dengan makanan dan pikiran masing-masing.

“Kok aku baru lihat kamu ya?” Sambil berhehe ria, Bya mencoba mencairkan suasana.
“Hehe, soalnya aku gak pernah lihat kamu dari dekat.”
“Mungkin Lilac takut kamu jadi suka sama aku?”

Bya pun tertawa lebar, diikuti Gera yang sebenarnya mengiyakan kata-kata Bya. Itulah kata yang tepat pikir Gera, dia menyukai Abyatina sahabat pacarnya. Tapi sudut lain hatinya menolak perasaan itu sehingga dia merasa bingung sendiri.

“Lilac sering cerita tentang kamu, sedikit banyak aku jadi tahu gimana kamu.”
“Lilac pasti cerita yang jelek-jelek ya, he he!” Bya selalu menutupi salah tingkahnya dengan menambahkan candaan di setiap kata-katanya.

Dia berusaha sebisa mungkin menutupi kekikukannya.
Pada akhirnya tak ada obrolan yang serius antara mereka. Bya yang senang bercanda memberikan energi yang baru bagi Gera.
Sampai Gera mengantarkan Bya pulang ke kosannya pun mereka hanya berbincang-bincang ringan yang mengalir begitu saja. Tentang film, tentang lagu favorit, tentang kerjaan dan kuliah.
Tapi kesan yang ditinggalkan dari percakapan mereka sepanjang hari ini adalah kesan yang akan membawa mereka pada perasaan baru. Perasaan yang tidak pernah mereka bayangkan akan merasakannya.

💗💗💗



Bersambung....


Part 2

Part 3

Part 4 [Selesai]


@agityunita 
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 8 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh agityunita
Kasus temen makan temen kayaknya seru nih...
Ijin gabung ya! emoticon-Toast
profile-picture
agityunita memberi reputasi
profile picture
TS agityunita
kaskuser
semoga seru ya emoticon-Big Grin
Silakan, terima kasih sudah gabung emoticon-Shakehand2
profile picture
jiyanq
kaskus addict
@agityunita udah brp part,sis? Kenapa gak dijadiin satu trit?
profile picture
TS agityunita
kaskuser
@jiyanq caranya gimana sis?
ya paling gitu, saya tambahin link untuk part selanjutnya
profile picture
jiyanq
kaskus addict
@agityunita Setahu saya langsung dibikin seperti sisnya balas komen reader deh.
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di