CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab - Part 3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7c08e14088d1e088b4572/clean-anda-bertanya-quranist-menjawab---part-3

[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab

Assalamualaikum Wr Wb


PERKENALKAN

Kami adalah MUSLIM, yang hanya mengikuti Al-Qur'an saja, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan DICONTOHKAN oleh para UtusanNya:

Allah menjelaskan bahwa hanya Al Qur’an dan kitab sebelumnya saja yang wajib diimani oleh orang bertaqwa (2:4). Ayat 2:4 adalah kelanjutan dari ayat 2:2.


2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,


2:3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.


2:4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.



Jadi, salah satu kriteria orang bertaqwa adalah beriman kepada Al Qur’an dan kitab2 sebelumnya. Kemudian, Al Qur’an bersifat membenarkan kitab2 sebelumnya (10:37) sehingga beriman kepada Al Qur’an saja sudah cukup.


10:37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.


Ayat 2:4 harus dipandang sebagai petunjuk yang wajib dijalankan. Dalam ayat itu, Allah hanya memerintahkan kita untuk beriman kepada Al Qur’an saja. Dengan kata lain, orang bertaqwa adalah orang yang beriman kepada Al Qur’an saja.



Meskipun uraian di atas sudah cukup, ada baiknya dilakukan pembahasan lebih lanjut agar menjadi lebih jelas. Dalam Al Qur’an, Allah dengan sangat jelas memerintahkan kepada manusia supaya menjadikan kitab Allah sebagai alat untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara manusia. Perintah seperti itu diturunkan pada jaman Nabi Musa (5:44), Nabi Isa (5:47), dan Nabi Muhammad (5:48 dan 5:49). Tampak di sini bahwa semua informasi itu ada dalam satu surat, yaitu Al Maa’idah. Ini menunjukkan penegasan Allah tentang penggunaan kitab Allah sebagai pedoman dalam pemutusan suatu perkara di antara manusia.


5:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.


5:47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.


5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,


5:49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.



Perintah penggunaan kitab Allah sebagai pedoman dalam memutuskan perkara di antara manusia juga dijumpai dalam 4:105.


4:105. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,



Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Al Qur’an merupakan satu-satunya pedoman dalam islam. Untuk menjelaskannya, kita perlu membahas tentang kata perkara. Perkara pada dasarnya adalah masalah. Masalah dapat dinyatakan dengan pertanyaan. Pertanyaan dapat diajukan oleh seseorang atau beberapa orang yang terlibat dalam suatu masalah. Pertanyaan membutuhkan jawaban yang benar. Jawaban yang benar ada di Al Qur’an. Atau, sesuatu yang sesuai dengan Al Qur’an adalah benar. Demikanlah kurang lebih alur pikirnya.

Jika kita ingin menanyakan sesuatu tentang agama, kitab yang diperintahkan untuk dijadikan pedoman untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah Al Qur’an. Selain itu, aturan perundang-undangan dalam suatu negara juga harus sesuai dengan Al Qur’an sehingga keputusan suatu perkara yang dihasilkan secara tidak langsung sudah dibuat berdasarkan Al Qur’an.


saya ingin menjelaskan lebih lanjut tentang hal di atas dengan contoh. Misalnya, ada dua orang yang berbeda pendapat tentang waktu shalat. Bagaimana cara memutuskan perkara tersebut? Menurut Allah, kita wajib hanya menggunakan Al Qur’an saja sebagai pedoman untuk memutuskan perkara itu. Jika kita menggunakan kitab hadis atau kitab selain Al Qur’an lainnya, kita akan melanggar perintah Allah. Sekali lagi, kita wajib hanya menggunakan Al Qur’an saja dalam memutuskan perkara tersebut. Caranya, kita mengaji Al Qur’an tentang waktu shalat. Dalam khasus contoh ini, waktu shalat yang sesuai dengan yang ada dalam Al Qur’an adalah yang benar.


Alinea di atas menunjukkan bahwa semua pertanyaan masalah agama harus dijawab dengan Al Qur’an saja, sekali lagi, hanya Al Qur’an saja. Pertanyaan tentang cara masuk islam, cara berpuasa, cara shalat, cara berjihad, cara berwudlu, waktu shalat, cara bersedekah, cara masuk surga, nama malaikat, keharaman, cara berpakaian, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya wajib dijawab berdasarkan Al Qur’an saja. Oleh karena itu, menurut Allah, satu-satunya pedoman dalam islam adalah Al Qur’an.


Sebagai tambahan, dalam Al Qur’an diceritakan bahwa orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an karena disesatkan syaitan akan menyesal di akhirat (25:29) dan Nabi Muhammad akan mengatakan bahwa mereka dahulu telah mengabaikan Al Qur’an (25:30). Kedua ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad mengingatkan agar kaumnya hanya mengimani Al Qur’an saja.


25:29. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.


25:30. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan."


dan diayat 25:30. mengapa nabi Muhammad tidak mengatakan "kaumku telah menjadikan Sunnahku sesuatu yang tidak diacuhkan" ???


KHARAKTERISTIK AL QUR’AN SEBAGAI SATU-SATUNYA PEDOMAN


Dalam 12:111 Allah menjelaskan bahwa Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.


12:111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.



Selain itu, Al Qur’an adalah benar dan adil, sempurna, rapi, rinci penjelasannya, jelas ayatnya, dan tidak meragukan (6:115; 11:1; 2:99; dan 2:2). Tidak ada yang bisa merubah kalimat-Nya dan Allah akan selalu memelihara-Nya (6:115 dan 15;9).


6:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


11:1. Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,


2:99. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.


2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,


15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya



Allah juga sudah memasukkan segala sesuatu yang harus dimasukkan kedalam Al Qur’an (6:38).


6:38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.


Dapat disampaikan di sini bahwa Al Qur’an benar-benar kitab yang dijadikan sebagai pedoman dalam islam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
outofboxthinker dan 17 lainnya memberi reputasi


Adam pasti ada di antara itu, bukan di yang paling bawah
profile picture
ibnumisran
kaskus maniac


ah itu sih cocokologi.....dan nggak cocok sama sekali

profile picture
depannya.eL
aktivis kaskus

Jika Cocokologi lebih mendekati kebenaran, maka ane lebih pilih pakai Cocokologi, daripada beriman kepada kesalahan yang sudah terbukti.

Boleh jelaskan kenapa enggak cocok?
profile picture
ibnumisran
kaskus maniac


karena Adam as diciptakan secara langsung dari tanah liat, bukan hasil evolusi makhluk sebelumnya

profile picture
depannya.eL
aktivis kaskus


Apakah yang ente maksud 'secara langsung dari tanah liat' adalah berdasar 3:59? Atau dari ayat lain?

Jika adam bukan hasil evolusi makhluk sebelumnya, apakah penciptaannya berbeda dengan Isa?
profile picture
ibnumisran
kaskus maniac


ayat ini...QS 15 ayat 26....

sama......dalam arti sama-sama campur tangan Tuhan disitu dan bukan proses yang normal seperti manusia lainnya

profile picture
depannya.eL
aktivis kaskus


15:29 penciptaan Al Insaan. Tidak tertulis Adam. Coba cari lagi yang Adam. Hint : harus Adam.

Kalau sama berarti kita sepakat, tidak perlu seorang ayah kan, tapi ada ibu nya.
profile picture
ibnumisran
kaskus maniac


iya, al-insan (seorang manusia tertentu) itu yang dimaksud adalah Adam as

samanya bukan disitu.....Adam as nggak punya ayah dan ibu cuma Isa as nggak punya ayah, ini beda kan

profile picture
depannya.eL
aktivis kaskus


Gampang ya mbah ngubah-ngubah ayat.
Ada alasan kenapa setiap kata di tulis dalam Quran. Di pilih al Insaan bukan Adam karena Insaan merujuk jenis makhluk, cek ayat berikutnya. Not spesifik ke Adam ya Mbah.

Ketika sudah jelas ada ayat yang bilang Adam dan Isa sama penciptaannya, tapi mbah ga mau terima. Apa Ane harus ubah ayat qur'an demi ngikuti Mbah, atau Mbah mau ubah pemikiran demi ngikuti quran.

profile picture
ibnumisran
kaskus maniac


mana saya mengubah?....nggak tuh......dan memang yang dimaksud al-insan (seorang manusia tertentu) itu memang Adam as itu bisa dilihat dari ayat-ayat setelahnya dan ayat yang lainnya....

profile picture
depannya.eL
aktivis kaskus


Itu ngubah al Insaan = adam. Tidak semudah itu mbah.
Di ayat lain al Insaan bersifat general (4:28, 10:12, 11:9, 12:5, 16:4, dan banyak lagi) sementara Adam merujuk ke spesifik manusia yang dipilih Allah (3:33).

Bagaimana bisa ente ngubah ayat yang general/umum itu merujuk ke satu orang saja. Tunjukkan jika ente punya bukti.

Btw, kita udah sepakat Adam dan Isa proses penciptaan nya sama. Ane ulang di sini karena ente sepertinya tidak berkomentar lanjut.
profile picture
javafutura
kaskus geek


Ya cakKus, benar ... maksudnya benar2 dipaksakan utk diartikan sbg Adam.

Kalau al-insaan pada ayat "innal insaan lafìi khusr" dimaksudkan siapa cak? Apakah juga "seorang manusia tertentu"? Ataukah jamak utk manusia secara umum?

Kalo ente artikan "seorang manusia tertentu", akan menimbulkan kejanggalan makna. Mosok pengecualian di ayat lanjutannya berbentuk plural.

"Sesungguhnya seorang manusia tertentu benar-benar dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan berbuat kebaikan...dst."

Hanya ada di dunia kuskus ... pengecualian jumlahnya lebih banyak dari pernyataan umum.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 11 dari 11 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di