CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e424cf628c9914fed26cf02/tamat-monster-kecil

Monster Kecil

Spoiler for Monster Kecil:


Anisa (Sasa) seorang wanita muda yang menikah dengan Indra, duda beranak satu dan sangat membenci anak tirinya sejak pertama mereka bertemu hingga Sasa menjuluki anak itu sebagai 'Monster Kecil', di haruskan tinggal satu atap bersama Lea, anak yang dibencinya selama sekitar tiga Minggu.

Dapatkah Sasa bertahan selama itu?
Apa yang akan Sasa pelajari selama tinggal bersama anak yang dia benci dan apakah Sasa akan sama dengan citra seorang Ibu tiri lainnya yang sering digambarkan sebagai sosok kejam, jahat dan hanya mencintai sang Ayah saja?

________________________________________

#fiction inspired by #realstory
#fiksi terinspirasi dari #kisahnyata
Ditulis oleh : #aandzee (goonerettekw)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
alva610 dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh goonerettekw
15
Thread sudah digembok
• Part 3
#MonsterKecil
#MingguPertama
#Harike4

"Telor Ceplok"


"Mbak... bangun, mbak, sudah sampai." Suara bapak driver membangunkanku. Sebenarnya aku tidak benar-benar tidur, hanya memang mataku terpejam tapi pikiran lari kemana-mana.
Arrgghh... apa aku masih sanggup melihat monster kecil itu di rumah setelah apa yang dia lakukan hari ini pada Maya?

"Ohh iya pak, terimakasih yahh." Jawabku sambil mengulurkan ongkos.

"Wahh, kebanyakan ini mbak,"

"Nggak papa itu buat bapak."

"Beneran?"

"Iyyaa pak."

"Makasih banyak ya mbak,"

"Yaa pak sama-sama."
Jawabku sambil membuka pintu mobil.

Aiihh... males banget sih turun dari mobil kali ini.

Aku melihat sesosok manusia berdiri di depan pintu menyambutku. Mas Indra mendengar ada suara mobil tadi, dan ia langsung keluar mengecek apakah itu aku yang pulang dari rumah ibu.

"Kamu bikin aku khawatir, Sa. Pesanku nggak di balas, di telpon juga nggak nyambung. Aku khawatir kamu kenapa-kenapa apalagi di luar hujan deras." Mas Indra memang terlihat khawatir, tapi aku masih diam.

Aku hanya males ngomong. Mas Indra tahu betul kalau aku lagi 'badmood', mulutku seperti terkunci, hanya bibir ini saja yang menjadi 'Bimali', bibir manyun lima senti.

"Dia belum tidur mas?" tanyaku pada mas Indra saat aku melihat Lea berada di balik pintu sambil sesekali mengintip mas Indra yang memelukku di depan pintu.

"Mau nya tidur sama kamu, aku juga nggak bisa nidurin dia, dari tadi nggak tidur-tidur." Jawab mas Indra sambil menuntunku masuk rumah.

"Huufftt... melihat muka nya saja aku sudah muak, ini kenapa harus aku yang nidurin dia sih?! Sebel banget." protesku dalam hati.

"Ayo Lea tidur sekarang, besok kan sekolah." Ajakku dengan nada datar.

"Iyaa." Jawab Lea singkat.

Anak ini kalau tidur selalu memeluk tanganku, kadang tangan mungilnya meraih perut atau pundakku untuk di peluk. Tentu saja masih tersisa amarahku hari ini, aku tepis tangan itu, tapi dia gunakan dua tangannya untuk memeluk tanganku dengan posisi tidur miring berhadapan denganku.

"Hisshhh anak ini."

Perlahan ku lepaskan pelukannya sebelum aku juga ketiduran di kamar ini. Aku mau cuci muka dan minum teh panas sebelum tidur.

Di ruang depan, mas Indra sudah menungguku.

"Hun, udah tidur Lea?" tanya mas Indra saat aku menutup pintu kamar.

"Udah mas," jawabku datar.

"Kok cepet banget? tadi pas sama aku malah aku yang tidur." Mas Indra tampak heran aku bisa menidurkan Lea kurang dari sepuluh menit.

"Tadi belum ngantuk kali,"

"Iya juga yaa... tadi Lea nanyain kamu dimana huu... katanya mau tidur sama kamu."

"Ohya, Lea udah makan apa belom tadi mas?"

"Pas kamu pergi antar Maya itu, Lea nonton kartun sambil nunggu kamu pulang."

"Kamu gimana sih mas, kok anakmu gak di kasih makan? Tar malem-malem kebangun, lagi, kelaparan. Bikinin telor ceplok sendiri yaa, aku mau tidur."

"Kamu nggak tanya aku udah makan apa belum?"

"Emang kamu belum makan?"

"Gimana aku bisa makan kalau kamu aja nggak bisa dihubungi?"

"HP ku mati tadi pas di mobil."

"Yaudah, kamu mau masakin aku sesuatu? atau apapun yang bisa di makan deh, aku laper banget nungguin kamu pulang tadi."

"Nggak pengertian banget siih mass... istrinya lagi ngambek masih aja minta di masakin, belum aja aku suruh kamu tidur di sofa malam ini. Order Gofood aja sihh udah malem juga mesti masak. Capeekkk."

"Kamu yang orderin yaa."

"Order sendiriii... mau makan apa siihh?"

"Aku nggak tau mau makan apa, kamu aja yang pesen, kamu juga belum makan, kan?"

"Aku udah makan tadi di rumah Ibu."

"Tuhh... kamu udah makan aku kelaperan nungguin kamu dari tadi."

"Iyyaa maaf... lagian kamu lohh manja banget, tinggal order aja, makanan dianterin tinggal makan. Beres... kenapa musti nungguin aku segala?"

"Yaudah, kamu yang pilih aku makan apa,"

"Pilih sendiri, pengen makan apa emang? udah jam 10, banyak yang close order udahhh!"

"Apa aja asal kamu yang pilih."
Mas Indra memelukku erat dan menyerahkan padaku menu apa yang akan di pesan untuk makan (telat) malamnya.

*****

• Hari ke 4

Seperti biasa, mas Indra lari pagi, mandi dan menikmati sarapannya sementara aku menguncir rambut Lea lalu kami berangkat ke sekolah. Setelah mengantar Lea, aku dan mas Indra pulang. Aku membereskan rumah sementara mas Indra bersiap pergi ke kantor.

____________

"Lea mau makan apa?" tanyaku saat kami memasuki rumah.

"Nasi sama telor ceplok," jawabnya antusias.

"Pizza mau? Burger? Ayam goreng?"

"Mau makan nasi sama telor ceplok,"

"Bakso mau gak? Ayam bakar mau?"

"Nasi sama telor ceplok."


Astagaaa... sampai di ulang ulang pun tetep maunya nasi sama telor ceplok?!
Bapakmu itu lohh seorang bos, uangnya lebih dari cukup untuk beli makanan apapun yang kamu mau... malah mau nya nasi sama telor ceplok, nasi sama telor ceplok, nasi sama telor ceplok terus!
Emang di rumah mbak Dewi menu nya telor mulu apa? Uang jatah bulanan yang di berikan mas Indra kemana? masa cuman makan sama telor ceplok aja? Seriously? Hello? Am I dreaming?

"Telor ceplok" sungguh sangat kontras dengan gaya mbak Dewi di sosial media. Baju, tas, sepatu branded, nongkrong di cafe mahal, foto-foto liburan ke Bali, Bandung dan juga luar negeri?

"Pake duit dari mana lu mbakk buat penuhin gaya hedon elu, hah?" pertanyaan semacam ini berkecamuk di otakku. Aku harus memberitahu mas Indra tentang telor ceplok ini.

"Lea ganti baju ya, pipis, cuci tangan, cuci kaki.. aku buatin telor ceplok."

"Iyaa."


_________

"Masak apa hari ini, hun?" ada notif pesan masuk dari mas Indra.

"Kamu pulang buat makan siang, mas?"

"Iya sayang, satu atau dua jam lagi aku pulang yaa,"

"Okeii."

"I love you,"

"I love you too."


Hehehe... kami memang selalu saling mengirimkan kata "i love you" di akhir chat. Biar kami tidak lupa bahwa kami saling mencintai.

___________

'Pillow talk' malam ini membahas rencana mas Indra yang akan melakukan kunjungan kerja ke Singapura beberapa minggu lagi. Mas Indra mencari hari yang mepet 'weekend' agar aku juga bisa ikut menemani.
Karna ada Lea disini, kami jadi tidak bebas untuk pergi ke luar kota atau luar negeri seperti sebelumnya saat sebelum ada dia.

"No worries, Sa... ini udah hari ke 4, yaayyy!
11 harian lagi juga monster kecil itu akan balik ke rumahnya mbak Dewi, xixixi."
Lirihku dalam hati.

"Tadi Lea nakal apa nggak, hun?"

"Nakal banget!"

"Nakalnya gimana?"

"Aku minta dia beresin mainannya setelah selesai main biar nggak berantakan."

"Terus?"

"Dia ngambek tuh... gak tau kenapa tiba-tiba marah-marah, banting pintu lagi. Copot aja sih hun pintunya biar Lea gak banting-banting lagi."

"Gimana mau di copot pintunya? kamu ada-ada aja."

"Ohya dia juga pipis nggak di 'flush' padahal udah aku bilangin, abis pipis atau e'ek cebok dan 'flush', tapi dia gak dengerin omongan aku hun!"

"Pelan-pelan ya sayang bilanginnya, mungkin tadi Lea lupa?"

"Ya itu sih udah hal 'basic' lah hun, orang kalo abis pipis terus di siram biar nggak bau, kan tinggal di pencet aja bukan harus nyiram pake gayung."

"Ohya masakan kamu tadi enak banget lohh hun, aku suka... makasih yaa."

"Kamu lagi ngalihin pembicaraan ya mas?"

"Enggak,"

"Lha itu lagi ngomongin Lea gak siram pipisnya kamu ngapain bahas masakan aku? Emang tiap hari enak kok masakanku. Master Chef Sasa gitu loohh."

"Ya aku cukup tau aja, nggak usah di perpanjang lagi, besok aku bilangin Lea untuk nggak lupa siram."

"Kamu mah belain aja dia terus. Eh emang benaran enak menu tadi? menu baru tu, hun... aku lihat resepnya di yutub."

"Iya enak banget, saosnya banyakan bisa makin joss! Istriku emang pinter masak, the best pokoknya. Tapi masih kalah sama seseorang."

"Hah?! siapa? masakan siapa yang lebih enak dari aku?"

"Mamaku, yyeekk!"

"Yeee... itu sih jangan di bandingin sama aku. Kamu tu ya nggak 'grape to grape' bandinginnya iisshhh... Mama kamu adalah panutanque!"

"Itu apa segala anggur ke anggur?"

"Kan udah umum 'apple to apple' jadi aku ganti aja jadi buah lain."

"Iyaa iyaa... masakan istriku emang terenak 'di rumah' ini."

"Muji doang... mintaaa duiitttt..."

"Mau beli apa?"

"Nggak tau... minta ajjaa kan aku udah masak enak."

"Berapa?"

"Sebanyak-banyaknya!"

"Heyy, kamu ini. Besok yaa... tidur yukk."
mas Indra memelukku dan kami terlelap.

______________

"Pillow talk" setiap malam kayak gini tuh penting, kami berdua saling terbuka dan bebas bercerita apa saja tentang hari ini. Ohya, bisa juga jadi sesi minta duit yang terselubung. Hahaha

Hubungan yang baik itu salah satunya adalah komunikasi yang lancar, dengan komunikasi yang lancar dan saling terbuka, saling jujur, maka akan tercipta kedekatan yang makin erat. Begitu deh menurut artikel atau buku yang pernah aku baca.

_______________

#fiction inspired by #truestory
#fiksi terinspirasi dari #kisahnyata
Ditulis oleh : #aandzee
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 2 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di