CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Kanvas Tua dan Lorong Kenangan (Ep.2)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3c50db28c991408b5e1ad1/kanvas-tua-dan-lorong-kenangan-ep2

Kanvas Tua dan Lorong Kenangan (Ep.2)

Quote:


Hari demi hari kulewati tanpa hadirmu di sisiku. Seringkali rindu menghampiriku, jiwa ini begitu sangat terbelenggu. Kini usiaku sudah genap 20 tahun, dan usiamu 27 tahun. Uniknya aku adalah wanita hebat karena selama ini aku masih mampu mengingat usiamu.


Di usia yang genap ini hari itu aku mengunjungi kembali lorong kenangan tersebut. Dengan langkah gontai, kulihat ujung lorong yang membuatku ingat akan cerita bersamamu. Kau yang dulu selalu ada untukku, bahkan senyummu masih sanggup kurasakan di ujung lorong ini. Namun bedanya, kesunyian ini menyadarkanku bahwa jejakmu kini telah lenyap dan sulit untukku prediksi lagi.


Aku termenung di salah satu bangku ujung lorong yang berdebu, mengingat ulang setiap ingatan dalam memoriku. Memori tentang dirimu yang sedang asyik bermain kuas dan kanvas. Tetap saja aku hafal setiap gerakmu, caramu menggoreskan kuas ke kanvas cantik itu, caramu tersenyum pada awan, caramu bertatap pada langit. Mengingat semua itu aku tersadar bahwa aku telah memikirkannya terlalu dalam. Dan aku masih sanggup merasakan getaran cinta ini dalam dada.


Di hari yang sama juga aku tertegun pada salah satu kanvas yang kutemukan di sebuah toko seni tradisional. Tanpa berpikir panjang aku memasuki toko itu dan mengamati dengan dekat. Dan benar saja, kanvas tua itu miliknya, kanvas tua itu berisi kisahnya. Bukan, maksudku kanvas ini berisi kisah kita. Dan kulihat nama pelukis yang tertera di pojok kayu kanvas itu, benar memang itu namanya.


Tanpa berpikir panjang aku segera membeli lukisan itu. Tak peduli semahal apa harganya. Saat aku hendak membayar, si kasir berkata "Kau tau? Sang pelukis itu telah tiada, beliau wafat setelah menyelesaikan lukisan itu. Kabar uniknya, sebelum wafat beliau berkata bahwa beliau sangat mencintai karya terakhirnya itu."


Aku tersentak kaget, entahlah aku harus bagaimana. Aku semakin merapatkan kanvas tua itu dalam pelukan. Aku tak ingin menangis di sini. Aku segera berlari sembari memeluk kanvas tua itu menuju lorong, pantas saja lorong itu mengundang aura hampa saat aku kesana. Pantas saja lorong itu membisu saat aku mencoba mencari jawaban di setiap sudut lorongnya. Sebuah lorong dan kanvas tua menjadi saksi bisu di kala itu. Dua orang hamba Tuhan yang pernah bercengkrama dengan hangatnya kini tak lagi ada. Lorong kenangan dan kanvas tua telah banyak berubah namun tak pernah sedikit pun memadamkan gelora api cinta dan kenangan yang pernah tercipta darinya.



Quote:



https://www.google.co.id/url?sa=i&so...64158212[/img]
profile-picture
profile-picture
profile-picture
rinafryanie dan 2 lainnya memberi reputasi
kasih bintang 5 lebih bagus keliatannya hehehe
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di