CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab - Part 3
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5af7c08e14088d1e088b4572/clean-anda-bertanya-quranist-menjawab---part-3

[CLEAN] Anda bertanya Quranist menjawab

Assalamualaikum Wr Wb


PERKENALKAN

Kami adalah MUSLIM, yang hanya mengikuti Al-Qur'an saja, sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan DICONTOHKAN oleh para UtusanNya:

Allah menjelaskan bahwa hanya Al Qur’an dan kitab sebelumnya saja yang wajib diimani oleh orang bertaqwa (2:4). Ayat 2:4 adalah kelanjutan dari ayat 2:2.


2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,


2:3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.


2:4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.



Jadi, salah satu kriteria orang bertaqwa adalah beriman kepada Al Qur’an dan kitab2 sebelumnya. Kemudian, Al Qur’an bersifat membenarkan kitab2 sebelumnya (10:37) sehingga beriman kepada Al Qur’an saja sudah cukup.


10:37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.


Ayat 2:4 harus dipandang sebagai petunjuk yang wajib dijalankan. Dalam ayat itu, Allah hanya memerintahkan kita untuk beriman kepada Al Qur’an saja. Dengan kata lain, orang bertaqwa adalah orang yang beriman kepada Al Qur’an saja.



Meskipun uraian di atas sudah cukup, ada baiknya dilakukan pembahasan lebih lanjut agar menjadi lebih jelas. Dalam Al Qur’an, Allah dengan sangat jelas memerintahkan kepada manusia supaya menjadikan kitab Allah sebagai alat untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara manusia. Perintah seperti itu diturunkan pada jaman Nabi Musa (5:44), Nabi Isa (5:47), dan Nabi Muhammad (5:48 dan 5:49). Tampak di sini bahwa semua informasi itu ada dalam satu surat, yaitu Al Maa’idah. Ini menunjukkan penegasan Allah tentang penggunaan kitab Allah sebagai pedoman dalam pemutusan suatu perkara di antara manusia.


5:44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.


5:47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.


5:48. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,


5:49. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.



Perintah penggunaan kitab Allah sebagai pedoman dalam memutuskan perkara di antara manusia juga dijumpai dalam 4:105.


4:105. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,



Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa Al Qur’an merupakan satu-satunya pedoman dalam islam. Untuk menjelaskannya, kita perlu membahas tentang kata perkara. Perkara pada dasarnya adalah masalah. Masalah dapat dinyatakan dengan pertanyaan. Pertanyaan dapat diajukan oleh seseorang atau beberapa orang yang terlibat dalam suatu masalah. Pertanyaan membutuhkan jawaban yang benar. Jawaban yang benar ada di Al Qur’an. Atau, sesuatu yang sesuai dengan Al Qur’an adalah benar. Demikanlah kurang lebih alur pikirnya.

Jika kita ingin menanyakan sesuatu tentang agama, kitab yang diperintahkan untuk dijadikan pedoman untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah Al Qur’an. Selain itu, aturan perundang-undangan dalam suatu negara juga harus sesuai dengan Al Qur’an sehingga keputusan suatu perkara yang dihasilkan secara tidak langsung sudah dibuat berdasarkan Al Qur’an.


saya ingin menjelaskan lebih lanjut tentang hal di atas dengan contoh. Misalnya, ada dua orang yang berbeda pendapat tentang waktu shalat. Bagaimana cara memutuskan perkara tersebut? Menurut Allah, kita wajib hanya menggunakan Al Qur’an saja sebagai pedoman untuk memutuskan perkara itu. Jika kita menggunakan kitab hadis atau kitab selain Al Qur’an lainnya, kita akan melanggar perintah Allah. Sekali lagi, kita wajib hanya menggunakan Al Qur’an saja dalam memutuskan perkara tersebut. Caranya, kita mengaji Al Qur’an tentang waktu shalat. Dalam khasus contoh ini, waktu shalat yang sesuai dengan yang ada dalam Al Qur’an adalah yang benar.


Alinea di atas menunjukkan bahwa semua pertanyaan masalah agama harus dijawab dengan Al Qur’an saja, sekali lagi, hanya Al Qur’an saja. Pertanyaan tentang cara masuk islam, cara berpuasa, cara shalat, cara berjihad, cara berwudlu, waktu shalat, cara bersedekah, cara masuk surga, nama malaikat, keharaman, cara berpakaian, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya wajib dijawab berdasarkan Al Qur’an saja. Oleh karena itu, menurut Allah, satu-satunya pedoman dalam islam adalah Al Qur’an.


Sebagai tambahan, dalam Al Qur’an diceritakan bahwa orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an karena disesatkan syaitan akan menyesal di akhirat (25:29) dan Nabi Muhammad akan mengatakan bahwa mereka dahulu telah mengabaikan Al Qur’an (25:30). Kedua ayat ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad mengingatkan agar kaumnya hanya mengimani Al Qur’an saja.


25:29. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.


25:30. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan."


dan diayat 25:30. mengapa nabi Muhammad tidak mengatakan "kaumku telah menjadikan Sunnahku sesuatu yang tidak diacuhkan" ???


KHARAKTERISTIK AL QUR’AN SEBAGAI SATU-SATUNYA PEDOMAN


Dalam 12:111 Allah menjelaskan bahwa Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.


12:111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.



Selain itu, Al Qur’an adalah benar dan adil, sempurna, rapi, rinci penjelasannya, jelas ayatnya, dan tidak meragukan (6:115; 11:1; 2:99; dan 2:2). Tidak ada yang bisa merubah kalimat-Nya dan Allah akan selalu memelihara-Nya (6:115 dan 15;9).


6:115. Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


11:1. Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,


2:99. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.


2:2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,


15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya



Allah juga sudah memasukkan segala sesuatu yang harus dimasukkan kedalam Al Qur’an (6:38).


6:38. Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.


Dapat disampaikan di sini bahwa Al Qur’an benar-benar kitab yang dijadikan sebagai pedoman dalam islam.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
outofboxthinker dan 17 lainnya memberi reputasi
Quote:


Quote:


Nah yang anehnya Imran adalah bapaknya Nabi Musa dan Nabi Harun dan bersaudarakan Miriam di PL, apakah ada dugaan bahwa Maryam dan 'Isa di Al Qur'an timelinenya tidak jauh dari Musa dan Harun?
Diubah oleh Michaelwise
Memuat data ...
profile picture
javafutura
kaskus geek


Waduh... berarti sambudi belum tahu ya kalau planet bumi juga dihuni ras makhluk yg disebut jin? Bahkan mereka telah menghuni bumi jauh sblm proses evolusi manusia dimulai.

Iblis itu kan makhluk dari golongan jin bud, so kaga ada alasan utk meragukan kemungkinan iblis pernah berada di suatu tempat di bumi yg disebut jannah, karena memang bangsa lelembut ini juga mendiami planet bumi secara paralel dg dimensi manusia.

Mengenai ayat 7:13, let's see...

(قَالَ فَٱهۡبِطۡ مِنۡهَا فَمَا یَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبرَ فِیهَا فَٱخۡرُجۡ إِنكَ مِنَ ٱلصـٰغِرِینَ)
[Surat Al-A'raf 13]

Jika perintah pergi/turun/keluar di situ ente pahami sbg larangan berada di jannah, trus kenapa di ayat 7:20 dia (yg disebut sbg syaithan) mampu memberi waswas ke Adam setelah Adam diperintah menempati jannah?

IJO, setting lokasi perintah sujudnya malaikat (termasuk Iblis) kaga berlangsung di dalam jannah yg ditempati Adam, namun bertempat di dimensi para malaikat yg disebut "mala-il a'laa" pd ayat 38:69. Timeline dari peristiwa sujud ini pun berlangsung sblm adanya perintah kepada Adam dan pasangannya utk menempati jannah.

----

By the way, ada perbedaan yg jelas antara asumsi yg amburadul dg argumen yg memiliki dasar.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

elu salah paham (seperti biasanya)

yang gw persoalkan bukan apakah di bumi ini (ketika itu) ada makhluk halusnya (seperti jin dsb)
tapi itu perintah Alloh kepada iblis yg notabene adalah makhluk halus untuk berpindah secara fisik
di alam kasar (bumi) - sama seperti adam berpindah tempat di bumi (ini menurutmu)
ini ibarat ada papan pengumuman berbunyi : "semua makhluk halus dilarang masuk"
kan tidak masuk akal karena yg namanya makhluk halus bisa nyelinap kemana mana

jadi dgn ini gw membantah argumen elu bahwa perpindahan (turunnya) adam terjadinya di suatu tempat di bumi ke tempat lain di bumi juga (karena u iblis perpindahan demikian tidak masuk akal alias pengusiran iblis tdk efektif = sia sia)


Quote:

baca 7:14 dimana iblis minta penangguhan

Quote:

ya memang asumsimu amburadul emoticon-Big Grin

TKP sujudnya para malaikat mestinya sama dgn tempat tinggal adam sebelum diusir dari surga/janah
ini untuk memastikan mereka (malaikat) sujudnya benar2 kepada adam
sekarang bayangkan jika mereka berbeda alam
maka akan sulit untuk membedakan (karena jaraknya jauh bukan?)
- apakah sujud ditujukan kepada adam
atau
- sujud ditujukan kepada manusia lain (ini juga asumsimu - adam bukan satu2-nya manusia)


ayo gimana ustad java
profile picture
javafutura
kaskus geek


Biar kaga makin mbulet argumen ente bud, ada yg perlu ane tekankan...Quran kaga membuat statement bhw:
- Adam diciptakan di dalam jannah
- Malaikat dan Iblis berada di dalam jannah yg ditempati Adam
- Adam menempati jannah sejak diciptakan
- Perintah sujudnya malaikat berlokasi di dalam jannah

So, pengusiran Iblis karena menolak sujud kaga berlangsung di jannah. Ente kaga perlu mengharuskan bhw TKP sujudnya malaikat sama dg tempat tinggal Adam. Argumen ente hanya bisa ente pakai jika ente berdebat dg sesama penganut paham kreasionis yg meyakini Adam adalah manusia pertama yg tercipta langsung dlm wujud dewasa.

Perbedaan dimensi malaikat dg dimensi manusia kaga menjadi penghalang perintah sujudnya malaikat. Ibarat manusia diperintah sujud kepada Allah yg kaga terlihat dlm pandangan manusia karena beda dimensi, apa lantas manusia salah sasaran dlm bersujud kepada-Nya? Ga tau deh kalo ente berkhayal membayangkan barisan malaikat bersujud di depan Adam seperti barisan orang sholat jama'ah di mesjid, ga bakalan nyambung dg argumen perbedaan dimensi bud.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

Ga bisa menjawab pertanyaan2 gw toh?
ini membuktikan argumenmu ga solid alias rapuh

Qs menyatakan bahwa tempat asal adam sebelum diperintahkan untuk "turun" (yg artinya diusir) bukan bumi
dalil :

"Allah berfirman: 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan'." – (QS.7:24)

"Allah berfirman: 'Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (dari dalam kubur, pula) kamu akan dibangkitkan." – (QS.7:25)

>> perhatikan kata : dibumi itu ---> yang artinya bumi bukan tempat adam saat alloh berfirman saat itu
>> yang artinya adam tidak ada di bumi saat itu
>> kalo qs bermaksud mengatakan adam ada di bumi tentu akan dipakai kata " di bumi ini"


Qs juga menyatakan kediaman malaikat/ alam malaikat ada di atas sana (dan tdk mungkin ada di bumi ini)

"Pada malam (malam kemuliaan) itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril, dengan ijin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan (untuk menyampaikan segala hikmah dan hakekat kepada Muhammad)." – (QS.97:4)

Terus qs menyatakan alloh memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepada adam dan ternyata iblis juga termasuk didalamnya (memang aneh kok iblis merasa disuruh alloh - tapi sementara anggaplah begitu)
>> ini artinya iblis ada diantara para malaikat saat itu
>> dan karena alam malaikat ada di atas sana maka saat itu iblis juga ada di alam sana dan ini membantah pendapatmu bahwa iblis ada bersama adam di bumi (saat ada perintah sujud)
>> dan karena iblis disuruh "turun" ama alloh artinya iblis disuruh turun dari suatu tempat di atas sana maka hal yg sama berlaku juga bagi adam -- yaitu adam disuruh turun dari suatu tempat di atas sana
alasannya : karena baik adam maupun iblis sama2 disuruh "turun" ama allah dan kata "turun" memakai akar kata yg sama dlm bhs arabnya yg artinya kamu tdk bisa berdalil bahwa turunnya adam tdk sama dgn turunnya iblis


So, kesimpulan :
- adam dan iblis sama2 tidak ada di bumi saat perintah sujud dikeluarkan ama alloh
- yang artinya adam masih memakai tubuh yg sama ketika ada di bumi ini (adam benar2 mendarat di bumi)
- karena itu tidak mungkin adam dilahirkan (ketika hadir di bumi ini)
- gugurlah semua argumenmu
- elu perlu belajar lagi
- kalo sidang sarjana maka elu dinyatakan tdk lulus dan harus mengulang lagi


emoticon-Big Grin
profile picture
javafutura
kaskus geek


Debat ma orang yg hanya mengandalkan terjemah ki yo ngene ki, ngengkel tp sebenarnya ora paham ayat.

Bud, basarabnye kata tunjuk "itu" kuwi opo sih?

Sekarang tunjukkan di kalimat mana yg menyebutkan "bumi itu"?

Al-A'raf 7:24

قَالَ ٱهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَر وَمَتعٌ إِلَىٰ حِينٍ


Al-A'raf 7:25

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ



Kaga ada di ayatnya yg berbunyi "dzaalika al-ardh" (that earth, bumi itu).

Di ayatnya tertulis "wa lakum fil ardh ..." (and for you in the earth ...). Sama sekali kaga ada kata tunjuk yg mengindikasikan lokasi berjauhan dg bumi.

----
Kalo ente yg jadi dosen basarab dan ane jd mahasiswa yg ente uji, ane bakalan pecat ente dari status dosen sebelum ane dinyatakan lulus. Dosen kok pekok ngene.... emoticon-Cape d... (S)
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

Gw yang akan dipecat atau elu yg ga lulus2 emoticon-Big Grin
Indikasi adanya lokasi yg berjauhan (berbeda) antara tempat saat perintah sujud dikeluarkan dgn setelahnya
bisa dilihat dari fakta berikut

lihat ayat sebelumnya (qs 7:19)
"Dan Allah berfirman): 'Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga, serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim'." – (QS.7:19)
>> disini jelas bahwa Alloh telah menetapkan surga (-bumi menurut versimu) sebagai tempat tinggal adam

lalu lihat ayat 7:24-25 :

"Allah berfirman: 'Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan'." – (QS.7:24)
"Allah berfirman: 'Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (dari dalam kubur, pula) kamu akan dibangkitkan." – (QS.7:25)

>> di 7:24 Alloh menetapkan lagi tempat kediaman (baru!) bagi adam


Pertanyaan : jika memang surga (7:19) dan bumi (7:24-25) adalah tempat yg sama, lalu kenapa Alloh mesti memberi tahu kembali bahwa itu adalah tempat tinggal adam? Mengapa Alloh mesti mengulang lagi?
It doesn't make sense!
Lebih masuk akal jika kedua tempat tsb berbeda jadi wajar Alloh memberitahu adam sekali lagi tempat kediamannya (yg baru)


Pinter bahasa arab kaga ada jaminan mengambil kesimpulan yg benar!


Bagaimana jav? Protest lagi? gw potong nilaimu emoticon-Ngakak (S)


profile picture
javafutura
kaskus geek


Yg terhormat bapak dosen sambud yg dipecat oleh mahasiswa,

Sebentar ya, sebelum kita lanjutkan episode Adam terusir dari al-jannah...

Menurut ente, sebelum Allah ngasih perintah kepada Adam dan pasangannya agar mendiami jannah, mereka berdua tinggal di mana bud?

Al-A'raf 7:19

وَيٓـادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هذِهِ ٱلشجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظٰلِمِينَ

Dan wahai Adam, tinggallah engkau dan pasanganmu di al-jannah, maka makanlah kalian berdua dari apapun yang kalian berdua kehendaki, dan janganlah kalian berdua dekati pohon ini sehingga menjadikan kalian berdua bagian dari orang-orang zhalim.


Dari ayat tsb bisa kita ambil beberapa poin:
- Adam sudah punya pasangan sebelum diperintah menempati al-jannah
- Adam dan pasangannya sebelumnya tidak berada di al-jannah. Andai keduanya sudah berada di sono, maka perintah tersebut jd absurd... it doesn't make sense, right?

So, mereka berdua tinggal di mana bud sebelum diperintah mendiami al-jannah?
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

poin pertama oke gw setuju
poin kedua? ga begitu setuju
7:19 bisa berarti 2 kemungkinan :
1) adam sebelumnya pernah tinggal di tempat lain (bukan janah)
2) adam sebelumnya belum punya tempat tinggal

kedua duanya mungkin kalo berdasarkan tafsir dari text

kalo kemungkinan 1) benar maka ini akan membuat masalah lebih kompleks lagi yaitu dimana tempat adam sebelumnya?

kemungkinan 2) berarti bahwa adam begitu diciptakan belum punya tempat tinggal (karena baru diciptakan) dan belum lama menginjakkan kaki di janah dan dengan demikian allah memberi tahu kepadanya (adam) 2 hal : tempat tsb bernama janah dan tempat tsb akan menjadi tempat tinggalnya

sederhana kok jav
elu aja yg bikin ruwet



profile picture
javafutura
kaskus geek


Memang sederhana bud:
a. Adam udah punya pasangan sblm diperintah tinggal di jannah.
b. Berarti Adam dan pasangannya kaga berada di jannah sebelum adanya perintah tsb.
c. Kalau Adam dan pasangannya sudah berada di jannah terlebih dahulu, berarti perintah tsb mjd janggal.

Sepakat bud?

Nah sekarang waktunya mencari tau beberapa permasalahan.
1. Adam dan pasangannya tu tinggal dimana sblm diperintah menempati jannah?

2. Jika menggunakan opsi ke-2 pd argumen ente:

"kemungkinan 2) berarti bahwa adam begitu diciptakan belum punya tempat tinggal (karena baru diciptakan) dan belum lama menginjakkan kaki di janah dan dengan demikian allah memberi tahu kepadanya (adam) 2 hal : tempat tsb bernama janah dan tempat tsb akan menjadi tempat tinggalnya"

2a. Trus peristiwa sujudnya malaikat terjadi di mana bud?
2b. Jika peristiwa sujud terjadi di jannah, kemudian Iblis diusir keluar dari situ, trus bagaimana mungkin dia ngasih waswas ke Adam setelah Adam tinggal di jannah?
2c. Emangnya Iblis bisa masuk lagi ke jannah setelah diusir keluar?


Weleh... mau ane lanjut pertanyaan berikutnya tp kok tampak makin ruwet bud. Kita bahas dulu 2 persoalan di atas.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

a) betul

b) tidak berarti begitu
bisa saja adam udah ada di janah sebelum perintah tinggal dikeluarkan
why not?
(kalo diibaratkan seorang anak make mobil ortunya duluan kemudian ortu bilang bahwa mobil tsb adalah kepunyaan sang anak - atau contoh lain dimana orang bisa memakai lebih dahulu )

c. tidak janggal --- itu artinya adam memakai fasilitas terlebih dahulu (lihat b)


Quote:

ya di janah


Quote:

intinya adam belum tahu bahwa janah itu akan jadi tempat tinggalnya yg permanen
sebelumnya ia mungkin masih pikir2 apakah dia statusnya ngontrak disitu emoticon-Big Grin


Quote:

2a. peristiwa sujudnya malaikat tidak ada pengaruh apa2
peristiwa tsb bisa terjadi baik sebelum maupun sesudah perintah untuk tinggal di janah

perintah sujud : pihak terkait : Allah + iblis
perintah tinggal : pihak terkait : Allah + adam
jadi beda urusan


profile picture
javafutura
kaskus geek


wkwkwk...pake status ngontrak segala. Ga ada ayat yg mengindikasikan Adam sudah tinggal di jannah sblm diperintah. Ente hanya berasumsi tanpa dasar.

Yg 2bc kok ga dijawab bud? Iblis kan diusir dari jannah gegara ga mau sujud ke Adam. Setelah diusir keluar jannah tuh Iblis ke mana bud? Bagaimana dia bisa masuk lg ke jannah ngasih waswas kepada Adam?
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

Jika adam bukan manusia pertama yg ada di bumi
- apakah ketika itu (jaman adam) manusia2 lainnya masih ada/hidup atau udah punah?
- jika mereka masih ada saat itu, lalu bagamana/dimana keturunannya sekarang?



profile picture
javafutura
kaskus geek


1. Manusia2 laen juga masih hidup lah bud ketika Adam muncul. Ras manusia telah ada dan telah menghuni berbagai penjuru bumi bersamaan dg lahirnya Adam di wilayah Arabia sono. Adam bukan moyang seluruh manusia, melainkan moyang dari nabi-nabi yg diutus di wilayah Arab.

2. Keturunan manusia selain Adam yah tetap ada menyebar di berbagai penjuru bumi hingga detik ini. Contoh yg di jawa, salah satu keturunannya adalah javafutura. Ane kaga punya silsilah genealogi kepada Adam yg dikisahkan dlm Quran. Ga tau kalo ente, apakah ente mengklaim sbg keturunan Adam ato kaga. Ato ente mau bilang bhw ente keturunan Tuhan, sbg salah satu "sons of God", ... I don't care, suka2 ente bud.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

Menurut AQ adam diciptakan dengan kedua tanganNya
apakah manusia2 sebelumnya juga diciptakan dengan kedua tanganNya juga?


profile picture
javafutura
kaskus geek


Ane kaga termasuk kelompok anthropomorfis yg menganggap Allah seperti manusia, memiliki 2 tangan yg kemudian membuat patung tanah liat berwujud manusia dewasa dan meniupnya hingga hidup mjd Adam.

Ayat 42:11 menyebutkan "laisa kamitslihi syai'un" (tak ada satupun yg serupa dg Dia). So, ketika menjumpai frasa yg menyebutkan Allah menciptakan Adam "biyadayyi" (dengan kedua tangan-Ku), ane kaga memahaminya sbg tangan dlm bentuk fisik, melainkan itu ungkapan alegori yg bermakna Allah-lah yg menciptakan tanpa bantuan pihak laen. Karena ane memahaminya sbg makna alegori, maka bukan hanya Adam yg diciptakan dg "kedua tangan Allah", namun semua ciptaan-Nya termasuk langit dan planet beserta isinya.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

nah inilah yg luput dari perhatian kamu dan penganut paham adam bukan manusia pertama lainnya!

Perhatikan, ketika Alloh mengucapkan bahwa adam diciptakan dengan kedua tanganNya tsb, Alloh sedang ngapain? sedang bercerita/narasi? sedang menyuruh/memerintahkan? atau sedang debat?


ayo jawab jav?


profile picture
javafutura
kaskus geek


Ga luput dari perhatian lah bud, lha wong sering ane baca. Hanya saja pemahaman ane dg yg ente pahami berbeda.

Ungkapan tsb diucapkan ketika Allah berdialog dengan Iblis, menanyakan alasan Iblis menolak perintah sujud.
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

bukan dialog tapi lagi berdebat, jav!

tahu ga konsekuensinya kalo itu debat?

profile picture
javafutura
kaskus geek


Bukan berdebat bud, tetapi dialog yg tjd pada proses interogasi.

Tau ga konsekuensinya kalo itu interogasi?
profile picture
sambudi7.jr
kaskus geek

Emangnya apa beda antara debat ama interogasi? emoticon-Big Grin


"Allah berfirman: 'Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada, yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri, ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?'." – (QS.38:75)
"Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah'." – (QS.38:76)
"Allah berfirman: 'Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir." –



>> Kedua belah pihak (Alloh dan iblis) masing2 punya argumen dan bermaksud agar pihak lawan mengikuti kemauan/pendapat -nya
>> apakah ini bukan debat? debat lah jav
>> kalo mau dibilang interogasi okelah tapi kalo cuma interogasi ada kemungkinan pihak yg diinterogasi segera ngaku kesalahannya (dan ini ga terjadi ama iblis --- dan ini alasannya kenapa istilah debat lebih cocok)

Okelah sekarang ke inti masalah :
>> Di ayat Alloh mengatakan adam diciptakan dengan kedua tanganNya
>> kalo istilah "kedua tangganNya" tsb diartikan sebagai kekuasaan maka ada kesulitan karena, iblis tentu akan dengan sangat mudah membantah dgn telak : "lho bukankah aku diciptakan dengan kekuasaanMu juga? Lalu apa istimewanya adam dibanding aku? Wong sama2 diciptakan dgn kekuasaanMu"
>> Makanya istilah "kedua tanganNya" itu benar2 tangan Alloh!
eits mungkin elu akan menolak kok Tuhan punya tangan seperti makhluk?
jawabannya : tanganNya tidak sama dgn tangan makhluk (bukan Alloh tdk mungkin punya tangan)
>> Allah menciptakan adam dengan "kedua tanganNya" (bukan sekedar kekuasaan tapi benar2 tangan Alloh) juga berarti adam adalah makhluk amat spesial/istimewa di mata Alloh
karena tidak semua makhluk diciptakan dengan cara demikian ---> sehingga sangat wajar (menurut pendapat Alloh) jika makhluk lain (termasuk iblis) untuk sujud/menghormat kepadanya!


sampai sini gimana?





Memuat data ...
Menampilkan 21 - 40 dari 43 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di