CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mahasiswa Indonesia di Wuhan Sedih Virus Corona China Disebut Azab
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2f8f15b41d3059ad481e7f/mahasiswa-indonesia-di-wuhan-sedih-virus-corona-china-disebut-azab

Mahasiswa Indonesia di Wuhan Sedih Virus Corona China Disebut Azab




Hilyatu Millati, Mahasiswa Indonesia di Wuhan Foto: Dok. Hilyatu Millati
Dunia sedang digemparkan dengan menyebarnya virus corona yang bersumber dari Kota Wuhan, China. Saat ini pemerintah setempat menutup seluruh transportasi umum di kota industri berpenduduk 11 juta orang itu.

Namun ada satu hal yang membuat mahasiswa Indonesia di Wuhan, Hilyatu Millati, resah. Yakni komentar netizen Indonesia yang menyebut virus corona adalah azab bagi China.

Suasana kota Wuhan, China, Senin (27/1), dilihat dari apartemen Milla. Foto: Dok. Hilyatul Millati
Perempuan yang akrab disapa Milla ini menyayangkan sikap netizen Indonesia yang tidak bersimpati dengan kondisi China dan justru menghujatnya. Sebagai WNI yang telah 7 tahun tinggal di China, terlebih kini ia tinggal di kota yang menjadi sumber menyebarnya virus corona, Milla prihatin.
"Komentar-komentar jahat itu tak ubahnya dengan virus corona. Sama-sama penyakit. Bedanya kalau komentar jahat itu penyakit hati alias benci yang bisa menambah dosa. Sedangkan virus corona itu penyakit jasmani yang bisa mengurangi dosa penderita," kata Milla yang juga diposting di akun Facebooknya. Milla mengizinkan kumparan mengutip tulisannya tersebut.

Milla menyebut, saat Indonesia dilanda banjir, warga China tak ada yang menghujat. Namun begitu virus corona menyebar dari China, netizen Indonesia banyak yang berkomentar menyakitkan.
"Kami butuh doa dan dukungan, bukan nyinyiran. Agama bukan sekadar ritual, tapi nilai-nilai yang harus dihayati. Bijaksanalah dalam berkomentar, hargai perbedaan," imbuh perempuan yang sudah 1,5 tahun tinggal di Wuhan ini.

Suasana kota Wuhan, China, senin (27/1) Foto: Dok. Hilyatul Millati
Milla juga menyinggung MERS yang juga bersumber dari virus corona dan berasal dari Arab Saudi. Saat itu orang-orang tidak menyebutnya sebagai azab.
"Kalau Anda bilang wabah virus corona di China saat ini adalah azab, apa Anda juga akan bilang wabah MERS yang sama-sama berasal dari virus corona yang melanda Timur Tengah terutama Arab Saudi yang menelan korban 850 jiwa sebagai azab? Terus banjir Jakarta juga azab?" ujar mahasiswa S3 Business Administration di Universitas Chongqing ini.

Padahal menurut Milla, warga China banyak yang bersimpati saat Indonesia terkena bencana. Bahkan teman-teman Milla di negeri Tirai Bambu itu ikut memberikan donasi bagi para korban bencana di Indonesia.
"Simpati dan empati warga China ke bencana di Indonesia cukup tinggi, seperti dalam kasus gempa di Palu beberapa waktu lalu. Banyak teman-teman China yang menelepon, menanyakan kondisi keluarga saya, dan aktif responsif galang bantuan untuk Indonesia serta banyak warga China ikut menyumbang donasi melalui PPI Tiongkok juga," katanya.
Kota Chongqing tempat kampus Milla berada, berjarak lebih dari 800 km dari Wuhan. Milla tinggal di Wuhan untuk menemani suaminya menempuh pendidikan. Dia biasa bepergian dari Wuhan ke Chongqing.
Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah, ini juga menyayangkan beredarnya kabar bahwa virus corona berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan.

"Mana ada negara mengorbankan rakyatnya sendiri. Penutupan (kota) ini saja sudah merugikan China," kata Milla.

Hilyatul Millati, Mahasiswa Indonesia di Wuhan Foto: Dok. Hilyatul Millati
Milla menyebut, pasar yang diduga sebagai pusat munculnya virus corona tak jauh dari stasiun yang biasa ia lewati, yakni Stasiun Hankou. Dia mengaku tiap bulan selalu melakukan perjalanan jauh menuju Kota Chongqing, melalui stasiun Hankou.
Selama menetap di China, Milla selama ini merasa baik-baik saja. Situasi juga aman.
"Pusatnya epidemik dekat banget sama stasiun Hankou. Selama ini saya juga sering nginep di bandara dan stasiun kereta api tanpa khawatir, karena selalu aman," kata Milla kepada kumparan lewat telepon, Senin (27/1).

Seorang wanita menggunakan pakaian tertutup sambil mengendarai skuter di sepanjang jalan di Wuhan. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
Meski Wuhan sekarang diisolasi, Milla tetap bisa keluar dari apartemen untuk beraktivitas. Hanya saja dia selalu mengenakan masker N95 dua lapis dan mengenakan kaus tangan.

Biasanya Milla mengendarai sepeda listrik atau berjalan kaki karena transportasi umum masih ditutup.

Azab Allah SWT atas penindasan Uighur



ketika negara komunis yg katanya tidak beragama dan tidak bertuhan,

lebih manusiawi dan humanis serta jauh kebencian dari pada negara religius terbesar di dunia emoticon-Najis





profile-picture
profile-picture
profile-picture
4iinch dan 36 lainnya memberi reputasi
Milla menyebut, saat Indonesia dilanda banjir, warga China tak ada yang menghujat. Namun begitu virus corona menyebar dari China, netizen Indonesia banyak yang berkomentar menyakitkan.
"Kami butuh doa dan dukungan, bukan nyinyiran

manusia negara berflower +62 memang begituemoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kupss dan 8 lainnya memberi reputasi
profile picture
dr.web
kaskus addict


Yg jadi permasalahannya..banjir Jakarta menyebabkan kematian gak ke warga di negara China..???....

Sekarang gw balik tanya..virus Corona di china dpt menyebabkan kematian gak buat warga +62 ????

Inilah imbas menerapkan TUNTUT LAH ILMU WALAU KENEGERI CHINA
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di