CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
(Pengalaman Pribadi) Berkendara Jadi Parno Gara - Gara Tilang Elektronik
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e2d212faf7e93371c2a7dd0/pengalaman-pribadi-berkendara-jadi-parno-gara---gara-tilang-elektronik

(Pengalaman Pribadi) Berkendara Jadi Parno Gara - Gara Tilang Elektronik


Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi




Tilang elektronik atau yang lebih dikenal dengan ETLE telah resmi diberlakukan dibeberapa kota besar di Indonesia. Surabaya, sebagai salah satu kota besar di wilayah Indonesia timur telah mulai menerapkan sistem tilang ini sejak pertengahan Januari 2020 yang lalu. Meski bukan warga Surabaya, sebagai orang yang tinggal dekat dengan Kota Pahlawan, ane bakal sering wara - wiri dijalanan kota ini. Sejak penerapan e-tilang pertengahan bulan ini, hari ini adalah hari pertama ane menginjakkan ban sepeda motor ane di aspal Surabaya.

Kikuk dan ada yang aneh dengan jalanan kota Surabaya, itulah kesan pertama yang ane rasakan saat mulai memasuki Bundaran Waru yang merupakan gerbang kota Surabaya dari sisi selatan. Semua kendaraan tampak lebih tertib berlalu lintas. Jalan Ahmad Yani Surabaya yang merupakan jalan protokol dan telah memberlakukan sistem "sepeda motor lajur kiri" sejak beberapa bulan terakhir, kini tampak lebih rapi. Hampir semua kendaraan berjalan lambat, karena memang ada rambu - rambu disepanjang jalan yang membatasi pengendara hanya boleh melajukan kendaraannya maksimal 40 km/jam.

Spoiler for :

Tidak lagi dijumpai pengendara kebut - kebutan yang melajukan kendaraannya lebih dari 100 km/jam. Dari pengamatan dan feeling ane rata - rata mereka berjalan di kisaran kecepatan 40 - 60 km/jam, padahal jalanan disana cukup lebar dan lurus, tempat paling asoy buat kebut - kebutan. Meski tetap tak sesuai dengan maksimal batas kecepatan yang telah ditentukan, setidaknya tidak ada yang main slonong boy lagi. Berbeda dengan kondisi jalanan ini sebelum penerapan tilang elektronik, yang masih banyak kendaraan salip kanan salip kiri.

Menurut ane, hal yang mendasari kenapa para pengguna jalan raya di Surabaya lebih tertib adalah karena pemberlakuan tilang elektronik yang akan menindak semua pelanggaran yang dilakukan pengguna jalan raya. Semua pelanggaran kasat mata seperti menerobos lampu merah, melanggar marka, tidak mengenakan sabuk pengaman dan helm dengan benar, bahkan hingga melanggar batas kecepatan pun bakal di proses tilang. Semua pelanggaran tersebut akan direkam oleh alat pemantau yang di pasang di sejumlah titik. Sialnya, sebagaimana berita yang beredar, polisi dan pihak terkait merahasiakan titik - titik mana saja yang digunanakan sebagai dasar pemantauan tilang elektronik ini.

Spoiler for :

Menurut Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini, sebagaimana dilansir dari Tribunnews, ada sebanyak 20 titik CCTV pemantau e-tilang diseluruh kota Surabaya yang tempatnya masih dirahasiakan. Asal diketahui saja, jumlah CCTV pemantau di Surabaya ini sangat banyak sekali. Hampir disetiap lampu merah dan sudut jalan protokol terdapat CCTV dengan keterangan "area diawasi CCTV". Itu artinya tidak semua CCTV yang ada di lampu merah tersebut sebenarnya terkoneksi dengan sistem e-tilang, melainkan hanya sebagiannya saja. Sayangnya, masyarakat tidak diberikan informasi dimana saja titik e-tilang ini diberlakukan. Menurut Risma, hal ini dilakukan agar warga Surabaya lebih tertib dalam berkendara dimanapun berada.

Bagi pengguna jalan, tentu saja ada plus minus dari penerapan e-tilang ini. Plusnya kita bisa merasa lebih aman karena penyebab kecelakaan yang biasanya dilakukan oleh pengendara lain yang ugal - ugalan lebih bisa ditekan. Sedang minusnya membuat kita menjadi "parno" dalam berkendara. Jika dulunya kita merasa "aman" asal polisi tidak ada yang melihat, sekarang kita seperti diawasi Tuhan. Sepanjang perjalanan serasa di pelototin oleh mata kamera CCTV. Dalam hal tilang, jika sebelumnya kita akan langsung tahu sesaat setelah melakukan pelanggaran dengan mendapat surat tilang, sekarang tak lagi seperti itu.

Spoiler for :

Bisa jadi, kita tidak menyadari pelanggaran yang sudah kita lakukan dan tiba - tiba saja sepucuk surat tilang mendarat di alamat yang kita tinggali. Parahnya lagi, kita bisa saja melakukan banyak pelanggaran dalam satu kali perjalanan. Denda tilang pun bisa berlipat - lipat. Asal diketahui saja, cara kerja dari tilang elektronik ini yaitu kamera pengawas akan merekam nomor polisi kendaraan yang melanggar. Kamera pengawas ini sendiri mampu merekam meski kendaraan melaju dengan kecepatan hingga 80 km/jam. Setelahnya, polisi akan mengirim surat konfirmasi pelanggaran ke alamat yang sesuai dengan alamat yang tertera pada STNK kendaraan.

Spoiler for :

Surat ini mencantumkan jenis pelanggaran disertai bukti foto. Pelanggar lalu dapat melakukan konfirmasi dan membayar denda tilang melalui bank BRI. Jika pelanggar tidak melakukan konfirmasi dan pembayaran hingga batas waktu tertentu, maka STNK dari kendaraan yang melakukan pelanggaran tersebut akan di blokir otomatis. Denda keterlambatan juga akan diberlakukan. Pembukaan blokir dapat dilakukan dengan mendatangi Posko Gakkum yang ada di Siola dan Pelabuhan Tanjung Perak. Sebagaimana tilang pada umumnya, e-tilang juga memungkinkan pelanggar untuk melakukan sanggahan. Sidang atas sanggahan ini akan dilakukan seperti biasa layaknya tilang manual.

Asal diketahui saja, penerapan e-tilang di Surabaya ini bukan hanya berlaku untuk kendaraan berplat Surabaya saja, melainkan untuk seluruh kendaraan berplat Jawa Timur, dan bukan tak mungkin ke depan berlaku juga untuk seluruh kendaraan yang melintas di Surabaya. Saat ini Polres Surabaya baru bekerja sama dengan Polda Jatim dalam penerapan e-tilang ini, sehingga seluruh kendaraan ber plat Jawa Timur yang melakukan pelanggaran lalu lintas akan dikenakan tilang yang akan dikirim ke alamat sesuai STNK.

Ke depan, penerapan e-tilang ini rencananya juga akan berlaku di selurih Indonesia. Sudah siapkah Gansis menghadapi "keparnoan" dalam berkendara?







Disclaimer : Asli tulisan TS
Referensi : Pengalaman dan Opini Pribadi serta Ini dan Ini
Sumur Gambar : Om Google






profile-picture
profile-picture
profile-picture
ayooiss dan 18 lainnya memberi reputasi
wkwkw ya memang udah sewajibnya kita patuh sama lalu lintas sih biar ga parno
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di