CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Viral Tagihan Rumah Makan, Hanya 2 Ekor Ayam Harganya Rp 800.000, Ini Penjelasannya
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e23ccb868cc9539e537e246/viral-tagihan-rumah-makan-hanya-2-ekor-ayam-harganya-rp-800000-ini-penjelasannya

Viral Tagihan Rumah Makan, Hanya 2 Ekor Ayam Harganya Rp 800.000, Ini Penjelasannya





Banyak sekali harga getok yang sering terjadi ketika kita sedang menikmati kuliner, terlebih lagi di daerah wisata. Harga yang ditawarkan terkadang sangat fantastis bisa dibilang tak masuk akal.

Sudah sering hal ini terjadi tapi terkadang malas bertanya menjadi penyebabnya, begitu juga dengan kisah dari tanah sumatra, tepatnya di Rumah Makan (RM) Napinadar Malau yang berada di Tepi Jalinsum Medan-Sidikalang Km 15, Desa Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.



Sebuah video tersebar luas di Media Sosial ketika seorang pengunjung marah-marah mempertanyakan harga lauk 2 ekor ayam napinadar kuliner khas dari daerah Batak yang dibandrol 800.000.

Sang pengunjung terlihat bertanya pada pemilik warung, dan membandingkan dengan harga warung serupa yang juga menghadirkan lauk khas dari daerah Batak namun harganya jauh dibawah rumah makan tersebut.





Namun uniknya pemilik warung alih-alih menurunkan harga, malah kembali menegaskan bahwa harga 2 ekor ayam kampung yang dimakan memang segitu harganya sudah pas. Lalu menyalahkan sang customer siapa suruh makan di warungnya.

Tentu saja amarah sang customer pun berkobar, kenapa sudah dalam perut baru harganya di getok seperti itu? Kenapa tidak menyediakan daftar menu agar customer tak tertipu. Alih-alih merasa bersalah, pemilik warung tetap bersikeras bahwa itu harga yang sudah di tetapkan di rumah makannya.



Makin gemeslah sang customer hingga membandingkan dengan restoran bintang lima, akhirnya video tersebut pun viral di media sosial.

Disini netizen kepo akan langsung menyalahkan pihak rumah makan, ettt tapi dengar dulu penjelasannya nih gan.

Menurut Lambok Malau (35) anak dari pengusaha RM Malau, harga ayam napidar per potong sebesar Rp 25.000, sedangkan untuk per porsi (termasuk nasi, nasi tambah, potongan timun dan tomat, serta kuah sop) menjadi Rp 35.000. Ayam yang digunakan adalah ayam kampung, dan satu ekor ayam kampung dapat dibagi menjadi 14 potong daging. Ingat ya itu harga perpotong bukan per ekor, maka untuk 2 ekor ayam bisa menjadi menghasilkan 28 potong daging. 



Berhubung itu dalam masa Tahun Baru dan harga ayam juga mengalami kenaikan di pasar, dimana harga ayam kampung tembus Rp 120.000. Maka harga per porsi yang tadinya Rp 35.000 mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000.

Sedangkan mereka makan dengan jumlah 10 orang, satu porsinya saja di kali 10 sudah 400.000 lalu kalau ada 2 ekor berarti sisa per potong ada 18 potong. Nah bila 18 kali Rp 25.000, hasilnya Rp 450.000. Maka harga seluruhnya Rp 850.000 yang harus mereka bayar.

Pemilik rumah makan memang tak menyediakan daftar menu, karena harga ayam sebagai bahan suka naik turun dan ia juga menyalahkan pembeli yang tak bertanya terlebih dahulu. Namun ia sadar daftar menu akan dibuat tapi untuk situasi yang normal, bukan harga ketika ada musim-musim tertentu seperti tahun baru, dan sebagainya.





Hmmmm pesan TS kalau makan di pinggir jalan tanya dulu harganya masa punya mulut ga mau nanya sih, kalau punya duit segepok sih ga masalah deh... apa gengsi untuk bertanya? Semoga ga ada lagi kejadian kaya gini, malu-maluin deh, kalau sudah bertanya dirasa cukup mahal kan bisa pulang bikin makanan sendiri di rumah lumayan Rp 800.000 bisa makan berapa ekor ayam tuh.

Salam lur, saya c4punk see u next thread.




emoticon-I Love Indonesia

"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2019
referensi : klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star





GIF





Tanggapan kaskuser


Quote:





profile-picture
profile-picture
profile-picture
bedypop dan 51 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh c4punk1950...
murah itu gan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di