CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Viral Pengakuan Karyawan Warung Bakso Temukan Celana Dalam di Kuali
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e18c2ddb41d303dea6c7600/viral-pengakuan-karyawan-warung-bakso-temukan-celana-dalam-di-kuali

Viral Pengakuan Karyawan Warung Bakso Temukan Celana Dalam di Kuali



Viral Pengakuan Karyawan Warung Bakso Temukan Celana Dalam di Kuali

"Setelah saya angkat tapi tidak sampai keluar kuali ternyata adalah pakaian dalam berwarna hitam," kata karyawan itu dengan kaget.

SuaraJatim.id - Seorang karyawan yang telah bekerja 6 tahun di sebuah warung bakso di Jawa Timur mengaku menemukan celana dalam di dalam kuali. Pengakuan ini diungkapkannya dalam situs tanya jawab Quora.

Karyawan warung bakso yang tidak menyebutkan namanya ini menulis pengakuan tersebut pada Kamis (2/1/2020) dalam pertanyaan "Apa saja dosa yang kamu lakukan berulang kali?".

Pantauan Suara.com, tulisan karyawan warung bakso ini telah mendapat banyak respon dari warganet lainnya. Bahkan cerita ini dibagikan ulang oleh akun @gulasekilo ke Twitter pada Sabtu (4/1/2020).

Unggahan @gulasekilo menjadi viral dan telah mendapatkan lebih dari 6 ribu retweet dan 11 ribu like pada Selasa (7/1/2020).

Warung bakso ini sudah buka dari tahun 2004. Bertahun-tahun bekerja di warung bakso itu, tidak sekalipun pemiliknya mengijinkan para pegawai untuk mengutak-atik kuali.



Bahkan untuk sekadar menuang kuah bakso, karyawan di sana tidak diperbolehkan.

"Ada beberapa pekerjaan yang tidak boleh kami lakukan. Pekerjaan itu khusus hanya boleh dilakukan oleh si suami istri pemilik warung. Pekerjaannya adalah memasak kuah bakso dan menuang kuah bakso ke mangkok yang telah terisi isian bakso dan mie ayam," tulis karyawan, seperti dikutip Suara.com, Selasa (7/1/2020).

Karyawan di sana hanya mengerjakan pekerjaan seperti memasak pentolan, jualan, belanja ke pasar, bersih-bersih, dan buang sampah.

"Kami juga dilarang membuka-buka kuali tempat kuah bakso dimasak ataupun saat sudah dimasukkan ke rombong jualan di depan. Jangankan membuka melihat saja kami akan diomeli habis-habisan," tulisnya.

Hal ini membuat heran para karyawan di warung bakso itu. Awalnya sang karyawan mengira pemilik tidak ingin resep baksonya terbongkar.

Tapi 4 hari setelah lebaran tahun 2018, rahasia lain soal kuali itu terbongkar. Saat itu sekitar jam 2 siang warung bakso sedang ramai pembeli.

Si ibu pemilik warung bakso dapat telpon dari keluarganya di kampung lalu dia bergegas ke belakang menjawab telpon tersebut. Sementara si bapak pemilik warung juga sedang tidak ada.

Sehingga tidak ada yang melayani pembeli khususnya untuk menuang kuah bakso ke mangkok.

"Saya yang kebetulan berdiri di rombong/gerobak jualan sudah mulai ditanya-tanya sama pembeli kenapa lama sekali. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk menuang sendiri kuah bakso/mie ayam ke mangkok yang sudah saya isi sebelumnya," ujarnya.



Ada benda berat saat karyawan itu mengaduk-aduk kuah dalam kuali. Awalnya dia mengira itu tulang sapi untuk kaldu.

"Setelah saya angkat tapi tidak sampai keluar kuali ternyata adalah pakaian dalam berwarna hitam," kata karyawan itu dengan kaget.

Ia sangat yakin benda itu adalah celana dalam.

"Iya saya tidak salah lihat, itu memang pakaian dalam karena sempat beberapa saat saya perhatikan sebelum saya lempar kembali ke dalam kuali lalu saya tutup rapat-rapat," ungkapnya.

Ia berasumsi bahwa benda itu merupakan penglaris atau pesugihan dari warung bakso tersebut.

Menurut penjelasan si karyawan, warung bakso itu memang selalu ramai. Dalam sehari warung bakso itu bisa menjual sampai 400 mangkok padahal kedainya di pinggir jalan biasa.

Karyawan itu mengaku takut, "Sebenarnya saya takut sekali akan menjadi tumbal warung itu jika dia memang pesugihan. Saya juga merasa berdosa karena setiap hari ratusan orang yang makan air rendaman celana dalam di warung itu."
sumber

☆☆☆☆☆

Hmmmm...
Dari mana ya gw mesti komen soal berita ini.
Begini....
Banyak orang bilang, tahun udah sampai 2020 tapi masih aja percaya dengan hal-hal berbau ghaib dan mistik? Orang luar negeri udah sampai ke bulan, bahkan mau ke planet Mars, tapi orang Indonesia masih ngeributin celana dalam demek dalam kuali bakso? Dimana logikanya?

Mungkin orang Indonesia telah mengalami kemajuan pesat dalam menyikapi hal-hal mistis, contohnya yang berhubungan dengan hantu. Lihat saja, sekarang ini di Youtube sangat mewabah yang namanya berburu hantu. Dari Youtuber yang memakai helm dan celana dalam robek di luar celana pendeknya, pocong disambit helm, kuntilanak dijambak, macam-macam. Seolah-olah sekarang ini hantu seperti tak punya harga diri lagi menyebar ketakutan. Hantu sekarang ini justru dijadikan ladang untuk mencari uang lewat dunia maya.

Nah, mengenai hantu yang dijadikan ladang untuk mencari uang, fenomena ini ternyata masih melekat kuat dalam dunia nyata. Hantu-hantu ini disebut hantu pesugihan. Bentuknya macam-macam, dari nenek tua, pocong berdarah, sampai jin yang selalu menjulurkan lidahnya dengan meneteskan air liurnya ke setiap makanan yang akan disuguhkan kepada pembeli.

Media yang dijadikan perantara itu macam-macam. Dari media tubuh sang pemilik sendiri yang rela digerogoti penyakit, hingga tumbal bagi hantu pesugihan. Lalu apa hubungannya dengan sempak, eh celana dalam? Kenapa pula harus berwarna hitam? Ya, khusnudzon aja. Mungkin kalau celana dalam kan lembut bahannya. Lagipula ukurannya terbilang kecillah. Coba kalau yang dimasukin kedalam panci kuah bakso itu jaket ojol. Udah warnanya terang, besar ukurannya, berat. Gak maching sama pancinya. Lalu kenapa harus hitam? Ya itu tadi, biar gak kelihatan. Masa harus berwarna orange atau hijau scotlite?

Ngomongin soal ritual mistis para pelaku usaha agar dagangannya selalu laris dan ramai, TS pernah beberapa kali bersinggungan dengan mereka-mereka ini yang sedikit banyak TS curigai memakai cara-cara kotor.

Ada sebuah warung tenda pecel ayam dibilangan antara Jalan Bangka hingga Jalan Kemang Raya. Suatu ketika saat TS antri membeli pecel ayam diwarung pecel ayam yang terbilang selalu ramai dan antri ini, tanpa sengaja TS melihat seorang pelayan warung pecel ayam ini menyedot teh es manis yang akan disajikan untuk untuk pembeli. Bukan cuma 1 gelas yang disedot denga sedotan plastik yang sudah dimasukan ke gelasnya, tapi semuanya. Dan anehnya tidak ada satupun orang yang melihat perbuatan si pelayan warung pecel ayam ini. Saat itu juga TS langsung menghampiri pelayan tersebut. Dengan nada pelan TS menegur perbuatannya. Dia nampak terkejut dan malu. Selebihnya TS gak jadi beli pecel ayam disana, langsung pergi. Beberapa hari berselang sejak kejadian tersebut, ketika TS melewati lokasi dimana warung pecel ayam itu berada, warung pecel ayam itu sudah tidak ada.

Kedua, TS pernah membeli mie ayam pinggir jalan yang pembelinya juga ramai hingga berdiri menunggu giliran makan. TS yang merasa tak ada kejanggalan menunggu sang pemilik membuatkan mie ayam 3 porsi untuk dibawa pulang. Ketika selesai, pesanan segera TS bawa pulang. Apa yang terjadi? Mie ayam tersebut teras hambar ketika dimakan TS dan anak istri. Tak ada rasa sama sekali. Benar-benar hambar seperti tak berbumbu. Sebelumnya, TS dan keluarga membaca doa makan. Ini aneh. Soalnya warung mie ayam itu benar-benar ramai.

Malam besoknya TS datang kesana meskipun dilarang istri. TS cuma ingin menegur. Akhirnya TS bertemu dengan pemiliknya yang laki-laki. TS sampaikan masalah mie ayam yang TS beli kemarin, dengan sedikit perkataan ,"Cari nafkah yang halal saja Pak. Kasihan anak istri." Dia pucat dan tak berkata apa-apa. Selanjutnya beberapa hari kemudian saat TS lewat, warung mie ayam itu tak ada lagi.

Apa ada lagi kejadian-kejadian seperti itu? Ada. Tapi cukuplah 2 itu jadi bukti bahwa ada sesuatu yang digunakan oleh banyak pelaku usaha makanan dengan jalan sesat.

Ini belum termasuk dengan para pelaku usaha yang memakai bahan makanan tak lazim. Yang ini TS jijik jika membayangkan.

Sekedar catatan, dulu di bilangan Blok S, tempat wisata kuliner yang sekarang ramai, sekitar akhir tahun 70an beredar rumor sebuah restoran yang digerebek karena memakai bahan makanan dari daging bayi hasil hubungan gelap yang digugurkan oleh sebuah klinik. Entah ini nyata atau tidak, tapi dulu beritanya sempat ramai.

Belum lagi soal makanan otak-otak dan siomay yang memakai bahan mentahnya dengan daging belut atau ikan sapu-sapu. Atau bakso yang dibuat dari daging tikus!

Percayalah.
Ini ada disekitar kita. Dan mereka berbeda dengan kita dalam mencari nafkah. Mereka tak pernah peduli dengan pembeli. Mereka hanya peduli dengan diri mereka sendiri.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
knoopy dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh i.am.legend.
Quote:


Quote:
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di