CARI
KATEGORI
KATEGORI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5deb38f70577a959901514e9/black-eyecp

Black Eye(Cp


Aku memang tidak begitu suka dunia malam..
Selain dingin.. Banyak hal buruk yang sering terjadi pada malam hari. Mulai dari perkelahian.. Pencurian.. Perampokan.. Sampai dengan pembunuhan.

Yah.., belum lama ini, di Kompleks perumahan ku terjadi sebuah pembunuhan berantai.
Pembunuhan itu merenggut semua nyawa penghuninya. Termasuk seorang anak kecil berusia 4 tahun. Banyak yang prihatin dan sedih mendengar kabar pembunuhan itu. Tapi ada bagian lain yang membuat semua orang heran oleh kasus itu.
Semua mata para korbannya menghilang. Tidak ada luka lain. Hanya mata yang hilang. Padahal sebelumnya mereka terkenal sebagai keluaga yang baik dan ramah. Termasuk juga Larry.

Larry adalah salah satu korban dari pembunuhan itu. Dan sialnya.. Larry adalah teman sebangku ku di sekolah.

Larry terkenal pendiam tapi baik di sekolah.
Larry tidak pernah melukai siapapun.. Dan larry tdk pernah bermasalah dengan siapapun.
Tapi tidak banyak yang tau bahwa larry juga anak yang menyeramkan.

Pernah suatu hari.. Saat aku datang lebih awal di sekolah untuk membersihkan kelas, aku menemukan benda-benda aneh di lacy meja Larry.

Aku menemukan beberapa boneka dengan mata yang di jait menggunakan benang hitam. Juga beberapa lembar kertas dengan tulisan aneh yang tidak ku mengerti apa maksudnya.

Kalimat itu tertulis dengan tinta berwarna merah. Tapi aku ragu bahwa itu tinta. Karena baunya amis.. Seperti..
Darah...

Aku terus melihat isi laci Larry, mengeluarkannya satu demi satu.. Hingga aku menemukan sebuah kalung dengan induk dari batu hitam yang berbentuk seperti mata. Aneh memang..
Aku memperhatikan setiap inci dari kalung itu dan terlihat sebuah nama di baliknya..
"Mr.Silent/HdCls"
Tulisan itu seperti sebuah nama tapi aku tidak yakin.. Aku terus memperhatikan kalung itu dan kemudian..

"Apa yang kau lakukan...??"

Terdengar suara pria menegurku.
Perasaanku langsung tidak enak.. Dan benar saja itu Larry.
Aku yang sudah tertangkap basah tidak lagi berbuat apa-apa selain diam.
"Apa kau baru saja memeriksa isi laci ku..??"
Tanya Larry dengan tatapan tajam.

"A..a... Ma.. Maafkan aku larry.. Aku hanya ingin membersihkan laci mu saja..."
Aku sungguh takut. Aku takut jika aku melakukan kesalahan yang membuatnya mengamuk.
Dari dulu hingga kini sering dikatakan bahwa marahnya seorang pendiam ibarat Harimau yang di pecut.
Dia bisa sangat mematikan.

"Sekarang pergi dari sini.. Dan jangan katakan apapun pada siapapun..."
Ucap larry sembari menatap ku tajam.

Aku menganggap itu sebagai ancaman. Dari tatapannya terlihat resiko yang akan kutanggung jika ku langgar.
Dan sejak hari itu.. Aku menjaga jarak dari Larry.. Dari teman sebangku ku sendiri.

Yah.. Dan kini Larry dan keluarganya telah pergi. Walau ada begitu banyak misteri dibaliknya. Terutama tentang pelaku dan motifnya.

Tapi entah mengapa aku merasa aneh dengan kejadian yang menimpa keluarga larry. Tapi rasa takutku jauh lebih besar dari rasa penasaran ku.

*****

. Malam ini, semua orang di rumah sedang tidak ada. Hanya aku dan bayanganku di rumah. Memang membosankan, tapi itu jauh lebih baik daripada harus ikut bersama mereka ke pesta pernikahan bibi yang juga tidak ku suka.

"Huah.. Mereka benar-benar kejam..! Meninggalkan ku sendiri di rumah tanpa makanan secuilpun.."

. Aku kemudian mencoba menelfon sebuah rumah makan langganan kami guna memesan beberapa makanan untuk ku. Tapi sialnya semua kurir pengantarnya sedang melakukan pengantaran dan belum kembali.
Hal itu memaksaku untuk keluar dan mencari makanan di luar.

Aku akhirnya keluar dari rumah. Berjalan seorang diri melewati pepohonan dan lampu-lampu jalan. Setelah cukup lama berjalan aku akhirnya sampai di depan sebuah mini market dan membeli beberapa makanan instan yang dapat dengan mudah kubuat. Tidak lupa beberapa cemilan untuk menemani malam ku yang panjang.

Setelah keluar dari mini market. Aku harus kembali melewati jalan yang sama untuk sampai ke rumah.
Aku melewati jalan yang tadi ku lalui. Tapi keadaan terasa sangat berbeda.
Angin berhembus dengan kencangnya menggugurkan dedaunan Dan tangkai-tangkai kecil juga ikut bersama daun.

Aku mencoba menghalangi mataku dari debu dan benda-benda lain yang terbang tak terarah bersama angin. Dan tak lama setelah angin berlalu, muncul seorang pria yang tinggi dengan stelan hitam yang dia kenakan lengkap dengan topi hitam yang membuat penampilannya begitu mencurigakan.

Entah darimana ku dapat bisikan itu. Tapi aku merasa bahwa aku harus bersembunyi.
Aku kemudian bersembunyi dibalik semak-semak dan tidak bersuara.
Ketakutan tiba-tiba hadir di jiwa ku.
Dalam ketakutan yang hangat.. Kulihat pria itu berlari dengan kencangnya dan kemudian hilang di dalam gelap.

"sial..!! Apa yang kulakukan di sini..?? Mengapa aku bersembunyi.. Argh...!! Seperti pengecut saja.."

Aku memaki diriku sendiri yang menjadi bodoh dengan spontan. Tapi sungguh, aku terus saja penasaran dengan pria misterius tadi. Dalam rasa penasaran ku teruskan langkah ku menuju rumah. Dan kembali.. Kulihat pria itu berdiri di depan rumah seseorang dengan pose seperti siap menyergap.

"Ada yang tidak beres.."
Ucap ku pelan.

Aku terus memperhatikan pria itu sampai akhirnya melintas mobil patroli polisi dan pria itu menghilang. Dia berlari dengan cepatnya seolah olah takut tertangkap. Hal ini membuatku semakin penasaran.

Tapi rasa penasaran ku itu masih terkalahkan oleh rasa lapar yang menggerogoti perutku.

"kruukk"..
"Ah.. Sial.. Kau benar-benar tidak bisa diajak kompromi.."
. Perutku seperti pengacau kala itu. Perut ku berbunyi dan terus berbunyi. Jadi kuputuskan untuk pulang dan menyelesaikan urusanku dengan perutku lebih dahulu.

*****

. Setelah berjalan dengan takut dan lapar sebagai pendamping, aku akhirnya tiba di rumah dengan selamat.
Segera ku teruskan langkahku menuju dapur dan menghidupkan kompor.
Ku masak sebungkus mie instan lengkap dengan telur sebagai pasangan.
Aku menyantapnya dengan lahap.. Karena lapar memang selalu bisa merubah seseorang.

"Hushhh.. Kenapa di rumah ini bahkan tidak tersedia mie instan.. Dasar Ibu.."

Aku kemudian menyantap mie ku terus hingga tak bersisa..
Setelah mie ku habis, kuteruskan malamku dengan menonton flim yang ku rasa akan menghibur ku.
Tapi belum lama flim itu kunikmati, suara bising kendaraan polisi sudah terdengar dari luar rumah.
Aku akhirnya keluar dan melihat apa sebenarnya yang terjadi.

Saat aku keluar banyak mobil polisi yang lalu lalang.. Dan beberapa lainnya berhenti di rumah-rumah warga termasuk rumah ku.

"Selamat malam.. Kami dari pihak kepolisian ingin melakukan pemeriksaan di rumah anda.. Apakah anda bersedia..?"

"Ya.. Tapi apa boleh saya tau.. Dalam rangka apa pemeriksaan tengah malam seperti ini..?"

"begini.. Tersangka pembunuhan satu keluarga di kompleks ini di duga melarikan diri ke arah sini.."

"Pembunuhan satu keluarga..? Pembunuhan keluarga Ritchie itu..?"

"Bukan.. Kali ini pembunuhan di keluarga Jonson.."

"Apa..? Rumah yang di ujung Kompleks itu pak..?"

"Ia.. Dan di duga.. Pelaku ini sama dengan kasus pembunuhan di keluarga Ritchie karena kondisi korban sama.."

Next.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
Bregez dan 12 lainnya memberi reputasi
Quote:


Satu thread aja, terus part selanjutnya di buat dikolom kmentar. Bawahnya gitu terus nanti di copy link terus edit yang thread awal salng link dibawah kasih tulisan index apa lanjutannya terserah kamu biar gampang nemuin nya.
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di