CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Sports / Sports /
Stop Naturalisasi Pemain Untuk Timnas Sepakbola Indonesia !
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5dc7778a5cf6c405f11fa7ff/stop-naturalisasi-pemain-untuk-timnas-sepakbola-indonesia

Stop Naturalisasi Pemain Untuk Timnas Sepakbola Indonesia !

Hallo agan sista semuanya kembali berjumpa kembali dengan ane,semoga gan sist dalam keadaan sehat dan berbahagia dimanapun kalian berada.Kesempatan kali ini ane mau membahas soal dunia sepakbola Indonesia,kali ini ane mau membahas soal naturalisasi pemain.Beberapa tahun terakhir ada yang berbeda dengan komposisi pemain timnas kita.Banyak pemain asing yang memperkuat timnas senior,melalui jalur naturalisasi.




Sumber


Mulai dari pemain yang sudah berkiprah lama membela klub diliga nasional,sampai pemain dari luar negeri yang mempunyai hubungan darah dengan Indonesia.


Naturalisasi adalah adalah proses perubahan status dari penduduk asing menjadi warga negara suatu negara.Proses ini harus terlebih dahulu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan dalam peraturan kewarganegaraan negara yang bersangkutan.




Kalau naturalisasi untuk pemain timnas sendiri,sepengetahuan ane.Persyaratannya pemain tersebut harus tinggal/bermain diklub lokal selama 5 tahun.Untuk pemain asing yang tidak punya keturunan/keluaraga dari Indonesia.


Sementara pemain asing yang mempunyai keturunan Indonesia,entah itu orangtua atau kakek neneknya.Biasanya bisa langsung diangkat menjadi WNI,asalkan yang bersangkutan tidak keberatan dan bersungguh-sungguh ingin menjadi WNI.



Naturalisasi pemain beberapa tahun belakangan sedang menjadi tren dikalangan negara Asia Tenggara,dimulai dari Singapura pada tahun 2004.Ditahun yang sama mereka berhasil menjadi juara AFF,difinal mengalahkan Timnas Garuda.Yang kala itu diperkuat Hendro Kartiko,Kurniawan Dwi Yulianto,dan Ilham Jaya Kesuma.





Mungkin karena kesuksesan negara lain dengan naturalisasinya,Indonesia menggunakan cara yang sama.Pada AFF 2010 Indonesia menampilkan El Loco Gonzalez dan Irfan Bachdim,dengan harapan bisa menembus partai final dan menjadi juara.Tampil gemilang sejak penyisihan grup,pada akhirnya timnas harus merelakan trofi tersebut menjadi milik Malaysia. emoticon-Berduka (S)




Sumber


Sejak saat itu,pemain naturalisasi membanjiri Indonesia,mulai dari pemain yang berkiprah diklub lokal sampai pemain luar negeri keturunan Indonesia.Pada waktu itu ane berpikir,kita akan berprestasi dengan adanya naturalisasi ini.Karena pengalaman dan kemampuan yang mumpuni dari pemain lokal,bisa saling bersinergi membuat timnas kita mengangkat trofi juara.



Tapi pemikiran ane salah,seiring berjalannya waktu,naturalisasi ini tak kunjung membuat timnas berprestasi.Kejutan justru hadir ketika AFF U-19,dimana Indra Sjafri membawa Garuda Muda menjuarai AFF untuk pertama kalinya.
Tanpa embel-embel pemain naturalisasi emoticon-Belo



Sumber



Mulai hari itu ane sadar,bahwa sebenarnya materi pemain muda kita cukup mumpuni.Tidak kalah dengan pemain naturalisasi,bukannya mau menyudutkan pemain naturalisasi.Alangkah baiknya bila pemain timnas kita diisi oleh putra terbaik bangsa,yang benar-benar bangga memakai kostum Garuda didada.Karena sepakbola adalah olahrga yang digemari mulai dari anak-anak sampai mereka tumbuh dewasa.



Melihat performa apik yang ditunjukkan timnas junior kita,sudah seharusnya PSSI bersikap tegas,untuk tidak lagi memakai pemain naturalisasi.Beberapa tahun lalu sempat heboh kabar rencana naturalisasi pemain berdarah Indonesia,bermain sebagai penjaga gawang ke tiga di Juventus.Ane lupa namanya,tapi pada akhirnya dia menolak bergabung dengan timnas.Dan memeilih berkiprah di Eropa.


Daripada kita bersusah payah blusukan ke luar negeri mencari pemain top berdarah Indonesia,lebih baik kita blusukan ke pelosok tanah air mencari bibit muda potensial. Ane yakin disana banyak talenta muda berbakat,apalagi sepakbola adalah olahraga yang digemari dinegeri ini.Tinggal kedepannya PSSI harus serius dalam pembinaan bibit muda tersebut,mulai dari menyiapkan fasilitas yang bagus,dan mengadakan kompetisi berjenjang tingkat nasional.




Banyak pemain naturalisasi mulai dari Irfan Bachdim,Greg Nwokolo,Otavio Dutra,Maitimo,Gonzalez,Beto.Banyak pemain naturalisasi yang membela timnas ,disaat usia mereka sudah diatas 30 tahun.



Buat ane itu malah merugikan,soal kemampuan dan pengalaman gak usah diragukan ya gan sist,tapi faktor usia gak bisa dibohongi.Paling tidak kisaran 2-3 tahun bisa bermain ditimnas,padahal banyak pemain lokal yang punya potensi dan layak untuk bermain dilevel timnas.


Harapan ane kedepan untuk timnas khususnya senior,bisa menampilkan permainan yang lebih baik.Seharusnya senior memberi contoh untuk juniornya,tapi disepakbola Indonesia malah junior yang memberi contoh untuk seniornya emoticon-Big Grin
Dan satu lagi gak ada lagi naturalisasi pemain ditubuh timnas Indonesia,kita harus berani dan bangga menampilkan putra terbaik bangsa kita sendiri.


Lebih terhormat kalah dengan materi pemain lokal,daripada sudah pakai naturalisasi pemain tapi masih kalah juga,malu-maluin itu namanya gan sist emoticon-Big Grin
Untuk juara perlu waktu,usaha dan kerja keras.Tidak dengan cara instant seperti membawa banyak pemain naturalisasi,agar cepat berprestasi.



STOP Naturalisasi !!!,Naturalisasi Bukan Solusi !!!





Ane tutup dengan kutipan pelatih Indra Sjafri saat membawa timnas U-19 juara AFF 2013,Tidak ada kutukan dalam sepak bola. Hanya saja masalah waktu untuk dapat menjadi juara sejati.



Sumber:
Pemikiran TS
Referensi sini ,sini ,dan sini
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 22 lainnya memberi reputasi
Herannya ketika mereka bermain di U16, U19, U21 mereka masih bisa bersaing dengan tim-tim lain, namun ketika mereka sudah masuk ke dalam tim senior dan ditangani oleh pelatih luar negeri, prestasi mereka malah melorot dan banyak kalahnya daripada menangnya.
profile picture
oranganehhh
kaskus addict
efek masuk liga indo kali gan. dulu di usia muda kan mereka belum masuk liga. begitu masuk liga indo, liganya bobrok, latihan ga jelas, fasilitas ga lengkap, gaji ditunggak, makanan/asupan nutrisi ga teratur, jadwal ga karuan, pemain kasar, wasit aneh, suporter barbar, mafia pengatur skor, apalagi ya? emoticon-Ngakak

sementara negara asia tenggara lain liganya makin profesional. ya bayangin aja sendiri gimana hasilnya kalo timnas kita ketemu timnas-timnas tetangga.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 1 dari 1 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di