CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
[ Pojok Diskusi & Tanya Jawab ] Gubuk Adem di Bawah Pohon Sejarah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5935248d9252335e088b4569/pojok-diskusi-amp-tanya-jawab--gubuk-adem-di-bawah-pohon-sejarah

[ Pojok Diskusi & Tanya Jawab ] Gubuk Adem di Bawah Pohon Sejarah

Merupakan Trit Pararel dengan Trit Sejarah era Lalu Forum Militer kaskus. trit ini bertujuan untuk pembahasan sejarah yang lebih umum, tidak spesifik pada perang atau pertempuran tertentu.

Yak, pertama-tama kata sambutan kita berikan kepada yang paling tuir diantara kita :

Quote:


emoticon-2 Jempol

Sedangkan MOTO yang kita anut dalam diskusi adalah,

Kebenaran Pada Akhirnya Selalu Terungkap


Kita tidak mengamini bahwa Sejarah ditulis oleh Pemenang. itu adalah cara pandang yang sempit nan fatalis dan juga defeatist. pada kenyataannya, sejarah membuktikan bahwa pemenang hanya dapat memaksakan versi sejarahnya sendiri dalam waktu yang pendek. seusia regime nya saja, hanya belasan atau puluhan tahun. setelahnya fakta dan kebenaran selalu terungkap walaupun ditutupi-tutupi sebagaimanapun rapatnya. emoticon-Big Grin

Dengan se-izin moderator maka pojok diskusi sehat kita buka, sisa 1, 2, dan 3 di reserve untuk index dan keperluan diskusi. emoticon-Peace

Quote:



Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rossdeleon
Penjelasan garis keturunan Ken Angrok / Arok versi Historia. Ternyata semuanya berawal dari urusan percintaan dan masalah keluarga.

SUATU hari, Ken Endok mengantarkan makanan untuk suaminya, Gajah Para, di ladang. Di tengah jalan, dia dihadang dewa Brahma dan disetubuhi. Suaminya tahu dan menceraikannya namun lima hari kemudian dia meninggal dunia. Karena malu, Ken Endok membuang bayinya, Ken Angrok, yang mengeluarkan sinar di malam hari.

Ken Angrok hidup mengembara sebagai pencuri, perampok, pembunuh, dan pemerkosa. Dia dikejar-kejar rakyat dan utusan Tumapel atas perintah raja Daha (Kediri). Berkat bantuan dewa-dewa, dia selalu lolos. Bahkan dia diaku anak dewa Siwa dan penjelmaan dewa Wisnu.

Ken Angrok menghambakan pada penguasa (akuwu) Tumapel, Tunggul Ametung, melalui perantaraan pendeta Lohgawe. Dia membunuh Tunggul Ametung dan menikahi istri mudanya, Ken Dedes, yang sedang mengandung tiga bulan. Dia pun menjadi akuwu di Tumapel. Semua itu dibiarkan saja oleh keluarga Tunggul Ametung dan rakyat Tumapel.

Setelah 40 tahun memimpin Tumapel, dia dinobatkan sebagai raja di Tumapel oleh para brahmana dari Daha. Sebagai raja, Ken Angrok bergeral Sri Rajasa san Amurwabhumi.

Raja Daha, Dandan Gendis, pernah mengatakan hanya kalau Bhatara Guru sendiri turun ke bumi, kerajaannya dapat dikalahkan. Maka, atas izin para pendeta, Ken Angrok memakai nama Bhatara Guru untuk menyerang dan mengalahkan Daha. Dia menjadi maharaja di Tumapel (kemudian terkenal dengan nama Singhasari) pada tahun 1222.

Kisah Ken Angrok tersebut termuat dalam kitab Pararaton atau Katuturanira Ken Anrok (gubahan tahun 1478 dan 1486 tanpa disebutkan penggubahnya).

Kisah Ken Angrok juga termuat dalam kitab Nagarakrtagama karya Mpu Prapanca yang ditulis tahun 1365 dan Kidung Harsawijaya. Nagarakrtagama menyebut Ken Angrok sebagai keturunan dewa yang lahir tanpa melalui kandungan atau tidak beribu. Sedangkan Kidung Harsawijaya menyebut Ky Anrok keturunan orang Pankur, anak Ni Ndok, yang menjadi raja dengan gelar Sri Rajasa.

Sejarawan Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, menafsirkan Ken Angrok sebagai anak dari hasil perbuatan tidak senonoh antara Ken Endok dan laki-laki lain, dewa Brahma.
Ahli efigrafi Boechari lebih tegas lagi, menyebut perbuatan tidak senonoh itu sebagai pemerkosaan. Tetapi, siapa pelakunya, yang dilambangkan sebagai dewa Brahma? Boechari menafsirkan penulis kitab Pararaton berusaha menutupi kenyataan bahwa pemerkosa Ken Endok ialah orang yang berkuasa atas wilayah dan rakyat di situ, yaitu Tunggul Ametung.

“Sebagai penguasa atau san amawa bhumi, dia luput jangkauan hukum, bahkan dia mempunyai kekuasaan untuk menyingkirkan laki-laki yang menjadi suami sah dari wanita yang berkenan di hatinya,” tulis Boechari dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasastri.

Jika merujuk kitab hukum pada masa itu, pemerkosaan termasuk tindak pidana paradara; si pemerkosa bisa dijatuhi hukuman mati. Bahkan ada pasal yang menyebutkan suami perempuan yang diperkosa berhak membunuh si pelanggar kesusilaan itu.

Boechori menguraikan beberapa alasan mengapa Ken Angrok adalah anak Tunggul Ametung dan Ken Endok. Dalam masyarakat yang berpegang pada caturwarna (pembagian masyarakat menjadi empat kasta: brahmana, ksatria, waisya, dan sudra), rasanya tidak mungkin seorang petani, yang setinggi-tingginya masuk kasta waisya (petani, prajurit, dan pedagang) dan tidak mustahil masuk kasta sudra (rakyat jelata), semudah itu dapat merebut kekuasaan dan mendapat dukungan para brahmana. Ken Angrok juga dengan mudah diterima penghambaannya oleh Tunggul Ametung, yang pernah memerintahkan penangkapannya karena mengacaukan daerah Tumapel. Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Angrok dengan mudah memperistri jandanya, Ken Dedes, dan menjadi penguasa Tumapel tanpa campur tangan keluarga Tunggul Ametung dan rakyat Tumapel.

Motif Ken Angrok membunuh Tunggul Ametung mungkin pertama-tama karena cinta, yang kedua karena hak waris. Dia merencanakan membunuh ayahnya sebelum anak Tunggul Ametung dan Ken Dedes lahir. Setelah berhasil, dia memperistri Ken Dedes agar semua warisan, termasuk kekuasaan atas Tumapel, jatuh kepadanya. Untuk itu, Ken Angrok memaksa Mpu Gandring menyelesaikan keris pesanannya dalam waktu lima bulan.

Dengan memperhatikan struktur sosial dan kepercayaan zaman dahulu, Boechari telah memberikan tafsiran lain atas cerita Ken Angrok. “Mungkin pengarang Katuturanira Ken Anrok mau menyembunyikan dua hal, yaitu bahwa Ken Anrok terlahir di luar perkimpoian, dan bahwa ia telah membunuh ayahnya sendiri,” tulis Boechari.

Ken Angrok, pendiri dinasti Rajasa yang menurunkan raja-raja Singhasari dan Majapahit, meninggal pada tahun 1227 dan dimakamkan di Candi Kagenengan, kemungkinan terletak di atas Gunung Katu, Malang.


sumber
profile-picture
yoseful memberi reputasi
profile picture
hannepin
kaskus maniac


bagian dilahirkan, dsb-nya adalah bagian yang di "haluskan" agar tidak menjadi hal yang memalukan.

adalah normal bagi yang menjadi penguasa dengan jalan-jalan yang tidak normal untuk mengatributkan kenaikan derajatnya karena faktor spiritual.

walau demikian termasuk unik bahwa penyebutan kasus perkosaan, dsb-nya dibiarkan, mungkin karena terlanjut membekas di benak masyarakat sehingga hampir mustahil untuk dihilangkan sepenuhnya. karena tergolong playboy kelas berat dan kerap membuat kasus atau skandal, maka kejadian tersebut tetap dicantumkan. tetapi malah diputer balik dari hal yang memalukan atau jelas-jelas kriminal menjadi hal yang kembali lagi spiritual.

bahwa Mr.x setelah memperkosa, dan berbuat kejahatan malah tidak kena tangkap. ini narasi yang menggiring opini bahwa si Mr.x adalah tokoh yang di luar nalar, hebat, kebal hukum, atau sakti.

padahal penjelasan paling masuk akal dan paling mungkin adalah, ia adalah anak haram pembesar sehingga memiliki kuasa dan perlindungan yang istimewa walaupun melakukan beberapa kejahatan besar sekalipun.

baca dokumen sejarah harus bisa melihat apa yang disembunyikan. untungnya para pencatat sejarah biasanya seperti sengaja meninggalkan jejak yang jelas entah dalam penggunaan kata, dengan dengan struktur kalimat, hanya dengan logika sederhana, bahkan setelah diterjemahkan sekalipun, bisa terbaca dengan relatif mudah.

jadi kisah di atas gak lebih daripada, a royal bastard, dengan tambahan rebutan suksesi.

adanya faktor kelahiran yang supernatural membuat si mr.x luput dari tuduhan patricide yang dianggap amat sangat haram.
profile picture
white wolf
kaskus maniac


Sayangnya, masih banyak kasus dimana orang2 denial atau pura2 gak tahu, berhubung tokoh sejarahnya itu adalah pujaan mereka. emoticon-Malu
profile picture
mamorukun
kaskus maniac


Betul om sebenarnya clue nya udah sempet diungkap bahwa ken arok itu "istimewa" (scr manusiawi kemungkinan royal bastard) tp serat pararaton membumbui nya dg kuasa ilahiah spt campur tangan dewa Brahma dan di dharmakan sebagai Siwa.
karena anggapan rakyat bahwa raja apalagi pembangun dinasti pasti diberkahi yg kuasa atau istilahnya mendapat wangsit keprabon. Utk memperkuat legitimasi.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 3 dari 3 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di