CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
[ Pojok Diskusi & Tanya Jawab ] Gubuk Adem di Bawah Pohon Sejarah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5935248d9252335e088b4569/pojok-diskusi-amp-tanya-jawab--gubuk-adem-di-bawah-pohon-sejarah

[ Pojok Diskusi & Tanya Jawab ] Gubuk Adem di Bawah Pohon Sejarah

Merupakan Trit Pararel dengan Trit Sejarah era Lalu Forum Militer kaskus. trit ini bertujuan untuk pembahasan sejarah yang lebih umum, tidak spesifik pada perang atau pertempuran tertentu.

Yak, pertama-tama kata sambutan kita berikan kepada yang paling tuir diantara kita :

Quote:


emoticon-2 Jempol

Sedangkan MOTO yang kita anut dalam diskusi adalah,

Kebenaran Pada Akhirnya Selalu Terungkap


Kita tidak mengamini bahwa Sejarah ditulis oleh Pemenang. itu adalah cara pandang yang sempit nan fatalis dan juga defeatist. pada kenyataannya, sejarah membuktikan bahwa pemenang hanya dapat memaksakan versi sejarahnya sendiri dalam waktu yang pendek. seusia regime nya saja, hanya belasan atau puluhan tahun. setelahnya fakta dan kebenaran selalu terungkap walaupun ditutupi-tutupi sebagaimanapun rapatnya. emoticon-Big Grin

Dengan se-izin moderator maka pojok diskusi sehat kita buka, sisa 1, 2, dan 3 di reserve untuk index dan keperluan diskusi. emoticon-Peace

Quote:



Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rossdeleon
ini contoh lagi karena menarik sih bagi ane,

kasusnya sama, sebut ada panglima yang berkuasa di kerajaan. anak putrinya menikah dengan sang raja tua yang lalu memiliki anak / putra mahkota. dengan ini sang jendral menjadi kakek bagi calon raja. nah sewaktu-waktu sang raja tua meninggal. apa yang akan terjadi apabila sang panglima tersebut ambisus dan berniat ingin jadi raja?

low level civilization : sang jendral bisa dengan mudah bilang, cucunya (putra makhota) masih kecil dan belum becus jadi raja. karena itu ia sebagai yang paling mampu akan meneruskan takhta sebagai raja. setelah itu ada perang karena clan raja yang tersingkirkan, dsb-nya tetapi so far hal ini tidak akan banyak ditentang karena memang dianggap alamiah. walau budaya dan tradisi ada untuk mencegah hal-hal seperti ini tetapi melawan politik praktis biasanya tidak ada suaranya apalagi melawan kekuatan bersenjata.

high level civilization : sang jendral paling jauh hanya akan menjadi Regent, karena semua struktur pemerintahan sudah dedesain untuk melwan usurper seperti dia. ada aturan kuat yang sama sekali tidak akan memperbolehkan ia sebagai orang bukan keturunan raja untuk naik takhta. bukan bagian dari dinasti = tidak ada kans sama sekali. karena itu walau ia secara nyata berkuasa tetapi tetap saja ia hanya bisa secara formal diakui sebagai wali, dan ketika putra mahkota dewasa maka kekuasannya sedikit banyak akan digerus.


apa ada yang bisa menyebutkan contoh dari kejadian high level civilization di atas? banyak lho contohnya yang ane yakin pada tau semua. :goyang
Diubah oleh hannepin
profile picture
white wolf
kaskus maniac


Kalau yang high level civilization sih : Cao Cao Meng De emoticon-Ngakak
profile picture
hannepin
kaskus maniac


Lu Buwei juga. lebih terkenal dia lho daripada Meng De, karena kalau Cao Cao berperang demi keutuhan dinasti, Lu Buwei hanya karena faktor akal bulus saja sampai menjadi regent. emoticon-Big Grin
profile picture
ciLinx
kaskus addict


Di nusantara kayanya yang mendekati tu Ken Arok ya, dari rakyat biasa, jadi pencuri, kemudian jadi bawahannya Tunggul Ametung trus "kudeta" dan jadi raja.
profile picture
mamorukun
kaskus maniac


Cerita ken Arok masih diantara mitos dan sejarah gan. Jd kemungkinan jalan ceritanya gak sesimple itu.
sebenarnya era Mataram kuno sampai Majapahit sudah menganut sistem Dinasti (wangsa). Bahkan utk menjaga royal blood dan tahta maka pernikahan kebanyakan antar sesama sepupu dalam satu trah.
jadi cerita rakyat jelata jadi penguasa itu kecil kemungkinannya.
memang tumapel itu cuman sekelas Kuwu (kecamatan) tp disana tunggul ametung sudah dianggap raja kecil. Bagaimana mungkin Ken Arok bisa begitu mudah menggantikannya tanpa ada perlawanan dari keluarga/kerabat/pengikut tunggul Ametung yg lain?
sejarawan sekarang mulai meneliti asal-usul Ken Arok sendiri.ada kemungkinan doi masih keturunan bangsawan Jenggala .
Jenggala adalah negeri di timur gunung kawi yang ditaklukkan kediri. Jadi itu alasan Ken Arok bisa meraih dukungan rakyat.
profile picture
ciLinx
kaskus addict


Mungkin karena ga banyak sumber yang bisa dijadikan informasi yang valid ya om jadi kisahnya jadi ga pasti. Tugasnya revisionis nih buat meluruskan cerita yang sudah terlanjur menyebar di masyarakat umum hahaha
profile picture
hannepin
kaskus maniac


struktur sosial abad lalu, apalagi untuk civilization yang terlepas dari induk peradaban besar, biasanya jauh lebih fleksible.

kita tahu cerita Lu buwei terjadi pada situasi kerajaan yang sangat kompleks, nyatanya terjadi juga. apalagi dalam situasi di nusantara yang ketika itu setara dengan warring states china pun belum secara kompleksitas.

walau dinasti sudah terjadi tetapi sifatnya jauh formal yang kuat, karena itu nuansa warlordisme kental. kemunduran majapahit dan kisruhnya suksesinya adalah bukti jelas.

tentu ini bukan patokan baku karena selalu ada naik turun sesuai dengan situasi dunia. ada kalanya kemunduran terjadi, ada kalanya kemajuan pesat terjadi. siklus naik turun selalu ada.

point ane adalah. bangsawan itu pada kebanyakan kasus hanya sebatas klaim.
- kalau anda punya pasukan, bangsawan atau tidak, bisa diaku saja, karena jalan pembuktiannya bisa dijawab dengan perang yang mana tidak semua orang mau mengambil risiko
- kalau anda punya uang dan pengaruh maka bangsawan bisa dibeli, karena diaku oleh koneksi maka sah di mata kebanyakan orang dan rakyat, auto penguasa
- dan beberapa cara lain yang kurang-lebih variasi saja

bukankah semua di sini familiar dengan berbagai klaim palsu dari orang yang gak jelas dari mana, tetapi tiba-tiba muncul dan mengaku sebagai anak raja yang hilang, dsb-nya - yang ternyata hanya impostor dengan klaim palsu? emoticon-Big Grin

misal yang terkenal, False royal heritage claims

Maddess Aiort claimed to have been Grand Duchess Tatiana Nikolaevna of Russia
Granny Alina claimed to have been Grand Duchess Maria Nikolaevna of Russia
Michelle Anches claimed to have been Grand Duchess Tatiana of Russia
Anna Anderson (1896–1984), who may have really believed she was the Grand Duchess Anastasia of Russia, daughter of Tsar Nicholas II of Russia
Mary Baynton (fl. c.1533), pretended to be Henry VIII's daughter, Mary at a time many considered that her father should be deposed in her favour
Bardiya (d. 522 BC), ancient ruler of Persia, widely regarded as an impostor but may have been genuine
Bhawal case, concerning a "resurrected" Indian prince who may have been genuinely who he was claimed to be
Natalya Bilikhodze (1900–2000), appeared in the year 1995 and went to Russia in the year 2000 where she tried to claim the "Romanov fortune".
Marga Boodts claimed to have been Grand Duchess Olga Nikolaevna of Russia
Helga de la Brache (1817–1885), claimed to have been the secret legitimate daughter of Gustav IV Adolf of Sweden and Frederica of Baden.
Alexis Brimeyer (1946–1995), Belgian who claimed connection to various European royal houses
Mary Carleton (1642–1673), who was, amongst other things, a false princess and bigamist
Count Dante (1939–1975) is the real name of John Keehan. In his campaign to promote his system of martial arts, he also claimed victories in various secret deathmatches in Asia, and mercenary activity in Cuba, none of which carried documented proof.
Suzanna Catharina de Graaff (1905–1968), was a Dutch woman who claimed to be the fifth daughter of Nicholas and Alexandra, born in 1903 when Alexandra was reported to have had a "hysterical pregnancy".[13] There are no official or private records of Alexandra giving birth to any child at this time.
Pseudo-Constantine Diogenes, pretended to be a son of Byzantine emperor Romanos IV Diogenes
False Dmitriy I (c. 1581 – 1606), False Dmitriy II (died 1610), and False Dmitriy III (died 1612), who all impersonated the son of Ivan the Terrible
Harry Domela (1905 – after 1978), who pretended to be an heir to the German throne
Anna Ekelöf (fl. 1765), claimed to have been Crown Prince Gustav of Sweden.
Michael Goleniewski (1922–1993), was a CIA agent who in the year 1959 claimed to be Tsarevich Alexei of Russia


really, untuk mengklaim sebagai royalty anda hanya butuh modal yang gak besar, banyak keberanian, atau kebodohan/ kenekatan. nah itu untuk klaim raja, apalagi hanya mengklaim sebagai turunan bangsawan? klaim-klaim of noble blood itu, walau penting dan serius, tetapi nyatanya "murah" terjadi di era medieval.
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 6 dari 6 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di