CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Inilah Jalan Spiritualku...
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb22792c1d770f74c8b4578/inilah-jalan-spiritualku

Inilah Jalan Spiritualku...

Ini adalah kisah seorang sudara dan sahabatku.. Yang TS coba bagikan disini, tentunya atas izin dari saudara ku yang menjadi tokoh utama disini, semoga bermanfaat ya.. ambil aja hikmahnya...
=============================

Kisah ini bermula saat aku SD dan setelah kepergian tanteku kembali kepadaNYA..

Perkenalkan namaku gun..(samaran)
kisah ini adalah nyata yg aku jalani..

ah okelah g usah basa basi.. sebab aku g suka basa basi apalagi bangsa banci hiiii serem...

==============================
Index

1. Duka
2. Changing Of My Life
3. Real Or Not
4. One By One
5. Misteri Di Kelas Baru
6. Makhluk Siluman
7. Learning
8. Karate
9. Malam Di Sekolah
10. Ikat Pinggang Dan Ina
11. Rahasia Ikat Pinggang
12. Mereka Ada
13. Mulai Terasah
14. Action & Drama
15. Sweet Seventeen
16. Penghuni Villa
17. Kelas Baru Amalan Baru
18. Warisan
19. Si Abah (1)
20. Si Abah (2)
21. Kilasan Masa Lalu
22. It's Work
23. Perpisahan
24. Seperti Mengenal
25. Kampus
26. Kuliah, Silat, Dan Dzikir
27. Terbukanya Kenangan
28. Next Step Dzikir
29. Tes Praktek
30. Air Mata Menetes Kembali
31. Liburan, Memancing, Siluman
32. BuSer 1
33. BuSer 2
34. Pembalasan, Pekerjaan Dan Pembersihan
35. Cibodas Dan Misterinya
36. Latihan Praktek Lagi
37. Date With Mitha
38. Semalan Dirumah Rani
39. Mereka Bercerita 1 (Eci)
40. Mereka Bercerita 2 (Aldi)
41. Dimensi Di Yogya (1)
42. Dimensi Di Yogya (2)
43. Sisipan (Sekilas Cerita)
44. Dimensi Di Yogya (Akhir)
45. Back To Jakarta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
c4punk1950... dan 69 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jengkolcabe

Dimensi Di Yogya (Akhir)

Secangkir kopi Dan gorengan ubi kunikmati malam itu, ditemani Oleh wanita ayu disampingku, siapa lagi kalo bukan tri.


"Gun… nek arep gitaran ki… gitare.." kata sodaraku,

"Iya mas.. kebetulan nih ." Jawabku sambil mengambil gitar,


Kuambil gitar.. Dan mulai memainkan….dst… 


Sedang asik main beberapa lagu, terlihat sorotan lampu motor mendekati Dan kuhentikan permainan gitarku untuk melihat siapa gerangan.


"Yo opo mas…?" Kata pengendara motor itu,

"Eh lah seno toh.. kirain siapa.." kataku,

"Iyo mas…" jawabnya singkat.


Seno (Samaran) adalah adik dari tri.


“Dari mana sen…?” tanyaku,

“Biasa mas….” katanya,

“Oo…” jawabku singkat karena aku tau kebiasaan dia adalah pergi sama temen temennya kalau ga nongkrong ya jalan jalan.


Tapi pandanganku tertuju kearah punggungnya, karena seno berhenti menyamping karena naik motor, di punggungnya aku melihat sekilas ada aura gelap, aku pejamkan mata sebentar sambil melafalkan doa lalu kubuka lagi mataku, ternyata ada sosok specter disana.

__________________________________________________________________________

Specter adalah makhluk setingkat diatas ectoplasma plasma hitam yg biasa disebut memedi, makhluk ini seperti siluet hitam atau bayangan namun ada 2 titik merah dibagian seperti kepala, specter ini lebih tinggi power dan energinya dibanding memedi.

__________________________________________________________________________


Seno turun dari motor dan melangkah mendekatiku, aku pun meletakkan gitar dan berdiri, lalu seno menyalamiku, dan kesempatan ini aku manfaatkan untuk menghilangkan specter yang menempel dipunggungnya dengan cara saat salaman tangan kiriku menepuk nepuk punggungnya 3x tapi bukan sekedar menepuk biasa melainkan menepuk dari atas dan sedikit digeser kebawah seperti mengusap namun lebih aku keraskan saat menepuk, supaya terasa wajar.


“aaaaa tidaaakk…” terdengar jeritan dari specter itu saat lenyap bagaikan debu tertiup angin, dan jeritan itu hanya aku yang dengar.

Setelah itu kami ngobrol sebentar sebelum akhirnya seno beranjak untuk bersih


Aku kembali mengangkat gitar dan mulai memetiknya dengan irama, sesaat kemudian muncul sesosok wanita cantik dari depan berjalan, hmm aku pikir makhluk sejenis kunti, ga taunya manusia cantik,


“Kulo nuwun… mas.. Mba tri nya ada..?” kafanya,

Sejenak aku masih memastikan bahwa dia manusia lalu menjawab,

“O ada.. Ada… sebentar ya cah ayu, duduk dulu sini” kataku sambil menyuruhnya duduk dibangku samping aku, dan aku langsung berdiri lalu berjalan kepintu dan memanggil tri.


Sesaat kemudian tri keluar dan mereka ngobrol,sedangkan aku langsung ke ruang tamu pindah tempat, tapi langsung meletakkan gitaf disana tidak lagi memainkannya, hanya membuka hp saja.


“Mas..aku pulang dulu ya..” kata wanita itu berpamitan,

“O iya.. Mau dianter ga.. Udah malem lho..” kataku asal,

“Ga papa mas rumahku didepan sana aja ko..” dia menunjuk kearah rumah yg terlihat dari tempat aku berdiri, memang hanya keluar halaman trus nyebrang jalan gang saja.


Setelah itu aku ganti baju dan bersiap untuk jalan malam, karena yoga tak pernah tidur seperti jakarta, aku pergi dengan seno untuk main biliard, sampai difempat biliar aku bermain dengan serius tapi santai, lumayan ramai untuk malam ini, aku melihat kepada orang-orang sekitar yg juga asik bermain sambil menunggu giliran aku jalan, lalu mataku terhenti pada wanita meja sebelah kanan dari arah aku berdiri, disana ada pramuria biliard yang sedang menemani tamunya, tapi aku melihat pancaran aura wanita itu yang sepertinya memakai susuk atau sejenis pengasihan karena warna pink aga keunguannya terlihat tidak wajar karena ada aura hitam yg melekat didalamnya walau tipis, wajar saja untuk mereka yang bekerja didunia malam seperti ini.


Setelah bermain dua jam kedudukan sama kuat aku dan seno, lalu kami pergi menikmati suasana malam dengan santai menikmati nasi kucing dan teman temannya serta segelas susu jahe, setelah itu kami pulang karena lelah berkeliling, sampai dirumah seno langsung lebih dulu bersih bersih dan langsung masuk kamar untuk tidur karena besok pagi dia ada kuliah pagi, aku memilih santai dulu melepas lelah baru setelahnya pergi bersih bersih saat itu aku melewati kamar tri yang pintunya terbuja sedikit, muncul niat nakal aku untuk melihat kedalam kamarnya, tapi saat aku intip ada pemandangan yang mengagetkanku, yaitu tri yang berbaring terlentang dengan selimut yang tidak menutup tubuhnya aku jelas melihat dia hanya mengenakan kain untuk menutup pinggang kebawah dan sejenis kemben pendek untuk bagjan atasnya perutnya terbuka dan kainnya aga tersingkap keatas, eits tapi bukan itu yang paling buat aku kaget.. Melainkan ada sesosok makhluk hitam disamping ranjangnya sedang bersiap menerjang tubuh tri..


“Hei mau apa kau dengannya…?” aku membatin dengan kesal,

“Apa… kau bisa melihatku… sialan…” makhluk itu kaget membalikan badan dan menerjang tembok, aku tidak tinggal diam.. 

“zang..jangan sampai lolos…” batinku,

“Affirmative… “ jawab zang asal dan mengejar dengan cepat,


Aku masuk kekamar tri dan langsung membuat pagar merah agar makhluk sejenis itu tidak bisa masuk lagi,, dan ini juga kecerobohan tri yang tidur tidak menjaga tubuhnya dengan baik.


____________________________________________________

Buat pembaca wanita saya ingatkan aja… jika tidur dengan pakaian minim atau tidak mengenakan apa apa memang bagus untuk kesehatan tapi harus di ingat pula pakailah selimut dengan baik dan tidur dengan tenang agar selimut tetap menutupi tubub dengan sempurna, karena jika tidak maka akan mengundang makhluk haus sex untuk datang dan bisa terjadi hal yang diinginkan hehehe...

____________________________________________________________________


Setelah selesai memagari aku mencari selimut atau kain kainan untuk menutupi tubuh tri agar aman, tapi saat aku mau menutupinya pandanganku ga berhenti melihat tubuh indah itu, namun,


“Eheeeemmm… tuan…” kata rang tiba tiba,

“oops Astaghfirullahaladziiim.. “ sadar dan aku langsung menutup tubuhnya dan berjalan keluar kamarnya dan merapatkan pintu kamarnya, lalu aku bergegas kekamar mandi untuk???


Sudah tau jawabannya pasti kan… pembaca semua…


Bersambung...

Spoiler for Home:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fa.achryy dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh jengkolcabe
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di