CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] - SEASON 2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5da4a4c265b24d54da62e462/muara-sebuah-pencarian-true-story---season-2

Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] - SEASON 2

Selamat Datang di Thread Gue 



Trit Kedua ini adalah lanjutan dari Trit Pertama gue yang berjudul Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] - SEASON 1 . Trit ini akan menceritakan lanjutan pengalaman gue mencari muara cinta gue. Setelah lika liku perjalanan mencari cinta gue yang berakhir secara tragis bagi gue pada masa kuliah, kali ini gue mencoba menceritakan perjalanan cinta gue ketika mulai menapaki karir di dunia kerja. Semoga Gansis sekalian bisa terhibur ya


TERIMA KASIH BANYAK ATAS ATENSI DAN APRESIASI GANSIS READER TRIT GUE. SEBUAH KEBAHAGIAAN BUAT GUE JIKA HASIL KARYA GUE MENDAPATKAN APRESIASI YANG LUAR BIASA SEPERTI INI DARI GANSIS SEMUANYA.


AKAN ADA SEDIKIT PERUBAHAN GAYA BAHASA YA GANSIS, DARI YANG AWALNYA MEMAKAI ANE DI TRIT PERTAMA, SEKARANG AKAN MEMAKAI GUE, KARENA KEBETULAN GUE NYAMANNYA BEGITU TERNYATA. MOHON MAAF KALAU ADA YANG KURANG NYAMAN DENGAN BAHASA SEPERTI ITU YA GANSIS


SO DITUNGGU YA UPDATENYA GANSIS, SEMOGA PADA TETAP SUKA YA DI TRIT LANJUTAN INI. TERIMA KASIH BANYAK


Spoiler for INDEX SEASON 2:


Spoiler for Anata:


Spoiler for MULUSTRASI SEASON 2:


Spoiler for Peraturan:


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
telahmemblok dan 48 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh yanagi92055

Final Ospek_Part 1

Bulan Juni sudah datang. Perencanaan buat datang ke Final ospek angkatan Dee akhirnya gue sampaikan ke teman-teman angkatan gue. banyak respon positif dari teman-teman gue. Ternyata masih banyak yang bertahan dan belum pulang ke daerahnya masing-masing. Bahkan ada yang merencanakan untuk kerja diibukota aja.

Gue juga menghubungi Endy, salah satu teman angkatan Harmi. Gue mau menginap ditempatnya aja satu malam. Final ospek diadakan dua hari, sabtu dan minggu. Sabtu masih disekitaran kampus, hari minggunya diadakan disebuah curug kearah pedesaan yang kebetulan searah dengan rumah Sofi.

"Ndi, gue ntar nginep dikontrakan lo ya.” kata gue melalui sambungan telpon.

"Wes, siap masbro, santai aja. Dateng aja ya." sahut Endy.

"Angkatan lo banyak yang dateng?”

"Lumayan sih yang konfirmasi. Sebagian soalnya milih pada nyelesaiin skripsi aja."

"Wah mantap. Angkatan lo ada pos sendiri kan jadinya?”

"Iya ada sendiri. Kan lo panitianya bangs*t. Haha."

Jumat malam gue sampai didepan kostan Dee. Gue mengajaknya makan malam dulu. Pecel Lele Mas Yanto yang gue pilih.

"Weh, Mas…udah lama ndak liat, sekalinya liat, lain lagi. Hehehe.” Ujar Mas Yanto.

"Saya udah lulus Mas. Haha. Ini pacar saya yang sekarang.” Kata ane.

"Wah sudah lulus? Selamat yo mas. Kalau mbak’e ini udah lulus juga?”

"Belum mas, masih semester dua." Dee menjawab.

"Mas Ija ini pacarnya cakep-cakep ya. hehehe. Iri saya.”

"Hahah perasaan aja deh Mas Yanto. Kebetulan saya lebih beruntung dari Mas."

"Yank, kamu akrab sama yang punya? Hebat." Kata Dee.

"Iya dong. Hehe. Kita kan harus banyak bergaul biar nanti dikasih kemudahan dan banyak yang nolongin kalau ada masalah.”

"Iya sih bener yank, makin banyak kenalan, apa-apa jadi makin mudah."

Kemudian kami makan malam setelah Mas Yanto yang antar sendiri pesanan gue dan Dee. Warung pecel lele usahanya ini semakin besar dengan merekrut lebih banyak pegawai dan juga tempatnya yang semakin luas hasil membeli toko sebelahnya. Setelah makan malam selesai gue mengantar Dee kembali ke kostannya.

"Kamu udah siapin semuanya besok?"

"Udah yank. Beres."

"Aku nggak bisa banyak bantu yank, soalnya jaman aku sama kamu beda gaya ospeknya."

"Haha iya yank nggak apa-apa kok. Yang penting nanti kita sok-sokan ga kenal aja ya, sama kayak yang kamu bilang, biar aman."

"Iya yank, kamu tau kan predikat aku disini kayak apa, dan kamu sendiri juga ngebangun reputasi yang nggak banget dimata senior-senior cewek, aku nggak mau kamu malah dimacem-macemin misalnya nanti kita ketauan punya hubungan.”

"Aku bingung yank kenapa sih mereka sensi banget sama aku. Padahal aku diem-diem aja, nurut-nurut aja nggak bikin yang aneh-aneh.”

"Iya, mereka pada jealous kenapa cowok-cowok itu pada seneng sama kamu yank.”

"Emang iya? Aku kan nggak tebar pesona yank."

"Iya sayang. Aku sih udah denger dari beberapa temen yang masih disini, kamu itu populer karena fisik kamu."

"Aku nggak ngerasa gimana-gimana sama fisik aku yank."

"Udah lah yank nggak usah dipikirin yang jelas kamu siapin aja yang bener buat dua hari besok ya. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa atau diapa-apain, yang bikin jadi malu-maluin."

"Iya sayang. Yaudah aku mau masuk terus tidur ya."

"Sini peluk dulu."

Gue memeluk Dee dengan hangat. Gue merasakan perasaan sayang yang besar dari Dee. Begitupun rasa sayang gue terhadap Dee. Feni? Gue mau mengurangi perasaan gue dengan Feni.

Dee masuk ke kostannya, dan gue kembali ke daerah dekat-dekat pecel lele mas Yanto untuk kumpul-kumpul sama teman-teman gue. Ada teman angkatan gue, tapi kebanyakan adalah teman-teman seangkatan Harmi.

"Ja, gabung sini bro." kata Endy.

"Haha cuy, apa kabar lo semua?”
kata gue menyapa adik-adik kelas gue ini.

"Baik bro. Ayolah ngobrol-ngobrol.” Kata salah satu adik kelas gue.

Angkatan gue dan angkatan Harmi itu sangat akrab sehingga hampir nggak ada bedanya, berasa satu angkatan, sama dengan angkatan gue dan angkatan Keket. Saking akrabnya jadi berasa satu angkatan aja. Nggak ada tuh manggil-manggil kak, bang atau apapun, ya manggil nama aja semuanya.

"Eeeh, salah satu peserta ospek ada yang lucu tau, ngeh ga lo pada?” ujar Tono, salah satu teman dari angkatan Harmi.

"Siapa? Siapa?” tanya Endy.

"Coba aja lo cari nanti yang namanya Desty Kharisma. Lucu bro anaknya. Haha." Jawab Deden, salah satu teman angkatan Harmi juga.

"Lucu gimana?" Tanya gue.

"Cakep lah bro. Tinggi semampai, mukanya cakep kayak Olivia Jensen kalau kata orang-orang. Cuma tok*tnya nggak terlalu gede, tapi pas lah ditangan. Kalo dipacarin pasti kita langsung ikutan populer, kayak jaman lo sama si Kathy kakak kelas kita Ja. Haha." Kata Tono.

Entah kenapa, gue agak tersinggung mendengar orang yang gue sayang diomongin kayak gitu. Tapi gue nggak bisa berbuat apapun, karena kalau pada tau sekarang, bisa ngebahayain si Dee besok.

"Ja, angkatan lo nggak ada pos khusus ya? Minta aja bro." kata Deden lagi.

"Nggak ah, gue ngikutin apa kata panitia aja, gue dan angkatan gue nggak mau ngacauin skema yang udah disusun sama panitia. Taulah, kan kita juga pernah ada di posisi mereka."

"Haha tuh dengerin kata mantan ketua himpunan kita." Kata Endy.

"Haha iya sih bener. Yaudah berarti lo besok masuk di pos alumni ya. Ada 3 pos alumni tuh." Kata Tono.

"Kayaknya angkatan kita masuk di pos alumni 2 deh Ja." Sahut Widi, yang kebetulan belum pulang ke daerahnya di Lampung.

"Iyalah, gue ikutin aja kata panitia. Besok juga paling ngerja-ngerjain anak-anak itu doang, yang mana sebenernya gue agak kurang setuju sama konsep ini.” Kata gue.

"Haha lo mah gitu ya dari dulu, nggak pernah berubah pemikiran dan prinsipnya.” Kata Endy.

"Dia mah mana pernah goyah, kalo A ya A. Makanya dia bisa naklukin anak-anak BEM itu kan dulu.” Kata Widi lagi.

"Yaelah paan sih, biasa aja Wid. Haha." Kata gue.

"Terus konsepannya gimana ya besok?" tanya gue.

"Mau gue panggilin apa gimana ni ketua panitianya?" tanya Deden balik.

"Hah? Nggak usah, ngapain. Mereka pasti sibuk juga. Kan panitianya angkatan lo, nah lo nya bukan bantuin malah enak-enakan dimari. Haha. Udah kita nggak usah banyak intervensi mereka lah, ikutin aja. Gue juga minta sama kalian dan nanti gue bilangin sama alumni lainnya, supaya nggak seenaknya.”

"Haha kan tugas gue buat logistik udah beres. Tinggal besok eksekusi aja. Capeknya besok bagian gue mah.” Kata Endy.

"Iya juga yak. Yang penting lancar-lancar aja besok ya." Kata gue.

"Gue juga kayaknya mau usaha ah buat deketin si Dee." tiba-tiba Deden nyeletuk.

"Ngaca dulu woy sama muka." Ledek gue, setengah emosi juga.

"Lah kok lo sewot Ja? Haha.” Kata Tono.

"Haha nggak apa-apa, Cuma dia pede banget inih.” Kata gue.

"Emang lo doang yang bisa dapet cewek populer. Walaupun ujung-ujungnya ditinggal juga. Eeaaaa…hahaha.”

Semuanya tertawa termasuk gue sendiri. Sial amat jadi bahan ceng-cengan satu jurusan nih gue ditinggal nikah sama Keket. Berita ini emang langsung membuat heboh jagat jurusan gue. Dosen-dosen menggosip, orang-orang di TU akademik juga bergunjing, jangan tanya dengan para mahasiswanya ya. Haha. Segitu populernya dulu gue dan Keket.

Akhirnya selesai ngobrol-ngobrol dan ngopi cantik, gue dan Endy balik ke kostannya. Kostannya agak jauh dari lingkungan kampus, tapi suasananya lebih nyaman dan lebih sepi. Nggak kayak kostan-kostan disekitaran kampus yang kalau mesum pasti kegep. Haha.

"Ndi, sebenernya gue udah jadian sama Dee.”
profile-picture
profile-picture
profile-picture
telahmemblok dan 14 lainnya memberi reputasi
profile picture
deawijaya13
kaskus addict
Ninggalin sandal doloe...
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di