CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Fakta Bripda Nesti, Polwan yang Terpapar Paham Radikal ISIS
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d9d5048e83c7218fc48c0bd/fakta-bripda-nesti-polwan-yang-terpapar-paham-radikal-isis

Fakta Bripda Nesti, Polwan yang Terpapar Paham Radikal ISIS



Liputan6.com, Jakarta - Seorang polisi wanita (Polwan) bernama Bripda Nesti Ode Samili (NOS) diamankan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Solo dikarenakan terindikasi terpapar paham ISIS.

Bripda Nesti diduga menyebarkan paham radikal ke rekan kerjanya sesama polisi dan polwan. Sejauh apa paham tersebut mempengaruhi tingkah lakunya, pemeriksaan terus dilakukan tim Densus 88.

"Kita masih dalami apa dia sudah terafiliasi kepada jaringan terorisme yang di dalam negeri. Apa dia juga sudah menularkan paham-paham itu ke teman-teman di kepolisian yang lain," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri.

Sebelum diamankan, Polwan ini sehari-hari bertugas di Satuan Logistik Polda Maluku Utara. Akibat kasus yang menjeratnya, Bripda Nesti kini terancam dipecat dengan tidak hormat dari kesatuannya.

"Yang bersangkutan secara aturan di internal kami sedang menuju sidang kode etik dan nanti akan direkomendasikan di PTDH," tegas Asep, Kamis kemarin.

Berikut fakta-fakta terkait Bripda Nesti Ode Samili, anggota Polwan yang diduga terpapar paham ISIS:

Polwan yang bertugas di Polda Maluku Utara itu kini sedang dalam penanganan Densus 88 Anti Teror. NOS ditangkap di Solo.

Menurut keterangan yang didapat oleh pihak kepolisian, Bripda Nesti diduga sudah terpapar paham radikalisme sejak 1 tahun yang lalu.

Hal ini diungkap oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri.

Berdasar catatan Polri, ini kedua kalinya polwan terduga teroris itu berurusan dengan Densus 88 Antiteror.

"Seperti kita ketahui bahwa yang bersangkutan diamankan oleh pihak kepolisian karena meninggalkan tugas atau desersi, setelah itu dilakukan penindakan. Dalam hal ini penegakan hukum disiplin terhadap yang bersangkutan. Setelah selesai lalu dilakukan pembinaan. Namun,rupanya selama dalam pembinaan tersebut dia terpapar kembali," ungkap Asep.

Asep menjelaskan, Densus 88 sedang mendalami keterangan dari Bripda Nesti Ode Samili. Beberapa informasi telah dikantongi.

"Sementara yang sudah dapat, dia mempelajari dari media sosial," kata Asep di Mabes Polri.

Fakta lain yang juga terungkap, Bripda Nesti Ode Samili tercatat telah dua kali berurusan dengan Densus 88 Anti Teror.

Pertama dia ditangkap di Surabaya, Mei 2019 lalu karena meninggalkan tugas. Polwan tersebut terbang dari Ternate menuju Surabaya tanpa izin komandan, bahkan menggunakan identitas palsu.

Dia diduga bermaksud mengikuti kegiatan terkait paham radikal. Namun, saat diperiksa penyidik, Bripda Nesti enggan membeberkan maksud tujuannya ke Surabaya.

Tidak kapok, polwan tersebut kembali menghilang sejak awal September 2019. Bripda Nesti meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi. Polda Maluku Utara pun lantas menerbitkan status Daftar Pencarian Orang alias DPO.

Hingga akhirnya, Polda Maluku Utara menerima kabar bahwa Bripda Nesti dibekuk Tim Densus 88 Antiteror Polri di Solo pada Jumat 27 September 2019. Dia diduga terlibat dengan jaringan terorisme Wawan Wicaksono yang ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah, pada hari yang sama.

"Waktu diamankan pertama, terus dia dalam pengawasan lalu hilang. Kemarin akhirnya ditangkap lagi di Solo," imbuh Asep.

Akhirnya dia dipulangkan oleh pihak Polda Jawa Timur dan menjalani pembinaan di Polda Maluku Utara.

Namun, polri telah merekomendasikan supaya Bripda Nesti disanksi berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Korps Bhayangkara.

"Yang bersangkutan secara aturan di internal kami sedang menuju sidang kode etik dan nanti akan direkomendasikan di PTDH," tegas Asep.

https://www.google.com/amp/s/m.liput...m-radikal-isis

Adek ga berani komen lagi om emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erwinss145 dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh tir001
klo no 1 itu bukan radikal bambang... dimana2 sebisa mungkin menyegerakan sholat
profile picture
reaper_k1d
kaskus addict


tapi klo menurut saya tetap harus lihat situasi, kondisi, dan toleransi... misal, kita bekerja di perusahaan, dan jika perusahaan tersebut kebijakannya tidak memperbolehkan sholat di jam kerja, atau kondisi tidak memungkinkan ya gak boleh dipaksa... kalau mau ya kita risain aja dari perusahaan tersebut... jangan memaksakan mecuri waktu, itu sama aja mencuri sih... jadi pilihanya ya kudu risain
profile picture
bonchez
kaskus addict
[mention]reaper_k1d[/mention] asumsi pribadi itu bisa jd debatable gan.
klo cuman tolak ukur menyegerakan sholat (fardlu), semua muslim disunnahkan (diutamakan), rehat siang rerata jam 12, lgsg gas dolo makan belakangan. lha ini ada asumsi nyuri2 sholat fardlu... emang sesadis itu majikane sampe2 sholat fardlu aja susah, bos ane yg kafir china aja memperbolehin sholat meski tidak di jam istirahat
profile picture
reaper_k1d
kaskus addict
@bonchez wah.. ada gan.. segala jenis perusahaan itu ada hahaha... ya intinya suka suka yang punya perusahaan sih.. kalau emang gak cocok dengan agama kita, ya kita yang risain.. bukan terus ngotot sambil curi curi waktu.
profile picture
reaper_k1d
kaskus addict
@bonchez
di sini itu mungkin yang dimaksud curi waktu adalah misalnya dikasih jam 12.00-13.00 istirahat, kan seharusnya dibagi buat waktu sholat, tapi ini dihabiskan untuk istirahat... terus jam 13.00 udah bell masuk baru sholat... itu masuk kategori mencuri waktu sih
profile picture
bonchez
kaskus addict
[mention]reaper_k1d[/mention]
klo ini mah namanya ga profesional gan. selama ane kerja (5x pindah) ashar yg notabene ga ada waktu istirahat secara resmi juga gpp koq rehat khusus sholat, tp ya tau waktu (+/- 10 menit). klo sholat ashar ampe 30 bahkan sejam ya ini perlu ditindak...
profile picture
[mention]reaper_k1d[/mention] menurut saya gan

agan @bonchez menjelaskan, kalau shalat 5 waktu ya memang kewajiban umat islam, dan itu diluar konteks org tsb bekerja atau tidak.

Ya kalau di kantornya ga ngebolehin shalat 5 waktu, saya rasa bukan cuma agan @bonchez, semuanya jg ga perlu diajarin buat resign gan, ya pasti resign lah gan

Masing2 umat beragama pasti berfikir, ibadah itu nomor 1 gan, baru urusan yg lain.

Semoga bisa meluruskan ya gan, jgn pada berantem masalah ginian gan, mending saling berusaha memahami dan mengerti saja. Udah pada gede emoticon-Big Grin
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 6 dari 6 balasan
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di