CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5728f2661a997597708b456b/cerita-seram-selama-mengabdi-di-desa-terpencil

Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil

INDEX


PART 1 - Perkenalan - Langsung ada di postingan ini
PART 2 - Keberangkatan
PART 3 - Tiba di Desa
PART 4 - Malam Pertama
PART 5 - Ibu Tua
PART 6 - Informasi Mengejutkan
PART 7 - Suara
PART 8 - Terkuncikah ?
PART 9 - Rumah Terang
PART 10 - Gadis Cantik Yang Kesepian
PART 11 - Tangisan
PART 12 - Pernyataan Kades
PART 13 - Terjebak
PART 14 - Pengungkapan
PART 15 - Silahturahmi Pertama
PART 16 - Tamu
PART 17 - Jalan Malam
PART 18 - Berteduh Lagi
PART 19 - Balik !!!
PART 20 - Maksud Terselubung
PART 21 - Perdebatan
PART 22 - Halusinasi ?
PART 23 - Halusinasi 2
PART 24 - Tangis dan Tawa
PART 25 - Pengejaran Amelia
PART 26 - Ngecek Lagi ?
PART 27 - Gak Hoki
PART 28 - Siapa Itu Ya ?
PART 29 - Hari Yang Tenang
PART 30 - Kebelet !
PART 31 - Bertemu Lagi !
PART 32 - Tertabrak !
PART 33 - Terror
PART 34 - Kejutan !!!
PART 35 - Terror 2
PART 36 - Terror 3
PART 37 - Lemari Cermin
PART 38 - Ngecek yuk
PART 39 - Tangisan
PART 40 - Ketukan
PART 41 - Mimpi atau Nyata
PART 42 - Penampakan
PART 43 - Haruskah Melapor ?
PART 44 - Mencari Solusi
PART 45 - Pengungkapan Misteri !
PART 46 - Pengungkapan Misteri 2
PART 47 - Pengungkapan Misteri 3
PART 48 - Pengungkapan Misteri 4
PART 49 - Sebenarnya ini apa ?!
PART 50 - Pengungkapan Lemari Cermin
PART 51 - Nenek oh Nenek
PART 52 - Konflik !
PART 53 - Kejutan
PART 54 - Bolehkah Gue Kabur ?
PART 55 - Hilang !
PART 56 - Duniaku
PART 57 - Gue Dimana?
PART 58 - SURAT
PART 59 - Suara dan Penglihatan ?
PART 60 - Masuk atau Kagak ?!
PART 61 - Aku Hilang !
PART 62 - Kembali
PART 63 - Penjelasan
PART 64 - Siksaan !
PART 65 - Ketenangan
PART 66 - Suara Aneh
PART 67 - Terjebak !
PART 68 - TOLONG GUE !
PART 69 - Kuburan (NEW UPDATE)


Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil - Part 1

Cerita ini merupakan fiksi, namun isi dari cerita ini sebagian diambil dari serangkaian kisah pengalaman nyata yang dialami oleh penulis dan dicampur dengan cerita fiksi yang tidak benar-benar terjadi. Beberapa kejadian memang benar terjadi dan beberapa kejadian merupakan cerita rekayasa untuk penambahan agar cerita ini menjadi lebih menarik. Semua nama tokoh, nama tempat dan lain-lain telah disamarkan guna menjaga nama baik pemilik aslinya.

Nah mari kita mulai ceritanya.

1 Februari 2015, Yap tepat pada tanggal ini saya mahasiswa jurusan ekonomi yang bernama Dony mendapatkan tawaran menarik dari kampus saya. Saya berasal dari Jakarta, kuliah di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta dan sekarang tengah memasuki semester delapan. Menjelang memasuki semester 8 yang ku anggap bakal menjadi semester terakhir untuk perkuliahanku, Aku memiliki banyak waktu luang karena aku hanya tinggal menyelesaikan KKN dan menyusun skripsi (Itupun uda hampir kelar karena data2 skripsinya uda ada dan tinggal dimanipulasi, namun repotnya ya itu nanti minta persetujuan dosen dan revisi2 yang menjengkelkan pastinya dan bisa menghabiskan waktu cukup lama).

Sebelum tanggal 1 Feb, keseharianku cukup membosankan karena terlalu banyak waktu luang, mau memikirkan tentang KKN, tetapi aku masih galau mau KKN di mana, belum ada lokasi KKN yang asik menurutku sampai saat ini. Kebanyakan waktu luangku kuhabiskan untuk berkelana di kampus mencari info2 sputar KKN, hingga suatu waktu aku pergi ke ruangan dosen, bercerita2 dengan dosen dan terakhir sebelum pulang, aku membaca papan informasi yang ada di ruangan dosen, seketika mataku tertuju pada papan informasi yang terdapat selembaran brosur. Brosur tsb bertuliskan :

“Dicari 10 Mahasiswa/I yang berminat untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa terpencil selama 3 bulan, dana semua ditanggung oleh kampus. Diperuntukkan bagi mahasiswa/I yang berada di semester 7 ke atas.
Kriteria : Memiliki jiwa pemberani, bisa hidup mandiri, menyukai kehidupan alam desa dan ingin pengalaman seru.
Hadiah : Bagi anda yang belum menyelesaikan KKN, maka KKN dianggap selesai sehubungan dengan kegiatan ini dan mendapatkan nilai A
Bagi anda yang sedang menyelesaikan skripsi, maka nilai Skripsi anda akan langsung mendapatkan nilai A.
Silahkan isi formulir yang dapat diambil di bagian kemahasiswaan, serahkan formulir tersebut ke rektorat paling lambat tanggal 30 Januari 2015. Bagi mahasiswa/I yang kami anggap cocok untuk ikut serta dalam kegiatan pembangunan desa ini, akan kami informasikan pada tanggal 1 Februari 2015.
Mahasiwa/I akan kami pilih dari berbagai jurusan agar dapat saling melengkapi dan membuat serangkaian program untuk pembangunan desa tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung datang ke rektorat.”

Wahhhh !!! Setelah membaca brosur ini, akupun kaget dan cukup tertarik untuk mengikuti kegiatan ini. Langsung kutanyakan ke bagian kemahasiswaan di fakultasku tentang formulir ini dan apakah masih ada kuota kosong untuk kegiatan pembangunan desa ini atau tidak.

Saya : “Pak ! Itu brosur di papan informasi masih berlaku kan Pak? Kira2 masih ada slot kosong utk saya ikut serta gak ?”

Dosen Kemahasiswaan : “Oh brosur itu, setahu saya itu masih terbuka untuk semua mahasiswa di universitas ini. Penutupannya kan di akhir bulan Januari ini. Kenapa? Kamu minat utk ikut ?”

Saya : “Oh jelas minat lah Pak ! KKN dan Skripsi langsung kelar dan nilainya A loh !”

Dosen : “Hehehe iya nak, Bapak juga kaget baca brosur ini, kok bisa ya rektorat langsung izinkan KKN dan Skripsi langsung dapat nilai A.”

Saya : “Loh, memangnya kenapa Pak ? Tahun2 sebelumnya belum pernah ada informasi seperti ini?”

Dosen : “Belum pernah nak. Ini informasi terbaru dan perdana yang pernah Bapak dapatkan. Belum pernah ada kegiatan seperti ini selama bapak mengajar di sini. Ya uda kamu coba apply aja deh, siapa tau kamu bisa terpilih kan, itu untuk 10 orang kapasitasnya loh, coba aja kamu ajak temanmu biar gak bosan. Siapa tau bisa masuk kalian kan, tapi nanti kepastian siapa yang berhak ikut itu jg ditentuin dari rektorat dan kemungkinan kamu dan temanmu tidak bisa lolos barengan, tapi dicoba saja, paling enggak nanti kamu bakal dapat banyak teman baru loh. Nih formulirnya.”

Saya : “Makasih pak, paling enggak saya lolos dari KKN dan Skripsi yang menyusahkan ini Pak. Hehehehe.” (Ketawa cengengesan)
Setelah mendapatkan formulir dari dosen kemahasiswaan fakultasku, Aku langsung bikin group chat via BBM untuk beberapa teman2ku yang berjumlah 4 org termasuk aku yang tentunya masih belum KKN dan Skripsi.

Saya : “Woi, Bro ! Baca nech, Kalian ndak perlu KKN dan bikin skripsi oeeee ! Ikut program ini, seru cui ngabdi di desa, hidup di alam bebas, KKN dan skripsi lgsg kelar. Dana semua ditanggung kampus ! Ikut yok, untuk semua fakultas loh!”

Rudy : “Wew serius tuh? Keknya seru juga loh ! Lu ada formulirnya?”

Victor : “Wakakaka, klo KKN dan skripsi lgsg A , gue masuk cui. Kapan kasi gue form nya ?”

Benny : “Gue ikut apply deh klo kalian semua apply ! Ya moga” aja kepilih semua kita berempat!”

Saya : “Okay, form nya kalian jemput aja ama gua di kampus ya!”

Setelah menghubungi semua teman2 gua, gua pun atur waktu ketemu mreka dan ngasihin formulir untuk mereka isi.
Tepat pada tanggal 1 Februari 2015 pagi hari, HP kami masing2 pun berdering.

Saya : “Woiii brooo ! Gue dapat sms dari rektorat nech ! Gw kepilih untuk ikut loh ! Wakakka, kalian cam mana? Lolos ?”

Rudy : “Gue kagak lolos brooooo… Suram !!!”

Victor : “Lu gak lolos Rud ? Gue lolos nech wkawkakwa, mantap Don ! Bareng2 nikmatin alam desa kita, skalian cuci mata liat cewek2 desa wakwkawka ! Benny gimana?”

Benny : “Gue gak lolos cukkk~ Kok bisa yeee… Padahal pengen banget gue nikmatin alam desa, intinya sih sebenarnya kkn dan skripsi kelar wakwakka.”

Saya : “Sabar yee yang gak lolos wkwkwk, kalian ambil masa langkau aja, barangkali tahun depan ada lagi kegiatan beginian hehehe.”

Rudy : “Taikk lu… Ya uda info2 n cerita2 ye pengalaman xan disana gimana !”

Victor : “Pasti bro ! Eh Don, nanti siang kita ke rektorat bareng deh ya !”

Saya : “Sip bro !”

Siang harinya sehabis makan siang, gue dan Victor langsung menuju ke rektorat dengan mengendarai motor kami masing2. Selama perjalanan kami saling bercerita.

Saya : “Eh bro, bosan gak ya nanti selama di desa, 3 bulan loh. Entah ada pulang or enggak ?”

Victor : “Ya kagak tau, enak sih hidup mandiri dan bebas, tapi klo 3 bulan ndak pulang ya bosan jg, kecuali di desa itu adem dan bnyk hiburan, tapi gue rasa mana bakal byk hiburan, tv, game, inet pasti ga ada or klo pun ada pasti jelek sekali.”

Saya : “Iya juga sich, tapi biarlah, lumayan kan KKN dan Skripsi bisa kelar dalam 3 bulan bersamaan. Bersabar2 aja dah, tujuan kita kan itu. Hehehe”

Victor : “Yoi Bro. Kira-kira 8 peserta lagi cowo apa cewe ya, klo cowo semua bosan juga nech. Btw entah ada yang tipe gue or gak ya, pengennya sih klo ada yg cewe yg tipe gue, bisa pdkt-an sekalian hahaha.”

Saya : “Hehehe.. Lu mah mata keranjang wakwkawka.”

Ehem, sampai lupa ngasih tau ke para pembaca, Gue dan Victor punya kriteria tipe cewe kami masing-masing. Ya moga-moga aja ada yg sesuai tipe, jadi bisa aktivitas bareng sambilan PDKT. hehehe





profile-picture
profile-picture
profile-picture
hacano dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh suwandilam
Cerita Seram Selama Mengabdi di Desa Terpencil – Part 69

WTF !!!
Tolong… tolong guee…
Gue ga tahan dengan kondisi seperti ini…
Teriakan yang gue lontarkan dengan sekuat tenaga seakan-akan tidak mendapatkan jawaban apapun…
Gue terus teriak dan berteriak berharap agar gue bisa keluar dari kondisi…
Suatu kondisi yang gue ga tau bagaimana untuk menjelaskannya…
------
“Don… Don…. Sini gabung bersamaku…!”
Itulah jawaban yang gue denger dari teriakan gue…
Suara yang terus memanggil gue dari arah belakang, seakan mengajak gue untuk bergabung bersama mereka…
Perlahan gue membalikkan kepala gue ke belakang untuk mencari tau siapa yang memanggil nama gue…
Tangan dingin yang menempel di leher gue perlahan menghilang ketika gue menoleh ke arah belakang…

“Siapa loe ?? SIAPA ?! Mau mu APA?!”

Gue melontarkan teriakan sekuat mungkin untuk melampiaskan kekesalan gue…
Di depan gue hanya berdiri sosok lelaki… Berbadan persis seperti Danu..
Ya mungkin itu Danu.. Gue ga bisa pastikan…

Sosok lelaki yang menyerupai Danu itu kemudian berlari.. Terus berlari menjauhi gue sambil berteriak “Kemari Don, Gabung Bersama ku ! Hii.hii.hiii…”

Sungguh ! Gue ga bisa berkata apa-apa…
Badan gue seakan-akan ingin mengejar sosok lelaki tersebut.
Berulang kali gue mencoba menahan langkah kaki gue, namun tak mampu…

Akhirnya gue berlari ke dalam hutan untuk mengejar sosok lelaki tadi…
Kiri kanan hanyalah pohon menjulang tinggi… Sinar rembulan tidak terlihat begitu jelas… Semua nya gelap… Sangat gelap… Hanya cahaya cahaya kecil yang menerangi langkah gue…

-----

Gue ga bisa tau berapa lama gue terus berlari masuk ke dalam hutan…
Hingga akhirnya sosok lelaki itu berhenti… Langkah kaki gue pun terhenti…
Sosok lelaki itu menatap ke arah gue, tatapannya begitu kosong, senyumannya yang sangat lebar benar benar mengerikan…

“Hiiihiiiihiiii….”
“Kamu udah sampai di rumahku ! Tinggal lah di sini selamanya !”

What the….
Gue ga bisa mengeluarkan sedikit katapun… Mulut gue terdiam..
Gue hanya bisa bergumam dalam hati…

Tangan dari sosok lelaki itu menunjuk ke arah bawah, tepat di depan kakinya… Pandangan mata sosok lelaki tersebut tertuju ke arah bawah…
Gue mencoba melihat ke arah yang ditunjuk oleh sosok tersebut.

“OH MY GOD !”
Ini… ini… kan gundukan tanah yang seperti kuburan pas pertama kali gue dan Victor masuk ke hutan ini !!! Tempat di mana gue ngejar Amelia !

Badan gue langsung lemas dan gue terduduk di tanah tersebut…
Pandangan gue kabur…
Gue pusing…

AAAAAAAAAAAAAAAA

Bagaimana cara gue terbebas dari siksaan ini ???!!!
…..
Gue hanya menundukkan kepala gue ke tanah sambil menutup mata…
Mungkin sekitar 5 menitan gue menutup mata… Berharap ketika gue membuka mata, semua akan kembali normal dan gue kembali ke alam gue…
Entahlah…
Hanya itu yang ada di pikiran gue.. Mungkin bagi yang pernah merasakannya baru tau…

==========
Gue akhirnya memberanikan diri untuk membuka mata…
Ya syukurlah semua sepertinya uda tenang…
Sosok lelaki tadi uda menghilang…
Gue menarik nafas agak dalam…
Mengumpulkan semangat dan tenaga gue untuk bangun dari gundukan tanah ini…
Fiuh….

Gue ga abis pikir… Sampai di gundukan tanah ini… Apa yang bakal gue alamin lagi…

Ketika gue berdiri dan mau membalikkan badan untuk balik ke rumah kami…

“Don… Uda mau balik ???!”
“Enggak di sini aja???!”


What the !!! Ternyataaa… Suara dengan nada berat dari sosok lelaki yang menyerupai Danu itu masih ada !!!
Apa yang mesti gue lakukan ???

Kalo elu di posisi gue ?
Lu bakal BALIK BADAN DAN HADAPIN PANGGILAN SUARA SOSOK LELAKI SEPERTI DANU ITU ?
atau LU BAKAL LARI PULANG KE RUMAH DAN ABAIKAN SUARA TERSEBUT ?

----

Hai para Readers setia…
Bagi para readers yang menikmati alur cerita ini… Untuk mengembangkan fantasi dan imajinasi teman-teman…
Cerita ini akan saya bikin sequel nya… Sehingga teman-teman akan dihadapkan pada pilihan cerita tambahan. (Tentunya FIKSI yah).
Selain cerita utama, dibuatin sequelnya biar seru… Jadinya seakan-akan bagi teman yang tidak setuju dengan jawaban dari alur cerita utama, teman-teman bisa milih cerita sequel, barangkali klo teman-teman ada di posisi saya, malah akan menjawab pilihan lain yang bukan pilihan dari cerita utama…

Have a nice reading ---
We will update once a week yah !

profile-picture
profile-picture
profile-picture
zeedaanee dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh suwandilam
profile picture
kirain dah kelar gan...ternyata update lagi...
lanjutin lagi gan...
profile picture
kalo ane seh mending lari pulang ke rumah dan mengabaikan suara tersebut, lagian aneh jg si agan orang mata nya lagi burem gitu tetep aja ngikutin, soal kaki yg gak bisa disetop agan kan gak lg kesurupan saat itu jdi harusnya bisa dunk otak agan merintah kaki biar stop gak ngikutin jin tersebut n milih balik ke rumah ajah.
profile picture
dah mantengin dari lama nggk update update, tolong untuk penulis selesaiin lah yg udah dimulai, jangan kacang. ditunggu updatean ya semangattt
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di