alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / ... / Kids & Parenting /
Hati-Hati! Sikap ini Membuat Psikis Anak Terganggu!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d7e221e337f93585f46f4b6/hati-hati-sikap-ini-membuat-psikis-anak-terganggu

Hati-Hati! Sikap ini Membuat Psikis Anak Terganggu!

Orangtua adalah tokoh utama dalam merawat maupun mendidik anak dengan penuh kasih sayang. Perilaku anak tergantung dengan didikan orangtuanya. Jika didikan yang diperoleh baik dan selalu membiasakan anak untuk disiplin, mencotohkan hal yang baik, berperilaku sopan santun, patuh pada ajaran agama, pasti hasilnya akan baik pula. Walau lingkungan pergaulan disekitarnya berbanding terbalik dengan yang diajarkan orangtuanya, maka dia akan tetap teguh dengan apa yang diajarkan kedua orangtuanya. Namun, terkadang banyak psikis anak terganggu akibat dari orangtuanya sendiri. Yang membuat anak menjadi pemberontak, membangkang, bahkan seakan omongan orangtua diabaikan atau dianggap angin lalu. Para orang tua harus tahu hal ini, Gan. Dalam berucap maupun melakukan tindakan apapun itu harus berfikir matang-matang dan logis. Karena akibatnya berdampak pada sang anak.





Ada beberapa perilaku orangtua yang terkadang melukai perasaan anaknya tanpa disadari dan justru membuat psikisnya tergoncang, yaitu:

1. Membandingkan anak dengan orang lain

Sebagai orangtua memang seharusnya mendukung anak agar semangatnya tak putus dalam meraih impian. Namun terkadang ada orangtua yang justru membuat sang anak tak memiliki semangat atau semangatnya menjadi redup. Misalnya dalam sebuah perkataan seperti terlihat membanggakan anak orang lain, membandingkan dengan saudaranya, menegurnya dengan langsung dengan perkataan yang keras, "Makan-makan yang banyak gitu, lho. Ibu sudah kerja capek-capek tapi kamu kurus begitu.", "Wajahmu kok kusam gitu, tho. Rias biar cantik. Lihat dia, cantik begitu sekarang.", "Lihat adikmu, dapat juara 2. Kamu harus bisa seperti adikmu!", "Anak itu pintar banget ya, kamu harus bisa seperti dia!", "Badanmu gemuk banget, kurusin dikit! Jaga pola makan!"

2. Berbicara keras terhadap anak

Banyak kasus terjadi di masyarakat, dimana anak menjadi berani kepada orangtuanya. Bahkan membentak pun dilakukan Faktor utamanya adalah orangtuanya sendiri, pengaruh ponsel yang seperti ketergantungan, lingkungan sekitar ataupun pergaulannya. Contohnya: "Belajar sana! Jangan main HP terus! Mau jadi apa kamu nanti!" ujar Ibu dengan suara penuh penekanan., "Jam segini baru pulang? Darimana saja?" bentak Ayah dengan nada keras yang terdengar oleh tetangga." Padahal perkataan tersebut membuat jiwa anak menjadi tergoncang, hatinya merasa sakit, merasa malu, walaupun kesalahannya sendiri.

3. Sibuk bekerja

Kesibukan orangtua dalam mengais rezeki juga menimbulkan perilaku anak yang menjadi lebih bebas. Maksudnya, sikapnya diluar kendali harapan orangtua. Sibuk bekerja sampai lupa memperhatikan anak. Anak akan merasa bahwa kedua orangtuanya tak menyanyanginya. Ia juga akan merasa bebas dan tak dikekang.

4. Terlalu mengekang anak

Memang, orangtua tak bermaksud mengekang sang anak. Hanya sedikit membatasi geraknya. Takut anaknya berpengaruh pada pergaulan bebas di luar sana. Anak dilarang ini itu. Contohnya: "Jangan ikut basket, ntar kamu capek!", "Jangan keluar rumah, biar Ayah saja yang membelikan!", "Mau kemana? Keluar sama temen? Enggak boleh. Dirumah saja!" Tetapi, hal tersebut justru membuat anak menjadi kurang nyaman, dan sensitif. Anak akan merasa tertekan.

5. Menyepelekan anak

Tanpa sadar, orang tua berkata sesuatu yang melukai perasaan anak. Seperti perkataan, "Kenapa ikut? Gak bisa gitu. Gak usah gaya.", "Gambarmu jelek gitu mau kamu ikutin lomba?", "Sudahlah, di rumah saja, kerja gini kerja gitu masih gak benar.". Mungkin bagi orang tua itu hanya sebagai candaan atau tanpa sengaja terucap. Namun siapa sangka, bahwa ucapan tersebut membekas di hati anak. Membuat anak menjadi tak percaya diri, cenderung psimis.


Berikut ada beberapa cara untuk mendidik anak agar tidak membangkang:

1. Berbicara dengan nada lembut, berusaha menghindari nada membentak atau keras.
2. Memberikan contoh yang baik
3. Mengawasi pergaulan anak
4. Tidak terlalu memanjakan anak
5. Tidak terlalu mengekang anak, namun juga tidak terlalu memberikan kebebasan.
6. Memberikan motivasi dan dukungan kepada anak
7. Menasehati anak dengan lembut jika anak melakukan kesalahan
8. Mendo'akan anak agar menjadi anak yang sholeh sholehah
9. Membiasakan anak bertanggungjawab, amanah
10. Membiasakan anak untuk mengucapkan maaf ketika salah, dan terima kasih ketika mendapatkan sesuatu

Quote:



Sumber: opini pribadi @ilafit
profile-picture
profile-picture
profile-picture
itkgid dan 59 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ilafit
profile-picture
profile-picture
itkgid dan ilafit memberi reputasi
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di