alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Pocung, Tembang Macapat yang Memadukan Keceriaan dan Kesedihan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d6f37ff28c99157522b8725/mengenal-pocung-tembang-macapat-yang-memadukan-keceriaan-dan-kesedihan

Mengenal Pocung, Tembang Macapat yang Memadukan Keceriaan dan Kesedihan





Halo Gansis, apa kabar hari ini? Semoga selalu bahagia di manapun berada.

Gansis, kali ini ane akan sedikit berbagi kisah tentang masa kecil. Ane terkenang akan almarmum Bapak. Dulu semasa hidup, beliau termasuk salah satu orang yang kerap mewarnai masa kecil ane dengan bercerita banyak hal, mendongeng, bermain tebak-tebakan, bahkan memperdengarkan tembang-tembang Jawa.

Sebagai keturunan Jawa tulen, almarhum Bapak sangat fasih melantunkan tembang (istilah untuk puisi) Jawa. Salah satu yang paling berkesan bagi ane adalah Tembang Macapat, khususnya Pocung. Gansis pasti tidak asing atau setidaknya pernah mendengar tentang tembang itu kan?

Tembang Macapat adalah puisi tradisional Jawa yang dibaca per empat kata, atau dalam bahasa Jawa maca papat-papat (dibaca empat-empat), itulah kenapa diberi nama Macapat. Memiliki sebelas tembang yang berurutan yaitu : Maskumambang, Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmarandana, Gambuh, DandhangGula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan terakhir Pocung. Penulisan tembang Macapat diatur dalam guru gatra(baris kalimat), guru wilangan(suku kata), dan guru lagu(bunyi di akhir puisi) yang berbeda di tiap-tiap tembangnya.


Nah, di antara sebelas tembang Macapat tersebut, salah satu yang akan ane bahas adalah Pocung. Pocung merupakan tembang terakhir dari serangkaian tembang-tembang Macapat yang lain. Memiliki sifat yang kontras dengan maknanya.


Sifat Jenaka


sumber

Dibandingkan dengan yang lain, Pocung merupakan tembang Macapat yang memiliki sifat jenaka. Setiap lirik-liriknya mengandung nasehat dan hal-hal lucu. Biasanya di dalamnya terdapat semacam tebakan, dan sebagai pembaca atau pendengar akan menebak sendiri jawabannya.

Almarhum Bapak dulu sering bermain tebak-tebakan dengan tembang Pocung ini. Biasanya, Bapak akan membiarkan ane beberapa saat dalam kebingungan karena tidak menemukan jawaban, setelah kemudian beliau memberi tahu jawabannya. Kami pun tertawa setelahnya. Mewek emoticon-Frown

Berikut adalah salah satu contoh tembang Pocung yang berisi tebakan :

Klenthing (Gerabah untuk mengambil air)

Bapak Pucung
Cangkeme madhep mandhuwur ( Mulutmu menghadap ke atas )
Sabamu ing sendhang ( kesukaanmu pergi ke sumber air )
Penclok'anmu lambung kereng (Tungganganmu perut sebelah kiri )
Prapteng wisma ( sampai di rumah )
Si pucung muntah guwaya ( Si pucung memuntahkan air )


kutipan


Sifat jenaka dari tembang Pocung inilah yang membawa keceriaan tiap-tiap kami bermain dengannya. Lirik-liriknya yang ringan namun sarat akan nasehat ini bisa menjadi pengibur di sore yang senggang. Di mana kami biasanya menggelar tikar di pelataran rumah, menanti datangnya malam yang bertabur sinar rembulan. Ane jadi tersentuh mengenang masa itu.

emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek




Makna Duka dan Sesal


sumber

Di balik sifatnya yang lucu, rupanya Pocung memiliki makna kesedihan yang dalam. Seperti namanya Pocung atau Pucung, bisa diartikan sebagai Pocong yang berkaitan erat dengan kematian. Posisi Pocung sebagai tembang terakhir dari urutan Macapat bisa dikatakan sebagai penutup dari sebuah perjalanan hidup. Seiring berakhirnya napas, seseorang biasanya akan diliputi duka dan penyesalan. Menyesal karena tidak memanfaatkan waktu yang diberikan semasa hidup dengan baik.

Pada akhirnya hidup adalah tentang bagaimana menjalani, dan bagaimana mengakhiri. Demikian yang bisa ane ceritakan tentang makna tembang Pocung. Sebuah tembang yang mengingatkan akan keceriaan masa kecil, sekaligus mengingatkan akhir dari perjalanan hidup. Semoga bermanfaat

Terima 2C(Cendol dan Cinta)emoticon-Wowcantik

Penulis : Tikus Kecil, Member of BBB

Ilustrasi sampul : sini dan sini

Referensi : sini dan sini


profile-picture
profile-picture
profile-picture
YenieSue0101 dan 36 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh YenieSue0101
1. Maskumambang = Dalam Kandungan
2. Mijil = Lahir
3. Sinom = Muda
4. Kinanthi = Tuntunan (Maksudnya Menggapai cita cita)
5. Asmaradana = Asmara (Maksudnya menuju pernikahan/mencari pendamping hidup)
6. Gambuh = Kecocokan (Maksudnya kalo udh dapat pasangan ya nikah)
7. Dhandanggula = Senang (Apa yg di capai berhasil, udh punya rumah tangga)
8. Durma = Dermawan (Kalo udh berhasil ya harus banyak sedekah & membantu)
9. Pangkur = Menjauhi hawa nafsu (Ngibadah aja gan udh tuwek, gak usah mikir dunia lagi)
10. Megatruh = Mutus Nyawa (Kematian gan, udah wayahe balik ke yg kuasa)
11. Pocung = Pocong (Wayahe jasad di kuburkan gan)
CMIIW gan, itu yg ane tau dari susunan macapat.. Walisongo emang gak pernah keliru kalo ngasih ilmu jaman dulu.. Sesuai sama ajarannya yg santun & membudaya
profile-picture
profile-picture
YenieSue0101 dan mamaproduktif memberi reputasi
profile picture
skrillers19


Ortu jaman dulu emang pada hapal gan, enih ane mau belajar lagi tentang jawa... Malu lah orang jawa ilang jawane
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di