CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Playboy's Diary ( Based On True Story )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3fd7152f568d6838121f62/playboys-diary--based-on-true-story

Playboy's Diary ( Based On True Story )




Sepenggal kisah masa lalu berdasarkan pengalaman pribadi si penulis.

Bukan kisah percintaan pada umumnya dan ini hanyalah sebuah kisah cerita.

Saya harap sekiranya para kaskuser sekalian bisa dan dapat menghargai kisah hidup dan karya orang lain emoticon-shakehand




Quote:



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
Tak Tahu Yang Harus Dilakukan


Sore hari pada waktu awal masuk les bimbingan belajar di Phi Beta, Aku bertemu dengan berbagai kawan baru. Meskipun ada beberapa teman dari satu sekolah yang mengikuti bimbel disini.

Sekian lama setelah mengikuti bimbingan ini, Aku pun mencoba untuk berbaur dengan kawan-kawan baru lainnya sekedar untuk mengobrol, bercanda maupun bertanya-tanya tentang pelajaran sekolah.

"Mi... Kamu kenal Adis nggak??" Tanya si Azis.

"Adis?! Siapa tu??"

"Itu lho... Anak yang duduk disamping Dita." Jawab Heri sambil menunjukkan salah satu cewek di pojokkan depan kanan kelas.

"Nggak... Emang kenapa?! Dia kan pendiam?!"

"Iya sih agak pendiam... Tapi Kamu mau kenalan nggak ma Dia?? Dia ngeliatin Kamu terus daritadi" Tanya Azis.

"Biasa aja sih..." Jawabku pura-pura cuek.

Lalu sepulangnya dari bimbingan.

"Mi...!!!" Teriak Azis dari kejauhan memanggilku di depan Bimbel.

"Iya ada apa?!" Jawabku sambil mendekati Azis.

"Mi... Ni kenalin si Adis..."

"Iya... Aku Ami... Salam kenal ya..." Sapaku ke Adis.

Dia cuma tersenyum memperlihatkan giginya yang gingsul membuat Dia terlihat menawan dan manis didepanku.


*******


Setelah sekitar tiga bulan Kita berkenalan, meskipun kita jarang mengobrol namun kadang Dia memberikan salam kepadaku melalui Azis.

Hingga suatu saat waktu sepulang bimbel, cuma kita bertiga didalam kelas.

"Dis... Kamu jadi ngomong sama Ami nggak?? Katanya mau ngomong seuatu." Tanya Azis.

Sedangkan Adis cuma mengangguk tersipu malu.

"Ngomong apaan?!" Tanyaku pura-pura polos meski sudah tahu apa yang bakal terjadi.

"Mi... Si Adis suka sama kamu... Kamu mau jadian nggak sama Dia??"

"Besok aja ya jawabnya... Aku mau mikir-mikir dulu." Jawabku.

Tak lama setelah kita berbicara di dalam kelas, kita pun pulang hingga keesokan harinya.

"Zis.... Kamu bilangin ke Adis donk... Aku nggak mau jadian."

"Lha Kamu ngomong langsung donk ke Adis?! Jangan kayak gini." Jawab Azis.

"Aku nggak enak kalau langsung ngomong sama Dia langsung... Aku nggak tega..."

"Tolong omongkan ke Adis ya..." Jawabku sambil berusaha pulang kerumah secepatnya.

*******


Selang 4 hari kemudian, kita pun bertemu kambali di bimbel. Mengingat si Adis sudah 4 hari tidak masuk les.

Aku melihat ada yang aneh dengan si Adis, ada semacam perban berwarna putih membungkus kedua pergelangan tangannya.

"Zis... Kamu lihat si Adis nggak? Kok ada yang aneh dengan Adis."

"Iya itu setelah Kamu nolak si Adis...?! Kamu Tau nggak apa yang Adis lakukan setelah itu?!" Jawab si Azis.

"Nggak... Emang kenapa dia nya??"

"Iya sehabis pulang dari les.... Dia nyayat kedua tangannya dirumah pakai kaca... Untung kedua orang tuanya tau apa yang Dia lakukan. Habis itu dibawanya kerumah sakit..."

"Ah, yang bener... Aku nggak percaya..." Jawabku.

"Ya kalau nggak percaya tanya aja sama Dia langsung... Ntar juga tau penyebabnya apa..."

Aku pun cuma diam mendengar jawaban si Azis. Lalu setelah kejadian itu. Kita tidak pernah saling menyapa lagi hingga kelulusan SMP tiba.

Continue...


Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dany.agus dan 2 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di