alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini : [COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:

Quote:

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh stef.mjz
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok



Ryken pb~💙~Suara untuk Bumi



Pada dada retak masih tersimpan dua mata ditelanjangi kutukan
Di kota yang masih basah oleh darah dan air mata
Mayat-mayat kesedihan terkapar tak bertuan

Suara-suara bukan lagi jeritan; diam tak terkata
Napas yang kehilangan asa
Adalah huruf-huruf pucat di atas lembaran kesepian
Tentang di mana lagi bocah-bocah harus memanggil ayah, ibu
Kemana lagi jemari kelaparan yang haus mengais sampah

Belumlah merdeka ...!
Dari tanda dada pengepul debu sisa-sisa kemewahan
Sedangkan tawa-tawa arogansi menggelegar di langit-langit Tuan dan Nyonya
Di antara wisky bercandu pada aroma tubuh pelacur

Bau anyir berserak di tepi jalan sunyi
Lahir dari kepuasan jiwa
Haus perak dan emas
Atau tubuh yang menjerit sangsai
Menusuk jiwa teduh, membakar tubuh api

Wahai!
Apa kita telah Merdeka?


Sultra, 18819~17:27



~~~~~~~~








Ryken pb~💓~Pelacur di Kota Tua



Hatinya terbaring telanjang di atas trotoar kerikil
Menatap langit tua renta dengan mata dada yang hampir buta
Tentang wangi tubuh perawan
Kesucian silam sebelum pucat dan buram

Di sudut kota tua
Pada dada telanjang
Masih menyimpan sisa-sisa malam
Aroma tubuh yang meminang, dipinang birahi

Dari percakapan-percakapan rindu
Saling mengejar puncak
Desah, kemiskinan dan keterpaksaan

Kesepian malam adalah hujan pada relung
Ditikam sesal dan pertobatan
Atas mata-mata langit yang mengintai

Dan perempuan aroma malam
Hendak benar-benar telanjang
Meraibkan jejak di dinding malam
Di kota tua
Selepas perkataan kitab putih

Pelacur kota tua
Sungguh ingin pergi menjauh



Sultra, 188'19~~18:06



~~~~~~~~






Ryken pb~💚~Puisi Separuh Purnama yang Lepas


Terkadang kau dan aku adalah batu yang bertingkah atau meningkahi hujan sebagai aroma tubuh kita.

Ketika kesepian adalah suku kata paling abadi tentang jarak dan waktu, tentang detak rindu dan detik rintih.

Di antara kesunyian paling rindu yang mengentah. Adalah percakapan huru hara wajah lain yang memunguti mimpi. Berpura-pura atau disengajakan olehmu meminjam teduh pada rumah kita.

Kau sebut aku kunang-kunang. Namun, di sisi tepi gelap kaupinjamkan mataku pada ia; mawar yang kautumbuhkan pada batu.

Pada satu puisi. Huruf-huruf kaukabarkan sebagai surat. Tentang lidah api yang menjilatimu serupa lelehan. Di mana kaurupakan aku seibarat bibir pantai dan dirimu adalah lautan yang menangisi pedih, menungguku mengecup rindu yang bergelantungan.

Namun aku telah gerimis, terbawa mendung, membebaskan diri sebagai karang, peraduanku adalah puisi separuh purnama yang lepas.



Sultra, 188'19 ~💛~ 19:34
profile-picture
profile-picture
profile-picture
stef.mjz dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh rykenpb
GDP Network
Beritagar • Bolalob • Garasi • Historia • IESPL • Kincir • Kurio • Opini • Womantalk
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di