alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kepada Siapa Lagi Hati Ini Mendekap Kalau Bukan Kepadamu, Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4ba69cf0bdb25f8b176f61/kepada-siapa-lagi-hati-ini-mendekap-kalau-bukan-kepadamu-indonesia

Kepada Siapa Lagi Hati Ini Mendekap Kalau Bukan Kepadamu, Indonesia



Quote:



Kepada siapa lagi hati ini mendekap kalau bukan kepadamu, Indonesia?

Tanah air pusaka, tanah kelahiran, tanah surga,

Tiadalah tempat di mana hati ini tenteram selain padamu,

Tiadalah pengukir sejarah abadi yang bersikeras menafikan ringkihnya,

Pada tonggak-tonggak sejarah yang tegak diserang cena, kokoh tanpa terlena.

Tiadalah hati yang lebih berbangga dengan megahnya,

Menjadi titisan penerus perjuangan dan citamu,

Indonesia.



Bendera Indonesia

Ya, kedua utas di atas memang berbeda. Satu dicipta oleh penggubah kondang, satunya lagi dicipta oleh setitik pikiran penikmat karya sastra.Namun, keduanya pun sama. Sama-sama dicipta karena selalu dimabuk asmara dengan Indonesia tercinta.

Bagiku, Masyarakat Indonesia sudah mempersembahkan seserahan yang tiada ternilai untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, harta, pikiran, bahkan nyawa rela dikorbankan hanya demi merdekanya bangsa yang besar ini. Begitu juga sebaliknya, walau sudah menderita lebih dari 3 setengah abad, Bumi Pertiwi tetap bertahan untuk para pembelanya, untuk para panjinya, untuk para pejuang yang berusaha melindunginya. Hubungan keduanya tak bisa dipisahkan. Sekian banyak pula dalih yang mendasari rasa cinta, bangga, dan rindu mendalam untuk Indonesia. Namun, butir argumen yang sebegitu banyaknya bisa disarikan menjadi beberapa poin berikut:



1. Kayanya Indonesia akan ragam budayanya


Keanekaragaman Indonesia

Indonesia terdiri dari 34 provinsi dan sekitar 1.340 suku di Indonesia. Tentunya setiap suku memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda pula, sehingga keragaman yang sudah terjadi sejak dulu ini akan terus ada di Indonesia. Nah, dari banyaknya suku dan budaya tersebut, pastinya terdapat pula keragaman bahasa daerah yang dimiliki setiap daerah. Ini juga menjadikanku sebagai bagian dari Bangsa ini bangga, sebab, dengan keanekaragaman ini, kami bisa saling mengenal dan berbagi dengan yang lainnya. Baik berbagi cerita maupun pengalaman.

Aku pernah berkesempatan mengobrol dengan pamanku yang berasal dari Amerika Serikat. Beliau heran, bagaimana bisa Indonesia dengan keanekaragamannya ini bisa dikatakan minim terjadi pergesekan yang menimbulkan perpecahan. Menurutku, hal ini dikarenakan adanya ideologi yang dipahami bersama oleh masyarakat Indonesia, sebuah dasar negara Indonesia, Pancasila.

2. 'Pancasila' Dasar Negara yang ideal untuk Indonesia


Toleransi di Indonesia

Berkaitan dengan poin sebelumnya, aku juga pernah membaca mengenai kisah persahabatan Ir. Soekarno, presiden pertama Indonesia dengan Josep Broz Tito.
Kala itu, Presiden pertama Indonesia ini melakukan kunjungan ke Yugoslavia yang kemudian menggagas gerakan non-blok. Soekarno bertanya kepada Josep Broz Tito mengenai apa yang akan dia wariskan kepada negaranya ketika dia meninggal.
Josep Broz Tito pun menjawab dengan mantap bahwa ia akan mewariskan kekuatan militer yang kuat untuk menjaga keutuhan Yugoslavia. Kemudian, ia bertanya kembali kepada Soekarno mengenai apa yang akan diwariskannya kepada Indonesia ketika ia berpulang. Soekarno menjawab. "Aku tidak khawatir, karena telah kuwariskan Pancasila sebagai jalan hidup bangsa Indonesia."
Faktanya, Josep Broz Tito meninggal dan mewariskan angkatan perang yang sangat kuat. Namun, negara Yugoslavia harus terpecah menjadi beberapa negara karena konflik internal. Sementara, Indonesia tetap utuh karena ideologi Pancasila sebagai landasan dan tujuan hidup rakyatnya.

Quote:


MENAKJUBKAN

Satu-satunya kata yang bisa kulontarkan setelah membaca kisah tersebut. Keutuhan Indonesia ini terjaga hanya karena Pancasila dan toleransi yang baik antar rakyatnya. Tanpa membeda-bedakan, rakyat Indonesia yang dikenal dengan rakyat yang ramah ini selalu bergotong royong dalam mengerjakan sesuatu. Inilah yang menjadikan aku bangga jadi orang Indonesia, berkat toleransi dan saling menghormati juga-lah, ikatan harmonis antar masyarakat bisa terjalin dan terjaga.

3. Masyarakat penuh kreativitas


Permainan Gelinding Ban

Berbicara tentang masa lalu Indonesia yang merupakan masa sulit memang cukup pelik dan pedih dirasakan. Terlepas dari itu semua, keadaan tersebut menjadikan masyarakat Indonesia pada saat itu untuk berfikir kreatif. Dengan memanfaatkan apa yang ada, hal yang tidak ada, diciptakan menjadi ada, walaupun bahan pembuatnya dari bahan terbatas.

Contohnya terciptanya beberapa permainan tradisional yang menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti lompat tali dan gelinding ban. Contoh lainnya seperti membuat alat-alat tradisional guna membantu pekerjaan sehari-hari. Misalnya cangkul, penumbuk padi dari batu, bajak sawah, dan alat tradisional lainnya merupakan buah tangan dan pikiran rakyat Indonesia pada masa lalu. Bukan berarti saat ini tidak ada orang kreatif, justru kini lebih banyak lagi orang kreatif yang mampu berinovasi. Misalnya, membuat lapangan kerja untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan adanya aplikasi ojek online. Dari sini aku percaya bahwa Indonesia itu memang tanah surga, kail dan jala cukup menghidupi, dan bukan lautan, tapi kolam susu. Seperti lirik lagu populer dari grup musik yang hits pada eranya, Koes Plus.

4. Gudangnya prestasi


Prestasi Indonesia di kancah Bulutangkis


Didukung oleh adanya masyarakat yang penuh kreativitas, tentunya akan timbul sebuah capaian luar biasa yang patut diapresiasi. Pundi-pundi prestasi Indonesia kini semakin menggembung karena semakin banyaknya masyarakat yang kreatif dan ahli dalam suatu bidang. Bidang Industri, Pariwisata, bahkan Olahraga.

Kini, Prestasi Indonesia di berbagai bidang juga mulai dipertimbangkan oleh negara lain. Dengan prestasi inilah kita membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang mampu bersaing dengan negara-negara lainnya. Sekali lagi, di balik itu semua, selalu terdapat doa dan usaha penuh determinasi oleh masyarakatnya yang tak lupa selalu disisipkan keramahan yang menjadi ciri khas Indonesia dan menjadi bahasa yang mampu dipahami oleh seluruh negara dan seluruh orang. Senyum.


Penduduk di Bali tersenyum pada saat hari raya Galungan




Aku rasa, sudah saatnya bagi kita yang merasa masyarakat Indonesia untuk ambil bagian dalam majunya Indonesia di era saat ini. Menyongsong Indonesia emas, mengembalikan citra Indonesia yang berkilau di Asia khususnya dan di dunia pada umumnya.
Kita memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung dalam kemajuan ini, kita juga memiliki sumber daya manusia yang tidak boleh dianggap remeh kualitasnya. Kini bukan lagi saatnya untuk tertidur atau bangkit, namun jalan di tempat. Ini saatnya kita sebagai bangsa Indonesia melangkah maju menuju masa depan yang lebih baik. Bermodalkan Bhinneka Tunggal Ika, Aku percaya Indonesia pasti bisa. Memanfaatkan masa, meraih asa yang dicita mereka yang memberikan kita merdeka.

Secara tak langsung, jiwa kalian tertambat dengan Indonesia,
Namun,
Sudahkah hati kalian bangga menjadi bagian dari Indonesia?
Sudahkah rindu kalian selalu berpulang pada pelabuhan rahayu?
Indonesia.
Aku Cinta Indonesia.
emoticon-I Love Indonesia

Spoiler for Sumber Gambar:

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
nice trit gan
profile-picture
makeyoudream memberi reputasi
profile picture
makeyoudream
wah, agan
terima kasih gan emoticon-Jempol
×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di