CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bd0cc10d2954df840083d/thread-khusus-peserta-coc-sf-poetry-kaskus-2019

Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019


Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini[COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP

GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:

Quote:

emoticon-Kangen
Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa 


SEMANGAT BERTEMPUR! 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 25 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh stef.mjz
Thread sudah digembok

Puisi-puisi Karya Delia Adel

Spoiler for screenshotan:



Berjalan Telanjang


Semua harapan ada dalam tujuan yang paling telanjang
berjalan tanpa baju dan celana menyibak rahasia dunia
baru-baru ini bermunculan secarik bahan
di rancang sedemikian rupa di ruangan ber-AC
kecantikannya porak-poranda, seketika basah kuyup
sebab payudaranya sudah tak lagi berselimut
hati sekotor pilihan.

Putung- puntung rokok
botol-botol minuman
semua menunjukkan aksi
betapa nikmat kursi panas
awam pada akhirnya tergulingkan kemudian.

Derai tawa yang hanya sedikit saja diperbolehkan bicara
bibir-bibir lain diam menyudut
memandangi pualam di segala musim
dengan iringan kisah tangis ketelanjangan
yang mana jika melawan habislah susunan kerabat
ini lebih api dari panasnya bara.

Lalu bertanya tentang arti sebuah kemerdekaan
duhai Anda yang sudah lama berdialog bahasa dunia, apakah kita benar-benar sudah merdeka? Hening.

Ah ini hanya bulshit! Bermimpi sajalah.


Jakarta, 10 Agustus 2019.


Kepulangan Penuh Makna


Aku menyukai pakaianmu
sedari tangisku belum siap menjadi dewasa
sampai tulang ini berlarian pulang sambil membujuk ibu untuk menjadikan aku sebagai bocah dan abadi.

Dengan mata yang paling jernih
ibu menatap dan berkisah tentang seorang hulubalang raja,
konon katanya setia
tetapi bahkan raja sendiri tidak mempercayai raut mukanya
kemudian berkata, "yang berteriak setia adalah pembelot paling durja."

Lalu ibu mengusap wajahku dan berkata, "berbahagialah dengan bunyi dering yang bersebelahan, sebab Indonesia sudah tua, termakan kebijakan yang dibijaksanakan oleh butiran air mata palsu."

Aku diam sambil memeluk ibu
walau napasku lupa
bahwa tubuh BHINEKA sudah tak lagi membentuk ika
akan tetapi mata terbuka
untuk kembali berdialog bahasa persatuan.

Bisakah fajar ini serupa fajar sebelum merdeka?

Tik
Tok
Tik
Tok
Semoga jarum akhir adalah kebijakan waktu.

Jakarta, 10 Agustus 2019.


Gilanya Aku di Kesimpulan


Aku si gila dunia yang menyukai retribusi
tiada balas kasih untuk sebuah sajak yang gagal berdiskusi
tabiat buruk sudah kualasi dengan bantalan selimut
mereka nyenyak
seratus persen menuju puncak surga.

Aku hanya mengobral puisi persahabatan
persis di bahu kiri yang mudah untuk ditawar
menyandarkan keintiman
lalu bercinta dengan kenikmatan pundi-pundi dunia
aku kaya raya.

Membuang beberapa receh saja bagiku tak masalah
mereka awam dan buta segalanya
tetapi dari arah selatan datang pejuang cilik
sedikit bertelanjang kaki
namun tubuh ini teriris, pedih.

Melobi banyaknya ajudan
tetap kalah
siapakah dia? Ternyata tunas bangsa yang telah dewasa
aku takut Indonesia, mulai sekarang
jangan rejam dengan bola mata itu
maafkanlah khilaf kemarin.

Duh, malam ini aku kesepian
antara rindu keluarga dan kesaktian
jeruji ini mulai menelantarkan porsi
gilalah aku! Aku menjadi gila.


Jakarta, 10 Agustus 2019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
istijabah dan 34 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh delia.adel
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di