CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Playboy's Diary ( Based On True Story )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3fd7152f568d6838121f62/playboys-diary--based-on-true-story

Playboy's Diary ( Based On True Story )




Sepenggal kisah masa lalu berdasarkan pengalaman pribadi si penulis.

Bukan kisah percintaan pada umumnya dan ini hanyalah sebuah kisah cerita.

Saya harap sekiranya para kaskuser sekalian bisa dan dapat menghargai kisah hidup dan karya orang lain emoticon-shakehand




Quote:



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
Kejadian Tidak Terduga



Patah hati memang suatu hal yang menyakitkan, harapan yang sirna dan cinta bertepuk sebelah tangan memberikan suatu dorongan untuk membicarakannya kepada orang lain.

Sekiranya untuk dapat memberikan solusi atas permasalahan yang Aku hadapi saat itu.

Sewaktu si Nita tidak masuk sekolah dikarenakan sakit, Aku pun mencoba untuk membicarakannya pada teman cewek lainnya.

Kita pun berkumpul enam orang termasuk Aku cowok sendiri, untuk sekedar mendengar segala curhatku dan ingin membantu memberikan solusinya.

Mereka adalah Erva, Elok, Indhi, Galuh, Dilla dan Ima. Ceritanya kan mereka lagi kumpul ngobrol bareng waktu istirahat. Lalu aku pun nimbrung sama mereka.

"Mi... Kamu koq kelihatan lemes nggak bergairah. Kenapa?" Tanya si Elok.

"Iya, kamu koq lemes kenapa." Tanya Erva.

"Nggak kenapa-kenapa kok..." Jawabku lirih.

"Ya kalau ada masalah bilang aja, gakpapa kok... Paling cuma kita aja yang tahu." Timpal Galuh.

Aku pun terdiam agak lama.

"Yaudah Aku mau cerita sama kalian, tapi jangan bilang ke siapa-siapa ya?!"

"Ya ceritanya gini sih, Aku mau berusaha jadian dan dekat dengan si Nita. Yaaaa... Namun hasilnya ditolak..."

"Lalu sekarang kita pun sekarang serasa ada jarak"

"Ya memang Aku bener-bener suka ama Dia, namun jawabannya tidak sesuai dengan harapan." Jawabku.

"Lha emang kamu barusan nembak si Nita ya Mi?!" Tanya si Erva.

Lalu Aku menceritakan kronologis mulai dari awal suka sama si Nita kepada mereka semuanya.

"Teman-teman semuanya, tolong bantu Aku ya. Ya minimal beritahu si Nita, dan dekatin Dia supaya Tahu dan ngerti perasaanku gimana."

"Ya tenang aja pasti dibantu kok, ntar coba Nita Aku beritahu. Rahasia kamu aman kok Mi" jawab si Galuh.

"Makasih ya, teman-teman.." Jawabku bersemangat, merasa ada secercah harapan menghampiri jika dibantu oleh mereka.


*******



Beberapa hari kemudian sepulang sekolah, seperti biasa kita ngobrol sama teman sebelum pulang kerumah. Kadang kita main kerumah teman dulu sekedar main PS 1, sampai sore baru pulang kerumah.

"Mi.... Kamu mau kemana habis ini??" Tanya si Indhi memanggilku.

"Habis ini mau kerumah Bagus... Emang kenapa??" Tanyaku.

"Nggak cuma mau nanya habis ini mw kemana... Oiya kabarnya Nita gimana??"

"Udah baikan sama si Nita belum?" Tanya Indhi kepo dengan permasalahanku.

"Ya kayak gitu aja sih... Aku jadi serasa aneh sekarang kalau mau bertemu Dia."

"Dia kan balikan lagi dengan si Ginting." Jawabku.

"Oh gitu ya..."

"Eemmmmmm.... Mi.... Kamu mau jadian sama Aku nggak???"

"Mungkin dengan jadian sama Aku, nantinya kamu bisa ngelupain si Nita."

"Ya seenggaknya Aku hiburan buat kekecewaan kamu." Jawab Indhi.

"What???" Jawabku dalam hati dan kaget atas penyataan dari Indhi.

"Kamu bilang apa barusan?!" Tanyaku seolah memperjelas perkataan si Indhi.

"Iya, Kamu mau pacaran sama Aku nggak???? Biar kamu bisa lupa sama si Nita." Jawab Indhi.

Aku pun berpikir agak lama dan tentunya agak kaget dengan perkataan si Indhi.

"Nggak deh... Kita cuma bisa berteman aja. Aku masih belum bisa... Maaf ya..." Jawabku.

Begitu bilang sama si Indhi, Aku langsung nyemperin si Bagus untuk mengajak keluar alias kabur saat itu juga.

Keesokan harinya kita pun bertemu sama si Indhi seolah tidak terjadi apa-apa waktu sehari sebelumnya.


*******



Setelah beberapa hari kemudian sepulang sekolah saat Aku duduk di depan kelas, si Intan menyandingku dan duduk disebelahku. Dia merupakan teman dekat si Nita.

"Mi... Kamu suka sama si Nita ya??" Tanya Intan.

"Kok kamu tahu sih?!" Tanyaku.

"Ya mereka kemaren berbicara dengan si Nita. Aku dengar dan paham mereka berbicara tentang masalah apa."

"Si Nitanya juga curhat sama Aku, tentang masalah Dia sama Kamu." jawab Dia.

Aku pun cuma bisa terdiam dengan jawaban si Intan.

"Mi.... Aku punya solusinya antara kamu sama si Nita."

"Solusinya apa??" Tanyaku.

"Kamu jadian sama Aku saja, kamu coba dulu jalan sama Aku. Nggak ada ruginya deh pokoknya?! Gimana??"

"Nanti kamu juga bisa ngelupain si Dia" Jawab si Intan sambil tersenyum.

Aku cuma bisa menggelengkan kepala sambil ngeloyor pergi meninggalkan si Intan.

Mereka menawarkan cinta sebagai penambal luka, Aku pun tidak bisa karena tidak mempunyai perasaan sama mereka.

Karena semua itu terjadi karena adanya kesempatan dan niat dari pelakunya. Waspadalah! Waspadalah!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di