CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Playboy's Diary ( Based On True Story )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d3fd7152f568d6838121f62/playboys-diary--based-on-true-story

Playboy's Diary ( Based On True Story )




Sepenggal kisah masa lalu berdasarkan pengalaman pribadi si penulis.

Bukan kisah percintaan pada umumnya dan ini hanyalah sebuah kisah cerita.

Saya harap sekiranya para kaskuser sekalian bisa dan dapat menghargai kisah hidup dan karya orang lain emoticon-shakehand




Quote:



Quote:
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 16 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
Memory Kelas 1 SMU


" Wan... Itu teman kamu 1 kelas namanya siapa?" tanyaku penasaran melihat Dia lagi duduk sendirian di kelas 1-9 di waktu istirahat.

"Namanya Rahma Mi, kenapa?? Kamu mau kenalan sama Dia??" Tanya Wawan.

"Emang kamu mau ngenalin Dia..." Aku ganti bertanya.

" Kalau tertarik ma Dia nanti kapan-kapan tak kenalin, Aku bantu. Ntar tak comblangin sekalian." Kata Wawan sambil tersenyum.

"Serius?!"

"Wes to tenang pokoke" (udah tenang aja pokoknya)

Wajahnya yang cantik dan kelihatan anggun, sontak menyita perhatianku ketika melewati depan kelasnya.

Kelasnya ada di gedung utama, dan kelasku ada diluar karena di SMU kami mempunyai 9 kelas di tiap angkatan. Jaraknya antara kelas 1-3 dan 1-9 pun cukup jauh.

Wawan merupakan kawanku sejak SMP, kebetulan kita masuk di SMU yang sama dan komunitas yang sama.

Beberapa hari kemudian, ketika Aku melewati kelas 1-9 mau ke ruang guru untuk mengambil kumpulan tugas LKS waktu istirahat tiba-tiba Wawan memanggilku.

"Mi... Ayo kalau mau kenalan sama si Rahma. Aku udah bilang sama si Rahma, Dia nya juga mau kok kenalan sama kamu."

" Gakpapa ni sekarang?" Tanyaku.

"Iya tunggu aja bentar ya disini, tak panggil dulu"

Tak lama setelah Wawan masuk ke dalam untuk memanggil Rahma, Dia pun keluar dari kelas. Lalu kita pun berkenalan dan waktunya sangat singkat. Cuma say hello ngobrol sebentar lalu meminta nomor telf rumahnya, cukup simple kan.

Setelah itu lanjut hari kedepannya, hampir tiap malam hanya telf sekedar menanyakan kabar lalu kegiatan hari ini, sudah makan malam apa belum, bertanya tentang keluarganya dan lain sebagainya. Kadang juga Mampir ke kelasnya beberapa hari sekali.

Aku pun mendengar desas desus bahwa si Rahma anak yang cukup sulit untuk di dekati, ada teman cowoknya sebut saja si Topan. Dia merupakan teman satu SMP dengan Rahma, berkali-kali sudah mengutarakan perasaannya namun tidak ada respon sedikit pun dari Dia.

Ya mungkin bantuan si Wawan cukup efektif, hingga pada suatu saat Aku dan Rahma bertemu di siang hari sepulang sekolah di dalam kelasnya. Waktu itu kelas juga sudah sepi dan kita sudah janjian akan bertemu.

" Ma... Kamu sama Topan dekat banget ya? Dia kan teman kamu sejak SMP satu kelas juga." Tanyaku.

"Kalau dekat sih biasa aja, dia cuma teman aja kok bagiku.." jawab Rahma.

Lalu saatnya To The Point....

" Berhubung sekarang lagi nggak ada yang dekatin kamu... Kamu mau nggak jadian sama Aku???"

Diapun terdiam cukup lama dan cuma menatapku...

"Gimana Ma?"

Tak lama Diapun tersenyum dan mengangguk.

"Gimana?" Tanyaku lagi untuk memastikan.

Dia tersenyum lebar dan mengangguk lagi.

"Baik, kita udah jadian ya" Jawabku dengan senyuman yang lebar membalas tatapannya.

.........


Lalu setelah sekian minggu jadian, kita pun mencoba untuk berjalan-jalan keluar kota bersama teman-teman lainnya.

Kita janjian di rumah kawan dekat waduk sebelah utara Kota Kediri, yang cowok bagian membawa alat pancing. Sesampainya disana, kita baru berangkat bersama menuju waduk.

Suasananya yang sejuk dan rindang disamping kolam ikan, kita pun duduk berdua. Tak ada satu kata pun yang keluar, cuma duduk bersebelahan menikmati pemandangan lingkungan sekitar.

Dia cukup pendiam, namun perhatiannya yang sangat baik hingga membelikan bekal buat kita makan sampai menjelang sore hari. Lalu kita pulang menuju kerumah masing-masing.

.........


" Yang, hari sabtu siang kita nonton yuk?! Mau nggak?? Kalau mau, besok Aku jemput di alun-alun nanti kita ketemuan disana" Tanyaku di telepon.

" Emmmmm, baik kita janjian disana ya. Emang mau nonton apa??" Tanya si Rahma

"Nonton Ada Apa Dengan Cinta. Film baru di Golden Theater, kata teman-teman sih bagus."

"Oke..."

..........


Tak terasa hari sabtu telah tiba, di pagi hari Aku berangkat menuju ke rumah Tante Nonik. Rencananya sih mau meminjam motor, dikarenakan motor bebek milikku yang sudah butut.

Akhirnya dikasih pinjam sama Tante, meski motor yang dipinjami sedikit lebih baru. Siangnya baru berangkat menjemput, dan setibanya di alun-alun. Seperti biasa Dia menenteng makanan dan minuman ringan buat cemilan nantinya untuk bekal waktu kita nonton.

Begitu sampai di bioskop, kita pun antri untuk memesan tiket. Lalu tak sengaja kita bertemu sama teman satu sekolah, namanya Vito. Dia teman satu kelasku dan dia juga bersama gebetannya si Rika.

Lalu kita masuk ke dalam, tak lama kemudian kursi bioskop sudah penuh dengan penonton muda-mudi maupun remaja yang penasaran dengan film percintaan era remaja tersebut.

Mungkin para remaja sekitar tahun 2000 sudah tidak asing dengan film Ada Apa Dengan Cinta. Film ini diperankan oleh Nicholas Saputra dengan Dian Sastro. Merupakan titik balik bangkitnya industri perfilman diIndonesia.

Apalagi waktu muncul adegan si Rangga mengejar kawanan preman yang melempar bom molotov, mungkin karena terlalu menikmati adegan hingga banyak penonton terutama cewek yang histeris akan aksi si Rangga.

Akhirnya film telah usai dan saatnya kita pulang, begitu tiba di parkiran ternyata baru saja turun hujan. Terlihat dari kondisi motor basah kuyup karena tempat parkirnya merupakan area terbuka.

Aku pun mencoba untuk menyalakan motor, dengan starter pedal alias di selah. Begitu di selah sekian kali namun ternyata tetap tidak bisa menyala.

"Mi, motormu kenapa??? Apa mungkin karbunya kemasukan air hujan?" Tanya Vito tiba-tiba ada dibelakangku.

"Gak tahu nih gak bisa nyala daritadi."

"Sini coba aku yang nyalain." Kata Vito.

Setelah sekian kali dicoba namun tetap saja tidak mau menyala.

"Yaudah kamu pakai motorku dulu aja Mi buat nganter Rahma pulang"

Akhirnya motornya Vito aku pinjam buat mengantar pulang si Rahma. Setelah itu baru pulang kerumah tanteku dengan ditarik oleh Vito.

"Tante... Motornya kenapa nggak bisa nyala ya?? Apa kena ujan tadi, aku selah berkali-kali tetap nggak bisa." Tanyaku setelah sampai dirumah Tante Nonik.

Akhirnya coba dinyalakan oleh pemiliknya dan ternyata... Sekali selah langsung nyala motornya...

Ni motor sapertinya cuma mau nurut ama pemiliknya kali....

...........


Sampai beberapa bulan dengan si Rahma, ternyata Aku belum bisa melupakan si Nita dari dalam benakku. Apalagi Dia masih satu kelas denganku....

Setelah berjalan 3 bulan kita jadian, ternyata ada rasa bosan yang sangat dan jenuh menghinggapi Aku. Karena si Rahma anaknya cukup pasif, dan Aku berniat untuk mengakhiri hubungan Ini.

Hingga suatu saat aku berbicara melalui telepon lalu Aku memutuskan hubungan ini dengannya. Awalnya Dia tidak mau bahkan menolak, dan mau menerima kalau Aku bilang sudah tidak suka lagi dengannya.

Namun akhirnya Dia mau menerima keputusanku... Maafkan aku dahulu yang sangat egois dan tidak memperhatikan perasaanmu....

Akhir tahun 2011 Rahma menikah dengan teman satu komunitasku, dan aku tidak datang waktu pernikahannya. Setidaknya temanku tidak pernah mengetahui bahwa aku pernah mempunyai hubungan dengan Rahma.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pulaukapok dan 5 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh amikurnia
×
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di