CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Wishnutama Diganti, NET Bakal Jadi TV Alay?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d2bbd2d7e3a7261045eb039/wishnutama-diganti-net-bakal-jadi-tv-alay

Wishnutama Diganti, NET Bakal Jadi TV Alay?


Selamat pagi, siang, sore, petang, dan malam kawan - kawan kaskuser semua yang baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
emoticon-Nyepi




Ada yang kenal dengan sosok Wishnutama? CEO sekaligus pendiri stasiun televisi NET yang juga merupakan mantan bos Trans TV ini baru saja mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO di stasiun televisi yang didirikannya tersebut. Jabatan tersebut kini diemban oleh Deddy Sudarijanto per 5 April 2019 yang lalu.

Mas Tama, sapaan akrab Wishnutama, kini mengemban tugas baru sebagai Komisaris Utama Netmediatama, yang secara struktural jabatan tersebut lebih tinggi ketimbang jabatan sebelumnya sebagai seorang CEO. Lalu, akankah perubahan ini berdampak pada program - program yang ditayangkan oleh NET?


Jika kita perhatikan, bahkan jauh sebelum posisi Wishnutama diganti, banyak acara - acara NET yang berubah. Mulai awal tahun kemarin, NET melakukan evaluasi besar - besaran terhadap program - programnya. Acara reguler seperti NET Soccer, Waktu Indonesia Timur, dan Sarah Sechan sudah mulai berhenti mengudara per 21 Januari yang lalu. Hal tersebut tak lepas dari masalah rating program NET yang tak kunjung membaik. Stasiun televisi yang berdiri sejak 18 Mei 2013 ini selalu dipapan bawah klasemen perolehan rating harian.

Dengan mengandalkan program - program in house atau program yang diproduksi sendiri, NET membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk sekali produksi saja. Sementara disisi lain, jika hasilnya program tersebut mendapat rating yang rendah maka hal ini menyebabkan tidak akan banyak iklan masuk dan tentu saja hal ini menyebabkan cashflow menjadi tidak seimbang. Karena yang kita tahu iklan merupakan salah satu pendapatan utama sebuah stasiun televisi. Dikutip dari sebuah blog, konon pengeluaran untuk biaya produksi program di NET sendiri mencapai 2 miliar per harinya. Oleh karena biaya yang besar sedangkan rating rendah tersebut, kini banyak acara - acara yang terpaksa di bungkus.


Dikutip dari blog yang sama, disana ditulis bahwa acara pagi NET perolehan ratingnya jeblok semua. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, mereka menayangkan acara kartun yang zero cost. Tak heran jika saat ini acara kartun sudah mulai menghiasi layar NET sejak pagi buta. Acara di NET yang cukup mendapat rating tinggi sendiri hanya 2 program, yakni acara yang dipandu oleh Sule, Ini Talkshow, serta program 86. Meski begitu, keduanya masing - masing hanya mendapat rating dikisaran angka 1 persen saja. Sebuah perolehan yang cukup kecil jika dibanding televisi yang menayangkan sinetron secara reguler.


Kembali ke persoalan posisi Wishnutama yang diganti. Sejak pergantian tersebut, kini setidaknya sudah ada empat calon program yang akan tayang di NET. Dilansir dari Instagram dunia_tv, empat program tersebut yakni Peristawa, IPOP, Merinding, dan Catatan Kecil. Peristawa sendiri merupakan program yang disiapkan menggantikan Waktu Indonesia Bercanda (WIB) yang ratingnya terus merosot. Slot dan pengisi acaranya pun sama, hanya format acaranya saja yang dirubah. Jika WIB lebih bertema parodi kuis, Peristawa menghadirkan parodi acara dokumenter seperti 86.


Program mistis berjudul Merinding juga sedang disiapkan. Meski banyak pihak menilai acara semacam ini tidak mendidik dan "bukan NET banget". Lain lagi dengan program Catatan Kecil yang hanya merupakan reinkarnasi dari acara serupa yang tayang di Trans TV beberapa tahun silam, Jika Aku Menjadi, sehingga tidak ada penyegaran atau idr baru dari acara ini. Sebelumnya, NET juga sudah menayangkan re-run program komedi yang sempat hits di Trans TV, Suami - Suami Takut Istri serta FTV romantis yang juga merupakan FTV re-run dari Trans TV, tempat Wishnutama bekerja dulu.

Akankah perubahan - perubahan ini mampu mengangkat performa rating dan share NET agar bisa profit? Ataukah perubahan ini masih belum cukup dan mau tak mau harus mengikuti arus dengan menayangkan sinetron agar bisa mendapat kue rating dari pemirsa? Patut kita tunggu.





Disclaimer : Asli tulisan TS
Sumur Gambar : Om Google
Referensi : Ini, Ini, dan Ini





profile-picture
profile-picture
profile-picture
dedodedo dan 66 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh powerpunk
Macem Trans TV dulu....

Tapi kalau ngga begitu bisa kalah saingan bisnis.

Yang ane agak sesalkan dari Net, kenapa acara2 unggulan kudu tayang tiap hari. Bikin jenuh and kehilangan feel. Dulu ane demen nonton Ini Talkshow sama Tonight Show, semenjak tayang tiap hari udah malas ngeliat.

Coba tengok tampang sule, vincent sama desta, keliatan muka capek dan jenuh. Seolah terpaksa mengeluarkan kemampuan 100 persen tapi susah balik lagi moodnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
adhyfafahmy dan 74 lainnya memberi reputasi
profile picture
scoutjunior
kaskus addict


Iya gan ini setuju banget, dengan begitu dalam satu minggu bakalan banyak variasi acara yang ditampilkan
profile picture
pengomon
kaskus addict
Nah ini nih! emoticon-linux2
profile picture
njart
kaskus addict
setiap hari sih emang semua pasti bosen, ya penonton ya yang bawain acara..sebenernya emang acara net itu monoton sih..talkshow mulu..gw dulu suka nonton IMS, eh sekarang udah gak ada -_-
profile picture
bodielobus
kaskus addict
Ini talkshow sekarang bosenin banget, liat cuplikannya di youtube aja males.


Quote:


Kan sinetron jadul sekarang banyak yang di reupload ke youtube ya, ane baru tau ternyata sinetron jaman dulu tayangnya masih seminggu sekali.
profile picture
prettyasmara
kaskus addict
Kayak kasusnya OVJ dulu, awalnya tayang tiap kamis malam eh malah jadi tiap hari. Lama2 ya bosen orang liatnya.
profile picture
oranganehhh
kaskus addict
Setuju gan. Acara unggulan mereka terlalu diporsir. Akhirnya semua bosan
profile picture
ssetuju gan, mestinya ngikut runtime show nya acara" tivi di korea sana, mereka tiap hari pasti program nya beda, biar penonton ga jenuh juga
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 7 dari 7 balasan
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di