KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Elegi Petrikor Senja
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cc802158d9b177aab0caa7a/elegi-petrikor-senja

Elegi Petrikor Senja

Rinai Tak Berdawai

Sumber gambar : Pinterest

Tahukah kau betapa aku lelah menapaki hari-hari kemarin yang telah bercampur deru debu kenistaan?
Antara ada dan tiada, nyatanya hanyalah secuil remah yang akan tersapu dan terbuang
Berakhir di pembuangan tak tersentuh pandang mata nurani
Tercampakkan begitu saja, sambil lalu menerawang segala rakitan dusta yang terhampar jelas tak berbuih

Ada saat bergembira, saling sorak sorai beradu gelak tawa penuh kenyinyiran dan rasa sempurna
Tak peduli secuil remah hanya ingin berharap simpati yang tidak seberapa berarti
Tak usah hiraukan katanya, dia hanya menarik diri sesaat.
Tak usah khawatirkan dia katanya, karena sejumput benih kering akan menghasilkan bunga mekar berwarna warni

Semua akan sampai di masa tetirah
Di mana segala kebencian dan kedengkian akan berakhir percuma
Hanya menyisakan dosa dan khilaf di ujung bibir tak bertulang
Hanya menyisakan kesalahan dan kebenaran menurut kata hati
Semua akan menjadi keniscayaan belaka, hampa tanpa makna

Kicau camar yang setia pada lautan hanyalah sebuah nyanyian peneduh belaka
Agar gelombang tak ciptakan murka
Agar ombak tetap mendera menepuk bibir pantai
Semua karena camar tak pernah meminta balasan, tak pula menagih janji lautan
Kicaunya pun abadi selama lautan selalu merasa sepi

Desau angin di pucuk pinus pun masih mendamba ruang kosong 'tuk terisi
Kata demi kata terangkai hanyalah sebaris aksara
Semua hanya sementara tercecap di ujung lisan
Angin tak pernah ingkar janji, selalu mengisi segala ruang hampa yang terbengkalai sunyi

Lantas, patutkah rindu menjadi sebuah drama?
Atau hanya gambaran keegoisan diri mematri luka pada petrikor senja di beranda hati?
Ini hanyalah puisi tentang perihnya sebuah perjalanan
Nyatanya, tiada ilusi terindah selain merindukan hadirmu
Nyatanya, segala pedih dan luka menjadi oase pelipur diri
Menjadi peneguh jiwa, tak boleh ada keserakahan tuk memiliki

Duhai kekasih hati
Tahukah kau akan arti pandang sekejap yang berlalu?
Senyum tak tergambarkan sempurna di balik kedua celah bibir yang memerah
Bahasa terkurung dalam kediaman manja nan merajuk meminta secuil mesra
Hanyalah mendamba, hanya menjadi sang pecinta sejati

Kekasihku, tahukah kau?
Lantunan bait-bait puisi menggema laksana adzan nan khidmat di ujung senja petang ini
Merajai hati membelah sukma yang terisak pilu di sudut ruang
Kisah terajut bukan lagi tentang rindu dan hasrat belaka
Puisi ini, adalah rajutan aksara di ambang renjana senja nan temaram

Esok adalah peluang, di mana kesempatan beralih peran
Esok adalah perjuangan, di mana kalah dan menang menjadi taruhan
Esok adalah rahasia, di mana misteri kehidupan masih terbungkus rapat
Lantas, masihkah kau merasa angkuh atas secuil ilmu yang tertanam di pinggir logika nan usang?

Derai berderai rinai gerimis di luar jendela
Mengingatkan sebuah mimpi akan cerita di beranda hati nan hijau
Kala rinai membasuh serakan duka, kala desah hujan menyisakan jejak tak terampuni
Kala semua masih belum ada di permukaan dataran berliku
Masih murni tanpa celoteh sampah, tiada debu meski kerikil siap menghujam lembut

Tiada lelah mengisi bejana-bejana tak bertuan
Peluhmu bukan sandiwara, hanyalah skenario terselubung di balik senyum culas
Tak perlu empati jika tak saling berbelas asih
Tak perlu tangis jika tak saling mengusap luka
Hanya pembiaran nalar yang kaku
Di balik wacana usang yang kian berdebu

Dendang hujan masih berpuluh-puluh lagu lagi
Melenakan asa yang perlahan membara
Namun, seketika meredupkannya ke dalam sumur kebencian
Tak mau bertaruh, meraih hati bukan sebuah taruhan judi
Biarkan jejaknya menyusup ke dalam kalbu terdalam, biarkan menyentuh kepekaan nadir
Puisi ini, hanyalah untaian aksara tak bermakna

Kolaka, 30 April 2019
profile-picture
profile-picture
profile-picture
volcom77 dan 49 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh evywahyuni
Quote:


Berkali kucoba lepaskan jejak dirimu
Dalam kenangan dan mimpi
Namun, selalu gagal
Aku terbelenggu
Cintamu

Kenangan
Antara kita
Masih ingatkan aku
Pada cerita kita dahulu
Kini hanya sisakan sakit hati
profile-picture
profile-picture
profile-picture
finalboss dan 2 lainnya memberi reputasi
×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di