CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Amukan Di PERSAMI Sekolah (Based On True Story)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5cf26d706df2317ea470fc9a/amukan-di-persami-sekolah-based-on-true-story

Amukan Di PERSAMI Sekolah




P R O L O G U E



Quote:





CATATAN :

Jadi sebelum saya memulai thread perdana ini, saya ingin menerangkan beberapa point dulu. Thread ini terinspirasi dari pengalaman teman-teman saya disekolah. Sekolah kami memang sudah berdiri berpuluh tahun lamanya, sehingga rasanya sudah wajar jika ada kepercayaan tertentu terkait hal mistis.

Saya sendiri sejak kecil tinggal diwilayah yang berdekatan dengan sekolah tersebut. Dan selama ini memang sering terjadi kesurupan massal yang melibatkan para pelajar dari sana.

Demi kenyamanan bersama, saya tidak akan menyebutkan lokasi sekolah ini. Nama-nama orang yang terkait dalam thread ini hanyalah samaran untuk menjaga privacy mereka. Karena dikumpulkan dari berbagai pihak maupun dari pengalaman saya sendiri, maka thread ini lebih baik ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Thread ini tidak sepenuhnya nyata, sebagian saya tulis berdasar imajinasi dikepala.

Terima kasih sudah singgah sejenak di thread yang masih berantakan ini. Saya hanya ingin menuliskan cerita berlatar dari tempat saya bersekolah saat ini. Saya sangat membutuhkan kritik dan saran dari para pembaca untuk thread ini.

Selamat membaca bagi agan-sista sekalian emoticon-Jempol



I N D E X :

PROLOGUE

P A R T 1

profile-picture
profile-picture
profile-picture
aryanti.story dan 10 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Eldnict

Amukan Di PERSAMI Sekolah (Part 2)

Keinginanku mencari keberadaan Alexa bukan tanpa sebab. Cewek kelahiran Manado itu sudah menjadi sahabatku sejak SMP. Alexa adalah anggota pramuka inti yang juga menjadi panitia dalam kegiatan Persami. Aku harap diwaktu istirahat ini dia sedang tidak sibuk.

"Kak! Kakak! Tolong kak!" Aku menoleh kedalam sebuah ruang kelas yang dipergunakan untuk ruang istirahat peserta Persami.

Aku melangkah masuk kedalam kelas yang sebagian lantainya tertutup karpet plastik itu. Seorang cewek berkerudung coklat berjalan mendekat kearahku. Teman-temannya tampak mengerumuni seseorang yang sedang terbaring cukup jauh dari tempatku berdiri.

"Kakak anak PMR kan? Tolong kak, teman kami mendadak pingsan..." Ada nada panik yang kutangkap dari omongan adik kelas dihadapanku.

"Mana dek? Biar kakak periksa dulu."

Cewek itu membawaku ketengah kerumunan tadi. Sesaat kemudian jantungku berdebum keras. Apa ini?

"Tolong kak. Sebelumnya dia baik-baik aja trus mendadak pingsan. Kepalanya bentur lantai keras banget." Jelas salah seorang adik kelas diseberang posisiku saat ini.

"Takutnya dia kenapa-napa kak. Kalo gegar otak kan bahaya."

Aku jengah pada adik-adik kelas yang berkerumun ini. "Oke, kalian tolong agak menjauh dulu ya. Biar dia bisa ngehirup udara bebas."

Merekapun sedikit membuka ruang. Aku menurunkan zipper rompi yang kukenakan. Rasanya panas sekali memakai seragam pramuka dan memakai rompi PMR tebal seperti ini. Aku duduk berlutut disisi cewek berambut panjang yang pingsan ini. Bibirnya pucat sekali.

Aku menepuk wajahnya sesaat namun tak mendapat respon. Sejauh ini aku rasa dia hanya pingsan karena kelelahan. Sebab dia tidak terlihat sedang demam atau sakit anemia. Aku memegang telapak tangannya dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Gerak Sensasi Sirkulasi. Aku mengecek denyut nadinya. Tidak ada.

Tunggu... Dimana denyut nadinya?

"Tolong salah satu dari kalian, panggil anak PMR di UKS. Suruh mereka bawa tandu kesini."

"Baik kak."

Aku kembali meyakinkan diri. Kemudian mengeluarkan senter kecil dari saku rompiku. Lantas membuka salah satu kelopak mata cewek yang pingsan tadi. Tidak, ini aneh. Aku melakukan hal yang sama pada mata satunya. Apa aku yang salah lihat atau bagaimana? Pupil matanya tidak menanggapi cahaya!

"Ra! Kenapa Ra? Dia pingsan?" Suara Rei datang dari belakang. Aku menoleh untuk memastikan. Memang benar ada Rei dan Aldi yang sudah membawa tandu.

"Iya. Siapin tandu. Dan adek-adek, tolong bantuin kakak buat angkat temen kalian ini."

Tubuhnya lebih berat diluar dugaanku. Padahal tubuh cewek ini kurus banget. Sebelum aku, Rei dan Aldi meninggalkan kelas, aku sempat menanyakan data diri cewek yang pingsan tadi.

Rahma Helianna. Regu Anggrek 3. Ruang 4.

Rei dan Aldi membawa tandu beserta Rahma menuju UKS. Aku sendiri berjalan dibelakang mereka, masih memikirkan apa yang terjadi sebenarnya. Bukannya aku tidak cepat tanggap, tapi aku merasa seperti ada sesuatu didalam diriku yang menahan untuk memahami keanehan ini.

Tanpa denyut nadi dan pupil mata yang tidak peka terhadap cahaya. Ini terasa aneh...

"Woi jancok! Bawa yang bener Al!"

"Lu yang bener dong! Daritadi gue keberatan anjer!"

"Enak aja. Gue udah bener ini bawanya, ato emang nih anak yang berat kali."

"Mana mungkin. Kurus gitu."

Langkahku berhenti. Aku menatap lurus kedepan, kearah punggung Rei dan Aldi yang membawa Rahma dengan tandu. Aku yakin, ada sesuatu hal yang salah. Tapi apa?!

Sosok kedua cowok itu hilang dibelokan koridor. Letak tiap lampu koridor cukup jauh sehingga saat ini hanya keremangan yang ada disekitarku. Bunyi hewan malam juga samar terdengar. Lampu koridor yang persis diatas kepalaku sesekali berkedip.
Kenapa otak ku tidak dapat menemui pangkal dari permasalahan ini? Ada kabut tebal yang seorang menutupi mataku dari jawaban itu. Ayolah! Ayo berpikir!

Hingga sebuah tepukan dipundak mengagetkanku. Sosok Dava yang menyampirkan sarung dipundak dan masih memakai kopiah dikepalanya. Ia baru menyelesaikan sholat maghrib di masjid terdekat.

"Kenapa lu? Bengong aja, Ra. Lu kelaperan ato mau pulang?"

Tepukan dipundak ku itu seolah menghantarkan sesuatu kedalam pikiranku dengan cepat. Lalu dengan mata melotot sembari menoleh kepada Dava, aku mengatakan jawaban yang kucari sejak melihat Rahma terbujur diruang gugusnya.

"Rahma kerasukan!"


BERSAMBUNG....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
radityodhee dan 2 lainnya memberi reputasi
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di