KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b331e83902cfe3a048b4567/mature---21-burung-kertas-merah-muda-2

[MATURE / 21+] Burung Kertas Merah Muda 2




Quote:


Cerita ini adalah kisah lanjutan dari Burung Kertas Merah Muda. Kalian boleh membaca dari awal atau memulai membaca dari kisah ini. Dengan catatan, kisah ini berkaitan dengan kisah pertama. Saya sangat merekomendasikan untuk membaca dari awal.


Silahkan klik link untuk menuju ke kisah pertama.


Terima kasih.



Spoiler for Perkenalan:


Quote:

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 31 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh chrishana

Chapter 60

Seorang murid lelaki sedang merebahkan tubuhnya di atas podium di waktu bagian hari yang terang, bersamaan dengan tepatnya sang pusat tata surya yang berjarak satu juta kilometer berada di atas kepala. Sambil memejamkan mata dan dipayungi oleh kibaran bendera di atas tiang dan pepohonan rindang yang bergoyang karena tiupan angin. Menggoyangkan kaki mengikuti alunan musik yang keluar dari headset miliknya.
“Dengerin apa sih?” tanya seorang murid perempuan yang tiba-tiba saja ikut merebahkan diri dan memasang headset milik lelaki itu di telinga satunya.

“Eh, kamu Fara... Ini lagunya Jikustik, Saat Kau Tak Di Sini...”

“Kamu suka?” tanya Fara.

“Biasa aja sih... Cuma lagi mirip sama suasana hatiku aja...”

“Seperti bintang-bintang, hilang ditelan malam... Bagai harus melangkah tanpa ku tahu arah...” Fara menyanyikan lirik lagu tersebut. “Segitu galaunya kamu, Ren... Karena ditinggal sama Anna?” tanya Fara.

Rendy mencopot headset miliknya lalu merubah posisi tubuhnya menjadi duduk tepat di samping Fara yang masih merebahkan tubuhnya di atas podium. Menatap langit yang berhiaskan senyawa menggumpal bagai kapas melayang di udara. Terbesit angan bahwa dia sedang memandangi langit yang sama dengan perempuan yang namanya tertanam di hati.
“Kenapa kehadirannya begitu lebih terasa sangat berarti ketika dia sudah tak lagi bersama?” tanya Rendy.

“Karena kamu berusaha melupakannya, Rendy...” Fara merubah posisi menjadi duduk tepat di samping Rendy. “Biarkan mengalir... Masih ada aku yang mendengar keluh kesahmu, menghiburmu...” ujar Fara seraya memegang tangan Rendy.

Rendy menoleh ke arah Fara dan tersenyum. “Iya, terima kasih...”

****

Setelah kejadian yang menimpa Anna terjadi, orang tua Anna berinisiatif untuk memindahkan Anna dari Jakarta agar tak bertemu dengan orang yang ingin berbuat tidak baik terhadap dirinya. Walaupun Rendy dapat menjamin dan menjaga Anna, keputusan itu tak dapat diganggu gugat.

Orang tua Anna juga meminta agar Anna menjauhi Rendy dan tidak memberi tahu Rendy di mana Anna berada. Semua itu demi kebaikan Anna dan Rendy karena orang tua Anna menyadari bahwa Rendy mempunyai musuh dan tak ingin Anna ikut terseret dalam masalah.

Hal inilah yang melatar belakangi kondisi Rendy saat itu. Hati dan pikirannya tak pernah lepas dari seorang perempuan yang amat sangat dijaga cintanya mati-matian hingga mengorbankan diri. Apa lagi, darah yang mengalir di tubuh Rendy sebagian adalah darah dari Anna. Berat rasanya bagi Rendy untuk menerima kenyataan.
****

Ini adalah hari pertama tahun ajaran baru. Di mana Rendy dan teman-temannya baru saja naik ke kelas sebelas setelah melewati masa satu tahunnya di SMA Trinusa. Mau tidak mau, Rendy harus siap menghadapi hari demi hari tanpa ada sosok perempuan berhijab yang selama ini dia jaga cintanya.

Kondisi sekolah sedang ramai-ramainya. Terlihat kerumunan siswa-siswa memenuhi deretan papan pengumuman yang berisi daftar murid pada kelas masing-masing. Seakan semua bertanya di manakah nanti kelasnya bertempat.
“Rendy!” panggil Fara dari kejauhan.

“Hai, Fara...” sapa Rendy.

“Penuh banget ya...” ujar Fara seraya berjalan menghampiri Rendy.

“Iya, aku tunggu sepi aja baru lihat-lihat kelas...”

“Kamu masuk jurusan apa jadinya?” tanya Fara.

“Aku masuk IPA...”

“Ah serius? Aku juga IPA!” ujar Fara antusias.

“Iya kamu wajar... Kamu hebat dipelajaran fisika, kimia, apa lagi matematika...”

“Mudah-mudahan kita satu kelas...” Fara berharap.

“Antri yuk...” ajak Rendy.

Rendy dan Fara berjalan menuju di mana papan pengumuman berdiri berbaris horizontal. Perlahan menerobos kerumunan para siswa yang ingin melihat di mana kelas mereka berada. Dengan susah payah Rendy menerobos kerumunan tersebut untuk melihat ada di mana nama Rendy Adrian Mahardika dan Faranisa Azni berada.

Tiba-tiba saja, Fara menggenggam tangan Rendy dari belakang. Rendy pun kaget dan terhenti langkahnya karena tangannya tiba-tiba saja disambut hangat oleh Fara.
“Aku takut keselak orang lain...” ujar Fara menjelaskan singkat.

“Oh, ya udah...” Rendy melanjutkan menerobos kerumunan. “Permisi...”

“Ini sebelas IPA, Ren...” Fara menghentikan langkahnya.

“Oh ya? Coba liat di mana namaku...”

“Rendy! Kita satu kelas!” ujar Fara kegirangan.

“Mana?”

“Ini XI IPA 4.” jawab Fara.

“Hahahahaha... IPA paling ujung...”

“Yeay! Aku satu meja sama kamu ya!” ujar Fara.

****

“Anna, bagaimana kabarmu? Aku berhasil masuk ke jurusan IPA di sini, bagaimana denganmu di sana? Aku ingin bercerita, aku dan Fara satu kelas. Tapi sayang, Danu berbeda jurusan denganku. Dia ada di kelas IPS. Padahal, aku berharap bisa terus dengan sahabatku sampai lulus. Oh iya, aku dan Fara duduk satu meja. Dan anehnya, wali kelas kami justru mengizinkan. Aneh memang ada murid laki-laki dan perempuan duduk satu meja. Aku harap kamu jangan cemburu ya karena aku dan dia akan satu meja selama satu tahun ke depan.

Aku selalu berdoa supaya kamu diberikan yang terbaik. Kalau mencintaiku membuatmu sakit, lepaskanlah dan carilah cinta yang lain. Biarkan aku saja yang terus mencintaimu.

Aku akan terus memberi kabar lewat blog pribadiku dan berharap suatu saat kau akan melihatnya.”

Tulis Rendy dalam blog miliknya.
****

“Hei!” seorang perempuan mengejutkan Fara yang sedang berada di kamarnya.

“Astaga! Duh, Kak Bella! Ngagetin aja deh...”

“Habis kamu senyum-senyum sendiri... Lagi jatuh cinta ya...”

“Hhmm... Aku lagi seneng aja, Kak... Aku duduk satu meja sama cowok yang aku suka dari kelas sepuluh...” ujar Fara.

“Oh ya? Kalau gitu kamu harus rubah penampilan kamu supaya makin cantik dan dia bisa naksir kamu...” ujar Bella.

“Ah iya, ajarin aku Kak...”

“Kamu itu memang dasarnya udah cantik, Far... Cuma harus didandain aja sedikit...”

“Aku ga bisa dandan...”

“Aku ajarin tapi ada syaratnya...”

“Apa?”

“Kamu harus kerja sama aku...”

“Kerja apa Kak Bella?” tanya Fara.

“Ada deh... Kalau mau, nanti malam ikut aku...”

“Mau, Kak! Aku mau!” ujar Fara antusias.

“Oke, aku telpon client-ku dulu...”

Bella keluar dari kamar Fara. Berjalan menjauh dari kamar agar tak terdengar oleh adik sepupunya yang baru menginjak usia enam belas tahun. Bella membuka telepon genggamnya dan menelpon seseorang yang ada pada kontaknya.
“Halo, Bella...”

“Om Rama... Ini aku ada satu cewek buat Om... Namanya Fara... Masih perawan anak SMA loh... Berani bayar berapa?”

profile-picture
profile-picture
profile-picture
jimmi2008 dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh chrishana
profile picture
jimmi2008
newbie
Ditunggu updateannya 👍
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di